Supreme King System

Supreme King System
Chapter 140 : Turnamen (4)


__ADS_3

Paviliun Pedang Ganda


Seluruh murid berada di lantai Pertama, sementara Ketua Sekte berada di lantai dua. Sementara Pilar Kaisar berada di lantai tiga, dan Kaisar berada di lantai atas, empat.


Paviliun begitu luas dan tinggi, dapat menampung ribuan orang dalam satu waktu. Ini membuatnya menjadi tempat penginapan termewah di Sword Mountain Valley.


Sekarang, di atas meja makan terdapat banyak makanan yang telah di sediakan. Qin Chen mencobanya dan merasakan pedas, cabai rawit yang baik.


"Produk lokal benar-benar berkualitas, pedasnya dapat. Apa kamu menyukai makanan ini, Istri Kecil?"


"Sedikit ... Aku lebih suka makanan yang kamu buat, karena rasanya sangat enak dan lezat saat menyantapnya."


Saat mengobrol, di samping mereka Ketua Sekte dan para Tetua duduk bersama menikmati makanan yang telah di siapkan oleh pihak Paviliun.


"Ketua ... Besok adalah pertandingan Master Formasi. Siapa yang kita pilih Pertama untuk maju ke pertandingan?" Tanya Tetua itu dengan bingung.


"Murid yang berbakat, suruh dia untuk maju Pertama dan buat para Ketua Sekte melihat kehebatan Master Formasi Sekte kita."


Mereka mengangguk paham tentang pernyataan Ketua mereka, setelah dipermalukan di babak Pertama, mereka tidak akan tinggal diam di babak Kedua.


Segala cara apapun itu akan dilakukan untuk mengembalikan nama baik Sekte mereka masing-masing.


Sementara itu, Qin Chen hanya tersenyum tipis mendengarnya. Dia dan Chu Qincheng cukup menikmati hidangan, karena mereka percaya bahwa muridnya akan menang.


Setelah semua selesai, di dalam ruangan Qin Chen dan Chu Qincheng berada mengamati di luar. Ada banyak tikus-tikus Sekte berkeliaran mengamati mereka berdua dari kejauhan.


"Ha! Mereka benar-benar mengirim mata-mata dan beberapa pembunuh bayaran. Sungguh licik, namun tidak apa-apa." Qin Chen hanya baring dan mulai untuk tidur.


Sama halnya dengan Chu Qincheng, dia percaya bahwa Qin Chen dapat mengatasi mereka semua.


***


Paginya, podium Turnamen semakin ramai dibandingkan hari pertama. Bahkan peningkatan penonton sebesar 10× dibandingkan sebelumnya. Mereka berdatangan untuk melihat Sekte Eternal Heaven yang telah menyebar di seluruh penjuru Benua dalam satu tarikan napas.


Bahkan Zi Long yang sekarang berada di Sekte tengah disibukkan dengan murid-murid baru yang ingin mendaftar. Bahkan dia harus menggunakan beberapa bayangan untuk membantunya agar lebih cepat dan efesien.


Qin Chen ditempat sebelumnya melihat kembali orang-orang bersorak nama Sekte Eternal berulangkali, dia tersenyum puas mendengar nama Sekte Eternal Heaven telah menggema.


"Tidak buruk ... Hanya dalam satu hari, popularitas Sekte Eternal Heaven bertambah ratusan ribu. Jika seperti ini, apa di Sekte ada ratusan ribu murid baru yang tengah mendaftar untuk masuk."

__ADS_1


"Setelah mengamati sekilas di Sekte, apa yang tidak terduga terjadi. Dalam satu batang dupa telah menerima puluhan murid baru, bahkan sekarang murid baru di Sekte mencapai 800 Ribu." Chu Qincheng juga terkejut dengan peningkatan murid sebesar itu, itu hampir seluruh kehidupan di Benua Seribu Pedang.


Qin Chen menelan ludahnya, 800 ribu, bukankah itu jumlah yang Fantasi. Bahkan Sekte Besar hanya mendapatkan seribu murid dalam satu kali pembukaan pendaftaran, sementara Qin Chen dalam satu batang dupa mendapatkan puluhan ribu murid.


Saat memikirkan hal tersebut, Qin Chen kebingungan dengan 6 Tetua yang belum mengisi gunung yang telah di siapkan oleh Chu Qincheng sebelumnya.


Cai Wewei berada di atas panggung dengan gaun biru muda dengan corak teratai. Kecantikannya bertambah, bahkan para lelaki terpesona.


Qin Chen diam, karena dia tidak ingin membuat Chu Qincheng cemberut lagi.


"Hari yang kita tunggu-tunggu telah tiba, pertandingan antara Master Formasi dari setiap kalangan peserta. Namun sebelumnya, pertandingan begitu mengagumkan dengan kemenangan berturut-turut di raih oleh Sekte Eternal Heaven."


"Apakah kali ini Sekte Eternal Heaven akan meraih kemenangan berturut-turut lagi? Jika benar, Sekte Eternal Heaven benar-benar meruntuhkan sejarah baru di Benua Seribu Pedang!"


"Tidak perlu basa-basi lagi, para peserta pertandingan dipersilahkan untuk naik."


Dari sudut lain, ada dua peserta yang keluar dari dalam dan melangkah naik ke atas panggung.


Kali ini, Qin Chen mengutus Yan Kai. Dia memiliki bakat hebat dalam Formasi, ini akan menjadi pertandingan yang menarik kedua selain Alkemis sebelumnya.


"Peraturan sederhana, dilarang membunuh di atas panggung. Para peserta saling bertarung dengan Formasi satu sama lainnya, selain Formasi, maka para peserta didiskualifikasi."


Wooooo ... Prok ... Prok ...


Suara sorakan bergema di langit dan podium, mereka menantikan pertandingan ini seharian. Karena mereka menyakini, bahwa Sekte Eternal Heaven akan membuat keajaiban lain.


"Lu Lamo dari Sekte Immortal World." Ucapnya dengan dingin.


"Yan Kai, dari Sekte Eternal Heaven." Balasnya dengan hangat nan polos.


Mereka saling meringkuk memberi salam penghormatan, lalu mundur beberapa langkah kebelakang bersamaan saling melihat satu sama lainnya.


Hening!


Tanpa suara dan hanya angin yang bergerak bebas di sekitar mereka, ketenangan tinggi membuat adegan tegang dimana-mana. Mereka bahkan sampai tidak sempat untuk menarik napas.


Huft~


Saling membuang napas, dengan mata tertutup merasakan suara yang berada di sekitar mereka berdua.

__ADS_1


Pada saat yang bersamaan, mereka membuka mata dan berlari saling menghampiri dengan kecepatan luar bisa.


Saling bertukar pukulan dan tendangan satu sama lainnya, mereka belum menggunakan Formasi apapun sekarang, entah apa yang dipikirkan oleh mereka, namun Qin Chen paham di akhirnya.


Pada saat dua pukulan beradu, mereka saling terhempas kebelakang satu sama lainnya. Kekuatan mereka sama, dan kecepatan mereka sama-sama mengerikan.


"Formasi Bumi! Burung Es, bekukan!"


Sebuah sirkuit sihir muncul di bawah kakinya membentuk beberapa lapisan ke atas menciptakan manifestasi burung berwarna putih salju dengan ekor panjang menyapu langit.


Melesat menuju tempat Yan Kai, Yan Kai menghentak kakinya dengan keras. "Formasi Dewa! Dewa Bumi Penghancur!"


Bang!


Retakan tanah melebar dan bebatuan terangkat membentuk sebuah patung besar, Dewa Bumi Penghancur. Wujudnya begitu besar, dengan tubuh sepenuhnya batu.


"Serang! Panah Es!"


Swoosh! Swoosh!


Ratusan anak panah Es melesat mencoba menembus lapisan kulit Dewa Bumi. Yan Kai bersuara. "Balas! Gempa bumi!"


Saat kakinya menghentak ke tanah, langit dan bumi bergetar hebat merobohkan pepohonan di luar podium. Seluruh serangan Lu Lamo hancur berkeping-keping saat menembus langit.


Sementara itu, orang-orang di sana tercengang melihat Dewa Bumi melawan Formasi kelas Bumi, Rendah.


"Formasi Pertahanan, Kura-kura Emas!"


Saat Lu Lamo menggunakan Formasi Pertahanan, ditempat begitu aman dengan gelembung emas menyerupai batok kura-kura mengelilinginya.


"Kamu akan kalah, ayo keluarkan kekuatan aslimu. Aku ingin menguji apa aku sudah kuat atau belum." Ucapnya dengan tulus.


"Keparat!"


Lu Lamo mengertak giginya dengan kesal menghadapi monster yang Qin Chen panggil sekarang.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2