Supreme King System

Supreme King System
Chapter 59 : Reruntuhan Makam Kuno


__ADS_3

Qin Chen tersenyum misterius, para kultivator di hadapannya menggertak. Serangan Qin Chen sebelumnya sudah menghancurkan Gunung besar di dekat mereka, dan menjadi dataran luas dengan lubang besar mendalam.


"Keparat! Apa kau datang hanya untuk melawan kami semua!" Salah satu pria melangkah kedepan, mencemooh Qin Chen.


"Tentu ... Kalian semua hanya ternak, ternak yang siap di sembelih untuk menjadi sumber kekuatanku!" Balas Qin Chen.


Mereka semakin menggertak kesal, ada yang bersiap menyerang Qin Chen. Salah satu mengangkat tangan dengan senjata panjang menyerupai tombak di tangannya.


"Tombak Naga!"


Raungan Naga terdengar saat pria itu berteriak, Aura emas pecah membetuk lingkaran di sekitarnya. Proyeksi Naga Emas muncul di belakang punggung pria tersebut.


Saat berada di atas langit, Naga tersebut meraung dan melingkarkan sebelum menyerang.


Sementara lainnya, mereka berteriak keras berlarian menyerang Qin Chen. Tidak ada kata damai setelah melihat apa yang Qin Chen lakukan sebelumnya.


Kedua muridnya melesat ke depan, menahan serangan orang-orang tersebut sekuat tenaga. Sedangkan Qin Chen mengurus orang-orang di belakang.


Naga yang melesat menghantam pukulan Qin Chen hingga meledak di langit, Qin Chen masih melesat mendekati mereka di belakang penyerangan.


"Tinju Awan Penghancur Gunung!"


Boom!


Meledak saat menyentuh dataran, retakan tanah terangkat naik ke atas dengan orang-orang tergoyahkan dan jatuh masuk kedalam celah retakan.


Notifikasi Sistem berdering, murid-muridnya yang membunuh beberapa orang juga mendapatkan notifikasi. Qin Chen akhirnya mengerti, muridnya Farming meningkatkan pengalaman dan kekuatan.


Sedangkan Qin Chen mendapatkan gift berupa, Exp dan Poin Sistem. Jumlah yang sama, ini membuat Qin Chen semakin tertarik dengan mereka berdua.


'Ini lebih baik dibandingkan Farming sendirian di Medan Perang. Mereka mendapatkan pengalaman dan peningkatan kekuatan, sementara aku mendapatkan Exp dan Poin Sistem.' Batin Qin Chen.


"Seni Tinju Iblis kemarahan!"


Rune besar di langit berputar, Qin Chen dibawah melihatnya dengan jelas. Tengah-tengah Rune muncul tangan Iblis merah dengan kehancuran di sekitarnya.

__ADS_1


Begitu besar, Qin Chen hanya tersenyum tertarik melihatnya. Tangan itu jatuh kebawah, ingin menghancurkan tubuhnya berkeping-keping hingga tak tersisa.


Melihat hal tersebut, Qin Chen mengangkat tangannya ke Langit. Menunjuk Langit dengan jarinya, sebuah kilatan cahaya menyerupai tongkat panjang menembus awan.


Serangan Qin Chen berbenturan dengan serangan musuh, saling beradu kekuatan hingga tangan besar tersebut pecah berkeping-keping.


Meledak-ledak di langit, gelombang Energi panas menghujani punggung mereka semua. Batu meteor berjatuhan memecahkan kerumunan orang-orang.


Boom! Boom! Boom!


Tanah-tanah mengalami retakan besar, orang-orang terbanti dalam serangan temannya sendiri. Kedua murid Qin Chen benar-benar berubah menjadi iblis.


Melihat dari padangan matanya, begitu tajam dan ganas. Melihat musuh seakan-akan mereka adalah makanan.


Qin Chen tersenyum misterius, mereka berdua benar-benar pantas menjadi muridnya. Kejam dan Jahat, karena Dunia ini dalam Kekacauan Besar.


"Seni Pedang Roh!" Teriak mereka berdua bersamaan.


Proyeksi di hadapan mereka begitu besar, Pedang Biru dengan Aura terpancar keluar begitu kuat.


Mengangkatnya, lalu mengayunkan pedang tersebut berputar mengelilingi Dunia. Tebasan masal membelah orang-orang di dekatnya menjadi dua bagian.


"Sangat Jenius, di usia muda. Mereka berdua dapat menciptakan Seni sendiri, ini sudah melampaui Murid Jenius di Sekte Besar. Mereka benar-benar selalu membuatku terkejut." Gumam Qin Chen.


Qin Chen semakin tertarik dengan hal tersebut, dia lalu melihat kesamping. Hanya tertinggal beberapa orang saja yang memiliki kekuatan dua tingkat dari muridnya.


Ayunan pedang Qin Chen membelah mereka semua, serangan tanpa ketrampilan sudah dapat menghabiskan mereka. Semuanya hancur dalam beberapa menit sebelumnya.


Kedua muridnya terengah-engah, kelelahan sebelumnya, belum sepenuhnya pulih. Ditambah mereka menggunakan ketrampilan yang baru saja mereka kembangkan.


Qin Chen mendekati muridnya, disana terdapat 200 orang lebih. "Beristirahatlah, sisanya serahkan pada Guru."


"Maaf Guru ... Karena kami tidak dapat membantu lagi. Kami sangat kelelahan sekarang ... " Balas Xia Jingyi sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, kalian sudah membantu dan Guru mendapatkan sesuatu yang menarik sebelumnya. Kalian berdua benar-benar selalu mengejutkan Guru." Dengan lembut memberikan semangat kepada mereka.

__ADS_1


Mereka tersenyum senang dan terduduk di samping Qin Chen. Mereka kelelahan, Pemurnian Qi melawan satu tingkat di atas mereka dengan ketrampilan tidak sempurna, ini benar-benar menguras energi mereka.


"Kalian ... Karena Murid ku sedang kelelahan. Jadi, permainan kali ini, kalian akan mengahadapiku!" Ucap Qin Chen dengan tekanan membunuh.


Tangannya bergerak, ratusan benang merah melesat menembus langit. Masuk kedalam tubuh mereka semua tanpa pertahanan sama sekali.


Qin Chen menggerakkan jari-jarinya, seketika tubuh mereka bergerak mengikuti gerakan yang Qin Chen kehendaki. Seni Kutukan sebelumnya memiliki 9 kegunaan yang masing-masing memiliki keterampilan hebat.


Kutukan Qin Chen sebelumnya berada di bagian pertama, sedang benang pengendalian berada di kedua.


Membunuh tanpa menyentuh, mereka semua bunuh diri!


Darah menyemprot ke langit-langit, bertebaran di mana-mana. Menciptakan genangan darah merah bening, tubuh mereka tergeletak di tanah terbengkalai.


Seluruh dataran yang berada di dekatnya, sudah hancur. Hancur tanpa ada sisa kehidupan disana.


Sementara itu, reruntuhan tersebut masih bertahan sekalipun pertarungan terjadi di dekatnya. Reruntuhan tersebut seakan memiliki pelindungnya sendiri.


Qin Chen duduk dekat dengan muridnya. "Bagaimana? Apa yang kalian rasakan saat menghadapi musuh seorang kultivator?" Tanya Qin Chen.


"Tidak baik Guru ... Mereka sangat kuat, Hongyi sampai tidak dapat menahan satu pukulan mereka. Untungnya Hongyi dan saudari melakukannya bersama. Jika tidak, Hongyi sudah menjadi bubur." Balas Xia Hongyi dengan nada yang cemberut kesal atas Kekalahan yang dia terima.


Qin Chen tertawa terbahak-bahak, bersamaan dengan Xia Jingyi tertawa kecil. Dia juga sama dengan Xia Hongyi, namun dia dapat mengatasinya sendiri.


Ditambah, dia tidak ingin membuat Guru nya report atas apa yang terjadi kepada mereka berdua. Karena itu, dia lebih memilih untuk diam dan berlatih dari kekalahan ini.


"Begitu-begitu ... Jika begitu, Guru akan melatih kalian untuk dapat melawan satu atau dua tingkat di atas kalian. Dengan begitu, kalian tidak akan kerepotan dengan hal ini. Tapi ingat, latihan ini akan sangat melelahkan." Balas Qin Chen dengan serius.


"Benarkah Guru. Jika benar, Hongyi akan melakukannya. Dengan begitu, Hongyi akan dengan mudah memukul mereka hingga masuk kedalam tanah."


Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Baik-baik ... Setelah selesai ini, Guru akan memberikan ketrampilan untuk kalian, dan meningkatkan serangan kalian. Sekarang, kita akan masuk kedalam reruntuhan."


"Baik."


Xia Jingyi hanya diam, dia tidak berbicara kali ini. Karena kekalahannya membuatnya sadar untuk lebih keras dan giat berlatih, dan berlatih hingga tidak ada yang dapat mengalahkannya lagi.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2