Supreme King System

Supreme King System
Chapter 134 : Kutukan Keputusasaan


__ADS_3

Istana Raja Kudus tampak hanya ada kesunyian di segala sisi. Tertutupi oleh kabut hitam tebal, dan hanya ada langit gelap penuh dengan bintang-bintang dimana-mana.


Malam ini, rencana mereka akan dimulai walaupun ada sedikit pembicaraan pribadi diantara mereka sebelumnya.


Namun sekarang, mereka kembali pada rencana awal. Mereka seolah begitu profesional, menyimpan hal-hal pribadi kembali karena sekarang tengah berada di rencana.


"Suami ... Apa kita akan pergi sekarang? Aku tidak sabar merampok mereka semua. Harta-harta mereka memang tidak berguna bagiku, namun dapat digunakan untuk menciptakan Artefak ataupun Senjata."


Chu Qincheng melihat ke arah Qin Chen, dia sambil menunjuk ke arah dimana wilayah keluarga Lu berada.


"Ya ... Kita akan mulai sekarang, kamu dapat merampok mereka. Aku akan menunggu di luar, setelah kamu selesai, aku akan menjatuhkan Kutukan di Wilayah tersebut."


Chu Qincheng mengangguk, dan mereka berdua terbang menuju Wilayah Keluarga Lu.


***


Wilayah Keluarga Lu begitu luas, bahkan dapat mencakup Kota Besar. Seluruh Harta berada dibawah tanah, ini keahlian Chu Qincheng dalam merampok, Qin Chen tidak akan menggangu kesenangannya.


Sementara Qin Chen, dia berada di atas Wilayah Keluarga Lu menunggu Chu Qincheng selesai melakukan tugasnya.


Setelah satu batang dupa, Chu Qincheng telah selesai mengumpulkan semuanya dan menghampiri Qin Chen dengan menyembunyikan keberadaan mereka berdua.


Qin Chen menyentuh langit dengan jarinya, perlahan noda hitam menyerupai tintah jatuh seperti tumpahan cat dinding.


Menyebar di seluruh wilayah dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Dalam satu tarikan napas, seluruh Wilayah telah ditelan oleh tinta Hitam.


"Kutukan Iblis. Mimpi buruk, Keputusasaan!"


Suaranya menenggelamkan gunung yang luas kedalam samudera. Kutukan tersebut menghantui mereka dalam mimpi-mimpi buruk yang pernah mereka lakukan di Dunia.


"Ini tidaklah cukup ... Apa yang mereka lakukan di kehidupan ini sangatlah keji. Sekalipun aku adalah penjahat Dunia, namun aku tidak melakukan tindakan seperti mereka."


"Hmmm~ Mereka pantas mendapatkan siksaan mimpi buruk dalam Jurang Keputusasaan mendalam. Seperti yang kamu katakan, ini belumlah cukup, ini masihlah awal dari keputusasaan yang sesungguhnya."


Qin Chen mendengarnya, dia tidak membuat keributan besar saat malam hari. Melainkan, dia hanya memberikan Kutukan mimpi buruk yang akan menteror mereka sepanjang malam dan siang.

__ADS_1


Diantara Dosa dan Kebaikan, mereka terjerumus kedalam dosa besar.


"Suami ... Sekarang kita akan kemana? Kamu telah memberikan mereka kutukan, dan aku telah mengambil seluruh harta mereka untuk digunakan menciptakan Artefak dan Senjata."


"Sekarang ... Aku tidak tahu, mari kembali ke Istana. Hari ini begitu dingin, kamu nanti sakit. Besok kita harus melatih mereka dan memenangkan Turnamen."


"Baiklah, aku akan ikut."


Malam itu, mereka kembali setelah melakukan rencana mereka. Chu Qincheng dan Qin Chen tidur di tempat yang sama, di ruangan yang sama dengan Qi Bulan memenuhi ruangan.


***


Paginya, mereka telah ditempat masing-masing melakukan tugas mereka masing-masing. Mengajari murid-murid dengan kemampuan mereka masing-masing yang telah ditentukan sebelumnya.


Qin Chen mengajari mereka Alkemis, dan pertarungan dalam satu sisi. Untungnya, bayangan Qin Chen berguna disaat-saat seperti ini.


Chu Qincheng mengajari mereka membentuk Formasi yang sangat sulit dan kuno. Karena Chu Qincheng hanya mengetahui Formasi kelas Ilahi dan tingkat tertinggi.


Walaupun begitu, mereka dapat beradaptasi dengan baik melawan Hukum Alam dan Pikiran yang tidak logis tersebut.


Sementara pertarungan, Qin Chen dan Zi Long mengajari cara menggunakan pedang dengan baik kepada mereka.


Bahkan, Qin Chen mengajari mereka membentuk Sword Intens, dan Qi Pedang.


Dimana Sword Intens akan berfokus pada kekuatan Pedang dan Qi Pedang akan mempermudah mereka. Dimana, mereka tidak perlu menggunakan Pedang untuk membelah langit.


Melainkan Pedang yang terbentuk dari Qi Spiritual di sekitar mereka, lalu digunakan untuk membelah langit.


Hari demi hari terus berlalu, tidak ada kata menyerah di Sekte Eternal Heaven. Bahkan, sekalipun mereka kelelahan, mereka tidak pernah berhenti karena pelajaran di Sekte Eternal Heaven sangat mengagumkan.


Mereka lelah, sedetik kemudian mereka akan pulih dan semangat kembali. Seolah, ada sesuatu yang memulihkan kelelahan mereka semua.


Setiap malam, Qin Chen dan Chu Qincheng akan berjalan-jalan di Ibukota mencari banyak informasi dan lain sebagainya.


Setelah paginya, mereka akan menjadi Guru yang mengajari murid-muridnya. Itu terus dilakukan sepanjang hari hingga dimana Acara Turnamen akan di adakan.

__ADS_1


Sekarang, mereka berada di kediaman keluarga Qin. Dimana mereka datang dengan menyembunyikan keberadaan mereka berdua dengan baik.


"Lusa akan di adakan Turnamen yang telah lama di undur. Bagaimana denganmu, Qin Chen ... Apa murid-murid di Sektemu telah siap untuk mengikuti Turnamen?" Tanya Paman Zhou.


"Tentu Paman Zhou ... Murid-murid Sekteku telah dididik dengan baik olehku dan istri kecilku. Mereka akan memenangkan Turnamen dan membuat nama Sekte Eternal Heaven menggema di seluruh Benua Seribu Pedang dan daratan lainnya." Balas Qin Chen.


"Hahaha ... Bagus, sangat bagus ... Paman akan menunggu hari itu tiba." Tawanya menggema di ruangan pertemuan membuat semua Tetua terdiam berserta putra dan putri mereka.


"Paman tunggu saja ... Ngomong-ngomong, aku datang bukan hanya untuk berkunjung. Aku memiliki beberapa Pil yang aku ciptakan sambil mengajari muridku. Mungkin Pil ini dapat membantu putra atau putri Paman dan Tetua."


Qin Chen mengeluarkan tiga lusin botol giok dengan 3 Pil disetiap botolnya. Mereka tercengang, dan belum mengetahui Pil apa tersebut.


Saat Patriak Qin melihatnya, wajahnya langsung memucat mengejutkan semua orang di dalam sana.


"Ini ... Ini adalah Pil Surga Sembilan Naga ... Bahkan Pil ini telah menerima Tribulation Langit dengan kebersihan dan kesempurnaan Tertinggi!" Dengan nada yang gemetaran dan serius, seluruh ruangan menjadi ribut mendengarnya.


"Bagaimana mungkin ... Bahkan Alkemis terbaik di Benua ini hanya dapat memurnikan Pil kelas Langit. Untuk sekelas Dewa, para Alkemis membutuhkan waktu ratusan tahun."


Saat semua orang melihat Qin Chen, Qin Chen hanya menyeringai. "Itu hanya mereka yang bodoh dalam Alkemis. Buktinya, aku dapat Memurnikan Pil Surga dalam 14 hari, bahkan menyempurnakan setiap Pil dengan Tribulation Langit dan membentuk Inti Abadi disetiap Pil."


Begitu sombong dan mendominasi, Qin Chen seperti Kaisar Langit dan Dewa Alkemis dalam satu tempat. Walaupun begitu, mereka tidak mengutuknya, melihat dengan mata kepala mereka sendiri sudah mengejutkan.


"Qin Chen ... Apa ini tidak terlalu berlebihan, kamu dapat memanfaatkan Pil ini untuk kekuatanmu sendiri. Paman dapat mengatasi masalah Keluarga Qin ini dengan cara Paman sendiri, ini akan merepotkanmu."


"Tidak ... Pil ini tidak akan berguna untukku ... Dibandingkan membuangnya begitu saja, lebih baik aku berikan kepada Paman. Sementara murid-muridku, mereka mandiri."


"Setelah aku mengajari mereka memurnikan Pil, mereka terus mengasahnya dan kadang-kadang berkontribusi banyak kepada Sekte dengan misi-misi dan Poin Kontribusi digunakan untuk membeli bahan-bahan Pemurnian."


"Jadi ... Aku maupun murid-muridku tidak kekurangan Pil maupun sumber daya lainnya. Paman, ambillah ini sebagai hadiah dariku. Paman dan lainnya membutuhkan ini sebagai penunjang Keluarga, bukan?"


Paman Zhou terdiam mendengarnya, walaupun terdengar aneh, namun Qin Chen begitu dewasa memikirkan hal ini. "Baiklah ... Paman akan menerimanya. Terimakasih banyak, Qin Chen."


"Sama-sama."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2