
Wilayah Neraka bagian Selatan, angin mulai terasa kencang, Medan magnet di sekitar wilayah menggetarkan material di bumi. Bahkan, gravitasi di sekitar wilayah tersebut ikut meningkat.
Qin Chen dan Chu Qincheng tengah menyaksikan Naga mengeluarkan uap panas dalam dirinya. Perlahan sisik-sisik miliknya terbuka dan mengeluarkan cairan panas yang dapat melelahkan apapun.
"Apa!" Saat Qin Chen melihat cairan itu menetes dari balik sisiknya menyentuh bumi, hanya ada lubang putus asa yang tercipta sekali sentuh.
"Ini sepertinya akan merepotkan ... Jika benar seperti itu, akan sulit menyerangnya secara dekat." Gumam Qin Chen, dia memikirkan seribu satu cara untuk melawan Monster di depannya.
"Suami ... Ayo serang, aku memiliki ide untuk mengalahkannya." Chu Qincheng seperti menghiraukan cairan tersebut.
Bahkan sekarang, dia lebih cerdas dibandingkan Qin Chen. Mendengar hal tersebut, Qin Chen hanya tersenyum, rencana? Qin Chen ingin mengikutinya tanpa instruksi yang dia berikan.
Qin Chen hanya mengikuti rencana tanpa penjelasan itu, melesat sembari mengayunkan pedangnya.
Disekitarnya, uap panas mulai menyebar dan menghilangkan dirinya di dalam kabut. Qin Chen berhenti, dia melihat sekelilingnya telah berada di dalam kabut yang begitu tebal menghalangi pengelihatan.
Strang! String!
Dari berbagai sisi bunyi benturan kedua belah senjata tajam. Qin Chen melihat kanan dan kiri, mencari posisi mereka yang tengah bertarung di balik kabut.
"Istri kecil ... " Suara Qin Chen begitu keras menyebar di kabut tersebut.
Chu Qincheng sama sekali tidak mendengar suara Qin Chen, seolah ada pemisah yang menghalangi antara mereka berdua. Qin Chen, memejamkan matanya, mengikuti suara-suara tersebut secara tenang.
Suara itu berputar, Qin Chen begitu tenang setenang air lautan. Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen merasakan tempat mereka berdua berada.
Dengan kemampuan miliknya, Qin Chen muncul di antara pertarungan yang terjadi. Tangannya langsung mengayunkan pedang, membelah semburan lava yang begitu besar di hadapannya.
"Suami ... Akhirnya kamu datang juga, disini sangat merepotkan. Aku akan menggunakan kartu as milikku, kamu harus mengambil kesempatan ini untuk membunuhnya." Ucap Chu Qincheng.
"Baiklah ... Sudah berapa lama kamu bertarung?" Tanya Qin Chen.
"3 Hari!" Balas Chu Qincheng.
Mendengar hal tersebut, Qin Chen sedikit khawatir dengan keadaannya. Tiga hari? Qin Chen merasa bahwa di tinggalkan oleh Chu Qincheng selama beberapa menit.
__ADS_1
'Apa kabut ini membuat pemisahan yang kompleks, bagaimana bisa di tempatnya tiga hari sedangkan aku hanya beberapa menit kehilangannya.' Pikir Qin Chen.
Tanpa menundanya, Qin Chen bersuara. "Baiklah ... Mari lakukan, musuh Utama adalah Iblis Tiran! Naga ini tidak seberapa saat kita berdua menyerang."
Chu Qincheng mengangguk, dia lalu memancarkan aroma yang begitu pekat di sekitarnya. Di belakang, bunga yang menandakan kematian menyebar di seluruh langit membentuk lautan baru.
Qin Chen sedikit merinding, sekitarnya tampak persembahan akan kematian. "Baiklah suami, aku telah siap."
"Ya." Qin Chen melesat kedepan, Chu Qincheng menyatukan kedua tangannya dengan mata cerah memecahkan ketiadaan.
Sirkuit sihir mengelilingi naga, naga yang berputar dan mencoba menghancurkan sirkuit sihir, namun gagal.
Dalam sirkuit sihir mulai bersuara, mengeluarkan rantai-rantai hitam yang tak terhitung jumlahnya melilit naga tersebut dengan erat.
Qin Chen berdiri di depan Naga tersebut, melihat pedangnya tegak lurus di depan matanya.
"Seni Pedang Penghancur Jiwa!" Saat kata itu terungkap oleh Qin Chen, langit bergelombang perlahan mengeluarkan gemuruh yang begitu berisik.
Di atas kepalanya, partikel-partikel cahaya berkumpul dan memadat membentuk pedang begitu besar mendominasi Gunung dan Sungai sekitar.
Pedang yang besar menyeret aura sekitarnya masuk kedalam pedang miliknya. Qin Chen menyeringai untuk pertama kalinya menggunakan kekuatan tersebut.
"Selamat tinggal!" Menghenuskan pedang miliknya kedepan, pedang di langit melesat dengan kecepatan tinggi menembus kekosongan langit.
Dengan membawa petir di sekitarnya, retakan-retakan di langit terbentuk begitu besar. Di dalam kabut dan lautan bunga kematian, pedang Qin Chen menembus segalanya.
Mata tajam dan beringas menatap ke arah Qin Chen, penuh kebencian dan emosi. Naga itu seperti tidak ingin melawan lagi, matanya perlahan redup.
Saat pedangnya menembus tubuhnya, jatung naga hancur berkeping-keping menjadi butiran cahaya kunang-kunang. Retakan di sekujur tubuhnya mulai terlihat, dan perlahan hancur berkeping-keping.
[Ding!]
[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh Monster Ranah Golden Immortal. Mendapatka 300.000.000 Exp + 300.000.000 PS.]
Sedikit terkejut bahwa dia mendapatkan panen besar, namun Qin Chen melihatnya tanpa perasaan, Chu Qincheng perlahan-lahan mengendorkan rantai miliknya, dan perlahan menghilang menjadi kunang-kunang.
__ADS_1
"Suami ... Berakhir sudah." Chu Qincheng menghilang kemampuannya, dan Qin Chen menghilangkan pedang miliknya.
"Golden Immortal? Apa selemah ini? Dengan kekuatannya sebelumnya, seharusnya tidak selemah ini?" Gumam Qin Chen yang sedikit bingung dengan naga tersebut.
"Soal itu ... Kemampuan milikku sebelumnya adalah Domain Bunga Kematian, ini membuat mahkluk hidup yang masuk kedalam Domain milikku akan merasakan kematian dan keputusasaan." Chu Qincheng menjelaskan pertanyaan yang membuat Qin Chen bingung.
Saat mendengarnya, Qin Chen sedikit mengerti dan dia mendekati Chu Qincheng. "Ini masihlah awal, musuh sesungguhnya adalah dia." Tunjuk Qin Chen kebawah.
Saat melihatnya, Iblis Tiran menyeringai dengan kepuasan. Dia sedikit tertawa jahat melihat teater di depannya begitu mengagumkan.
"Menarik ... Kalian manusia benar-benar menghiburku. Namun, ini akhir dari kalian berdua!" Ungkapnya dengan penuh nada kebencian.
Qin Chen ikut menyeringai, dua Iblis Tiran saling menyeringai satu sama lainnya. Hanya Chu Qincheng yang ketakutan melihat Qin Chen menjadi lebih jahat seperti sekarang ini.
Mau menghentikannya, namun disinilah sisi mendominasi dan momentum kekuatan Qin Chen berasal. Jahat dan ganas, seperti binatang buas yang kelaparan.
"Tidak ... Seharusnya itu adalah perkataanku ... Kaulah yang akan berakhir disini." Jelas Qin Chen dengan mengintimidasi ke arah Iblis Tiran.
"Menarik!" Mereka berdua bersuara dengan nada dan frekuensi yang sama.
Qin Chen dan Chu Qincheng kebawah, 100 meter dari tempat Iblis Tiran berada di Segel oleh kekuatan Surga. Melihatnya dengan wajah kasihan, ini adalah penghinaan terbesar bagi Iblis Tiran.
"Baiklah Tuan Iblis Tiran ... Bagaimana kau ingin mati? Aku hanya membutuhkan sedikit harta yang kau miliki sekarang." Qin Chen dengan sedikit tertawa kecil menghinanya yang masih tersegel.
"Hahaha ... Mimpi, sekalipun aku tersegel dengan kekuatan Surga. Aku tetaplah Iblis Tiran, kalian bukanlah lawanku.' Dengan beringas membalasnya, Iblis Tiran memberikan intimidasi yang menekan mereka berdua.
Hampir berlutut, namun Qin Chen dapat mengatasi intimidasi tersebut. Origin Tree memberikan proyeksi yang melindungi Qin Chen dari tekanan Iblis Jahat.
Chu Qincheng di dalama pelindungnya, dia tidak mendapatkan penekanan sama sekali. Namun, Iblis Tiran melihat Qin Chen dengan raut wajahnya yang tidak diketahui.
Seolah, dia menemukan sesuatu keajaiban yang belum pernah dia temukan di Dunia ini.
'Pemuda ini, menarik!' Batinnya bersuara, lautan Jiwanya mulai membakar bara dan meluap-luap akan keinginan bertarung melawan Qin Chen.
...
__ADS_1
*Bersambung ...