
Di dalam ruangan, Qin Chen tengah duduk di depan meja yang dimana menghangatkan tubuh dari cuaca dingin. Hari ini musim dingin, akan ada badai salju di Wilayah Timur dan tentunya hujan salju akan turun menyelimuti daratan tersebut.
Qin Chen yang menunggu akhirnya mencium aroma masakan yang sedap. Setelah beberapa menit berlalu, Chu Qincheng telah menghidangkan masakannya di hadapannya.
Chu Qincheng mengambilkan sup untuk Qin Chen, karena musim dingin, sup daging dan sayuran adalah yang terbaik.
Dari penampilan masakannya, itu adalah kelas atas.
"Tuan Chen ... Cobalah, aku sudah membuatkan makanan khusus untukmu." Jelasnya sambil tersenyum.
Keringat di dahinya terlihat, dia seperti baru pertama kalinya memasak. Qin Chen yang melihat hal tersebut lalu mencoba sup buatannya.
'Ini ... ' Qin Chen terdiam beberapa saat merasakan rasa yang begitu asin.
"Bagaimana Tuan Chen? Apa masakanku enak?" Tanya Chu Qincheng yang penasaran.
Melihat hasil kerja kerasnya, Qin Chen tersenyum puas dan berbicara. "Ini enak ... " Qin Chen melahapnya walaupun rasa asin menghantui Indra perasa miliknya.
Tidak ingin membuat kerja kerasnya sia-sia, Qin Chen menghabiskan sup tersebut. Setelah makan malam selesai, Chu Qincheng membawa sup yang masih ada di mangkuk kebelakang.
Qin Chen yang telah kenyang, duduk diam melihat kedepan. 'Tidak buruk ... Walaupun rasanya asin, dia telah berusaha untuk memasakkan makanan untukku.'
Sementara itu, di belakang, Chu Qincheng yang penasaran mencicipi sup yang dia buat sebelumnya. Saat merasakan masakannya sendiri, dia memuntahkannya karena rasanya begitu asin.
Tanpa sadar, air matanya mengalir. "Terimakasih ... " Suaranya yang kecil berterimakasih karena Qin Chen masih menerima masakannya.
Qin Chen yang menyadari hal tersebut hanya diam disana. Setelah selesai, Chu Qincheng kembali ke ruang tengah dan duduk di samping Qin Chen.
Qin Chen meletakkan tangannya ke atas kepalanya. "Jangan dipikirkan, hari masih panjang. Kamu dapat belajar lagi, jika membutuhkan orang untuk mencicipi masakanmu. Katakan saja padaku, aku akan mencobanya dengan senang hati."
"Hmm ... Maaf soal sebelumnya." Chu Qincheng bersuara kecil sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah.
Setelah semua hal yang di lalui, Qin Chen hanya tersenyum bahagia. Dia menikmati marshmellow panggang bersama Chu Qincheng hingga tengah malam tiba.
Dari dalam ruangan, Qin Chen dan Chu Qincheng melihat musim dingin. Salju mulai turun ke Bumi menyelimuti dataran Saint, Chu Qincheng melihatnya dengan pandangan senang, sedih dan bercampur aduk semuanya.
__ADS_1
"Tidurlah ... Kegelapan telah sepenuhnya menutupi langit, hawa dingin akan muncul dan menerkam tubuh. Tidak baik bagi wanita sepertimu untuk berlama-lama disini, aku dan Zi Long akan berjaga disini, dan kamu dapat tidur dengan nyaman di kamar."
Chu Qincheng menarik ujung pakaian Qin Chen yang membuat Qin Chen bingung. "Ada apa?" Tanya Qin Chen.
"Bi- Bisa temani aku?" Dengan nada gugup, Chu Qincheng meminta Qin Chen untuk menemaninya.
Qin Chen mengangkat alisnya. "Baiklah, aku akan menemanimu."
Setelah itu, mereka berdua pergi dari ruangan tersebut menuju kamar. Zi Long disana masih berdiri, sembari bermeditasi meningkatkan kekuatan miliknya.
Di dalam ruangan, Qin Chen duduk di samping jendela. Chu Qincheng tengah baring di atas tempat tidurnya sembari melihat ke arah Qin Chen.
'Begitu polos ... Wanita ini, apa dia tidak memikirkan jika aku berbuat jahat kepadanya? Namun, aku bukanlah pria brengsek yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.'
"Tuan Chen ... Tidurlah denganku, tapi jangan berbuat macam-macam." Chu Qincheng dengan melambaikan tangannya memanggil Qin Chen untuk tidur bersama.
"Tidurlah, aku akan duduk disini hingga kamu tertidur." Balas Qin Chen.
"Tidak ... " Chu Qincheng cemberut membalasnya dia seperti meminta Qin Chen untuk tidur bersama.
Waktu terus berlalu, Qin Chen tidak tidur dan hanya memeluknya di atas tempat tidur. Saat tengah malam berlalu, Chu Qincheng mengigau memanggil ayah dan ibunya beberapa kali.
Menangis tersedu-sedu, tubuhnya gemetar dan beberapa kali hawa tubuhnya panas. Qin Chen yang mendengarnya, membelai rambutnya dengan lembut.
Kepalanya berada di depan dada Qin Chen dengan tangannya menggenggam erat pakaian Qin Chen.
"Mimpilah dengan indah ... " Qin Chen melepaskan rantai ketakutan yang mengikatnya.
'Bagaimana dia bisa seperti ini? Aku sangat penasaran ... Gadis kecil yang berjuang di Dunia ini untuk menemui keluarganya di Dunia atas.'
Qin Chen tidak mengetahui apa yang di lalui oleh Chu Qincheng. Namun dia menyadari, bahwa masa lalu Chu Qincheng sama seperti dirinya yang sekarang.
'Gadis bodoh. Kamu sekarang bukanlah orang asing bagiku, karena kamu adalah istriku. Walaupun belum terikat pernikahan, namun kita terikat oleh Takdir.'
Waktu berlalu, suasana semakin dingin dan Qin Chen melepaskan hawa panasnya untuk menghangatkan tubuh mereka berdua.
__ADS_1
Di dalam ruangan, dua energi bersatu menjadi satu. Dua Mahkluk Ilahi saling menciptakan keajaiban di ruangan, cahaya kunang-kunang berterbangan di ruangan menerangi kegelapan malam.
Qin Chen hanya diam dan melihat segalanya, apa yang di sembunyikan Dunia. Qin Chen melihatnya, sepanjang malam memperhitungkan Dunia atas dan Gerbang Ruang Waktu.
Hingga pagi tiba, Qin Chen tidak tertidur menemani Chu Qincheng agar tidur dengan nyenyak.
***
Setelah malam yang panjang, Chu Qincheng terbangun dari tidurnya. Untuk pertama kalinya, dia tertidur dengan nyenyak semalam, saat membuka matanya, Chu Qincheng melihat Qin Chen di depannya.
Semalam, karena suasana hatinya tidak baik, dia nglandur dan meminta Qin Chen untuk tidur di sampingnya.
"Selamat pagi, Qincheng. Apa semalam tidur dengan nyenyak?" Qin Chen bertanya setelah dia bangun.
"Hmm ... Terimakasih banyak, tuan Chen karena menemaniku tidur. Maaf, sikapku sebelum–" Sebelum Chu Qincheng menyelesaikan perkataannya, Qin Chen membelai rambutnya.
"Tidak apa-apa, aku paham. Jangan sungkan-sungkan untuk berbicara denganku kedepannya. Aku terbuka untukmu, aku akan mendengarkan apapun yang ingin kamu bicarakan." Jelasnya.
"Terimakasih ... " Chu Qincheng mengusap-usap air matanya dengan pakaian Qin Chen, Qin Chen hanya diam dan membiarkannya begitu saja.
Setelah itu, mereka berdua turun dari lantai dua bersama. Zi Long melihat mereka, dan tidak berkata-kata apapun.
"Semalam, aku telah mencari tahu tentang keberadaan Gerbang Ruang dan Waktu. Gerbang tersebut terletak di Benua Iblis, aku tidak tahu jelas tempatnya, namun di informasi tersebut ada sebuah celah langit yang menghubungkan Dunia ini dengan Dunia atas." Qin Chen sambil menuruni tangga menjelaskan kepada Chu Qincheng.
"Tuan Chen ... Apa setelah naik ke Dunia Atas, apa kita akan sampai di Surga? Atau Dunia dibawahnya." Tanya Chu Qincheng yang penasaran, walaupun dia telah mengetahui sebelum Qin Chen.
Qin Chen juga penasaran, namun yang jelas masih ada Dunia dibawah Surga. "Mungkin ... Karena, Surga tempat yang paling tinggi untuk kultivator. Mungkin kita akan melewati beberapa Dunia lagi untuk sampai di sana."
"Begitu ... Jika begitu, kita akan pergi sekarang. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang diberikan ini. Selama mencapai surga, aku akan berkontribusi besar agar tidak menjadi beban dalam tim."
Qin Chen tertawa terbahak-bahak, kekuatan Chu Qincheng ada di atasnya. Tentunya, dia dibutuhkan di dalam kelompok kecil untuk berhadapan dengan Dewa nantinya sembari meningkatkan kekuatan Qin Chen.
"Baiklah! Kita akan berangkat sekarang!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...