Supreme King System

Supreme King System
Chapter 157 : Menuju Benua Iblis


__ADS_3

Hari ini, waktu telah menunjukkan pukul tengah hari dimana Ketua Sekte tidak absen pagi ini. Qin Chen hanya dapat terbaring diam menerima kenyataan, bahwa tangannya sebagai bantal.


Saat Chu Qincheng bangun, dia melihat Qin Chen yang tengah memperhatikannya. "Selamat pagi Istri kecil ... Kamu sangat cantik hari ini."


"Humph! Gombal! Aku kelelahan, pinggangku sakit kamu bermain sangat kasar tadi malam sampai-sampai aku tidak dapat bergerak sekarang." Chu Qincheng langsung memalingkan wajahnya dengan cemberut.


Qin Chen tertawa canggung, lalu menyentuh pinggang rampingnya dan menarik dekat dengannya. "Baik-baik ... Aku salah tadi malam, jadi maafkan aku. Kamu begitu cantik sampai-sampai aku tidak dapat menahannya."


"Alasan! Tapi sudahlah ... " Chu Qincheng langsung berbalik kembali dan memeluknya dan menutup matanya kembali.


Qin Chen kebingungan namun membiarkannya saja. Sambil mengamati perkembangan di sekitarnya dengan kesadaran ilahinya yang mencakup seluruh Benua Seribu Pedang bahkan lebih.


'Nah Sistem, apa aku naik level lagi? Aku merasa bahwa kekuatanku bertambah lagi setelah melakukannya.'


Qin Chen melirik kebawah, disana ada noda merah seperti darah yang menandakan bahwa ini milik Chu Qincheng. Bagaimanapun, Chu Qincheng adalah gadis muda dari kehidupan sebelumnya dan kehidupan ini.


[Ding!]


[Menjawab Tuan: Tuan telah menembus Ranah Besar; Prajurit Dewa Kuning Puncak.]


Saat mendengarnya, Qin Chen tidak tahu kenapa kebingungan. Dia melompat begitu besar selama masa periode bulan madu bersama Chu Qincheng.


Sementara tingkat kekuatan Prajurit Dewa adalah; Dewa Putih, Dewa Kuning, Dewa Biru, Dewa Merah, Dewa Ungu, Dewa Hitam.


Sementara sub kelasnya ada; Awal, Menengah, dan Puncak.


Setelah beberapa waktu berlalu, Chu Qincheng kembali bangun dan sekarang dia dapat duduk sambil menguap beberapa kali. Pada saat itu juga, Qin Chen melihat semuanya dengan jelas tanpa gangguan.


Kecantikannya benar-benar dapat meruntuhkan kehidupan dan menyebabkan perang berkepanjangan. Tidak ada sedikitpun kecantikan yang dapat mengalahkannya.


Chu Qincheng kebingungan dan perlahan wajahnya memerah, dia langsung menutup tubuhnya dengan kain dan berbicara. "Dasar cabul! Kamu mengintipnya diam-diam!"


Qin Chen mengerutkan keningnya, dan kebingungan. "Istri kecil ... Kenapa kamu menutupinya? Padahal aku telah melahapnya setiap inci semalam, bahkan kamu kesenangan hingga lupa waktu."

__ADS_1


"Hmph! Dasar! Aku marah padamu!" Chu Qincheng langsung berdiri dan pakaian miliknya secara otomatis terpakai.


Qin Chen tersenyum sambil menjilat bibirnya karena masih ada rasa manis dari bibirnya. Walaupun telah lama, namun itu masih berasa hingga sekarang.


"Dasar rubah kecil." Gumam Qin Chen.


***


Qin Chen berada di puncak gunung mencari Chu Qincheng yang menghilang setelah marah dengan Qin Chen. Qin Chen sedikit cemas, karena Chu Qincheng masihlah kurang sehat dalam hal apapun.


"Kemana gadis kecil itu pergi ... Kenapa tiba-tiba menghilang tanpa kabar." Gumam Qin Chen.


Qin Chen melompat ke Gunung lainnya dan mencari di setiap sudut bangunan dan Wilayah namun tidak dapat menemukan Chu Qincheng sama sekali.


Sementara Chu Qincheng, dia berada di suatu tempat dimana Qin Chen tidak dapat menemukannya. Dia tengah berkultivasi dengan Bunga Kematian 7 Warna di depan matanya.


"Maaf suami ... Setengah bulan ini aku akan menghilang terlebih dahulu. Setelah selesai memurnikan Bunga Kematian 7 Warna ini, aku akan kembali."


Dia memulai memurnikan Bunga Kematian 7 Warna.


"Beberapa Minggu lagi, aku akan menyiapkan diri untuk pergi. Namun sebelum itu, aku akan menciptakan sebuah bayangan menyerupai diriku untuk tinggal di Benua ini sebagai bentuk perwujudan kekuatan mutlak." Gumamnya.


Qin Chen menutup matanya, dia kembali memfokuskan energi dalam dirinya menyebar di seluruh tubuhnya. Inti kekacauan miliknya berada di tengah-tengah tubuhnya, tepatnya berada di antara paru-parunya.


Bayangan tubuhnya mulai muncul di belakangnya, dan perlahan membentuk dirinya yang sekarang. Sistem membantu proses pembentukan bayangan untuk pertama kalinya, karena Qin Chen belum pernah mempelajarinya.


Setelah beberapa waktu berlalu, Qin Chen membuka matanya dan melihat kloning dirinya begitu mirip dengannya.


"Tidak buruk ... Walaupun baru pertama kali menciptakan kloning sendiri, ini tidak seburuk yang aku pikirkan. Bagus, tugasmu hanya duduk di Tahta untuk memberikan sebuah momentum kekuatan saat ada yang memberontak."


Kloning Qin Chen mengangguk, dan Qin Chen tersenyum puas lalu pergi dari sana. Qin Chen kembali ke Istana Raja Kudus, beberapa hari kedepannya hanya itulah yang bisa dia lakukan sebelum melanjutkan menuju Benua Tetangga.


Setelah malamnya, Qin Chen tidak menemukan Chu Qincheng dimana-mana. Bahkan di Istana maupun kamarnya, Chu Qincheng tidak kembali setelah pergi sebelumnya.

__ADS_1


Hari pertama, Qin Chen kehilangan Chu Qincheng untuk pertama kalinya. Hari ini ekspresi Qin Chen masih sama seperti sebelumnya, karena dia masih berpikir positif bahwa Chu Qincheng lagi marah.


Hari kedua, Qin Chen mulai merasakan sesuatu yang menghilang darinya. Bahkan, Zi Long di sampingnya mengamati Tuan-nya yang tidak seperti biasanya.


Hari ketiga, Qin Chen duduk di samping tebing menunggu Chu Qincheng kembali. Pandangan matanya menjadi kosong, bahkan melihat sekitarnya tampak biasa.


Zi Long mengerahkan seluruh murid yang dalam untuk mencari Tetua Agung di Ibukota. Bagaimanapun, Ketua Sekte telah berubah menjadi pria dingin selama beberapa hari saja kehilangan Chu Qincheng.


Hari berikutnya, Qin Chen semakin merasakan bahwa dia memang pergi meninggalkan Qin Chen.


Setelah beberapa hari berlalu menjelang Qin Chen pergi ke Benua Iblis. Matanya semakin tajam, beberapa hari sebelumnya telah membantai beberapa geng di Ibukota.


Hari ke-18 dimana Qin Chen akan pergi ke Benua Iblis. Dia berada di dalam ruangannya, dimana itu adalah terakhir kali Qin Chen melihatnya.


"Apa kamu benar-benar pergi?" Qin Chen sedikit melirik ke samping, matanya setengah tertutup dan perlahan meninggalkan ruangan.


Didepan Istana Raja Kudus, Zi Long melihat Tuan-nya benar-benar berbeda dibandingkan pertama kali mereka bertemu. Sekarang, matanya hanya memandang rendah siapapun, seolah seluruh Dunia adalah musuhnya.


"Tuan-nya ... Apa anda akan pergi sekarang?" Tanya Zi Long.


Qin Chen mengangguk kecil. "Sekte Eternal Heaven aku serahkan kepadamu."


"Baik Yang Mulia."


Setelah itu, Qin Chen sedikit melirik kebelakang melihat kenangan lama. Sekilas, Qin Chen langsung melesat meninggalkan Wilayah Tanah Kematian.


Sekte Eternal Heaven akan di urus oleh Zi Long sampai Qin Chen kembali. Istana Kaisar di urus oleh kloning Qin Chen, sementara Qin Chen melesat menuju Benua Iblis.


Kecepatannya membuat langit terbelah, sepanjang jalan Qin Chen meruntuhkan guntur-guntur ke arah pusat kejahatan di Benua Seribu Pedang.


Qin Chen hanya melesat dengan tujuan mencari tahu tentang Surga. Lebih cepat mendapatkan informasi, lebih cepat pula untuk dia menyelesaikan tugasnya dan lebih cepat pula Qin Chen akan bertemu Chu Qincheng.


Karena di dalam benaknya, Qin Chen berpikir bahwa Chu Qincheng telah pergi ke Surga meninggalkan Qin Chen sendiri di sana.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2