
Setelah menerima Pil dari Qin Chen, mereka berdua melanjutkan pembicaraan lain. Qin Chen menikmati jamuan yang diberikan, bahkan Chu Qincheng tengah menikmati cemilan kue yang diberikan kepadanya.
"Karena aku telah berada disini ... Paman Zhou, aku ingin bertanya tentang Leluhur Qin. Apa Paman mengetahui tentang Leluhur?"
Qin Chen penasaran dengan Leluhur Qin, karena dia pernah bertemu sekali di Dunia Bawah.
Paman Zhou sontak terkejut mendengarnya. "Apa kamu pernah bertemu dengan Leluhur?" Tanyanya.
"Pernah sekali ... Karena penasaran, aku ingin bertanya kepada Paman Zhou. Mungkin Paman mengetahui sedikit tentang Leluhur, ini akan membantuku."
"Leluhur Qin .... Ah! Baiklah, dengarkan Paman baik-baik. Walaupun Paman hanya mengetahui sedikit tentangnya, namun ini lebih dari cukup untuk memotivasi."
"Dulu kala, pada Zaman Mitos. Leluhur menggunakan kekuatan pedangnya membelah Benua menjadi dua bagian. Memisahkan kedua kubu dalam satu ayunan pedangnya."
"Karena kekuatannya yang mengerikan, dia diberikan Gelar Dewa Pedang Tanpa Mata. Setelah hal Duniawi di selesaikan, Leluhur meninggalkan wilayahnya dan menjelajahi langit berbintang yang luas ini."
"Hingga sekarang, maupun dari generasi sebelumnya belum pernah mendengar kabar tentang Leluhur. Tidak tahu dimana Leluhur berada, namun dia meninggalkan banyak hal di Dunia."
"Termasuk tentang kekuatan yang dia miliki. Walaupun begitu, hanya keturunan Qin Murni atau bisa dikatakan, orang yang dipilih Leluhur yang dapat menggunakan kekuatan tersebut untuk mendamaikan Dunia."
Mendengar penjelasan Paman Zhou, Qin Chen memikirkan tentang Buku sebelumnya. Dia tidak menemukannya di inventori, melainkan berada di benaknya yang melayang-layang tanpa arah dan tujuan.
"Lalu, apa Leluhur meninggalkan sesuatu kepada keluarga Qin? Saat di Dunia Bawah, Leluhur meninggalkan Buku. Apa disini, Leluhur meninggalkan sesuatu?" Tanya Qin Chen.
"Ada ... Itu adalah Pedang yang sekarang berubah menjadi batu. Pedang tersebut berada di dasar Dunia, tersegel oleh kekuatan misterius."
"Setiap keturunan Qin mencobanya namun gagal, mungkin dari sekian banyak keturunan Qin belum ada satupun yang terpilih sebagai penerus Pedang tersebut. Tunggu! Jangan-jangan kamu–"
Paman Zhou sontak menyadari akan sesuatu yang dipikirkan oleh Qin Chen. Bahkan para Tetua dan anak-anaknya menyadari apa yang diinginkan Qin Chen.
"Benar ... Apa aku boleh mencobanya. Mungkin, aku dapat menarik Pedang yang tersegel itu." Qin Chen membalasnya dengan tenang.
Paman Zhou yang menyadari bahwa satu penerus yang mendapat satu dari sekian peninggalannya. Maka dialah satu-satunya penerus yang akan mewarisi kekuatan Leluhur Qin.
"Qin Chen ... Ikuti Paman, Paman akan membawamu ke dasar Dunia untuk mencoba menarik Pedang itu. Jika kamu benar-benar orang yang dipilih Leluhur, maka kamu dapat memiliki pedang tersebut."
Qin Chen mengangguk lalu mengikuti Paman Zhou keluar. Bersamaan dengan para Tetua dan putra maupun putri mereka di belakang Qin Chen.
Ada banyak bisik-bisik yang meragukan Qin Chen dan lain sebagainya. Nyatanya, mereka tidak dapat, bagaimana dengan Qin Chen yang sekarang.
__ADS_1
Mereka melewati Paviliun Agung di Keluarga Qin. Lalu turun melalui Teleportasi yang telah disiapkan oleh keluarga Qin.
***
Didasar Dunia, mereka berkumpul di depan pedang yang tertancap di Inti Dunia. Disekelilingnya terdapat ornamen patung besar yang tunduk kepada pedang.
Naga, Qilin, Phoniex, dan Kun Peng terukir di dinding batu. Di bawah maupun di sekeliling pedang terdapat ukiran kuno yang misterius, bahkan tidak dapat dibaca oleh Qin Chen sendiri.
Sementara didepan matanya, pedang itu telah berubah menjadi batu.
"Qin Chen ... Inilah Pedang yang ditinggalkan oleh Leluhur. Pedang ini telah berada disini dalam waktu yang cukup lama, bahkan beberapa era terlewatkan begitu saja."
"Baiklah."
Qin Chen melangkah kedepan, sesuatu yang aneh muncul dan menyebar di tubuh Qin Chen dalam sekejap tubuhnya terselimuti oleh warna hitam pekat seperti tintah.
Saat Qin Chen menyentuh pedang di atas Altar, tiba-tiba suara retakan menyebar di seluruh permukaannya.
Krank!
Dalam sekejap batu yang menyelimuti permukaan Pedang pecah berkeping-keping!
Bang!
Gemuruh!
Di langit, tepatnya di luar terdengar badai dan gemuruh langit memecahkan keheningan Dunia.
Cahaya yang menyilaukan melesat ke langit menembus Dunia, Kekosongan dan mengguncang seluruh Surga dalam Kekacauan Besar.
Surga yang merasakan sesuatu yang familiar tengah mengguncangnya. Kekacauan, dan penghakiman yang familiar terus menghantuinya.
Sekilas, seluruh Surga dan Bumi merasakan Aura yang mencekam. Seluruh Mahkluk Hidup, maupun Dewa dan Surga akan ketakutan dan tunduk padanya.
Seolah Monster Primordial tengah menginjak-injak mereka dari langit dan menjungkirbalikkan seluruh Tatanan Dunia kedalam Kekacauan Spasial yang tak terbatas.
Sesaat setelah itu, seluruh Dunia hening dan cahaya meredup. Qin Chen berdiri mengenggam Pedang tersebut di atas tangannya.
Segel yang misterius lenyap, mereka semua tercengang melihat Qin Chen dapat menarik Pedang tersebut kedalam genggaman tangannya.
__ADS_1
Qin Chen mengangkatnya dan melihat.
[Ding!]
[Selamat Tuan, karena Tuan memperoleh Sword of Final Judgment, Kelas (Eror).]
[Mohon tingkatan Sistem.]
'Tampilkan deskripsi.'
[Sword of Final Judgment: Pedang Penghakiman Terkahir. Pedang yang dimurnikan melalui ritual pengorbanan tanpa batas dan terbentuk melalui akar-akar Aturan Dunia. Pedang ini dapat membelah apapun, termasuk hal-hal yang nyata maupun tidak nyata.]
[Eror! Eror! Eror!]
Bahkan, deskripsi versi lengkapnya menyebabkan Sistem eror. Qin Chen tidak tahu, namun dari sedikit deskripsi yang kompleks ini Qin Chen menyadari pontensi Pedang miliknya sekarang.
'Tidak buruk, Padang ini akan menjadi Pedang Utama milikku!' Batin Qin Chen yang perlahan menyimpan pedang tersebut kedalam ruang kosong miliknya.
Setelah selesai, Qin Chen berbalik dan turun dari Altar sebelumnya. "Paman Zhou, Pedang itu telah aku tarik ... Untuk pertanyaan yang ada di pikiran Paman, aku dapat menjawabnya, walaupun tidak sepenuhnya, karena aku belum mengetahui tentang pontensi sesungguhnya dalam pedang tersebut."
Paman Zhou hanya mengangguk, dia tidak berhenti dari keterkejutannya. Chu Qincheng hanya polos, dia memiringkan kepalanya dengan bingung.
Qin Chen menyadari satu hal dari pedangnya, Pedang tersebut digunakan untuk menghakimi para Dewa, Surga, maupun Mahkluk Ilahi yang melanggar ketidak seimbangan Dunia.
Dengan dituliskan pengorbanan tanpa batas, dimana menciptakan pedang tersebut membutuhkan jiwa-jiwa yang tak terhitung jumlahnya.
Menurut pemikiran Qin Chen, Akar-akar Dunia yang dimaksud dalam deskripsi mungkin mengarah pada Aturan Dunia, Hukum Dunia, dan konsep di dalamnya.
Jika menghubungkan dengan Origin Tree, maka itu masuk akal. Pedang itu ada untuk menghakimi segalanya yang melanggar ataupun melenceng dari awal Penciptaan.
'Jika Sistem tidak mengalami Eror sewaktu menganalisa, mungkin tidak akan muncul banyak argumen tentang pedang ini. Sayang sekali, walaupun begitu aku tetap percaya dengan pemikiranku.'
'Leluhur Qin ... Siapa kau sebenarnya, apa kau Makhluk Transenden yang sempurna atau di atasnya. Bahkan menciptakan Pedang ini untuk Penghakiman. Jika didapatkan oleh orang Jahat, bukankah ini akan menjadi bencana seluruh Dunia?'
'Sungguh pemikiran yang aneh, atau hanya aku yang aneh. Makhluk sepertinya memiliki pemikiran yang luas dan abadi, bahkan pemikiranku hanya setitik debu di benaknya.'
Qin Chen terus beropini tentang pemikirannya dan tentang pemikiran Leluhur Qin. Setelah mendapatkan apa yang Qin Chen inginkan, mereka kembali keruangan sebelumnya.
Walaupun begitu, senyuman puas di benaknya terukir.
__ADS_1
...
*Bersambung ...