
Setelah beberapa menit berlalu, wanita sebelumnya yang pingsan kembali sadar, dia mengusap-usap matanya melihat kedepannya masih ada Qin Chen.
Dengan cepat berlari mendekati Qin Chen, dan memeluknya dengan erat. "Tidak ... Kamu pasti berbohongkan ... Kamu Putraku, bukan orang lain."
Dengan suara yang tersedu-sedu, wanita itu memberikan pelukan hangat nan erat kepada Qin Chen. Qin Chen tidak merespon, di hadapannya usia mereka sama.
"Maaf ... Aku mungkin salah berbicara sebelumnya, aku sedang kacau dan membuat banyak pemikiran yang aneh-aneh. Maaf ... " Balas Qin Chen dengan halus.
"Tidak ... Kamu tidak salah, ibu yang salah karena tidak bisa selalu bersamamu." Sahut wanita itu dengan lembut.
"Terimakasih ... Sekarang, Bu. Berhentilah menangis, kamu membuat kami bersedih." Ucap Qin Chen.
'Benar, kami. Aku dan Qin Chen putra mereka sebenarnya, sekalipun ini berbohong, setidaknya kebohongan membawa kebahagiaan. Meskipun hanya sementara.' Batin Qin Chen.
Dia melihat ke arah Patriak Qin, dimana dia tidak berkata-kata lagi. Mungkin, dibenaknya tengah mencari cara untuk mengatakan hal sebenarnya pada istrinya.
"Bu ... Apa kamu tahu dimana tempat saudari pertama? Chen'er ingin mencarinya, sekaligus Chen'er ingin menjadi seorang Immortal yang dapat menggapai Langit Berbintang." Ucap Qin Chen dengan halus memintanya.
Sebenarnya, cara ini adalah satu-satunya cara yang Qin Chen pikirkan untuk pergi melanjutkan tugasnya. Saat mendengar hal tersebut, wanita itu melepaskan pelukannya dan duduk di samping Qin Chen.
"Apa kamu berencana meninggalkan ibu disini ... Apa kamu tidak sayang dengan ibu? Padahal, ibu baru saja bertemu dengan Putra kesayangan ibu." Balasnya.
"Bukan begitu ... Ibu tahu, aku adalah putramu sekaligus pewaris keluarga Qin selanjutnya. Dengan gelar tersebut, setidaknya putramu ini harus menjadi seorang Immortal hebat agar tidak ada yang dapat menyakitimu, Bu." Balas Qin Chen yang mencoba meluruskan masalah ini.
"Begitu ... Saudari Pertama mu berada di Sekte Pedang Elemen. Salah satu Sekte Besar di Benua ini, saat usianya 18 tahun, dia secara pribadi direkrut oleh Ketua Sekte karena saudarimu memiliki bakat pedang. Mungkin, kamu juga memiliki bakat Pedang sama sepertinya." Wanita itu menjelaskan sedikit tentang saudarinya.
Qin Chen terkejut.
'Bakat Pedang ya ... Sebelumnya, aku memiliki keberuntungan buruk dan mendapatkan banyak Seni Pedang. Tidak, tidak mungkin aku juga memiliki bakat Pedang. Origin Tree begitu Misterius hingga aku sendiri tidak tahu tentangnya.' Batin Qin Chen.
"Ah! Benar, apa ibu tahu apa saja bakat di Dunia ini? Chen'er lupa tentang ini, apa ibu bisa jelaskan sedikit saja.' Tanya Qin Chen dengan lembut padanya.
__ADS_1
Wanita itu tersenyum bahagia, dia mulai menjelaskannya. "Karena Chen'er meminta ibu, maka ibu akan menjelaskannya. Di Dunia ini, bakat terbilang sangat banyak, karena setiap orang memiliki bakat berbeda-beda. Namun, ada beberapa bakat yang dikatakan dapat mengenggam Langit dan Bumi."
"Bakat yang dapat mengenggam Langit dan Bumi? Sepertinya itu sangat kuat." Qin Chen bersuara.
"Benar, bakat itu memungkinkan mereka mencapai Puncak Kekuatan. Sedangkan bakat yang langka ini adalah, Bakat Pedang, Elemen, Fisik, dan ada beberapa lagi, namun ibu tidak tahu."
"Seperti saudarimu, dia memiliki Bakat Pedang, dimana dia dapat mempelajari segala Seni Pedang ke tingkat yang lebih tinggi." Jelas wanita itu kepada Qin Chen.
Saat Qin Chen mendengarnya, Qin Chen mendapatkan pengetahuan baru.
"Jadi begitu ... Seperti kemampuan bawaan lahir, dimana setiap orang memiliki bakat masing-masing. Begitu ... Baiklah, Chen'er mengerti sekarang." Balasnya.
"Baguslah ... Chen'er jangan berkecil hati, sekalipun kamu tidak memiliki Bakat Pedang. Kamu mungkin memiliki bakat yang lebih dari Bakat yang ibu sebutkan, karena kamu adalah putraku."
Qin Chen terdiam, kata-kata ini bukanlah untuk dirinya melainkan Qin Chen putra mereka. Sekalipun ini kebohongan, Qin Chen dapat merasakannya.
'Sebelum menciptakan Tubuh ini, aku mengatakan kemampuan bawaan tubuh. Dimana aku mendapatkan kemampuan bawaan Origin Tree. Ini memungkinkan aku dapat menguasai segala bakat di Dunia, termasuk meningkatkan ke titik paling tinggi.'
'Jika begitu, berarti aku sekarang adalah satu tubuh dengan segala bakat. Dimana aku dapat melakukan segalanya tanpa batas dengan menggunakan kemampuan bawaan ataupun Poin Sistem. Jika di pikir-pikir lagi, aku seperti Monster Primordial.'
[Menjawab Tuan: Tuan memang Monster Primordial dengan bakat Origin Tree.]
'Gaahh! Kau mengejutkanku Sistem!'
[...]
Setelah memikirkan tentang Bakat, Qin Chen menghela napasnya. Begitu berat karena memikirkan itu saja, mereka berdua melihatnya tingkah Qin Chen.
"Terimakasih banyak, Bu. Karena sudah menjelaskannya pada Chen'er. Sepertinya ... Chen'er akan berjuang untuk mencari tahu bakat milik Chen'er." Ucap Qin Chen.
"Huhm ... Ibu akan mendukung Chen'er selalu, jadi jangan patah semangat." Sahutnya dengan lembut.
__ADS_1
"Terimakasih ... Chen'er dan Ayah ada pembahasan tentang masalah kedua Keluarga lainnya. Ibu kembalilah beristirahat di ruangan ibu, agar tidak sakit. Setelah selesai, Chen'er akan menemui ibu lagi."
"Begitu ... Baiklah, ibu akan mengikuti apa yang Chen'er minta. Jadi, jangan sampai kelelahan atau ibu akan menghukum kalian berdua." Balasnya.
"Hehehehe ... "Tawa canggung Qin Chen.
Wanita itu berdiri dan meninggalkan ruangan tersebut, Patriak Qin sedari tadi hanya diam dan melihat Qin Chen di depannya.
Setelah wanita itu pergi, Qin Chen menghela napasnya dengan lega. "Ha! Kamu tahu Patriak Qin ... Berbohong seperti ini begitu sulit ... Selanjutnya, apa yang ingin kamu lakukan dengan mayat Qin Chen. Aku menyarankan untuk menguburkannya dengan layak agar dia tidak tersiksa disana."
"Aku berpikir begitu, tapi aku membutuhkan waktu. Mengingat, istriku yang melahirkannya dan merawatnya dari kecil hingga besar. Bagaimana bisa aku menguburkannya sendiri tanpa dia di sisiku." Balasnya.
Mendengar hal tersebut, Qin Chen melihat Toko di Sistem. Mencari tempat pengawet agar mayat tersebut bertahan lama dan tidak membusuk.
'Peti Mati? Sistem, jelaskan tentang peti mati.'
[Menjawab Tuan: Peti Mati adalah barang yang diambil dari Tanah Kematian. Terbuat dari jiwa-jiwa yang telah mati, peti ini dapat digunakan untuk mengawetkan tubuh yang sudah mati. Tentunya, Peti ini dapat diperkecil dan perbesar sesuai penggunanya.]
'Bagus, aku beli!'
[Selamat Tuan, karena berhasil membeli Artefak Langit Peti Mati. Harga; 25.000.000 Poin Sistem.]
Mendengar harganya saja sudah membuat Qin Chen ingin muntah. Meskipun ini masih diskon kecil, Qin Chen lalu mengeluarkan Peti Mati tersebut di atas tangannya.
"Ambil ini, ini ada Artefak Langit Peti Mati. Artefak ini dapat membuat Qin Chen awet di dalamnya. Sampai pada waktunya kau dapat mengatakan kebenarannya, kau dapat membukanya." Ucap Qin Chen sambil memberikan Peti Mati.
Setelah itu, Qin Chen mengeluarkan Mayat Qin Chen. Dimana Patriak Qin masih bingung, namun dia menggunakan Artefak tersebut dan memasukkan Qin Chen kedalamnya.
"Selanjutnya, aku akan memberikan beberapa Seni Kelas tinggi sebagai ucapan terimakasih." Ucap Qin Chen.
...
__ADS_1
*Bersambung ...