Supreme King System

Supreme King System
Chapter 112 : Kemunculan Kehendak Surga


__ADS_3

Paginya, Qin Chen tidak dapat bergerak sama sekali di Tahta tersebut. Chu Qincheng tertidur hingga pagi lagi, ini membuat Qin Chen bingung karena dia dapat tidur pulas di pangkuan Qin Chen.


"Hoaammmm .... " Chu Qincheng menguap, dia merentangkan tangannya bangun dari tidurnya yang panjang.


Melihat di depannya masih sama seperti sebelumnya.


"Selamat pagi Ratu tidur ... " Qin Chen menyapanya.


Chu Qincheng terkejut, dia tertidur di pangkuan Qin Chen begitu lama. "Selamat pagi ... Sudah berapa jam aku tertidur?" Tanya Chu Qincheng yang tidak tahu apapun.


"Berapa jam? Kamu sudah tidur satu hari." Jelas Qin Chen.


"Eh? Apa benar aku tidur satu hari? Tidak, kamu pasti bohong padaku biar aku menjadi malu, benarkan." Chu Qincheng tidak tahu apapun, dia memberontak terhadap argumen Qin Chen.


"Baiklah ... Ikut aku bertemu murid-murid baru, kamu akan tahu sendiri. Sekarang, aku akan membantu mereka membuka bakat mereka lalu besoknya dapat melanjutkan rencana kita."


Chu Qincheng berdiri lalu mengikuti Qin Chen keluar Istana. Di luar telah ada Zi Long menunggu disana, mereka bertiga melesat menuju Sekte Eternal Heaven di lapisan pertama.


Lompatan waktu dan ruang di langit-langit muncul, mereka melompat lapisan demi lapisan hingga sampai di Sekte Eternal Heaven di lapisan pertama.


***


Sekte Eternal Heaven


Dihalaman Utama Sekte, ada banyak murid-murid berkumpul. Berdiri menunggu kedatangan Guru Besar di Sekte tiba, karena mereka akan memulai pelatihan pertama di Sekte Eternal Heaven.


Di langit, mereka melihat Qin Chen dan lainnya tiba. Turun kebawah, lalu berdiri di hadapan seluruh murid yang berjumlah lebih dari 40 murid.


"Salam Guru ... " Mereka bersamaan memberikan hormat kepada Qin Chen.


"Ya ... Karena ini hari kedua, apa kalian sudah berkeliling di Sekte?" Tanya Qin Chen.

__ADS_1


"Sudah Guru ... Kami telah melihat Sekte, walaupun hanya sedikit. Bukan karena tidak ingin, namun Sekte begitu luas sehingga kami kelelahan untuk berkeliling." Salah satu murid berbicara banyak kepada Qin Chen.


"Begitu ... Tapi baguslah, karena sudah berkeliling di Sekte. Sekarang, aku akan memperkenalkan beberapa Tetua yang akan memegang Sekte saat aku tidak ada di Sekte." Qin Chen berbicara lantang, mereka berbaris dengan rapi mendengarnya dengan cermat.


"Disampingku adalah Tetua Agung, Chu Qincheng. Sementara di sampingnya Tetua Pertama, Zi Long. Walaupun basis Tetua Pertama paling rendah, namun pengalaman bertarungnya melebihi ekspektasi kalian."


"Selanjutnya, adalah perbatasan yang harus kalian hindari di Sekte." Qin Chen menjelaskan tentang Tetua, setelah itu mengeluarkan gulungan besar dan menampilkan Peta Wilayah miliknya.


"Sekte Eternal Heaven berada di Lapisan Pertama dari Sembilan Lapisan. Tidak perlu aku jelaskan, kalian sudah mengetahui bahwa tanah ini memiliki banyak sekali nama bukan?"


Mereka mengangguk karena paham, Qin Chen melanjutkan lagi. "Di lapisan kedua adalah tempat yang penuh dengan Qi Jahat, kalian tidak akan dapat menahan Qi Jahat maupun Ilusi di dalamnya. Karena hal tersebut, Wilayah ini dibagi Sembilan Lapisan. Apa ada yang ditanyakan?" Tanya Qin Chen.


Satu murid mengangkat tangannya, Qin Chen langsung menunjuknya.


"Guru ... Tentang murid di Sekte, apa ada tingkatan untuk membedakannya?" Tanya murid tersebut yang antusias.


"Hmm ... Untuk sekarang hanya ada 3 tingkat. Murid Luar, Murid Dalam, Murid Utama. Setiap tingkatan akan mendapatkan sumber daya yang berbeda-beda. Jadi, berjuanglah untuk menjadi Murid Utama pertama di Sekte." Jelas Qin Chen.


Mereka bingung dengan Pil tersebut namun Qin Chen langsung menjelaskannya. "Pil di depan kalian adalah Pil yang dapat membangunkan bakat kalian untuk kelasnya, hanya akulah yang dapat membuatnya. Sekarang, telan dan bermeditasilah di sini, aku akan membantu kalian."


"Baik!"


Qin Chen melempar Artefak miliknya ke langit, seketika Qi Spiritual di sekitarnya mulai ketarik masuk kedalam Sekte. Di Ibukota kehilangan sebagian Qi Spiritual karena Artefak tersebut digunakan.


"Istri kecil ... Kamu sebelumnya membangun Formasi Sekte, apa kamu dapat membangun Formasi yang dapat menahan Qi Spiritual di dalam Sekte saat masuk?" Tanya Qin Chen kepada Chu Qincheng.


"Formasi itu ya ... Tunggu sebentar, biar aku pikir dulu Formasi itu." Jelas Chu Qincheng menutup matanya memikirkan Formasi tersebut.


"Ah! Baiklah ... Aku menemukannya." Chu Qincheng lalu menunjuk langit, Pilar biru melesat lalu membentuk dinding empat sisi yang dapat menampung Qi Spiritual di dalamnya tanpa sedikitpun keluar.


Sementara itu, murid-murid Sekte mulai mendapatkan dampak dari Pil tersebut. Mereka mulai mengerutkan keningnya, urat-urat di tangan mereka keluar terlihat jelas.

__ADS_1


Di antara gemuruh dan langit gelap. Kehendak Surga mulai menindas mahkluk dibawahnya. Bakat yang seharusnya tidak ada, kini benar-benar menentang Surga.


Qin Chen menyadari dari awal, bahwa bakat mereka semua tidak ada bukan karena tidak memiliki bakat. Melainkan Surga menentang atau menyegel bakat tersebut karena suatu hal maupun aturan.


Dengan Pil pemberian Qin Chen, Bakat tersebut bangkit dan menentang Surga. Jalan kultivator tidaklah mudah, mereka akan menentang Surga untuk mencapai Puncak Kekuatan dan menjadi Penguasa.


"Apa mungkin salah satu dari memiliki Bakat yang menentang Surga? Dengan kemunculan Kehendak Surga, sudah dipastikan bahwa Bakat mengerikan muncul di sini." Chu Qincheng sedikit terkejut dengan hal tersebut, karena bakat mengerikan apa yang muncul.


Meskipun mereka berdua adalah Bakat Monster Primordial. Dimana tidak ada satupun bakat mengerikan yang dapat menandingi bakat mereka berdua.


Walaupun begitu, bakat ini bagi Dunia Kultivator adalah bencana ataupun keberuntungan.


"Tidak buruk ... Setelah semuanya selesai, kita dapat melihat siapa yang mendapatkan bakat yang membuat kehendak Surga muncul untuk menentangnya. Namun sebelum itu semua, aku perlu bersiap-siap menghentikan Kehendak Surga." Qin Chen sedikit tertarik dengan Kehendak Surga yang muncul.


"Apa perlu aku bantu?" Tanya Chu Qincheng.


"Tidak perlu ... Aku perlu membiasakan diri dengan fisikku agar lebih berguna di masa depan. Siapa tahu akan bertarung selama beberapa hari denganmu nanti." Qin Chen sedikit menggodanya di samping telinga Chu Qincheng.


Chu Qincheng langsung memerah, hendak memukul Qin Chen namun sayangnya Qin Chen telah berada di atas sana dalam sekejap mata tanpa di sadari Chu Qincheng.


"Humph! Dasar!" Chu Qincheng kembali memperhatikan murid-murid baru.


Setelah berada di atas, Qin Chen menghela napasnya cukup panjang. Dua jari lurus seperti pedang, bersiap menyerang Kehendak Surga yang akan turun.


Pada saat yang bersamaan, Ibukota dilanda oleh gempa bumi, badai angin dan guntur-guntur dimana-mana. Ada banyak kekuatan besar bermunculan menyaksikan kelahiran bakat tertinggi.


Melihat dari menara, mereka dapat dengan jelas melihat bahwa Kehendak Surga muncul di atas langit Tanah Kematian yang beberapa hari ini terus menyebabkan kekacauan internal di Ibukota.


Qin Chen menatap tajam ke langit!


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2