Supreme King System

Supreme King System
Chapter 158 : Wilayah Spirit Beast


__ADS_3

Sungai abadi tak berujung mengalir deras memisahkan kedua Benua. Benua Iblis berseberangan dengan Benua Seribu Pedang, dimana air mengalir begitu deras untuk menerobos menggunakan kapal.


Bahkan, badai dibawah arus tengah mengamuk seolah membutuhkan sebuah Tumbal pengorbanan. Sementara itu, langit-langit kini dipenuhi Elemen Api dan Guntur dimana-mana.


Menyambar dan beberapa kali sungai pecah membentuk gelombang dahsyat. Pemandangan fantasi sekaligus ngeri dapat mereka saksikan.


Qin Chen berada di atas bukit melihat pemandangan yang luar biasa ini dengan dingin. Kesenjangan matanya seolah hal tersebut biasa.


Untuk pertama kalinya, perasaan intens itu muncul akibat kehilangan satu-satunya wanita yang memahaminya. Beberapa kali menghela napasnya, dan berpikir optimis bahwa dia benar-benar tidak ditakdirkan bersama.


Meskipun begitu, dia akan ke Surga mencarinya dan menentang Takdir itu sendiri.


Sementara itu, Chu Qincheng yang telah kembali bertanya kepada Zi Long yang terkejut melihat kehadiran Chu Qincheng yang mendadak setelah kepergian Qin Chen.


Setelah mendapatkan informasi, Chu Qincheng melesat mengejar Qin Chen dari Sekte Eternal Heaven menuju Benua Iblis yang sudah di tentukan sebelumnya.


Qin Chen melesat menembus Badai Api dan Guntur menuju Benua Iblis. Kecepatannya melampaui 100.000 Mil setiap detiknya, sehingga penyebrangan ini membutuhkan waktu beberapa menit.


Didalam Badai, serangan bertubi-tubi jatuh ke punggungnya. Namun semuanya di netralkan oleh Kekacauan dalam dirinya, seolah serangan tersebut di serap dan mengantikan sebagai sumber energi baru.


***


Benua Iblis, atau lebih tepatnya dinamakan sebagai Benua Kekacauan. Setelah Era Iblis berakhir, Era Kekacauan Besar menimpa Benua tersebut.


Sepanjang mata, hanya ada peperangan yang berkelanjutan sampai sekarang. Bahkan pandangan setiap mahkluk di Benua itu begitu tajam seolah tengah mengintai mangsanya.


Qin Chen tiba di Kota Pertama, itu adalah Kota Angin Barat yang terletak di tepi Sungai tersebut. Suasana disana cukup menyeramkan, tanah tandus yang terbengkalai tak terurus oleh kehidupan.


Disekitarnya, perwujudan manusia yang memiliki Aura Iblis menyelimuti diri mereka. Qin Chen tidak berkedip, dia melanjutkan ke sebuah restoran untuk mencari informasi.


Setibanya disana, restoran kurang lebih memiliki 6 pengunjung. Qin Chen memesan makanan sambil mendengarkan obrolan mereka yang ada di sana.


"Apa kau dengar, Kaisar Iblis akan secara pribadi masuk ke Tanah Iblis Surgawi. Dari informasi yang aku dapatkan, Tanah itu terdapat Qi yang melimpah dan memiliki Air Ajaib."


"Air Ajaib? Apa itu adalah Air yang pernah dikatakan oleh Pendeta Saint? Air yang dapat membantu pemahaman tentang Dao!"

__ADS_1


"Ssss ... " Pria itu melihat kanan dan kirinya semua orang begitu cuek termasuk Qin Chen yang tengah makan walaupun tengah mendengarkan. "Jangan keras-keras ... Air itu sangat Ajaib, akan ada banyak perbuatan di Tanah itu nantinya."


Sementara Qin Chen yang mendengarnya, dia hanya bersikap biasa. Kedatangannya membawa keberuntungan baik, dan buruk. Qin Chen menyelesaikan makannya.


***


Diantara tebing tinggi, Qin Chen berjalan dibawahnya menutupi seluruh tubuhnya dengan kain hitam. Bahkan Qin Chen harus menggunakan masker hitam karena badai pasir di sekitarnya terjadi.


"Jalan ke Surga ... Seharusnya Kaisar Iblis mengetahui hal tersebut? Jika dia tidak ingin berbicara baik-baik, maka cara kasar akan aku lakukan nantinya." Gumam Qin Chen.


Pada saat melintasi tebing, suara raungan monster begitu besar dan meruntuhkan tebing-tebing di belakang hingga getaran dan hempasan pasir di sekitarnya.


Qin Chen bertahan, dan melihat keatas mata besar tengah mengamatinya. Secara tiba-tiba, dari sampingnya sebuah ekor besar menyerangnya.


Bang!


Qin Chen terseret kebelakang beberapa meter, pasir di bawahnya tidak dapat menahan serangan tersebut. Qin Chen melesat kedepannya menghantamnya dengan tangannya.


Boom!


Seluruh daratan yang terjadi badai terhempas kembali oleh serangan Qin Chen. Pada saat itu juga, Qin Chen melihat sebuah Gunung Salju di atas Wilayah Gurun Pasir.


Tanpa pikir panjang, Qin Chen melesat ke Gunung Es tersebut mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Pada saat tiba di sana, seluruh kaki gunung di banjiri dengan senjata-senjata yang tertancap di tanah. Bahkan bau darahnya masih segar, seolah baru saja di bantai.


Melihat hal tersebut, Qin Chen langsung berpaling ke arah Monster sebelumnya yang masih dapat bergerak.


"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"


Dengan sebuah ayunan pelan darinya, Qin Chen membelah Monster tersebut menjadi dua bagian terpisah. Lalu mencincangnya menjadi 99 bagian yang memisahkan tubuhnya.


Setelah itu Qin Chen turun dan menjelajahi Gunung Es di tengah Wilayah Gurun Pasir yang luas ini.


Chu Qincheng yang tiba di Benua Iblis mencari Qin Chen, dia bertanya-tanya kepada orang-orang di sana dan mendapatkan petunjuk lalu pergi menyusul Qin Chen.

__ADS_1


Tidak peduli seberapa lama mereka akan bertemu, selama keinginan terus berlanjut maka Chu Qincheng akan mengejarnya sampai bertemu kembali.


Mereka berdua seolah-olah bermain kejar-kejaran dimana Qin Chen mengejar Chu Qincheng untuk sampai ke Surga, dan Chu Qincheng mengejar Qin Chen dari belakang.


***


Puncak Gunung, Qin Chen berdiri melihat dataran luas disana. Bahkan, rumah penduduk ada di atas Gunung yang luas seolah Badai Pasir dibawah seperti Jurang dan tempat Qin Chen adalah Tebing Tinggi yang membentang luas.


Tiba-tiba, dari sampingnya muncul pria tua bersamaan gadis kecil yang manis tengah mendekati.


"Sigh! Fu'er ... Pelan-pelan, kakek sudah tidak kuat lagi untuk melangkah pergi. Kita akan beristirahat disini sejenak, lalu melanjutkan pergi." Ucapnya yang kelelahan.


"Baiklah kek, kita akan beristirahat disini." Balasnya.


Saat mereka hendak mencari tempat beristirahat, mereka melihat Qin Chen yang berdiri disana. Bahkan keduanya terkejut karena hawa keberadaan Qin Chen tidak dapat mereka rasakan.


Pria tua itu langsung menarik gadis kecil di depannya kebelakang memberikan kewaspadaan tinggi terhadap Qin Chen.


Qin Chen mengangkat alisnya, kekuatan pria itu berada di Ranah Creation. Sehingga dia dapat dikatakan Abadi, walaupun wajahnya terlihat tua dibandingkan kekuatannya.


Qin Chen meninggalkan mereka dan melangkah melanjutkan perjalanannya mencari petunjuk tentang Surga. Bahkan, dia tidak tahu arah mana di sekarang ini, Qin Chen hanya mengikuti kata hatinya untuk terus maju.


"Sistem, Air Ajaib apa dapat membangun Dao lain selain Dao Iblis?" Tanya Qin Chen.


[Menjawab Tuan: Tuan dapat membangun Dao lain, selain Dao Iblis. Selama bakat memungkinkan, maka Dao akan dapat dibangun lagi.]


"Maksudmu, selama ada bakat yang aku miliki, aku dapat membangun Dao apapun itu?"


[Menjawab Tuan: Apa yang Tuan katakan adalah benar.]


"Begitu ... Baiklah, Air Ajaib akan aku manfaatkan sebaik mungkin membangun Dao yang dapat berguna bagiku di masa depan nantinya."


Qin Chen langsung melesat menembus lapisan es yang menghalangi jalannya. Dengan kecepatan Qin Chen, salju dibawahnya meleleh membentuk jalan yang lurus membelah daratan tersebut.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2