Supreme King System

Supreme King System
Chapter 42 : Menuju Kota Pinggir Sungai


__ADS_3

Do tengah-tengah Sungai, Qin Chen masih mendayung perahu tersebut. Dari sana, dia belum melihat daratan yang dikatakan oleh Qing Qiaofeng sebelumnya sampai-sampai beberapa jam berlalu.


Qing Qiaofeng membuka matanya dengan luka-luka dirinya mulai membaik dibandingkan sebelumnya. Melihat kedepan, Qin Chen masih duduk di sana done tangannya yang bergerak.


Qin Chen yang melihatnya sudah selesai, lalu berbicara. "Ngomong-ngomong ... Kenapa Tetua seperti anda berada di tempat sebelumnya?" Tanya Qin Chen.


Sontak ini membuat Qing Qiaofeng sedikit gelisah dengan pertanyaan yang berhubungan dengan misinya. Qin Chen melihatnya, dan tahu apa yang dia sembunyikan.


'Benar ... Ini mungkin tentang bahan herbal, ataupun harta kuno yang tertinggal di tempat tersebut.' Batin Qin Chen.


Qing Qiaofeng hanya diam tidak menjawab pertanyaan Qin Chen, Qin Chen juga tidak mempermasalahkan hal tersebut. Dia lebih mementingkan Poin Sistem dibandingkan masalah orang lain.


Saat mendayung menelusuri sungai, gelembung-gelembung kecil mulai bermunculan di sekitar Perahu.


Qing Qiaofeng yang melihat hal tersebut langsung berdiri, berwaspada terhadap serangan Monster Sungai yang dapat menelan perahu kecil utuh-utuh.


"Tuan, sepertinya kita sudah di ikuti oleh Monster Sungai sepanjang jalan. Karena kita berada di tengah-tengah Sungai antara Wilayah kekuasaannya, Monster itu mulai bergerak menyerang kita." Ucap Qing Qiaofeng dengan serius kepada Qin Chen.


Dia berdiri sambil memegang pedang di tangan kirinya, melihat kanan dan kiri mencari keberadaan Monster tersebut.


Sementara itu, Qin Chen yang mendengarnya langsung mengeluarkan pedang sekali pakai miliknya. Qin Chen melihat kebawah dimana Monster menyerupai Naga namun memiliki kepala menyerupai ikan.


Monster tersebut berenang di bawah perahu dengan Pola berputar untuk menciptakan pusaran air yang deras dan membuat mereka berdua terhisap ke dasar laut.


Perahu mereka terombang-ambing di atas Sungai, saat Monster tersebut keluar dari dasar laut. Qin Chen dapat melihat dengan jelas bentuk monster tersebut, Qing Qiaofeng menarik pedangnya.


"Seni Pedang, Tarian Pedang!"


Cling ... Cling ...


Tiba-tiba di belakangnya mengeluarkan kilauan cahaya berwarna merah jambu, membentuk Pedang yang berputar menyerupai baling-baling pesawat.


Dengan kepercayaan diri mata tajam, Qing Qiaofeng mengayunkan pedangnya kesamping membelah Monster tersebut dengan sekali ayunan.


Swoosh!


Diikuti dengan pedang yang berputar menyerupai Shuriken yang memotong apapun di hadapannya.

__ADS_1


Serangan tersebut mengenai tubuh Monster, namun hanya menggores sedikit sisiknya saja. Ini membuat Qing Qiaofeng terkejut, serangan terkuatnya bahkan tidak dapat membelah Monster itu.


Roarrr!


Mengamuk, Monster tersebut menyebabkan air sungai semakin menggila. Langit yang awalnya cerah berubah gelap gulita dengan guntur-guntur menyertainya.


Monster itu kembali ke dalam laut, Qin Chen yang sedari tadi melihat tanpa membantu. Kini dia melihat kebawah, Monster tersebut mengulangi lagi.


Mengangkat pedang menjulang tinggi ke langit, Qi Spiritual di sekitarnya di tarik menyelimuti bilah pedang. Qing Qiaofeng melihat delapan aliran sungai Spiritual menyelimuti Pedang pria di hadapannya.


Saat Monster tersebut keluar lagi untuk menyerang, Qin Chen tersenyum tipis dengan mengayunkan pedangnya.


"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"


Swoosh!


Secara vertikal Qin Chen mengayunkan pedangnya, siluet bulan sabit melesat membelah air sungai dan monster sungai menjadi dua bagian.


Sejauh mata memandang, Sungai terbelah menjadi dua bagian. Air sungai membentuk dinding tinggi saat serangan tersebut membelahnya dengan kecepatan tinggi.


[Ding!]


Qing Qiaofeng tidak berkedip keterkejutan, bahkan rasa takut dalam dirinya bangkit. Dihadapannya, mungkin seorang Saint atau Dewa dari Alam Tinggi.


Saat melihat pedangnya, pedang tersebut menghilang menjadi serpihan cahaya keemasan. Qin Chen mengedipkan matanya, dan air sungai mulai jatuh membawa ombak besar saling menabrak.


Byurr! Byurr!


Perahu mereka terbawa ombak yang deras menuju tempat tujuan. Sekalipun masih jauh, namun ini bantuan yang lumayan menghilang lelah Qin Chen yang mendayung perahu sendirian.


'Ha ... Ini menyegarkan, menelusuri sungai dengan perahu kecil. Menggunakan topi petani, ini seperti nelayan di pinggir laut.' Batinnya berbicara sendiri.


Qin Chen duduk dengan tenang, menutup matanya merasakan udara segar dan aroma alam yang menyegarkan.


Qing Qiaofeng, dia duduk diam tidak bergerak memperhatikan Qin Chen. Saat ingin melihat kekuatannya, dia tidak dapat melihatnya, semuanya seakan di halang oleh Hukum dan Aturan.


Jelas, Origin Tree melarang Dewa ataupun orang kecil melihat kekuatan Qin Chen. Ini adalah Aturan yang dia buat. Selain Qin Chen yang menunjukkannya secara sukarela.

__ADS_1


***


Setelah 4 Jam perjalanan, Qin Chen dan Qing Qiaofeng tiba di Kota pinggir Sungai. Melihat dari atas perahu, Qin Chen dapat melihat dengan jelas Kota Besar dengan pemasukan uang melalui mengambil ikan di Sungai.


Qin Chen menepikan perahunya, dan Qing Qiaofeng naik ke atas terlebih dahulu. Setelah itu Qin Chen naik dan menarik kembali perahunya kedalam Penyimpanan.


'Jika ditinggal disini, aku bisa-bisa tekor 1 Juta Poin Sistem.' Batinnya.


Saat melihat ke Kota, Qin Chen mendengar teriakan-teriakan pedagang yang menjual makanan laut.


"Tuan, terimakasih atas tumpangannya. Saya Qing Qiaofeng akan membalas kebaikan anda. Saya harus kembali ke Sekte untuk melaporkan hal sebelumnya. Jika kita bertemu kembali, saya akan membalas kebaikan anda." Ucapnya dengan penuh rasa hormat.


"Ya, tidak masalah ... " Balas Qin Chen yang perlahan melihat kebelakang, matahari mulai turun di balik gunung. Cahaya yang dibawa terpantul oleh air sungai.


Pergi meninggalkan tempat tersebut, Qin Chen menuju Kota di depan. Banyak orang-orang yang masih berjualan, ada banyak toko-toko yang mulai buka.


Saat memasuki Kota, Qin Chen merasakan dari beberapa sudut Kota sedang di awasi oleh seseorang.


[Ding!]


[Peringatan, Tuan sedang diawasi oleh 8 orang.]


'Aku sudah tahu, jangan dijelaskan lagi. Apa yang mereka cari dariku? Aku miskin, apa mungkin gara-gara wanita itu. Aish! Wanita selalu membawa masalah.' Qin Chen menghela kesal dengan keadaannya saat ini.


Pergi ke penginapan untuk menyewa kamar, namun telah bertanya di berbagai tempat semuanya penuh karena ada banyak pengunjung dari berbagai Kota.


Mendapatkan keberuntungan buruk, Qin Chen memutuskan untuk pergi ke restoran. Disana cukup penuh orang, dimana Qin Chen naik ke lantai dua.


Memesan makanan untuk menghilangkan keberuntungan buruknya. Selama menunggu, Qin Chen melihat-lihat Sistem miliknya mencari apa ada yang baru atau tidak.


Sambil mengawasi pergerakan kedelapan orang tersebut, ada tiga orang yang masuk kedalam restoran. Sementara sisanya menunggu di gedung-gedung lain yang tidak jauh dari restoran.


'Apa yang mereka inginkan? Apa masalah wanita sebelumnya? Memikirkannya saja sudah membuatku malas, jika mereka menyerang, maka akan aku serang balik.' Kerutan kening Qin Chen terasa kesal saat sedang ingin menikmati makanan malah di awasi.


Setelah beberapa menit berlalu, mereka bertiga duduk di samping Qin Chen. Hidangan Qin Chen sudah tiba, dan dia menikmatinya meninggalkan kedelapan orang tersebut sambil menunggu pergerakan mereka.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2