Supreme King System

Supreme King System
Chapter 224 : Makan bersama


__ADS_3

"Hadang mereka di langit!"


Wushh! Wushh! Wushh!


Qin Chen dan Chu Qincheng mendengar suara yang mencoba menghentikan mereka, tanpa sepengetahuan olehnya, orang-orang penguasa kota beterbangan menghadang Qin Chen yang hendak kembali ke kediamannya untuk bertemu dengan putrinya.


Ia lalu memperhatikan mereka, dengan bingung melihat reaksi mereka.


"Berhenti disana! Kalian ditangkap karena melanggar peraturan kota! Masuk tanpa izin dengan identitas palsu, kalian akan dihukum penjara selama 10 tahun!"


Ia melihat mereka semua dengan seksama, mata mereka menunjukkan keganasan mendalam. Saat mereka berdatangan sebelumnya, mereka menghenuskan pedangnya ke arah Qin Chen.


Chu Qincheng mengertak kesal melihat mereka menghentikan acara yang Chu Qincheng siapkan hari ini, karena hari ini ia tengah bersama dengan suaminya untuk membasmi banyak musuh.


"Apa salahnya, toh! Kami hanya masuk ke kota untuk menikmati hiburan kota. Jika hanya identitas, kami memiliki identitas yang rumit dimana kalian tidak akan bisa menelannya mentah-mentah, karena kalian semua bodoh!"


"Apa!"


"Wanita sialan! Apa kau pikir kau pintar di dunia ini! Kami datang menangkap kalian dengan perintah langsung dari penguasa kota ini!"


"Huh! Kau kira aku peduli dengan penguasa kota? Sekalipun kau dan penguasa datang, apa kalian bisa mengalahkan suamiku? Huh! Menyentuhku, kau akan mati dengan sia-sia hidup di dunia ini!"


"Sialan! Wanita keparat, apa kau pikir penguasa kota begitu lemah! Bahkan jika itu kalian berdua, kalian bukan apa-apanya dibandingkan semut!"


"Sombong!" Chu Qincheng memeluk Qin Chen lalu melihatnya dengan memelas kepada Qin Chen sekaligus wajahnya menahan sedih.


Qin Chen kebingungan, ia lalu mengusap-usap kepalanya. "Aku akan mengurusnya, kamu tunggulah sebentar disampingku."


"Hmm ... "


Qin Chen menarik salah satu dari mereka dan merekam semua ingatan yang ia miliki sekarang ini. Setelah itu, ia melemparnya kebawah dalam waktu singkat tidak ada yang merespon sampai Qin Chen menghempaskan orang itu kebawah.


Duarr!


"Hanya berada di tahap Kaisar Dewa immortal (Puncak). Itu tidaklah kuat sama sekali, karena tidak ada bedanya dengan semut yang merangkak naik ke gunung!"


"Bocah! Kau sungguh sombong dan omong kosong! Hadapi kami jika kau mampu mengalahkan kami?"


"Huh! Baiklah." Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping dan membuat mereka semua terhempas ke tanah dengan keras menghantam bumi.


Duarr! Duarr! Duarr!

__ADS_1


"Hanya beberapa keroco ingin membuat istriku bersedih, kalian benar-benar berani melawan kehendak raja ini."


Qin Chen menarik Chu Qincheng lalu kembali melesat kembali setelah memukul habis mereka semua tanpa diketahui bentuknya lagi. Mereka hampir mati, bahkan tidak ada yang bisa bergerak setelah dipukuli Qin Chen.


***


Malamnya


Qiyuan'er telah tidur setelah ia bermain dengan Qin Chen dan Chu Qincheng di taman. Meski ingatan Qin Chen menghilang, ia tidak membiarkan perasaan anak kecil pudar, setelah itu mereka berdua berada dalam ruangan tengah duduk saling membicarakan tentang masalah ini.


"Suami, bagaimana menurut tentang penguasa kota ini? Dia sudah bergerak, loh! Apa kamu tidak mulai bergerak melawan mereka? Nanti akan menjadi ancaman, loh."


"Tidak mungkin, aku adalah raja yang memegang kendali ruang dan waktu. Jika mereka bergerak, hentikan waktu disekitar mereka, lalu bungkam mereka dengan menyempitkan ruang."


"Ha! Berbicara dengan orang yang sangat kuat benar-benar mudah. Tapi itu terbaik karena orang kuat itu adalah suamiku sendiri, hehehehe."


"Kamu benar, sekarang bagaimana kamu mau? Aku akan menentukan waktu yang tepat, lalu aku akan memberitahumu."


"Tentu."


Chu Qincheng menyenderkan kepalanya dan tidur di pelukannya, Qin Chen membiarkannya dan ia ikut tidur.


***


Setelah Chu Qincheng bangun, ia memberikan ciuman pagi dan setelah itu menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Qin Chen menikmatinya karena ini reaksi murni yang diberikan oleh tubuh tersebut menikmati makanan buatan Chu Qincheng, meski dari waktu ke waktu hanya nari goreng telur mata sapi dan lain sebagainya.


"Kemana kamu akan pergi selanjutnya?"


"Tempat penguasa kota, karena waktu tidak dapat diundur. Meski sebelumnya merencanakan hal tersebut, namun sebenarnya untuk mengurusi akar-akar kecil dibawah akar utama agar tidak terulang kembali hal seperti ini."


"Itu berarti, kamu akan ketempat penguasa dan memberikannya pelajaran."


"Tentunya, semakin cepat ini selesai semakin cepat kamu akan mendapatkan hadiah tersebut. Sekaligus, Qiyuan'er dapat menikmati surga setelah ini, dan dia akan memiliki teman disana sebagai gadis kecil."


"Kami benar, apa lagi dia akan mendapatkan adik kecil. Hmm ... Hmm ... Aku tidak sabar mendapatkannya, dan membuatmu tidak dapat pergi mencari wanita lain."


Qin Chen hanya diam mendengarnya, terikat oleh perasaan membuatnya sulit untuk mengubah dirinya. "Baiklah, kamu satu-satunya tidak lebih tidak kurang. Ngomong-ngomong tentang ini, aku ingin tahu sesuatu."


"Apa itu?"


"Kenapa kamu memilihku? Bukankah ada banyak pria hebat dan pria kuat dibandingkanku?"

__ADS_1


"Hmmm ... Karena takdir!"


Qin Chen membeku sesaat mendengarnya, setelah ia selesai makan, ia mendekati Chu Qincheng dan mencium keningnya membuatnya terdiam melihat Qin Chen yang sekarang ini.


"Baiklah, takdir. Jawaban yang bagus."


Ia melangkah keluar dari sana meninggalkan mereka yang tengah makan bersama, Qiyuan'er melihat ayah dan ibunya bermesraan di depan matanya.


"Wah ... Ayah dan ibu benar-benar bermesraan didepan mata putrinya, tapi itu benar-benar hebat!"


"Kamu ini, ayo makan lebih banyak agar tumbuh besar dan menjadi wanita cantik. Dengan begitu, kamu dapat menaklukkan laki-laki tampan dengan mudah!"


"Hmm ... Qiyuan'er akan menjadi seperti ibu agar bisa menaklukkan pria seperti ayah saat sudah dewasa!"


"Hahaha ... Bagus-bagus!"


Qiyuan'er tertawa dengan bahagia sambil menikmati makanan yang dibuatkan oleh Chu Qincheng/ibunya.


Sedangkan ditempat Qin Chen, Qin Chen tengah melesat menuju tempat penguasa kota untuk menyelesaikan masalah ini. Karena, Dewa Kuno dibelakangnya mulai bergerak untuk menaklukkan dunia.


Ditempat Qin Chen sekarang, ia berdiri didepan gerbang sambil membawa beberapa buku kecil yang diberikan oleh Chu Qincheng malam itu sebelum ia tertidur.


"Pertama, dia memintaku menyelesaikan urusan di sini." Gumam Qin Chen.


Qin Chen menghempaskan gerbang dihadapannya hingga meledak, dan saat ia melihat isi dalamnya. Kediaman penguasa kota tidak diketahui dimana, karena kediaman tersebut berada ditempat yang tidak diketahui oleh siapapun.


Ia masuk kedalam dan menghancurkan formasi dihadapannya dengan matanya, dan tiba-tiba seluruh kediaman penguasa kota dapat ia lihat secara jelas sekarang.


"Bagaimana bisa! Bagaimana bisa orang itu menghancurkan formasi kelas dewa dengan mudahnya! Siapa dia sebenarnya, apa dia Dewa dari dunia lain!"


"Jangan banyak omong kosong, serang penyusup yang masuk kedalam kediaman penguasa! Jangan biarkan dia lari dari sini hidup-hidup!"


"Yaaa!"


Tap ... Tap ... Tap ...


Ratusan langkah kaki mendekati Qin Chen, Qin Chen menampar mereka sekaligus dengan tangannya. Lalu menebaskan pedangnya ke samping menyeret mereka kedalam kekacauan besar.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2