Supreme King System

Supreme King System
Chapter 184 : Negeri Abadi


__ADS_3

Didalam hutan, mereka semua melanjutkan perjalanan menuju kota terdekat di hutan tersebut. Meski luas dan di penuhi bahaya, mereka dapat selamat karena Qin Chen mengeluarkan aura tiran miliknya yang menakut-nakuti sekumpulan monster.


Perbatasan hutan dan hamparan luas, mereka semu lolos dari hutan dalam tiga hari. Sekarang, mereka melihat hamparan rumput dan bunga yang luas di sekitarnya, ini menakjubkan dibandingkan negeri sebelumnya.


"Dunia ini cukup hebat karena memiliki hamparan tanah yang begitu luas dan masih subur seperti ini. Tidak seperti sebelumnya, kekacauan dimana-mana sehingga tanah tercemar dan kehidupan terganggu." Kata Qin Chen memuji dunia ini.


"Apa tuan sebelumnya melihat tanah yang tercemar di wilayah lain?" Tanya Duan Qinlin.


"Benar, tanah itu tidak layak untuk di huni bahkan peperangan dewa dan iblis dimana-mana. Tapi, sepertinya akan berakhir cepat atau lambat."


Duan Qinlin membeku beberapa saat mendengar hal tersebut, ini seperti dunia akan berakhir katanya yang masuk kedalam pikiran Duan Qinlin.


"Perang ya? Dunia ini memang ada peperangan, namun semuanya berada di daratan kehancuran abadi. Disana mereka bertarung tanpa melibatkan daratan lain. Karena hal tersebut membuat hamparan hijau ini bertahan selama ribuan tahun." Jelas Duan Qinlin.


Qin Chen melirik, bagaimanapun semuanya benar-benar hebat dapat membagi tempat pertarungan. Mungkin dewa di dunia ini memiliki pemikiran yang luas sehingga kerugian tidak akan menyebabkan dunia hancur.


Ia tersenyum puas mendengarnya dan ingin mencari tahu sendiri apa benar atau tidak yang dibicarakan oleh Duan Qinlin sekarang ini. "Menarik, aku akan mencoba mencari tahu tentang dewa dunia ini."


Sepanjang perjalanan mereka mengobrol satu sama lain sampai mereka tiba di kota yang sangat besar di bawah bukit tinggi. Kota itu dipisahkan oleh air yang mengalir dan istana besar di tengah-tengah kota.


"Selamat datang Tuan di Negeri Abadi. Kota yang indah ini disebut sebagai kota kelahiran. Kelahiran sendiri di ambil dari awal mula dibangunnya kota tersebut."


"Negeri abadi, kota kelahiran? Benar-benar nama yang bagus! Aku ingin tahu seperti apa penduduk didalamnya. Apa mereka ramah atau sebaliknya."


"Sebagian besar orang-orang di kota terbilang tidak ramah akibat beberapa masalah sebelumnya. Sekarang, negeri ini seperti melihat musuh dimana-mana." Jelas Duan Qinlin.

__ADS_1


Mereka semua menuruni bukit dan beberapa menit kemudian tiba di depan gerbang kota yang dipisahkan oleh sungai yang mengalir. Tiba-tiba jembatan besar turun memberikan jalan mereka masuk kedalam.


***


Didalam kota, banyak orang-orang yang berkeliaran dengan memegang senjata masing-masing seolah siap membunuh siapapun disana. Bahkan pedagang dan anak kecil memiliki senjata rahasia, Qin Chen dapat melihatnya dengan jelas.


"Suami, sepertinya ada yang aneh dengan mereka semua. Mereka seperti dirasuki oleh aura iblis yang tidak biasa, mau dilihat darimanapun mereka benar-benar di rasukin oleh kekuatan iblis." Chu Qincheng menyadari hal tersebut membuat Duan Qinlin dan berbagai prajurit sebelumnya terdiam membeku.


Menyadari hal tersebut membuat Qin Chen penasaran apa yang sebenarnya terjadi. "Istri kecil, kamu tenanglah sebentar. Masalah ini mungkin tidak mudah." Qin Chen melirik ke arah Duan Qinlin yang gemetar.


"Nona Duan, apa yang sebenarnya terjadi? Apa ada ras iblis yang menyerang. Atau hal lainnya, tolong beritahu kami. Mungkin kami dapat membantu mencari solusi mengatasi kritis di kota ini." Tanya Qin Chen dengan serius.


Duan Qinlin hanya diam tidak berbicara, ia gemteran sampai-sampai pikirannya kosong dibuat hal tersebut. Qin Chen menjentikkan jarinya mengagetkan Duan Qinlin yang sontak melihatnya.


"Tu- Tuan, ini bukanlah masalah biasa. Ada banyak dewa yang mencoba menyelesaikannya namun pada akhirnya mereka gagal, karena semua ini ada hubungannya dengan surga!" Jelas Duan Qinlin.


"Surga? Apa yang dia lakukan pada kota ini sehingga menjadi kekacauan internal seperti sekarang ini?" Tanya Qin Chen yang penasaran.


"Sebelumnya, utusan surga datang menuju istana. Semua orang bergembira karena surga mulai memperhatikan yang rendah ini, namun apa yang kami dapatkan tidak sesuai dengan ekspektasi kami semua." Duan Qinlin menggenggam tangannya dengan erat menahan kebencian dan amarahnya kepada surga.


"Apa yang terjadi selanjutnya?"


"Setelah utusan surga pergi, kota ini mendapatkan kutukan iblis yang dimana kota ini menjadi seperti sekarang. Orang-orang saling bertarung, dan banyak kekacauan internal terjadi. Kami mengira bahwa utusan surga memberikan kesempatan bagi kami untuk menuju surga, namun semuanya hanyalah sebuah omong kosong!"


Mendengar hal tersebut membuat Qin Chen benar-benar ingin menghancurkan surga. Bukan karena kasihan terhadap Duan Qinlin, namun sikap surga benar-benar seperti iblis tiran!

__ADS_1


Chu Qincheng menyentuh tangannya dan menggelengkan kepalanya agar tidak melakukan hal itu. Memikirkan keluarga Chu Qingchen ada di surga membuat Qin Chen tidak dapat berbuat banyak.


"Tenanglah, ini semua akan berakhir dalam satu minggu. Aku akan menghilangkan kutukan ini dan mengembalikan negeri ini seperti sebelumnya. Namun aku membutuhkan otoritas penuh dari penguasa negeri ini agar aku dapat bertindak efesien. Apa nona Duan dapat membantuku mendapatkan otoritas?!" Tanya Qin Chen dengan memberikan harapan bagi mereka yang ingin hidup kembali seperti dulu.


Harapan itu begitu nyata, ia melihat Qin Chen seperti cahaya emas yang memberikan harapan dan kekuatan ilahi yang tidak dapat di kalahkan. Seakan, dialah eksistensi yang agung di atas surga dan para dewa!


Bahkan, saat ia mencoba menyentuh cahaya, kehangatan dan energi yang melimpah memenuhi dirinya memberikan kehidupan baru baginya.


"Tuan ... " Ia membukukan tubuhnya ke arah Qin Chen dengan penuh hormat. "Tuan, saya Duan Qinlin akan membantu tuan dan menyelamatkan negeri ini."


"Bagus." Balas Qin Chen.


Setelah tiba di depan penginapan yang mewah, mereka berpisah karena Duan Qinlin harus kembali ke wilayahnya dan Qin Chen lalu Chu Qincheng menginap di penginapan karena mereka memiliki rencana lainnya.


Penginapan di kota ini sangat mewah sehingga ada kamar mandi didalam ruangan. Bahkan tempat tidur dan sopannya terbilang modern dibandingkan penginapan sebelumnya.


"Dunia dewa benar-benar sesuatu! Namun, surga benar-benar menunjukkan taringnya di hadapanku! Apa peringatanku sebelumnya di anggap enteng?!" Gumam Qin Chen yang kesal dengan surga.


Ia sekarang duduk di atas tempat tidurnya melihat-lihat peta negeri abadi. "Seharusnya kota ini adalah tambang kristal dewa, bukan? Apa surga mencoba memperbudak orang-orang di dunia ini?"


"Tapi sudahlah, sekarang istri kecil sedang mandi. Kekekeke, istri kecil sangat cantik sampai-sampai aku tidak tahan. Tapi, dipikir-pikir lagi aku seperti om-om mes*m!" Qin Chen terbaring lemas memikirkan masalah ini.


Tidak berselang lama, istri kecil keluar dan menggunakan handuk putih bersih dengan tubuhnya sedikit basah membuat Qin Chen tercengang melihat kecantikan dan godaan di depan matanya.


'Tahan Qin Chen!'

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2