Supreme King System

Supreme King System
Chapter 109 : Kontrak Nikah


__ADS_3

Matahari terbenam dalam kurung waktu yang tak terbayangkan, Qin Chen tanpa sadar telah menyia-nyiakan waktu begitu banyak dengan berbaring di atas tempat tidurnya.


Mengamati peta tanah yang baru saja dia beli, tanpa sadar waktu telah sore hari. Di Ibukota, riak-riak pedagang mulai terdengar ramai karena waktu makan malam sebentar lagi.


"Setelah beberapa waktu berlalu, hanya 10% dari tanah yang baru di ekspos. Tikus Bumi yang aku beli seharga 50 Juta Poin Sistem, apa gunanya dia? Atau jangan-jangan tanah ini benar-benar sangat luas." Gumam Qin Chen yang tidak tahu seberapa luas tanah miliknya sendiri.


Karena di layar hologram, baru tercatat ratusan miliar Kilometer persegi.


"Jika tidak salah ingat, 12 Gunung besar yang aku ciptakan, seharusnya ... " Qin Chen tercengang beberapa saat, dia belum sadar bahwa 12 Gunung sebelumnya terlalu besar hingga tidak dapat dicapai orang biasa.


Setelah menjernihkan pikiran, Qin Chen beranjak berdiri, melihat keluar jendela. Matahari di Dunia ini perlahan turun memberikan senja, namun Chu Qincheng belum pulang.


Bahkan, ini sudah waktunya makan malam.


"Tuan Chen .... " Suara yang terdengar familiar membuat Qin Chen menoleh kesamping. Melihat Chu Qincheng melambai-lambaikan tangannya memanggil namanya.


Di tangannya, ada banyak makanan dan juga di tangan Zi Long penuh harta jarahan dari mata-mata sebelumnya. Melihat Chu Qincheng baik-baik saja, Qin Chen lega.


Mereka tiba di dalam, meletakkan harta jarahan lalu meletakkan makanan di atas meja. Qin Chen hanya duduk tersenyum canggung melihat Chu Qincheng.


"Bagaimana hari ini? Apa kamu bersenang-senang dengan mereka semua?" Tanya Qin Chen.


"Hehehehe ... Tentu saja aku bersenang-senang, tapi ini belum seberapa, besok aku akan menjarah markas mereka semua." Balasnya sembari tertawa bahagia.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen hanya menghela napas. "Baiklah ... Jika kamu senang maka lakukan apa yang menurutmu menyenangkan. Jika terjadi sesuatu padamu, aku akan melindungimu."


Chu Qincheng mengangguk, dia lalu mendekati Qin Chen sembari memberikan makanan yang dia beli." Ini Tuan Chen ... Pasti sudah lapar, aku membelinya saat perjalanan pulang."


"Aku tidak lapar, kamu dapat memakannya." Balas Qin Chen.


Chu Qincheng cemberut, lalu dia memasukkan makanan tersebut kedalam mulut Qin Chen. Qin Chen membuka matanya lebar, melihat tingkah Chu Qincheng sudah berani melawan.

__ADS_1


"Humph! Tidak ada penolakan." Ucapnya dengan marah kepada Qin Chen.


Qin Chen mengunyahnya hingga habis, lalu berbicara. "Kamu ini ... Besok pagi kita akan pergi ke rumah baru, aku telah menyiapkan tempat yang bagus. Tentang Keluarga Qin, aku akan mencari tahunya jika ada waktu kosong."


"Humm? Rumah baru? Apa Tuan Chen membeli rumah baru?" Tanya Chu Qincheng yang penasaran.


"Tidak ... Ini hanya kastil yang aku dapatkan dari suatu tempat. Ngomong-ngomong, aku membuat sebua Sekte di Ibukota ini, karena itu aku telah mengundang murid-murid berbakat ke dalam Sekte. Sementara tempatnya, aku belum membuatnya karena belum bertemu dengan orang yang hebat dalam melakukan pembangunan."


"Sekte? Itu bagus, biarkan aku yang mengurus tempat Sekte." Balas Chu Qincheng dengan semangat.


Qin Chen mengetuk keningnya dengan jari. "Bodoh, ini adalah urusan pribadiku ... Kamu orang luar, bagaimana bisa aku merepotkanmu terus-menerus." Jelas Qin Chen.


Chu Qincheng langsung cemberut, ingin menangis lalu merenung di sudut ruangan sembari membuat lingkaran di lantai menggunakan jarinya. "Huhuhu ... Tuan Chen sudah berubah, tidak seperti dulu yang baik. Sekarang, aku tidak diperbolehkan membantu, huhuhu ... Aku nangis aja lah, huhuhu ... "


Chu Qincheng berpura-pura menangis, mengeluh, dan tingkahnya begitu manis. Zi Long hanya diam tidak ikut campur urusan rumah tangga.


Sementara itu, Qin Chen yang mendengarnya terasa seperti penjahat yang telah merebut hal pribadinya lalu mencampakkan Chu Qincheng begitu saja.


"Kemarilah, kamu ingin ikut bukan?" Tanya Qin Chen.


Mendengar hal tersebut, Chu Qincheng langsung memalingkan wajahnya dan mendekati Qin Chen. Qin Chen memberikan gulungan tersebut kepadanya.


"Bacalah dengan baik-baik ... Jika kamu setuju, maka kamu dapat meneteskan darahmu di sampingnya." Jelas Qin Chen.


Chu Qincheng bingung lalu mengambilnya, membacanya dengan baik-baik selama beberapa menit berlalu. Setelah selesai, dia langsung melihat ke arah Qin Chen.


"Apa ini kontrak nikah?"


"Ya ... Seperti yang kamu baca, aku membuat kontrak nikah untuk kita berdua. Intinya, apapun yang terjadi padamu, aku akan bertanggung jawab sampai masa kontrak selesai."


"Jika telah selesai, kamu dapat memikirkan tentang selanjutnya. Aku tidak akan memaksamu, sekalipun kamu ingin merebut Surga, selama masa kontrak, aku akan memberikan Surga padamu, ataupun membantai para Dewa."

__ADS_1


"Itu ... " Chu Qincheng malu-malu bingung, jantungnya berdetak kencang tak beraturan. Tiba-tiba mendapat kontrak nikah, dan semua syarat di dalam menguntungkan dirinya sendiri.


Bahkan permintaan kecilpun, Qin Chen akan melakukannya. Uang, makanan, tempat tinggal, properti lainnya, Qin Chen menanggung semuanya.


Sekalipun menggunakan properti Chu Qincheng, Qin Chen akan mengembalikannya dua kali lipat.


Setelah memikirkannya berkali-kali, Chu Qincheng meneteskan darahnya di samping darah Qin Chen. Menunjukkan bahwa dia menerima kontrak nikah tersebut.


Chu Qincheng bukanlah wanita yang memandang kekayaan, ataupun hal lain. Dia menerimanya karena alasan khusus yang sudah lama dia pikirkan.


"Aku akan menerima ini ... Tapi, bagaimana caraku memanggilmu mulai sekarang? Apa masih Tuan Chen? Atau hal lainnya?" Tanya Chu Qincheng dengan manis.


"Tentang itu, kamu dapat menentukannya sendiri. Mau memanggilku dengan sebutan, Tuan Chen, Qin Chen ataupun hal lainnya, kamu dapat memilih. Singkatnya, karena kamu telah menjadi istriku, kamu dapat melakukan apapun yang kamu mau nantinya." Balas Qin Chen.


"Begitu ... Kalua begitu, apa aku boleh memanggilmu, suami?" Tanya Chu Qincheng dengan polosnya.


Saat melihatnya, dia begitu manis dan manja, seolah-olah meminta izin Qin Chen untuk diperbolehkan memangilnya dengan sebutan suami. Melihat hal tersebut membuat Qin Chen tidak dapat berpaling lagi, dia kalah telak.


Qin Chen mengetuk keningnya dengan jari telunjuk. "Boleh ... Lakukan apa yang kamu anggap bahagia, sekarang kamu makanlah dan paginya kita akan pergi dari sini."


"Baik."


Setelah permasalahan rumah tangga selesai di atasi, Zi Long kembali ke ruangannya untuk berkultivasi. Sementara Qin Chen dan Chu Qincheng berada dalam satu ruangan yang sama.


Walaupun sudah terikat kontrak nikah, Qin Chen tidak akan macam-macam dengan Chu Qincheng. Karena ada beberapa alasan, Qin Chen masih berfokus tujuannya, walaupun sering kali berduaan dengan Chu Qincheng.


Qin Chen bermeditasi di dalam ruangan, membiarkan Chu Qincheng tertidur lelap dalam mimpinya yang indah.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2