Supreme King System

Supreme King System
Chapter 95 : Menginap


__ADS_3

Di dalam ruangan, ruangan terhias oleh ornamen berkelas. Sepanjang mata melihat, dari segala sisi tidak ada satupun kotoran maupun kesalahan dalam menata ruangan tersebut.


"Cukup layak untuk tinggal, tidak buruk ... Walaupun menghabiskan banyak uang. Setelah ini, kita perlu merampok uang dari Judi lagi, agar lebih kaya kedepannya." Qin Chen mengangguk puas dengan rumah yang dibeli oleh Zi Long.


"Baik Yang Mulia ... Serahkan pada saya, saya akan membawa pulang segunung uang untuk pasokan kedepannya." Dengan bangga, Zi Long mengatakannya.


"Tidak-tidak ... Karena ini malam, lebih baik besok pergi bersama-sama. Sekarang, bagaimana dengan Qingchen? Aku sedikit khawatir dengannya yang tiba-tiba masuk kedalam tanpa melihat-lihat ruangan lain." Jelas Qin Chen yang khawatir dengan keadaan Chu Qincheng.


Walaupun ada rasa senang yang tak terlihat oleh mata, karena untuk sekian kalinya. Qin Chen mendapatkan pengakuan yang jelas tanpa menyembunyikan apapun lagi.


"Sebelum saya membelinya, Tuan rumah ini mengatakannya hanya ada satu kamar yang dapat digunakan. Sementara kamar lainnya masih dalam tahap renovasi yang mungkin akan membutuh satu hari akan selesai." Zi Long menjelaskan tentang kamar yang hanya tersisa satu.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen sedikit bingung dan otaknya belum terkoneksi oleh Internet. "Satu kamar ... Bukankah hanya ki–" Qin Chen langsung menutup mulutnya.


'Tunggu! Satu kamar? Sekarang aku memiliki dua pengikut, Zi Long dan Chu Qincheng. Lalu, kamar itu ... Aish! Sepertinya aku harus mengalah hari ini dan membiarkan Chu Qincheng tidur di kamar.'


Qin Chen menyadari hal tersebut, di menghela napas dengan berat hati. Karena harus tidur di luar, seperti tengah di marahi istri lalu di usir untuk tidur di luar.


"Sudahlah ... Zi Long, buatlah api unggun ... Malam ini akan sangat dingin, tidak baik tidur tanpa api. Sementara aku, aku akan pergi ke lantai dua untuk memanggil Qingchen."


"Baik Yang Mulia."


Zi Long pergi untuk membuat api unggun, sementara Qin Chen pergi ke lantai dua. Setibanya di atas, Qin Chen berada di depan pintu ruangan.


Krekk ... Krekk ...


Pintu tersebut terkunci, Qin Chen lalu mengetuk beberapa kali. "Qingchen ... Apa kamu di dalam? Jika iya, keluarlah karena hari akan malam dan dingin, lebih baik menghangatkan tubuh dengan api unggun dan menikmati secangkir teh susu dan marshmellow panggang." Ucap Qin Chen.


Di dalam ruangan, Chu Qincheng tengah menutupi tubuhnya dengan selimut. Mendengar apa yang dikatakan oleh Qin Chen, dia sangat malu atas perkataan yang dia lontarkan sebelumnya.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu malu, dan maafkan atas kelancangan sikap Zi Long sebelumnya. Besok aku akan menghukumnya, sekarang kamu keluarlah dan makan bersama di bawah. Jika tidak, aku akan secara paksa mendorong pintu ini."


Chu Qincheng menarik selimut dan duduk menutupi sekujur tubuhnya dengan kain. "Ba- Baik ... Aku akan turun, tapi, tapi jangan menertawakanku ... Aku sangat malu, aku tidak sengaja mengatakannya tanpa sadar."


"Ya, aku mengerti ... Ini bukanlah sikapmu, jadilah diri sendiri dan keluar." Balas Qin Chen.


Saat Qin Chen mundur beberapa langkah, pintu bergerak dan terbuka. Qin Chen melihatnya, dia sangat malu sampai-sampai merah merona di wajahnya tidak dapat dihilangkan.


"Baguslah ... Malam ini kita akan bersantai, karena kita tidak akan tahu kapan lagi untuk bersantai bersama. Ditambah, Dunia Atas masihlah misteri bagi kita semua. Apa disana ada kedamaian? Atau hanya Dunia yang kacau."


"Hmm."


Qin Chen turun dan diikuti oleh Chu Qincheng di belakangnya. Setibanya di bawah, Chu Qincheng menatap tajam ke arah Zi Long karena mereka sekarang musuh.


Zi Long yang merasakan hal tersebut, di hanya diam dan membiarkannya. Mereka berdua duduk di depan api, sementara Zi Long berada di belakang Qin Chen tengah berdiri.


Hal tersebut membuat Qin Chen senang, karena masih dapat menikmati makanan modern di zaman kuno ini.


"Ngomong-ngomong ... Darimana marshmellow ini berada?" Tanya Chu Qincheng yang penasaran.


"Itu ... " Qin Chen bingung dengan pertanyaan tersebut. "Ah! Benar, marshmellow itu aku beli di Kota sebelum bertemu denganmu, disana mereka membuat marshmellow dan menjual bubuk teh dan susu domba dan menyimpannya di Cincin Ruang milikku."


"Tapi, bagaimana cara membuat marshmellow? Hmm ... Mencurigakan." Chu Qincheng menatap marshmellow tersebut dengan curiga.


"Dasar bodoh." Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Dunia ini adalah Dunia Tanpa Batas Fantasi, apa yang tidak ada akan ada, dan yang ada akan tiada. Sekalipun proses pembuatannya berbeda, namun rasanya tetap sama. Cobalah, ini produk lokal jangan di sia-siakan." Jelas Qin Chen sembari menyembunyikan kenyataannya.


"Begitu ... Jika begitu, aku akan mencobanya." Chu Qincheng menancapkan beberapa marshmellow di tusukan dan memanggangnya di depan tungku.


Dibawah api dan asapnya keluar melalui cerobong asap di atas api. Qin Chen hanya tersenyum senang dan matanya perlahan meredup bukan karena mengantuk melainkan, melihat masa lalu.

__ADS_1


'Tidak buruk mati sebelumnya ... Kehidupan sekarang lebih berarti dibandingkan kemarin lusa. Jika memungkinkan, aku harap setelah tugas ini selesai aku dapat menikmati hidup seperti ini.'


Qin Chen melihat kedepan dengan mata sipit, melihat Chu Qincheng dengan ria memanggang marshmellow.


'Chu Qincheng ... Siapa dia sebenarnya? Sifat iblisku benar-benar di tekan olehnya. Bahkan ingin marah saja tidak bisa, tidak seperti sebelumnya. Sekarang, aku cenderung tenang menanggapi sesuatu.'


Saat memikirkan hal tersebut, Qin Chen terjatuh kedalam imajinasi miliknya sendiri. Setelah itu, dia kembali sadar untuk melihat dirinya sekarang.


Kryukkk ...


Suara cacing yang berada di perutnya terdengar, Qin Chen kelaparan karena belum makan sebelumnya. Chu Qincheng langsung berdiri, dia mendengarnya dengan jelas bahwa Qin Chen kelaparan.


"Tuan Chen ... Tunggu sebentar, saya akan memasakkan anda makanan. Jadi, bertahanlah untuk beberapa menit kedepannya." Teriak Chu Qincheng.


Dia langsung begegas untuk masak di belakang, menggunakan bahan-bahan yang sudah di sediakan oleh Zi Long sebelumnya. Chu Qincheng menuangkan segala usahanya untuk membuat Qin Chen menikmati masakannya.


Sementara itu, Qin Chen memiringkan kepalanya dengan bingung, lalu menunjuk ke arah dapur. "Apa dia baru saja menjadi istri yang baik?" Tanya Qin Chen.


"Seperti yang anda lihat Yang Mulia. Nyonya Chu Qincheng mulai terbuka, walaupun ada sedikit yang mencurigakan." Balasnya.


Qin Chen menyentuh dagunya, melihat ke arah dapur. "Sudahlah ... Ini lebih baik dibandingkan aku yang memasak, hitung-hitung sebagai ucapan terimakasih. Tidak buruk, walaupun abadi abadi tidak membutuhkan makan dan istirahat, khusunya tubuh ini. Namun dalam beberapa faktor, aku masih membutuhkan makan." Jelas Qin Chen dan Zi Long mengangguk.


Alasannya sangat simpel, Qin Chen belum menerima baptisan atau kesengsaraan yang menandakan dia telah menjadi Abadi. Intinya, Qin Chen belum menerima kesengsaraan setelah melewati ranah Half Way Saint.


Sehingga Qin Chen masih dibilang makhluk fana, dan karena hal tersebut, Qin Chen perlu makan. Sekalipun sudah abadi, kebiasaan makan karena sifat alaminya dari Bumi.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2