Supreme King System

Supreme King System
Chapter 156 : Bunga yang mekar


__ADS_3

Didalam ruangan, Qin Chen membiarkannya duduk di pangkuannya sampai Chu Qincheng benar-benar tenang. Sampai waktunya tiba, Qin Chen mengobrol dengan Sistem di benaknya sambil mengusap kepalanya.


Chu Qincheng hanya diam melihat Bunga Kematian 7 Warna di depannya, dia tidak menduga bahwa Qin Chen benar-benar akan membahayakan dirinya untuk keinginannya.


'Terimakasih ... Suami, aku akan membalasnya malam ini.' Batinnya.


Tidak ada yang tahu rencana apa yang dibuat oleh Chu Qincheng, Qin Chen hanya bersikap layak seperti biasanya sampai Chu Qincheng berbicara.


"Suami ... Ikut aku, aku telah menyiapkan hadiah untukmu. Ini sangat spesial, jadi kamu harus ikut denganku." Chu Qincheng menarik tangannya mencoba untuk membawa Qin Chen ketempat yang dia telah siapkan.


Qin Chen terbawa olehnya, dimana Chu Qincheng membawa memutari seluruh Wilayah Tanah Kematian selama beberapa waktu berlalu sebelum waktu menunjukkan hari baru.


Setelah beberapa waktu berlalu, Qin Chen tengah duduk di aula istana sambil meneguk beberapa wine dengan kadar alkohol begitu tinggi diberikan oleh Chu Qincheng.


Sempat menolak, namun melihat ekspresi Chu Qincheng cemberut sehingga tidak tega dan meneguk alkohol tersebut.


"*Cekuk ... Sial! Umurku telah tidak dapat meneguk banyak alkohol lagi!" Qin Chen tengah keadaan mabuk berat setelah meneguk beberapa botol yang diberikan oleh Chu Qincheng.


Qin Chen terkapar di atas meja melihat dengan buram dimana Chu Qincheng tengah berada disampingnya menjilat bibirnya seolah mangsa yang selama ini dia tunggu berada di hadapannya.


"Fufufu~ Suami? Ayo sekali lagi, hari ini adalah hari baik bagimu." Chu Qincheng memberikan dorongan kepada Qin Chen, namun Qin Chen sudah tidak sanggup minum lagi diumurnya sekarang.


Seolah-olah minuman itu sudah dirancang oleh para ahli untuk membuatnya kehilangan banyak kesadaran.


Chu Qincheng hanya tersenyum tipis, matanya bercahaya merah jambu muda dengan sedikit senyuman menggoda. "Fufufu~ dia sudah tidur ... "


Chu Qincheng membantunya berdiri, dimana Qin Chen tengah mabuk berat. "Suami, aku akan mengantarmu ketempat tidur ya ... Kamu telah mabuk berat."


Qin Chen hanya samar-samar mendengarnya saat itu juga tidak sedikit menyadari kelalaian dia sekarang ini, karena dia telah terjerumus ke jerat Iblis Rubah Surgawi Sembilan Ekor.


Saat berada di kamar, ornamen dekorasi berubah 100% tanpa terkecuali. Kain berwarna merah terpasang dimana-mana, tepat ditengah-tengah ruangan tempat tidur yang luas telah di selimuti bunga mawar merah.

__ADS_1


Aroma wewangian tersebar di ruangan, Chu Qincheng membawanya mendekati tempat tidur. Pada saat itu juga, Chu Qincheng mendorongnya hingga terjatuh ke atas tumpukan bunga.


Mata Chu Qincheng langsung bersinar terang sesaat setelah itu, Sembilan Ekor muncul dan dengan telinganya sama halnya. "Fufufu~ suami ... Malam ini, kamu akan menjadi mainan Ratu ini."


Melangkah kedepannya, melepaskan pakaiannya termasuk cadar yang telah dia kenakan selama ini. Saat yang sama, Chu Qincheng melepaskan pakaian Qin Chen dan beberapa kali mengigit lehernya.


Sementara itu, Qin Chen yang hanya melihat dengan buram dapat mengkonfirmasi bahwa dia dalam dua keadaan. Buruk dan Baik.


Keadaan buruknya dia tengah mabuk berat sampai-sampai menggerakkan tubuhnya saja akan kesulitan. Sementara kabar baiknya, musim seminya berada di depan mata.


Setelah satu batang dupa berlalu, Chu Qincheng telah menghabiskan Qin Chen. Dimana ini saatnya Qin Chen terbangun setelah satu batang dupa berlalu, pada saat yang bersamaan mata Qin Chen terbuka.


Walaupun dalam kondisi kurang prima, Qin Chen dapat melihat bahwa kecantikan itu dapat menyebabkan banyak keruntuhan dimana-mana.


Tidak ada yang pantas mengatakan dirinya adalah cantik di Surga jika berhadapan dengan kecantikan di depan mata Qin Chen.


Dia tersenyum menggodanya hingga membuat Qin Chen langsung membalikkan posisinya di atasnya.


"Khufufufu~ Selamat pagi, suami? Apa kamu tidur nyenyak?" Chu Qincheng berbicara dengan polosnya melupakan sesuatu yang dia lakukan beberapa waktu lalu.


"Fufufu~ hari ini adalah hari kelahiranmu ... Jadi, aku memberikan hadiah spesial untuk malam ini. Ayo ... Aku sudah tidak tahan lagi melahap habis milikmu." Chu Qincheng dengan nada yang menggoda Qin Chen untuk melahapnya.


Qin Chen tersenyum tipis. "Kamu yang memintanya ... Jadi, jangan kabur sebelum hidangan pembuka selesai."


Chu Qincheng tersenyum pada saat itu juga, Qin Chen mengambil senyumannya. Mereka saling membagi kenikmatan duniawi satu sama lain di atas tempat tidur yang ditutupi oleh kain merah.


Sekalipun melihatnya dari luar, hanya ada dua bayangan hitam yang saling membagi kenikmatan. Qin Chen tidak akan kalah dalam pertarungannya, karena Chu Qincheng telah mengambil banyak kesempatan.


Setelah beberapa kali kesempatan, Qin Chen melihat wajah cantiknya terukir di dalam hatinya sekarang. "Istri kecil ... Ini mungkin akan sakit, apa kamu siap?"


"Hmm~"

__ADS_1


Pada saat itu juga, bunga mawar yang tertutup selama bertahun-tahun mekar. Chu Qincheng menahan rasa sakit saat perasaan aneh muncul di benaknya membuat imajinasinya menjadi liar.


Qin Chen memberikan ciuman untuk menghilangkan rasa sakitnya dan digantikan oleh kenikmatan yang membuat kedua pasangan menjalin hubungan mendalam.


Suara-suara memanjakan telinga tersebar di dalam ruangan, malam yang panjang memberikan waktu bagi mereka untuk menjalin hubungan lebih dalam.


Kesembilan Gunung Besar mulai menghembuskan angin yang menyapu dedaunan. Sembilan Puncak Sekte saling menaburkan bunga merah di seluruh langit dan Bumi.


Seluruh murid yang berada di luar melihat keajaiban ini, mereka mengira bahwa hari ini adalah hari spesial.


Tidak ada yang terluka hari ini, hanya ada dua pasangan berbagi rasa.


Tidak ada yang spesial hari ini, hanya ada hari ini dan esok.


Malam itu juga sebuah momentum aura berputar di atas Istana Raja Kudus hingga membentuk sebuah pusaran spiral yang menjulang tinggi ke langit.


Sementara di keempat sisi, Pilar Naga membentuk dinding besar memisahkan kedua Dimensi satu dengan Dimensi lainnya.


Tidak ada yang tahu bahwa sepasang kekasih yang saling bermadu menciptakan fenomena di langit-langit Benua Seribu Pedang.


Chu Qincheng terus menggerang dan waktu terus berputar tanpa henti. Qin Chen seperti binatang buas yang kelaparan, melahap setiap inci tubuhnya hingga meninggalkan bekas.


"Suami pelan-pelan~"


"Kukuku ... Kamulah yang memintanya, istri kecil ... "


Bulan berputar pada porosnya, dan matahari fajar mulai menunjukkan cahayanya yang menghangatkan seluruh kehidupan di Dunia ini.


Semalaman mereka menghabiskan waktu untuk berdua sehingga hanya mendapatkan sedikit waktu beristirahat, Qin Chen tidak dapat tidur dan membiarkan Chu Qincheng tidur di sampingnya sampai dia bangun.


Tidak peduli siapa dia yang menghalangi hubungan mereka kedepannya. Karena Chu Qincheng telah menjadi miliknya, Qin Chen tidak akan membiarkan satu orangpun dapat memilikinya selain dirinya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2