
Wilayah Penguasa Kota
Saat berada di sana, seluruh prajurit kota menutupi gerbang masuk kedalam kediaman dengan tombak dan pedang mereka yang menghenuskan ke arah Qin Chen dan mereka berdua di belakangnya.
Qin Chen menghela nafasnya, lalu sedikit mengangkat kakinya ke udara dan menginjak bumi dengan sedikit kekuatannya.
Duarr!
Tiba-tiba ledakan besar membumihanguskan mereka beserta menghancurkan gerbang dan setengah kediaman di hadapannya menjadi lubang besar.
Seluruh orang-orang di sekitarnya perlahan menyembunyikan senjata mereka, melihat kekuatan Qin Chen dengan satu hentakkan kakinya telah membunuh ribuan prajurit tangguh.
Menghadapi seekor monster, monster lebih baik menundukkan kepalanya dibandingkan memberontak dan berakhir kematian yang tidak diinginkan.
Qin Chen melangkah masuk kedalam wilayah yang dimana Penguasa Kota berada di depan pintunya membawa senjata di tangannya, reaksinya dan ekspresinya membuat Qin Chen tertawa kecil.
"Kekekeke ... Apa kau berencana balas dendam? Kemarilah, dan lawan aku, rendahan!" Dengan kata terakhir membawa kebencian dan kemarahan.
"Keparat!" Penguasa melesat dengan kecepatan luar biasa, Qin Chen tersenyum dan menahan serangannya dengan kakinya.
Bang!
Hempasan angin membuat Meilin terseret beberapa meter dari tempat dia berdiri sebelumnya. Melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Qin Chen mengimbangi penguasa kota.
"Kekek ... Hanya segini?" Kata Qin Chen yang menarik tangannya dan mendorongnya memberikan pukulan di wajah.
Bugh!
"Kuegkkk!" Terlempar jauh kebelakang hingga menghantam anak tangga kediaman, seteguk darah keluar dari mulutnya sembari mengigit bibirnya dengan kesal.
"Dimana Leluhur yang kau sanjung itu? Jika dia tidak keluar, maka aku akan melenyapkan seluruh wilayah ini!" Tanya Qin Chen dengan ancaman yang nyata.
Pada saat itu, aura miliknya muncul menyelimuti dirinya begitu intens dan padat oleh kegelapan abadi tak berbentuk dan misterius.
Bahkan orang-orang merasakan ketakutan saat melihatnya, dan perlahan domain Qin Chen meningkat hingga ranah Immortal King. Disengaja menurunkannya, karena mencoba melawan musuh yang sama-sama Immortal King.
__ADS_1
Saat itu juga, Meilin terdiam melihat kekuatan Qin Chen yang diluar pemikirannya. Tiba-tiba, ledakan di udara menampakkan sosok yang berada dibelakang penguasa kota.
"Leluhur, tolong selamatkan keluarga ini." Ucpa penguasa kota sambil berlutut dihadapan leluhur.
"Bocah, kau telah keterlaluan! Membunuh keturunan leluhur ini dan menyerang wilayahku, seharusnya kau menyadari tindakanmu!" Ancamnya dengan intimidasi.
Tiba-tiba Qin Chen muncul dihadapannya, dan membuat dia tercekik oleh kekuatan besar. Wujudnya bukan lagi seperti manusia, melainkan gumpalan gas yang padat dengan kegelapan abadi tak berbentuk.
Sementara matanya, begitu merah darah yang bersinar menyerupai bintang. Tajam dan dingin, ini adalah manifestasi Iblis Tiran dengan seribu kejahatan yang terpendam dalam dirinya.
"Seharusnya itu adalah pertanyaanku! Sikapnya begitu lancang hingga Dewa ini mentoleransi dengan membunuhnya, namun penguasa kota tidak terima. Lalu? Apa yang ingin kau lakukan? Melawanku?" Ucapnya dengan mengembalikan intimidasi.
Tangannya bergerak memutarkan telapak tangannya dan mengenggamnya, dan tiba-tiba seluruh kediaman hancur berkeping-keping membentuk lubang besar lagi dan lagi di bawah sana.
"Selanjutnya." Qin Chen meliriknya dan seketika tubuhnya tidak bergerak, bahkan mulutnya tidak dapat berkutik sedikitpun.
Tangan Qin Chen menjulang ke langit seperti pedang, dan pada saat dia mengayunkannya untuk membelah tubuhnya, sebuah kilatan besar membelah langit.
Swoosh! Duarr!
Gempa bumi yang dahsyat menyebabkan banyak bangunan yang rubuh, orang-orang ketakutan melihat Qin Chen. Tubuh leluhur hancur dengan mengerikan, dibunuh oleh kejam oleh Qin Chen.
Tanpa perasaan di hadapan semua orang dibelakangnya, Qin Chen menginjak kepalanya hingga hancur berkeping-keping menjadi bubur daging yang berceceran.
Mereka semua menahan mutah melihat kekejaman Qin Chen, Meilin sedikit gemetar melihatnya, dan tiba-tiba Qin Chen bersuara disana.
"Penguasa kota telah mati, sekarang! Kota Besar ini berada didalam kekuasaanku! Siapapun yang tidak terima, kemarilah dan hadapi aku secara pribadi!"
Suaranya menggema di langit hingga ke penjuru wilayah, Chu Qincheng yang berada didalam kamar tengah baring sambil menikmati cemilan mendengar suara Qin Chen.
Dia hanya tersenyum, bagaimanapun Qin Chen adalah suaminya.
Saat suaranya menghilang, seluruh senjata ditangan mereka jatuh dan memberikan suara berisik. Berlutut dengan ketakutan saat aura Qin Chen seorang Immortal King terasa di Kota Besar.
Setelah itu, Qin Chen kembali ke wujud manusianya, dan melangkah masuk kedalam ruangan membawa Meilin kedalam untuk membahas sesuatu.
__ADS_1
Didalam ruangan, Qin Chen duduk dengan menompang kepalanya dengan tangannya. Meilin disampingnya tengah mengusap buah-buahan yang di makan oleh Qin Chen.
"Meilin, sebarkan berita tentang kematian penguasa kota. Sebelum itu, tangkap semua orang-orang di kediaman penguasa kota untuk di interograsi."
"Baik Tuan."
Meilin pergi setelah mengupas buah-buahan untuk Qin Chen, dia melakukan tugasnya bersamaan pria sebelumnya yang dia percaya dari dulu.
Sementara itu, Qin Chen menghubungi Chu Qincheng bahwa dia telah selesai dan akan kembali secepat mungkin, dimana Chu Qincheng mengangguk dan dia ingin menyusul Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen, dia sedari tadi merasakan aura jahat di kediaman ini. Sebagai penjahat dunia, Qin Chen dapat merasakan kejahatan itu sangat tebal di sekitarnya.
Bahkan aliran hitam menyerupai sungai mengalir ke suatu tempat yang berada di balik lemari dihadapannya. Qin Chen penasaran, namun menunggu Chu Qincheng datang dan mengeceknya.
Setelah beberapa menit berlalu, Chu Qincheng tiba disana dengan kecantikannya. Qin Chen terpesona beberapa saat karena dia seperti iblis penggoda, Chu Qincheng menghampirinya dan bersuara.
"Suami? Apa kamu terpesona dengan kecantikan ini? Hehehe, apa kamu tidak sanggup kehilanganku, atau kamu benar-benar menginginkannya."
"Kamu ini ... Berapa banyak energi yang aku habiskan untukmu semalaman, bukan sudah wajar bagiku menginginkanmu setelah membantumu menerobos." Balas Qin Chen.
"Baik-baik, aku hanya menggoda tadi ... Ngomong-ngomong, kenapa begitu pada kekuatan jahat disini? Apa kediaman ini melakukan kejahatan yang keji?" Tanya Chu Qincheng.
"Apa kamu merasakannya juga?"
"Benar, dan itu mengalir masuk kedalam lemari itu, apa kamu tidak penasaran. Ayo kita lihat, aku ingin melihat kejahatan apa yang disembunyikan oleh kediaman ini."
Qin Chen juga penasaran, karena dia akan mengunjungi ruangan itu setelah Chu Qincheng tiba di tempatnya. Sekarang, dia telah tiba dan dapat mencari tahu apa yang sebenarnya disembunyikan di balik lemari itu.
Chu Qincheng mengambil alih perjalanan, dia memimpin melihat lemari yang tampak biasa-biasa saja namun mengandung kejahatan yang tebal.
"Lemari ini? Kenapa begitu aneh, coba aku buka." Chu Qincheng membukanya dan hanya melihat barang-barang biasa untuk sebuah hiasan rumah.
Saat Qin Chen memperhatikan dengan jelas, dia mendorong sebuah guci kebelakang dan tiba-tiba ruangan bergetar, lalu perlahan lemari itu terbelah menjadi dua dan menunjukkan lorong bawah tanah.
Qin Chen dan Chu Qincheng saling memandang dengan bingung. "Lorong?"
__ADS_1
...
*Bersambung ...