Supreme King System

Supreme King System
Chapter 208 : Kedatangan makhluk suci


__ADS_3

30 Menit Kemudian


Setelah setengah jam berlalu, ia berhenti karena Qin Chen sudah membaik dibandingkan sebelumnya. Punggungnya terasa lebih segar dan hidup dibandingkan sebelumnya, bahkan energi miliknya stabil.


Chu Qincheng berdiri disampingnya sambil menyeder melihat apa yang Qin Chen kerjakan sekarang.


"Suami, apa kamu sudah selesai sekarang? Apa kamu membutuhkan sesuatu? Katakan padaku, aku akan memberikannya padamu kalau kamu membutuhkannya."


"Tidak perlu, aku telah mendapatkannya semuanya." Ia menarik Chu Qincheng ke atas pangkuannya sambil melihat gulungan yang misterius di tangannya.


"Humph! Pasti selalu seperti ini, kamu memang benar-benar nakal ya pada wanita. Untungnya aku ini istri kontrak yang baik, pengertian, dan murah senyum."


"Bukankah ini romantis?"


"Tidak, ini sama sekali tidak romantis. Aku tidak merasakan deg-degan dengan ini, kalau romantis, aku akan merasakan detak jantung yang hampir lepas."


"Begitu rupanya." Qin Chen mendekati wajahnya yang hendak mengambil tindakan pemberani, dan tiba-tiba pintu ruangan terbuka.


"Ayah, ibu?"


Seketika Qin Chen menarik keberaniannya, dan Chu Qincheng kembali berdiri disamping Qin Chen lalu melangkah mendekatinya. "Qiyuan'er, ada apa? Kenapa kamu mencari ayah dan ibu? Apa ada sesuatu?"


"Hmmm ... Qiyuan'er mengalami hambatan dalam penyerapan, karena itu mencari ibu untuk mengajari Qiyuan'er." Katanya dengan begitu manis.


"Begitu rupanya, ibu tidak ada tugas hari ini jadi bisa membantu Qiyuan'er, dan ayah juga tidak memiliki tugas jadi ayah dan ibu dapat mengajari Qiyuan'er."


"Benarkah, ayah dan ibu akan mengajari Qiyuan'er."


"Benar."


Qiyuan'er duduk dan mendengarkan pelajaran yang diberikan oleh Chu Qincheng dan Qin Chen disana. Ini pelajaran penting bagi manusia biasa, karena ini adalah pengetahuan umum yang mereka ketahui dan butuhkan dalam sosial.


Setelah beberapa jam berlalu, Qiyuan'er memahami dasar-dasarnya dan sekarang menyerap energi langit dan bumi dengan Vena Ilahi miliknya sebagai ras elves.


***


Setelah menyelesaikan semuanya, Qiyuan'er mendapat penerobosan yang besar. Bahkan ia melewati ranah Saint dalam satu tarikan nafasnya, ini merupakan peningkatan yang begitu signifikan dan mengerikan.

__ADS_1


"Putri pintar, kamu sekarang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Sekarang kamu sudah bisa terbang sendiri saat bermain di luar sana. Sebagai hadiah, ayah akan memberikan sesuatu."


Mata Qiyuan'er bersinar, ia membuat Qin Chen tertawa terbahak-bahak. Sementara itu, Qin Chen mencari hadiah di dalam toko sistem yang begitu banyak dan ia menemukan banyak hadiah yang bagus.


[Angel Wing's.]


[Holy Ring.]


[Teddy Bear.]


Setelah menghabiskan ratusan juta Poin Sistem, Qin Chen meminta Qiyuan'er untuk menutup matanya. Pada saat itu, Qin Chen memasangkan Angel Wing's di belakangnya, dan Holy Ring di atas kepalanya dan di belakang sayapnya.


Sementara Teddy Bear ia meminta Qiyuan'er untuk memegangnya. Saat ia membuka matanya, ia melihat boneka beruang dan dibelakangnya di ada sayap malaikat yang begitu cantik.


"Ayah ... Ini ... " Ia tidak dapat berkata-kata lagi, ini ada hadiah pertamanya di keluarga ini. Ia langsung memeluk Qin Chen dengan erat sambil menangis bahagia. "Terimakasih banyak ... "


"Sama-sama, kamu putri yang manis dan baik. Jadi hadiah ini untukmu, kamu dapat berbicara pada ayah ataupun ibu kapanpun itu, dan meminta apapun yang kamu butuhkan."


"Hmm."


Chu Qincheng juga tidak lupa memberikan hadiah miliknya, ini membuat Qiyuan'er bahagia mendapatkan banyak hadiah dari ayah dan ibunya. Ia mendapatkan banyak hadiah dan menyimpannya kedalam cincin ruang yang diberikan oleh Chu Qincheng.


"Benarkah ayah, ayah janji."


"Tentu."


Setelah Qiyuan'er pergi, didalam ruangan tersisa hanya mereka berdua. "Suami, kamu benar-benar begitu manja hari ini, baiklah. Aku akan membuatmu nyaman untuk hari ini karena kamu sudah bekerja keras."


"Setidaknya aku tidak serahkan, aku hanya memiliki satu wanita."


Chu Qincheng melayani Qin Chen yang tengah bekerja di tempat kerjanya. Ia mengipasinya, mengupas buah-buahannya, dan melakukan segalanya untuk membantu Qin Chen yang mempelajari banyak pengetahuan.


Tiba-tiba pintu terbuka dan Jendral masuk kedalam memberikan hormat kepada Qin Chen. "Memberi hormat kepada Raja, semoga panjang umur."


"Ada apa Jendral."


"Beberapa orang dari tanah suci ingin berbicara dengan Raja."

__ADS_1


"Orang suci? Bukankah mereka adalah makhluk superior dari dunia lain? Kenapa mereka ingin berbicara denganku, mencurigakan." Gumma Qin Chen yang melihat kesamping dari jendela dapat melihat bentuk mereka.


"Suami, aku yakin mereka datang mencoba mengambil kekuasaan ini dengan klaim wilayah suci." Chu Qincheng menyahut Qin Chen yang tengah mengamati orang suci.


"Seperti yang kamu katakan istri kecil, wilayah roh ini dulunya kekuasaan makhluk suci. Setelah perang besar, wilayah suci pecah dan daratan roh jatuh ke benua ini."


Semua itu tercatat didalam catatan kuno roh yang ditinggalkan oleh Raja Roh Kuartet sebelumnya. Untungnya Qin Chen membacanya, jika tidak, ia tidak tahu apapun tentang semua ini.


"Biarkan mereka masuk kedalam, aku ingin melihat sikap mereka dan tindakan mereka semua. Jika sesuai dengan perkiraanku, mereka akan bersikap angkuh disini seolah-olah aku sangat lemah!"


"Raja, apa perintah anda."


"Siapkan pasukan di sekitar istana, dan berikan sambutan yang sangat baik." Kata baik di bibir Qin Chen adalah penyambutan yang tidak seharusnya, karena mereka semua bukanlah ancaman bagi Qin Chen.


Jenderal mengangguk. "Baik Raja, saya permisi terlebih dahulu."


Setelah mendapatkan perintah dari Qin Chen, Jendral keluar dari ruangan meninggalkan Qin Chen dan Chu Qincheng yang sekarang berdiri disamping Jendela mengamati orang-orang itu dibawah sana.


"Sepertinya ada sesuatu yang menarik akan terjadi, suami."


"Ya, sepertinya."


Senyuman mereka begitu misterius dan mereka melangkah ke ruangan pertemuan yang berada di puncak gunung satunya. Karena tata letak Istana tersebut tidak pasti, bisa dikatakan tidak ada tata letak.


Didalam ruangan itu, Chu Qincheng duduk disamping Qin Chen sambil mengupas buah apel di tangannya menggunakan pisau kecil biasanya.


Diatas meja terdapat secangkir wine yang Qin Chen minta dari Chu Qincheng, mereka berdua begitu tenang meski ada tamu dari orang suci yang entah dari mana berasalnya.


Saat pintu ruangan terbuka, mereka mengertak kesal melihat penyambutan yang begitu buruk diluar sana. "Tch! Apa kau tidak memiliki sopan satu pada kami! Makhluk rendah!"


"Ho? Rendah? Panggilan itu lebih pantas disebutkan kepada orang-orang seperti kalian ini. Gendut dan buruk rupa." Balas Qin Chen.


"Keparat! Apa kau tidak memiliki sopan satun kepada kami! Kau hanya mahkluk rendahan dari kalangan bawah, beraninya kau menghina kami!"


"Banyak mulut seperti monster bodoh, duduklah dan kita selesaikan masalah ini secara baik-baik." Kepalanya sedikit miring dengan mata merah darah darahnya bercahaya bersamaan dengan gas merah dan hitam menyelimuti dirinya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2