
Didalam ruangan, Qin Chen yang kebingungan memiringkan kepalanya melihat ke arah Chu Qincheng. Qin Chen lalu mencoba mengingat apa yang sebelumnya dia katakan kepada Chu Qincheng.
Setelah beberapa saat, Qin Chen masih tidak mengingatnya atupun pura-pura tidak mengingatnya. "Sepertinya aku tidak pernah berbicara seperti itu sebelumnya. Terakhir kali aku hanya bergumam tentang adegan yang menegangkan."
"Tidak! Kamu jelas mengatakannya, aku tidak mungkin salah dengar. Zi Long sama halnya, dia tidak mungkin salah mendengar perkataan Tuan-nya." Balas Chu Qincheng yang marah seakan-akan dia ingin Qin Chen menjadi Pasangan Dao-nya.
"Apa benar Zi Long? Apa aku mengatakan tentang Pasangan Dao sebelumnya kepada Qincheng." Tanya Qin Chen meliriknya dengan tajam.
Zi Long mengangguk. "Seperti yang anda katakan Yang Mulia. Anda meminta Nyonya Qingchen untuk menjadi Pasangan Dao anda."
"Eh?" Qin Chen terkejut lagi, karena dia tidak menyadarinya.
"Kenapa eh?!" Chu Qincheng melihat Qin Chen dengan cemberut merah merona di kedua pipinya yang menyerupai bakpao.
Qin Chen menutup wajahnya. "Kamu mungkin salah dengar, kembalilah duduk, aku mungkin kelelahan sehingga berbicara omong kosong tanpa sadar." Balas Qin Chen.
Mendengar jawaban Qin Chen, Chu Qincheng cemberut. Karena jawaban Qin Chen tidak sesuai dengan ekspresi wajahnya sebelumnya.
Dengan cemberut, Chu Qincheng kembali ketempat duduknya karena di usir oleh Qin Chen. Sementara itu, Qin Chen menyenderkan tubuhnya sembari melihat informasi tentang Gerbang Ruang dan Waktu.
'Haish! Sepertinya aku harus menjaga tidurku, kenapa bisa ngelantur saat-saat seperti ini.' Pikir Qin Chen.
Sembari menunggu tiba di Benua Iblis, Qin Chen memastikan tentang Kesengsaraan miliknya. Karena dia ingin mengambilnya, sebelum naik ke Dunia Atas.
'Ngomong-ngomong ... Aku ingin mendapatkan kesengsaraan. Dengan begitu, kekuatan asliku tidak tertahan dan dapat digunakan sepenuhnya.'
Memikirkan hal tersebut, Qin Chen langsung berdiri melangkah mendekati jendela Profound Ark.
Melihat keluar sana, ada Badai Petir dan Angin begitu mengerikan. Ombak besar, dan lain sebagainya mengamuk memecahkan kekosongan langit dengan ganas.
__ADS_1
Bahkan jika itu setengah langkah saint, mereka akan mati sebelum naik ke Dunia atas. Tanpa ada Harta bawaan, mereka akan mati di tengah-tengah badai.
Qin Chen, sedikit melirik ke arah Chu Qincheng." Qincheng, apa kamu bisa berhenti di dalam Badai itu untuk beberapa saat saja?" Tanya Qin Chen yang serius.
Chu Qincheng tersenyum licik, dia lalu berbicara. "Ehm ... Tapi, sebelum itu Tuan Chen harus janji kepadaku untuk mengatakan sejujurnya setelah itu." Chu Qincheng benar-benar ingin mendengar dari Qin Chen sejujurnya.
"Baiklah ... Kamu menang kali ini, setelah selesai aku akan mengatakan yang sebenarnya." Balas Qin Chen.
"Bagus, kalau boleh tahu ... Apa yang ingin Tuan Chen lakukan di sana?" Tanya Chu Qincheng.
"Tidak ada, aku hanya ingin menerima Kesengsaraan yang aku tahan selama ini. Dengan begitu, kekuatanku dapat digunakan sepenuhnya. Karena sebelumnya, aku belum menerima Kesengsaraan ranah besar sehingga aku hanya dapat menggunakan samar-samar kekuatan asliku." Jelas Qin Chen.
"Kesengsaraan? Jadi begitu, baiklah aku akan berhenti disana sampai Tuan Chen selesai menerima Kesengsaraan. Tenang saja, Profound Ark ini di lengkapi pelindung mutahir yang mampu menahan badai angin ribut." Balas Chu Qincheng dengan bangga.
Qin Chen tersenyum puas, Profound Ark milik Chu Qincheng melesat semakin cepat menembus badai. Saat memasuki Wilayah yang kacau, di sekitarnya badai memecah Sungai.
Tsunami di sungai begitu besar menghantam Profound Ark, angin berhembus menghambat pergerakan Profound Ark.
Tangannya bergerak ingin menggapainya namun Qin Chen telah melesat pergi dari Profound Ark. Chu Qincheng, tidak dapat menghentikan Qin Chen yang menuju pusat badai yang terjadi di Sungai Shìsú jìnghuà.
Di antara badai yang menerkam tubuh Qin Chen, Qin Chen bertahan di balik pakaiannya. Membuka inventori miliknya, Qin Chen mencari Armor sebelumnya.
Saat menemukannya, Qin Chen lalu menyentuhnya dan dalam sekejap mata ledakan cahaya membutakan Wilayah tersebut dengan cahaya yang terang.
Qin Chen merasakan perlindungan yang kuat menyelimuti dirinya. Saat cahaya tersebut redup, Qin Chen melihat sekujur tubuhnya yang telah di selimuti cahaya biru cerah seperti langit yang membentang luas.
Dengan menghirup udara, Kesengsaraan terbuka di langit.
Saat Kesengsaraan terbuka, seluruh Dunia bergetar hebat dengan gemuruh guntur-guntur semakin keras memecahkan kekosongan langit.
__ADS_1
Gunung dan Sungai meluap-luap lalu meledak-ledak di Dunia.
Pada saat yang bersamaan, kehidupan di Dunia menjadi kacau. Monster, Iblis, Hewan Buas, Manusia, Abadi Abadi dan lain sebagainya. Seluruhnya menjadi panik dalam ketakutan, jatuh kedalam ketakutan tak terbatas.
Jiwa mereka bergetar hebat!
"Kesengsaraan ini akan lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya. Seluruh Dunia akan jatuh kedalam Kekacauan, peningkatan Aura Langit dan Bumi akan terjadi di Dunia. Hukum dan Aturan Dunia Rendah akan dalam kekacauan." Gumamnya.
Sementara di Profound Ark, kedua orang itu melihat dari jendela Profound Ark. Melihat ke arah Qin Chen, di mana Qin Chen tengah berdiri dengan Armor di tubuhnya.
"Siapa Yang Mulia sebenarnya? Bahkan, saat beliau bergerak, Hukum dan Aturan Dunia mulai kacau, Langit dan Bumi bergetar hebat. Jiwa Mahkluk Hidup merasakan ketakutan, termasuk saya sendiri." Tanpa sadar, Zi Long berbicara disana sembari melihat Qin Chen dengan ketakutan.
Chu Qincheng sama halnya, dia merasakan ketakutan yang belum pernah dia dapatkan dari seseorang. Sekarang, di hadapannya ada Qin Chen, pria baik dengan identitas misterius telah menakutinya.
"Tidak ... Bukan hanya Hukum dan Aturan Dunia sedang kacau. Sebab dan Akibat ikut kacau, seolah-olah dialah Aturan itu sendiri. Mengatur Dunia, Hukum dan Prinsipnya dibawah kendali secara keseluruhan." Chu Qincheng berbicara setelah diam beberapa menit sebelumnya.
Zi Long mengangguk percaya, karena sekarang kenyataan itu dapat terlihat jelas. Dimana Qin Chen berdiri menciptakan kekacauan di Dunia dalam sekejap mata.
Sedangkan Qin Chen yang berdiri di atas sana melihat kesegala arah. Ada banyak mata-mata yang hebat di antara langit-langit, abadi-abadi berpencar memperhatikan Qin Chen.
Kenaikannya kali ini tidak hanya mengundang bencana, melainkan para Abadi Abadi Dunia atas.
Keheningan mutlak terjadi di Dunia, tanpa suara sedikit tak terdengar di gendang telinga mereka. Seakan-akan Indra Pendengaran mereka menghilang.
Surga dan Neraka mendapatkan perasaan buruk tentang hal ini, perasaan tentang penghakiman mereka akan segera dimulai setelah ini.
Qin Chen berdiam diri mengamati sekitarnya, Surga dan Neraka telah menerima pengadilan pertama mereka.
...
__ADS_1
*Bersambung ...