
Riak-riak pedagang dimana-mana, di sekitar Qin Chen cukup ramai karena mereka berjualan untuk kebutuhan hidup sehari-hari maupun sebulan.
"Keparat!" Suara yang terdengar berteriak di samping telinga Qin Chen, saat menoleh kesamping, Qin Chen melihat Pemuda arogan tengah menendang seorang wanita kisaran usia 33 tahun, mungkin.
"Apa yang kau lakukan pada pakaian mahal milikku! Dasar rendahan, dengan uang yang kau miliki tidak akan dapat menebus harga pakaian milikku!" Pemuda itu bersikap arogan dengan meneriaki wanita di depannya sembari menginjak punggungnya.
"Ma- Maafkan saya Tuan Muda ... Sa- Saya tidak sengaja menumpahkan air susu untuk anak saya." Dengan insak tangis menahan rasa sakit yang dirasakannya, tidak hanya itu, dia melindungi anaknya yang masih kecil dibawah pelukannya.
Pemuda itu melihat dengan tajam, gertakan amarahnya meluap-luap. "Persetan dengan anak yang kau miliki! Kau harus bertanggung jawab!" Pemuda itu menarik pedangnya lalu menghenuskan pedang ke arah wanita itu dengan anak kecil di dalam pelukannya.
Qin Chen melangkah menyebabkan Ruang dan Waktu di sekitarnya berhenti sesaat, dalam jangka waktu tertentu Qin Chen tiba di sana setelah waktu berjalan seperti sediakala.
Swushh!
Ujung pedang terhenti di ujung sepatu milik Qin Chen.
Semua orang disekitarnya terkejut melihat Qin Chen datang secara tiba-tiba. Berbisik-bisik membicarakan Qin Chen, pemuda itu menatap tajam penuh amarah kepada Qin Chen.
"Bukankah dia telah meminta maaf? Kenapa kau begitu arogan?" Tanya Qin Chen kepadanya dengan nada dingin.
"Siapa kau?! Berani menghalangi seranganku, apa kau tidak tahu siapa aku?" Balasnya dengan sombong kepada Qin Chen.
"Siapa kau? Persetan dengan siapa kau! Aku tidak bertanya. Sekarang, apa kau tau aku?" Balas Qin Chen dengan matanya sedikit kesamping memandang dengan dingin.
Pemuda itu langsung mengertak giginya, dia tidak pernah mendapatkan penghinaan seperti sekarang. "Sombong!" Dengan suara keras, pemuda itu menarik pedangnya sembari memberikan serangan lain.
Wanita itu berteriak. "Awas ... "
Qin Chen sedikit bersuara. "Berlutut!" Ucapnya dengan dingin.
Pemuda itu tersungkur kebawah membuat lubang besar di tanah, orang-orang yang dibawa oleh pemuda itu ikut terjatuh kebawah tanpa sebab yang membuat mereka terjatuh.
Qin Chen sedikit melangkah, menggunakan ujung sepatunya untuk mengangkat kepala pemuda itu dari dagunya. "Lihat kemari, bocah."
Cuih!
Dengan sombongnya, pemuda itu memuntahkan darah kotornya di atas sepatu Qin Chen, Qin Chen menyeringai. "Ah! Kau membuat kotor sepatu mahalku, bagaimana caramu menggantikannya?"
__ADS_1
Saat suara itu terlontar, Qin Chen mengangkatnya naik ke atas dengan kakinya. Qin Chen lalu menendang pusaran perut dengan keras.
Bugh!
Terhempas kebelakang menghantam dinding, seteguk darahnya keluar dari mulutnya. Dantian miliknya hancur, Qi dalam tubuhnya tidak terkendali lalu mengamuk menghancurkan organ-organ dalamnya.
Pemandangan ini di saksikan langsung oleh mereka, tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka. Mata mereka hampir keluar dari kerangka kepala.
Qin Chen mengibaskan kakinya, darah di sepatunya menghilang. Qin Chen lalu membantu wanita sebelumnya untuk berdiri kembali.
"Ayo berdiri ... " Qin Chen membantunya berdiri, anak di dalam gendongannya menangis karena air minumnya tumpah. "Kenapa wanita seperti anda berada di Ibukota? Kemana suami anda?" Tanya Qin Chen.
Wanita itu hanya diam, dan Qin Chen menyadari sesuatu. "Begitu ... Sudah berapa lama?"
"Satu tahun." Balasnya dengan suara kecil.
Qin Chen melihat kanan dan kiri, sepanjang pengelihatan tidak ada tempat yang menjual susu segar di ibukota. Kemungkinan besar, mereka tutup karena Badai Besar yang sebelumnya terjadi.
Qin Chen melihat ke arah Toko Sistem, mencari bahan-bahan kehidupan sehari-hari. Sepanjang pencarian, Sistem tidak menjual bahan-bahan tersebut dan Sistem tidak menjual hal tersebut di Toko.
"Sama-sama ... Lalu, kemana Anda akan pergi sekarang? Apa mencari minum untuk anak anda?" Tanya Qin Chen.
"Itu ... Saya akan mencari tempat untuk berteduh saat hujan, dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak saya." Jelasnya sambil menenangkan anaknya.
Qin Chen sedikit melirik kesamping, pemuda sebelumnya berlumuran darah di mulutnya. Pemuda itu tidak dapat berdiri lagi setelah menerima tendangan Qin Chen.
"Apa anda bisa memasak? Jika bisa, saya membutuhkan pelayan untuk memasak makanan di dapur untuk murid-muridku." Jelas Qin Chen.
Wanita itu mengangkat kepalanya, melihat Qin Chen sedikit lebih tinggi dibandingkan dirinya. "Saya biasa memasak, selama dapat memenuhi kebutuhan anak saya, saya aka bekerja keras."
"Baguslah ... " Qin Chen menutup matanya, dia lalu menghubungi Zi Long untuk menjemput wanita di Ibukota.
'Tidak buruk, dia dapat memasak di dapur Sekte untuk makan murid-murid. Soal gajinya, itu dapat di atur karena itu tidaklah seberapa.' Batin Qin Chen.
Qin Chen mendapatkan orang berguna, dengan dia memasak di dapur Sekte, ini akan membuat murid-murid tidak kerepotan masak sendiri. Sepanjang perkembangan Sekte, Qin Chen akan merekrut karyawan baru untuk membuat kebutuhan Sekte.
Tidak lama setelah itu, Zi Long tiba di ibukota dimana sekarang berada di langit-langit dan turun kebawah mendekati Qin Chen.
__ADS_1
"Yang Mulia ... " Ucapnya memberikan hormat kepada Qin Chen.
"Ya ... Antara dia ke Sekte ... Dia akan bekerja mulai sekarang di Sekte. Lalu katakan pada istri kecil, bantu aku menyiapkan bahan-bahan di dapur Sekte, aku sedikit sibuk di Ibukota." Jelas Qin Chen.
"Baik Yang Mulia." Zi Long membalasnya, dia lalu melihat ke arah wanita tersebut. Mengajaknya menuju Sekte meninggalkan Qin Chen disana.
Banyak orang-orang yang berbisik tentang Qin Chen sekarang, namun Qin Chen mengabaikan mereka lalu mendekati pemuda sebelumnya yang berlumuran darah.
"Nikmatilah waktumu di tempat tidur, selamanya." Ucap Qin Chen dengan sedikit mencemooh.
Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen pergi meninggalkannya. Berjalan di Kota yang hancur, Qin Chen mengamati sekitarnya karena membutuhkan sesuatu untuk meningkatkan kekuatan miliknya.
Saat memikirkannya, Qin Chen berhenti di depan Guild yang masih bertahan walaupun setengah hancur akibat Qin Chen sebelumnya.
'Ah! Kenapa tidak kepikiran.' Qin Chen melangkah masuk kedalam Guild.
***
Didalam Guild, ada beberapa petualang yang melihat ke arahnya. Qin Chen mendekati wanita sebelumnya, dia langsung menyambut dengan ramah.
"Ah! Tuan Chen ... Anda datang kembali? Apa yang bisa saya bantu? Apa anda ingin bertemu dengan Kepala Guild?" Tanyanya dengan ramah.
"Benar ... Dimana Kepala Guild Hao? Ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengannya, sekarang."
"Baik ... Tunggu sebentar Tuan Chen, saya akan menyampaikan kepada Kepala Guild atas kedatangan anda."
Qin Chen mengangguk, dia lalu duduk di kursi menunggu Kepala Guild. Setelah beberapa menit berlalu, Kepala Guild turun kebawah menyambut Qin Chen.
"Selamat datang kembali Tuan Chen ... Apa ada yang bisa saya bantu?" Ucapnya dengan ramah kepada Qin Chen.
"Ya, bagaimana kita berbicara?'
"Tentu ... "
...
*Bersambung ...
__ADS_1