
Setelah berpisah dengan rombongan kaisar iblis, Qin Chen dan Chu Qincheng kembali ke kediaman untuk melihat harta apa yang mereka dapatkan selama di tanah iblis surgawi. Qin Chen tidak mendapatkan apapun selain Exp dan Poin Sistem yang tak terbatas sebelumnya, bagaimana tidak karena Poin Sistemnya terus meningkat sampai Qin Chen tidak tahu seberapa banyak itu.
Didalam ruangan yang sunyi hanya ada kehangatan di hadapannya, Qin Chen dan Chu Qincheng duduk di depan terungku api, dimana Qin Chen sendirian duduk di lantai samping bangku.
Sementara Chu Qincheng berada di kursi tengah membelai rambut gadis kecil disampingnya. Ia seperti seorang ibu tengah menemani putrinya sendiri.
"Bagaimana dengan anak ini suami? Apa kamu akan merawatnya, karena dia masih berusia 7 tahun sekarang ini. Kasihan jika dia berada di kota ini sendirian, ditambah dia adalah keturunan elves." Kata Chu Qincheng sambil membelai rambut gadis kecil itu.
Qin Chen meliriknya, ia menghela nafasnya karena bingung. "Apa kamu mau merawatnya? Jika iya, aku akan mengangkatnya sebagai anak angkat kita. Dengan keuangan kita sekarang, dia akan berkembang cepat dibandingkan gadis pada umumnya. Namun, bahaya yang kita hadapi akan terus bertambah, apa kamu bersedia?"
"Ya!" Chu Qincheng tidak sedikitpun ragu mengambil tindakan ini, ini membuat Qin Chen terdiam beberapa saat.
"Baiklah ... Jika kamu sudah serius, kita tanyakan ini kepada gadis ini setelah dia bangun."
"Hmm ... Terimakasih." Chu Qincheng menundukkan kepalanya, ia melihat gadis kecil disampingnya tengah tertidur pulas setelah menanggung beban yang begitu berat baginya selama 7 tahun lamanya.
Mata Qin Chen melihatnya, ia kembali memalingkan matanya melihat terungku dihadapannya. Ia mengetahui apa yang Chu Qincheng rasakan sekarang, meski terbilang muda namun sifat wanita sulitnya dipahami bagi Qin Chen.
Dao mungkin akan mengutuknya, penyesalan akan menggerogoti lalu mati karena penyesalan. Ia menghindari hal tersebut, setelah berhubungan dengan Chu Qincheng, ia menyadari bahwa Chu Qincheng adalah Dao Heart miliknya.
Menutup matanya, dan menyederkan kepalanya di samping kursi ...
"Apa kamu tidur suami?" Tanya Chu Qincheng tidak mendengar suara Qin Chen, ia melihat Qin Chen tengah tertidur pulas dibawahnya.
***
Paginya,
Didalam ruangan yang sunyi itu, gadis kecil sebelumnya melihat langit ruangan yang tidak ia kenal. Saat ia menoleh kesamping, pria dan wanita sebelumnya tengah tertidur disampingnya tengah menjaganya.
__ADS_1
Saat sedikit gerakan yang ia berikan, Chu Qincheng terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke arah gadis kecil sebelumnya telah bangun dari tidurnya, ini membuat Chu Qincheng senang karena ia sudah bangun.
"Suami ... " Ia membangunkan Qin Chen yang tengah tertidur, tiba-tiba Qin Chen terbangun mendengar panggilan Chu Qincheng, ia melihat kesamping.
Qin Chen melihat gadis kecil itu tengah terdiam melihat mereka dengan bingung. "Kamu sudah bangun gadis kecil?"
"Hmm."
"Bagaimana cara kami memanggilmu? Apa kamu memiliki nama?" Tanya Qin Chen.
"Qiyuan."
"Qiyuan? Dalam bahasa China artinya Asal, nama yang cantik seperti orangnya." Chu Qincheng mencubit pipinya yang mengembang seperti bakpao membuatnya tidak tahan untuk mencubitnya.
"Baiklah Xiao Qiyuan, apa kamu bisa ceritakan bagaimana kamu bisa berada di dalam tanah iblis surgawi?"
"Hmm." Qiyuan mengangguk kecil, ia melihat ke arah Chu Qincheng dan Qin Chen tampak seperti orang baik. "Sebelumnya, Qiyuan tengah berada di taman yang cantik untuk bermain. Tapi tiba-tiba, pria berpakaian hitam membawa Qiyuan dan meninggalkan Qiyuan didalam reruntuhan itu."
"Apa kamu bilang kamu diculik oleh pria tidak diketahui, lalu ditinggalkan disana dengan pengekang sebelumnya?" Chu Qincheng merasa kesal, bagaimana bisa ada orang jahat yang meninggalkan anak kecil didalam reruntuhan dan memanfaatkannya.
"Hmm ... Sebelum Qiyuan ditinggal disana, pria itu menyentuh kening Qiyuan lalu Qiyuan tidak dapat bergerak dari sana. Setelah, Paman dan bibi datang dan menyelamatkan Qiyuan dari sana, terimakasih banyak."
Qiyuan begitu polos, setiap katanya tidak memiliki ekspresi. Ini membuat Chu Qincheng semakin kesal kepada orang yang dikatakannya, bagaimana tidak dengan kondisi Qiyuan yang masih kecil hidup selama ini dengan pengekang dan tanggung jawab yang besar ini.
Qin Chen hanya diam melihat reaksi Chu Qincheng berbeda dibandingkan hari biasanya. Ini membuatnya berargumen bahwa kehidupan di bumi Chu Qincheng hampir sama seperti Qiyuan, atau ada alasan lainnya. Qin Chen tidak tahu.
"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Sekarang, Xiao Qiyuan sudah terlepas dari pengekang sebelumnya. Untuk pria itu, cepat atau lambat dia akan memunculkan dirinya dan pada saat itu juga, kita dapat memberikannya hukuman."
"Benar, aku sebenarnya sangat kesal dengan pria itu! Tapi, mau bagaimana lagi dia tidak ada di depan mata. Jika ada, akan aku tampar wajahnya hingga dia jerah!"
__ADS_1
Qin Chen mengangguk, ia lalu kembali berbicara. "Xiao Qiyuan, apa kamu tahu dimana keluargamu?" Ia bertanya.
"Qiyuan tidak memiliki keluarga, saat lahir Qiyuan dirawat oleh peri kecil yang cantik di taman bunga." Balasnya dengan ceria membuat mereka berdua terdiam untuk kesekian kalinya.
"Begitu rupanya, berarti peri disana seperti keluargamu?"
"Hmm ... Mereka bilang, kalau Qiyuan akan bertemu dengan orang tua baru Qiyuan yang sangat baik. Apa paman dan bibi orang tua Qiyuan yang dikatakan oleh peri kecil." Qiyuan begitu semangat mengatakannya sambil melihat ke arah Qin Chen dan Chu Qincheng.
Mereka berdua saling melihat, Qin Chen mengedipkan matanya menyuruh Chu Qincheng yang mengatakannya. Bagaimanapun, Qin Chen akan kesulitan berbicara dengan anak kecil meski umurnya di bumi lebih tua dibandingkan Chu Qincheng.
"Benar Qiyuan kecil, apa kamu mau menjadi putri angkat kami?" Balas Chu Qincheng dengan hangat.
"Hmmm ... Peri kecil tidak salah, Qiyuan mendapatkan orang tua yang baik seperti paman dan bibi." Qiyuan mengangguk kecil membalasnya.
Melihat jawabannya, Chu Qincheng tersenyum senang sambil mencubit pipinya yang begitu manis. Mereka berdua disana berbicara meninggalkan Qin Chen yang tengah berdiri disamping jendela mengamati dunia luar.
Setelah beberapa jam berlalu, Chu Qincheng telah mengantikan pakaian milik Qiyuan yang lusuh sebelumnya menjadi pakaian yang rapi sekarang. Mereka semua akan ke Istana kaisar untuk membahas tentang Jalan Surga disana.
"Apa kalian sudah siap?"
"Ya, kami sudah siap." Balas Chu Qincheng.
Qin Chen melihat Qiyuan di depannya, ia lalu berbicara. "Karena kamu bagian keluarga, kamu akan memiliki nama keluarga, Qin. Qin Qiyuan Hua, Qin adalah nama keluargamu, keluarga ayah angkat. Qiyuan adalah asal, dan Hua adalah bunga yang bermekaran."
Mata Qin Qiyuan Hua tidak dapat di artikan lagi, ia begitu senang mendapatkan nama keluarga didepan namanya. Bahkan, ayah angkatnya memberikan nama belakang dengan kiasan bunga yang bermekaran dimana itu adalah tempat terakhir ia berada.
"Terimakasih, ayah."
...
__ADS_1
*Bersambung ...