
Setelah beristirahat, mereka masuk kedalam Gerbang setelah Qin Chen memperlihatkan Gerbang tersebut secara nyata. Mereka masuk, lalu Gerbang tersebut mulai menghilang dari Dunia seolah tengah bersembunyi.
'Seharusnya, sebentar lagi.' Batin Qin Chen.
Saat mereka berada di dalam lorong gelap, mereka menemukan titik cahaya keluar. Melangkah keluar, Aura Membunuh terasa kuat dan seakan-akan Aura tersebut berada di depan mata.
Boom!
Ledakan besar terjadi, Qin Chen dan lainnya berhasil menghindar dari serangan dadakan. Qin Chen dengan cepat melempar penerang malam ke langit menggantung di langit-langit ruangan.
Saat melihat sekitar mereka, monster-monster sebesar gedung mengelilingi mereka yang berada di atas tebing.
Di ujung mata mereka, tiga kerangka tengah duduk di atas Tahta memandangi mereka dengan sebuah senyuman misterius. Bayang-bayang tersebut membuat Qin Chen kesal.
"Sial! Kerangka menyebalkan itu memberikan senyuman menyebalkan! Tunggu sampai semuanya selesai, aku akan menghancurkan rahangnya dengan keras!" Ucap Qin Chen mengeluh kesal.
"Seharusnya tidak ada Monster seperti ini, bagaimana bisa setelah ribuan tahun tidak ke sini menjadi lebih buruk dibandingkan sebelumnya." Zi Long juga sangat terkejut melihat hal tersebut.
Sementara itu, di mata Chu Qincheng berbinar-binar seperti mendapatkan hadiah besar di depan matanya. Qin Chen menghela napas, karena masih bingung dengan sikap Chu Qincheng.
'Wanita ini ... Dia benar-benar aneh, tapi itulah sisi yang menariknya.'
Saat memikirkan Chu Qincheng, pegerakan monster mulai terasa. Qin Chen melangkah satu langkah kedepan, melihat sekumpulan monster dibawah dengan hina.
"Sayangnya bukan aku yang membunuh kalian, jika itu aku, aku akan menghancurkan tubuh kalian berkeping-keping menjadi bubur darah di tanah ini." Qin Chen berbicara dengan nada yang menekan di atas sana.
Sekumpulan monster menggerang kesal mendengarnya, mereka seolah memahami bahasa yang Qin Chen gunakan sekarang.
Chu Qincheng mendengarnya, dia tersenyum misterius seolah ingin memberikan kejutan kepada Qin Chen. Qin Chen yang telah melihat mereka harus merelakan beberapa juta Poin Sistem.
"Qincheng ... Lakukanlah yang ingin kamu lakukan, aku akan duduk disini melihatmu bertarung. Jika kamu menginginkan bantuan, katakan saja aku akan membantumu." Jelas Qin Chen yang telah memberikan izin padanya untuk memulai operasi.
Chu Qincheng mengangguk. "Baik, aku akan menyelesaikan ini dalam beberapa menit saja."
Chu Qincheng melangkah kedepan, Aura miliknya mulai muncul dan membuat Qin Chen sedikit tertekan. Mata Chu Qincheng mengeluarkan cahaya merah muda cerah menyerupai bulan.
"Baiklah ... Mari kita mulai!" Ucapnya dengan nada yang misterius.
__ADS_1
Chu Qincheng mengangkat tangan kanannya kelangit, turun kebawah membentuk sebuah Sungai yang membelah Langit dan Bumi di atasnya.
"Seni kesembilan belas, Tebasan Pemutus Takdir!" Ucapnya.
Swoosh!
Saat tangannya tepat di garis vertikal dan horizontal, ribuan tebasan tak terlihat menyerang dengan membabi-buta segala sesuatu di bawah.
Boom! Boom!
Qin Chen tercengang melihatnya, sekalipun dia memiliki banyak Seni Pedang. Namun semuanya tidak segila milik Chu Qincheng, milik Chu Qincheng lebih mengarah ke arah pembantaian masal dibandingkan Objek.
Zi Long merasa merinding, kekuatan Chu Qincheng sama seperti Tuan-nya yang sama-sama seperti Monster. Begitu mengerikan, bahkan membuat Dunia ini tidak sanggup menerimanya.
"Ah! Tenyata masih ada yang dapat bertahan, baiklah, ini kemampuan kedua dari Tiga kemampuan yang baru saja di pelajari." Ungkapnya dengan nada menghina para monster di bawahnya.
Sekumpulan monster melesat dari atas langit menuju tempat mereka bertiga. Chu Qincheng tengah tersenyum licik, tangannya meraih kekosongan.
"Bulan darah yang bersinar, jatuh!" Ucapnya dengan nada rendah.
Pada saat itu, seluruh ruangan terdistorsi oleh kekuatan yang besar dan aneh. Qin Chen melihat sekitarnya mulai runtuh, ini seperti bunuh diri.
Jatuh!
Dengan tekanan gravitasi yang dibawanya, sekumpulan monster sebelumnya tersungkur ke tanah. Serangan Chu Qincheng benar-benar gila.
Duarr!
Satu ledakan besar menciptakan jamur yang memiliki 6 warna Dunia. Hempasan dan kehancuran serangan begitu luas sehingga Qin Chen dan lainnya harus menciptakan pelindung yang kuat.
Qin Chen terdorong beberapa meter kebelakang, Zi Long terdorong puluhan meter jauh kebelakang. Ini menandakan bahwa serangan tersebut bukanlah serangan mudah.
Sementara Chu Qincheng, dia puas dan wajahnya memperlihatkan rasa lega tak tertahankan. Ini mengejutkan, mengira bahwa Chu Qincheng tengah melampiaskan amarahnya pada monster.
"Qincheng ... Lain kali, jika ingin menggunakan kekuatan Penghancur, bilang-bilang padaku agar aku tidak terkena serangan jantung." Ucap Qin Chen.
Chu Qincheng langsung memalingkan wajahnya, dia tersenyum bahagia dan tawa kecil keluar dari mulutnya. "Baik ... Aku akan mengatakannya."
__ADS_1
Qin Chen menggelengkan kepalanya karena melihatnya. Sekarang, Qin Chen melihat kebawah, semuanya telah tak tersisa apapun di dalam sana.
Terlihat hanya ada lubang besar tak berujung dalamnya terukir jelas di bawa sana. "Jurang ini, aku akan menamakannya adalah Jurang Dosa besar."
"Nama yang bagus, ini menandakan bahwa dosa mereka sebesar lubang tersebut. Tidak buruk, Tuan Chen benar-benar pandai dalam memberikan nama."
"Tidak juga, lebih baik kita pergi kesana sebelum ada orang lain yang datang lalu mengambil hasil rampasan kita."
"Benar," Chu Qincheng melesat menuju di ujung matanya. Bersamaan dengan Qin Chen dan juga Zi Long di sampingnya.
***
Setelah melintasi Jurang Dosa Besar, mereka tiba di atas altar kuno. Sekitar mereka, hanya ada Kegelapan dan bintik-bintik cahaya yang tidak lain adalah bintang-bintang yang tersebar di Langit.
"Zi Long ... Apa ini Saint yang kau bilang sebelumnya?" Tanya Qin Chen.
"Dilihat dari Kerangka mereka, memang benar ini adalah mereka. Namun, kenapa hanya ada Tiga Saint, seharusnya ada 6 Saint di Gunung ini." Jelasnya.
Saat mendengar hal tersebut, Qin Chen tidak terkejut melainkan penasaran. "Begitu ... Tidak masalah, terpenting adalah kekuatan Waktu. Jika tidak ada, maka itu semakin sulit."
"Tuan Chen, lihat ... Kerangka nya bergerak." Sahut Chu Qincheng menunjuk salah satu kerangka yang bergerak.
Mereka semua memalingkan wajahnya ke arah kerangka, melihat kerangka tersebut bergerak untuk berdiri dari tempat duduknya. Ini mengejutkan Qin Chen, namun dia mulai tenang mengingat telah bertemu dengan spesies sepertinya.
Setelah beberapa detik berlalu, kerangka tersebut telah berdiri di depan mereka bertiga. Qin Chen melangkah kedepan untuk bertanya tentang apa yang terjadi.
Pada saat ingin berbicara, tiba-tiba serangan kejutan melesat dari depannya. Dengan cepat Qin Chen mengibaskan tangannya kesamping memblokir serangan.
Boom!
Meledak, Qin Chen menggertak kesal tengah di permainkan oleh Kerangka. "Keparat ini, sudah menjadi tulang belulang masih ingin bertarung! Baiklah!"
"Kiekk!"
Suara tawa dari kerangka tersebut terdengar, Qin Chen melepaskan pukulan miliknya kerahnya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...