Supreme King System

Supreme King System
Chapter 248 : Perang (end)


__ADS_3

Serangan mereka berdua pada akhirnya bertempur pada zona horizon, dampak dari serangan mereka seperti sayatan pedang acak membelah daratan dibawahnya. Mereka bertarung di langit mengabaikan hukum dunia dan aturannya, apa itu hukum pembunuhan, dimata mereka hanya ada pertarungan.


Apa itu hukum dunia? Mereka mengabaikannya, karena pertarungan mereka melampaui segalanya.


Saling beradu dan perpindahan ruang secara acak di langit membuat mereka menghilang-hilang dari dunia. Pada akhirnya, mereka bertempur di bintang kuno, disana pertarungan mereka dapat disaksikan langsung oleh seluruh dunia atas dimana terlihat jelas bahwa Qin Chen dan Monster itu bertarung.


Tidak hanya itu, dunia bawah/rendah dapat melihat pertarungan Qin Chen, seolah mereka adalah God Creator! Melampaui batas keabadian dan kekuatan, meluluhlantakkan apapun dengan tangannya.


***


Dunia Rendah/Bawah


Setelah kepergian Qin Chen dari dunia bawah, kehidupan disana seperti surga yang abadi. Tanah subur membentang luas, seorang pemimpin manusia, Kaisar Manusia membangun peradaban yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.


Kehidupan yang damai abadi, abadi, dan abadi yang tak terhitung batasnya. Seolah, ini semua seperti di atur oleh Pencipta. Tepat pada kalender suci tahun Phoenix di tanggal 26, ia yang telah lama tertidur akan bangun sekali lagi.


Keluarga Qin,


"Patriak, bagaimana maksud Patriak menjelaskan semua ini? Patriak mengatakan bahwa Qin Chen mati beberapa tahun lalu, dan sekarang tanpa menyembunyikan apapun seluruh dunia melihat Tuan Muda Qin Chen berada di atas sana bertarung dengan monster kuno."


"Patriak!"


"Patriak!"


Satu persatu dari mereka bertanya, namun reaksi Patriak Qin benar-benar tidak terduga. Ia terdiam melihat Qin Chen di atas sana bertarung melawan monster kuno dengan kekuatannya, bahkan perbedaan tubuh saja sudah membuatnya kalah, dalam benaknya.


Tiba-tiba dari sampingnya, wanita cantik dengan ekspresi terkejut menutup mulutnya melihat Qin Chen di langit. Meski mengetahui bahwa ia bukanlah putra kandungan, namun hatinya tidak bisa menahan rasa khawatir melihat seseorang yang memiliki penampilan sama seperti putranya tengah bertarung di atas sana.


"Chen'er."


Patriak Qin merespon dengan baik dan merangkulnya yang dimana wanita itu hampir jatuh. Sementara itu, di sisi lain, tepatnya di sembilan tanah suci, istana kaisar manusia yang besar berada.

__ADS_1


Didepan istana, sosok wanita yang berdiri tegak layaknya kaisar dengan gaun merah seperti Phoenix, dan mahkota besar di kepalanya membuatnya layak menjadi Kaisar Manusia.


Matanya gemteran setelah ia melihat Qin Chen di langit, bahkan ia sendiri tidak menduganya bahwa Qin Chen akan benar-benar melawan dunia ini menjadi iblis kegelapan yang menyembunyikan hatinya.


"Qin Chen, lihatlah aku sudah menjadi Kaisar Manusia, pahlawan yang kau bilang padaku sebelumnya. Setelah menjadi kaisar manusia, aku banyak belajar tentang dunia ini dan mengetahui sedikit tentangmu."


Dimatanya mengeluarkan kaca-kaca yang kapapun bisa menetes, Qin Chynna mengepalkan tangannya dan meletakkan dekat dengan jantungnya, ia mendoakan Qin Chen semoga baik-baik saja di atas sana.


***


Sedangkan di tempat Qin Chen, ia bertarung dengan monster Primordial itu dengan pedangnya. Secara berturut-turut memberikan serangan dan pertahanan secara bersamaan dengan itu ia mengayunkan pedangnya kesamping membelah tebing tinggi menjadi dataran rendah.


Roarrr!


Ruang-ruang di sekitarnya mulai mengecil dan mengecil membuatnya tidak dapat bergerak dengan bebas di sana. Qin Chen melirik kesamping, dari samping tentakel besar menghempaskannya kesamping dengan sangat keras.


Meski tidak terluka, namun serangan itu sangat kuat sampai Qin Chen terhempas kesamping. "Tidak buruk, kekuatan fisik yang bagus, namun itu belum seberapa dibandingkanku."


Ia melesat dan menghantam kepalanya dengan tangannya sendiri hingga tersungkur ke dataran dibawahnya.


Hempasan angin dari tempat Qin Chen membuat getaran hebat di dunia bawah dan atas. Qin Chen yang berada di langit melihatnya dengan dingin, ia menarik esensi matahari dan bulan di tangannya.


"Sembilan Keajaiban Dunia, Gerakan Kedua, Yin dan Yang!"


Tiba-tiba putaran roda dibelakang Qin Chen membentuk Yin dan Yang, kekuatan itu mengandung hitam dan putih yang membuat seluruh dunia hening untuk sesaat kemudian suara-suara melodi yang dibawa langsung dari kedalaman Ocean Eternity membuat mereka merasakan merinding.


Qin Chen menarik garis besar secara horizontal, dan setelah ia menarik garis vertikal membelah horizontal yang membentuk simbol plus di hadapannya. Seketika, simbol itu berputar dengan kecepatan yang terus bertambah besar dimana Qin Chen memegangnya di tangannya.


"Cobalah." Kata Qin Chen sambil melempar serangannya seperti shuriken ke arahnya.


Pertahanan miliknya yang berlapis-lapis mulai berantakan di hantam serangan Qin Chen yang tidak berhenti karena mengandung Yin dan Yang. Kekuatan murni alam semesta yang membentuk setiap bidang dan kehidupannya, mungkin.

__ADS_1


Serangan Qin Chen menarik energi bintang di sekitarnya sehingga membentuk badai besar yang menerpa apapun. Hembusan anginnya saja sudah membuat dunia atas dan bawah tertekan.


Sekuat apapun monster itu menahannya, ia hampir mencapai batasnya.


Perlahan pertahanan miliknya lenyap dan mulai di tenggelamkan oleh kekuatan Qin Chen, ia berteriak keras menggemparkan langit yang hampir runtuh oleh suaranya. Mendengar hal itu, Qin Chen hanya bereaksi sedikit dan mempercepat proses.


Seketika, monster itu meledak begitu besar hingga menggetarkan seluruh isi langit, termasuk alam surga yang kini mengamati pertarungan yang tidak seimbang melawan Qin Chen seorang diri.


Qin Chen melirik kebawah dimana semua orang dapat melihatnya menang dengan mudahnya. Sementara itu, Qin Chen yang tidak merasakan apapun hanya diam, ia tidak merasakan ambisi bertarung, bahkan mengeluarkan kekuatannya tidak lebih dan kurang hanya beberapa persen.


Sistem dibenaknya memberitahukan bahwa ia mendapatkan banyak Poin Sistem dan Exp, dimana itu semua karena mengalahkan Raja Dewa Laut Dalam di Ocean Eternity, ia ada salah satu dari sekian banyak Raja Dewa Laut Dalam.


"Bagaimana sekarang? Apa semuanya sudah usai?"


[Ya Tuan, sekarang tuan hanya perlu mencari tangga surga yang disembunyikan di istana raksasa.]


Tiba-tiba Chu Qincheng datang disampingnya, ia melihat daratan disekitarnya telah dihancurkan. Meski pertarungannya tidak epik, namun ia menyadari bahwa alam surga benar-benar sesuatu.


"Bagaimana sekarang, suami? Apa yang akan kita lakukan? Musuh dunia telah dihapuskan, seharusnya tidak ada lagi."


"Untuk sekarang, aku akan ke istana raksasa mencari tahu dimana dia menyembunyikan keberadaan tangga surga. Setelah menemukannya, kita akan beristirahat disini beberapa hari lalu pergi ke surga."


"Baiklah, aku akan ikut kamu saja, karena itu menyenangkan."


Qin Chen awalnya terkejut melihat Chu Qincheng tiba-tiba berada disampingnya, seolah jarak yang jauh ini seperti jangka yang bisa ia atur sendiri seberapa besar lompatan ruang yang akan ia gunakan.


Namun, ia tersenyum puas dan memegang tangannya dan mereka berdua melesat pergi dari bintang kuno menuju Istana Raksasa sebelumnya.


Sementara mereka semua, tidak ada satupun orang yang bersuara setelah melihat pertarungan yang tidak adil dan bahkan memenangkannya seperti membalikkan telapak tangan.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


Ha! End ya


__ADS_2