
Setelah meninggalkan tempat tersebut, bayang-bayang pertarungan mereka terdengar di gendang telinga Qin Chen. Suaranya begitu menggelegar di Langit maupun di Bumi, dimana Qin Chen masih tidak jauh dari tempat mereka.
"Ah ... Merepotkan, kenapa selalu mendapatkan masalah sedikit saja berjalan. Tapi, mengingat Dunia ini dalam Kekacauan Besar, hal seperti ini memang seharusnya terjadi." Gumam Qin Chen yang lelah dengan semua ini.
Sekalipun Qin Chen tidak ikut campur, tapi mendengar pertarungan mereka membuat Qin Chen kesal. Meningkatkan niatnya untuk tidak ikut campur, karena dia tidak ingin terlibat lebih jauh.
Qin Chen berhenti di Sungai yang memisahkan dua Wilayah satu sama lainnya.
Tiba-tiba, suara langkah kaki di belakang kepalanya terdengar cepat, seperti seseorang yang sedang berlari.
Qin Chen menoleh kebelakang, melihat wanita sebelumnya berlarian dengan luka di sekujur tubuhnya. Pakaian miliknya telah robek oleh tajamnya Pedang.
"Berhenti ... Kau Jala*g!"
"Hahahaha ... Surga memberkati kita, bocah! Akhirnya aku menemukanmu, berani mengabaikanku, Kematian yang akan mendatangimu!" Teriak salah satu kultivator sebelumnya.
Para kultivator tersebut berlari mengejar wanita sebelumnya, Qin Chen mengabaikannya dan kembali membalikkan tubuhnya. Melihat jarak kedua belah daratan cukup jauh, dan terbang tidak akan aman.
"To– Tolong aku ... Uhukk ... " Ucap wanita itu dengan suara serak-serak basah.
Telinga Qin Chen merasa merinding sekaligus kesal mendengar suara minta tolong. "Menunduk." Ucap Qin Chen.
Wanita itu terkejut mendengarnya, namun dengan cepat dia menunduk sambil memegang tangan kanannya yang terluka.
Sementara itu, Qin Chen memutar tubuhnya menarik Pedang sekali pakai di tangan kanannya.
Swoosh!
Seketika sebuah kilatan cahaya tidak dapat dilihat kecepatannya, namun yang dapat mereka rasakan adalah Niat Pedang tersebut membunuh segalanya.
Duarr!
Boom! Boom!
Tebing tinggi sebelumnya terkikis miring ayunan Qin Chen, hutan-hutan belantara di belakangnya rata dengan tanah. Bahkan ledakan-ledakan tersebut menghancurkan sekitarnya.
__ADS_1
Enam Kultivator sebelumnya mati dengan kepala terlepas dari tubuh mereka. Darah merah muncrat ke atas menyebar membasahi tanah dengan merah dominan.
Pedang di tangannya perlahan hancur berkeping-keping menjadi pecahan cahaya yang menyebar di langit.
Wanita sebelumnya membuka matanya, melihat kebelakang Hutan belantara telah rata dengan tanah. Bahkan kehancuran tersebut tidak dapat di ukur, kekuatan tersebut seakan Dewa telah turun ke Bumi.
Melihat ke arah Qin Chen, Qin Chen memutar kembali tubuhnya.
'Sistem, apa kamu menjual perahu? Atau sesuatu yang bisa untuk di air.' Tanya Qin Chen di dalam batinnya.
[Menjawab Tuan: Sekarang, Poin Sistem tidak mencukupi untuk membeli Profound yang serba guna. Karena hal tersebut, Sistem merekomendasikan perahu layar dengan harga; 1.000.000 Poin Sistem.]
'Ah! Baiklah ... Aku juga tidak memiliki banyak Poin Sistem. Kapan-kapan aku akan membuat drama untuk memancing banyak kultivator dan membunuhnya. Dengan begitu, Poin Sistem akan menjadi melimpah.'
Qin Chen menyentuh pilihan 'Y'. Dengan sekejap mata, Qin Chen telah membeli perahu yang dia beli dari Sistem.
[Ding!]
[Selamat Tuan, karena berhasil membeli Perahu Layar. Harga; 1.000.000 PS.]
"Harganya cukup murah, dan dapat menampung 4 orang. Dengan Poin Sistem milikku sekarang, ini sudah lebih dari cukup dibandingkan terbang kesana kesan petualangan tidak akan dapat." Gumam Qin Chen.
Wanita itu sedari tadi memperhatikan Qin Chen, dia membungkuk sedikit memberikan hormat kepada orang kuat. "Terimakasih atas bantuan anda, Tuan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi tanpa bantuan Tuan."
"Tidak masalah ... Itu bukan apa-apa." Balas Qin Chen.
"Sebelumnya, maaf tidak sopan ... Jika Tuan berkenaan, izinkan saya ikut dengan anda menyebrang Sungai ini. Karena, di ujung Sungai akan ada Kota, dan tempat saya tinggal tidak jauh dari Kota tersebut." Wanita itu sekali lagi meminta bantuan kepada Qin Chen.
Qin Chen mendengar hal tersebut mengerutkan keningnya, menatap tajam ke ujung Sungai.
'Ha! Aku tidak ingin mendekati satupun orang, karena satu orang yang mendekatiku pasti akan ada masalah yang datang di ujung sana. Sial! Bagaimana caraku meninggalkannya, jika aku meninggalkan dia disini dengan luka seperti itu, aku sama saja seperti bajin*an!' Batin Qin Chen.
Memikirkan hal tersebut membuat Qin Chen merasa kesal dengan Dunia ini. Sekilas melihatnya, Qin Chen menghela napasnya. "Baiklah ... Kau dapat ikut denganku untuk sampai di ujung Sungai."
"Ah! Terimakasih banyak Tuan ... Maaf karena tidak sopan, saya Qing Qiaofeng. Tetua Dalam, Sekte Pedang Elemen." Ucapnya dengan penuh rasa hormat.
__ADS_1
Saat mendengar hal tersebut, Qin Chen membuka matanya dan melihat ke arah wanita tersebut.
'Penampilannya seperti wanita usia 24-28 tahun, namun telah menjadi Tetua bagian dalam Sekte Pedang Elemen. Apa dia anak Ketua, atau hal lainnya?' Batin Qin Chen yang dimana pandangan matanya tertuju pada penampilannya.
'Tidak buruk ... Wanita cantik, dengan ... Yang besar dan Body sempurna. Jelas, dia mungkin Dewi di Sekte.' Qin Chen beberapa kali mengangguk melihat penampilan tersebut, dengan matanya, Qin Chen dapat melihat dengan jelas.
Wanita itu sedikit menutup bagian tersebut, merasa bahwa Qin Chen terus melihatnya. Sebenarnya, Qin Chen hanya mengidentifikasikan Qing Qiaofeng.
"Sekte Pedang Elemen, Ya ... Apa disana memiliki Murid bernama, Qin Chynna. Aku mendengarnya, dia Murid yang berbakat dengan bakat alami Pedang." Tanya Qin Chen kepada Qing Qiaofeng.
"Benar, dia satu-satunya Murid yang memiliki bakat tak terbatas di Sekte. Memiliki Bakat alami menggunakan Pedang dan menguasai segala ilmu pedang, dia di akui banyak murid-murid lain sebagai Dewi." Balasnya.
"Begitu ... Naiklah, kita akan berangkat sekarang sebelum waktu menandakan malam. Akan berbahaya di tengah-tengah Sungai dengan cuaca dingin." Qin Chen menuntunnya untuk naik ke perahu kecil miliknya.
Qing Qiaofeng duduk di bagian depan, sementara Qin Chen di belakang duduk sambil mendayung perahu kecilnya menuju ujung Sungai.
Sepanjang perjalanan, Qin Chen menutup matanya menikmati suasana Dunia Fantasi untuk pertama kalinya. Bagaimana tidak, karena selama ini dia hanya berada di tempat yang sama.
Sekarang, petualangan baru yang Qin Chen buat baru saja di mulai. Menggapai Langit Tertinggi, dan merebut kekuasaan atas Tahta Tertinggi.
'Ha ... Ini lebih baik, angin sepoi-sepoi berhembus dari puncak gunung menyapu Sungai. Serta, air yang mengalir membawa perahu begitu tenang.' Batin Qin Chen yang tidak dapat mengucapkannya secara langsung di dekat Qing Qiaofeng.
Sedangkan Qing Qiaofeng, dia duduk dengan kaki di lipat. Bermeditasi sambil menyembuhkan luka-luka yang dia alami sebelumnya.
Qin Chen melihat hal tersebut, dan mendapatkan bahwa Tetua di sampingnya telah mati di tangan kultivator sebelumnya.
'Begitu ... Seharusnya setelah ini, maka dia akan melaporkan kepada Ketua Sekte. Tapi, kenapa dia berada disini? Apa dia mencari Harta atau bahan-bahan tingkat tinggi.'
Qin Chen sedikit penasaran dengan hal tersebut, dia berencana bertanya karena mungkin dia mendapatkan sedikit informasi penting.
Disana, Qin Chen masih mendayung perahu hingga mengikuti aliran sungai menuju ujung Sungai.
...
*Bersambung ...
__ADS_1