Supreme King System

Supreme King System
Chapter 141 : Turnamen (5)


__ADS_3

Yan Kai bergerak secepat kilat, menendang pertahanan kura-kura emas dengan Formasi penyerangan miliknya. "Formasi Dewa, Giant Ape Kick!"


Bang!


Saat serangan itu mendarat, retakan menyebar di segala bidang dan meledak berkeping-keping menjadi pecahan kaca. Lu Lamo terlempar kebelakang menghantam lantai dengan keras.


"*Cough! Si- Sial!" Gertaknya dengan seteguk darah keluar dari mulutnya.


Mencoba berdiri dari keterpurukan, Lu Lamo menahan rasa sakit yang luar biasa. Dengan napas terengah-engah, Lu Lamo mengambil keputusan yang tepat.


"Formasi Bumi, Burung Api!"


Sirkuit Sihir berputar di bawah kakinya, perlahan bayangan burung api muncul di hadapannya. Mengepakkan sayapnya, terbang tinggi ke langit lalu terjun kebawah menyerupai meteor.


Yan Kai sekilas melirik, lalu sirkuit sihir dibawah kakinya terbentuk besar. "Formasi Dewa, Pertahan Naga Melingkar!"


Bang!


Suara ledakan menyebar di dalam podium, kabut tebal menutupi panggung. Semua orang berdiri karena penasaran siapa yang kalah di atas sana, bahkan para Tetua Sekte menunjukkan ekspresi yang tidak biasa.


"Setidaknya itu dapat menghancurkan sebuah Gunung kecil, apa murid-murid Sekte Eternal Heaven benar-benar dapat bertahan dalam serangan itu!"


"Diamlah! Kau menganggu suasana!"


Mereka berasumsi bahwa Yan Kai akan kalah dalam serangan ini, tiba-tiba kabut yang menutupi panggung menghilang dalam sekejap dan menunjukkan sosok Yan Kai yang tengah berdiri dengan tenang di dalam Naga.


Naga merah melingkari dirinya, seolah tengah melindungi anak-anaknya yang masih kecil di dalam.


Meraung!


Naga yang mengamuk meraung menggentarkan podium. Suaranya menggema ke seluruh isi podium, bahkan para Tetua mendapatkan penindasan dari Formasi Pertahanan.


Naga itu terbang melingkar di langit, beberapa kali meraung memberikan ancaman. Lalu, Naga itu jatuh kebawah seperti meteor yang menghujani Bumi.


Bang!


Dentuman besar menghempaskan apapun, panggung Turnamen meledak dan hancur tanpa sisa. Lu Lamo terkapar tanpa sadarkan diri dengan darah yang mengalir deras di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Mata Tetua itu terbuka lebar, mengertak giginya melihat muridnya di lumpuhkan bahkan membuat Sekte-nya terlihat buruk di depan banyak penonton.


"Keparat! Bocah sialan ini!" Gumamnya.


Tetua itu mengibaskan tangannya, siluet bulan sabit melesat ke ceper tinggi ke arahnya. Semua orang dapat melihat tindakan ceroboh Tetua itu, mereka semu tidak percaya bahwa Tetua itu menyerang peserta.


Saat Yan Kai melihat kebelakang, dia tidak memiliki waktu untuk membuat Formasi Pertahanan. Qin Chen menggerakkan matanya menciptakan ruang yang menelan serangan tersebut.


Dalam sekejap mata, serangan itu kembali kedalam ketiadaan. Semua orang tercengang, Qin Chen melirik kesamping tepat ke arah Tetua itu.


"Oi oi ... Jika kau tidak terima dengan kekalahan ini, lebih baik pergi dari hadapanku. Setelah kalah, lalu menggunakan cara tercela? Apa ini salah satu Sekte Besar di Benua ini? Memalukan!"


"Keparat! Kau hanya bocah ingusan, apa kau tidak menghormati yang lebih Tua!" Gertaknya melirik ke arah Qin Chen.


"Tua? Nak, aku leluhurmu! Seharusnya kaulah yang menghormatiku. Generasi muda zama sekarang benar-benar tidak tahu etika, aku malu sebagai Leluhur kalian." Qin Chen mencibir Tetua itu dengan nada yang terdengar seperti lelucon.


Ada banyak orang tertawa, ada banyak yang menahan tawa. Bahkan, Pilar Kaisar ikut tertawa mendengar candaan Qin Chen yang membuat mereka tidak tahan.


Tetua itu tidak dapat mentolerir sikap Qin Chen, dia menghilang dan muncul di hadapan Qin Chen lalu menyerangnya dengan keras.


Bang!


"Apa!"


"Menyebalkan!" Chu Qincheng langsung mengayunkan kakinya menendang Tetua itu dengan keras kebelakang.


Boom!


Mereka semua mundur, pertarungan antara para petinggi Sekte benar-benar mengerikan. Qin Chen tersenyum, dia langsung melesat kedepan dimana Tetua itu tersangkut di tanah yang berlubang.


Menginjak kepalanya, menatap dengan tajam nan menghinanya. "Para murid bertanding dengan adil di atas panggung. Mereka mempertaruhkan nama baik Sekte dengan begitu baik. Bahkan, tidak perlu aku katakan, seluruh orang di dalam podium dapat menyaksikan mereka bertanding."


"Jadi, bagaimana dengan sikap Tetua Sekte Besar, Sembilan Pedang Abadi. Mereka semua dapat melihat sikap arogan Tetua, dan itu tidak dapat di toleransi. Sekalipun para Tetua lainnya menggangu, menyerang muridku!"


"Aku akan membunuh kalian tanpa pandang bulu!"


Bang!

__ADS_1


Darah berceceran dimana-mana, daging cincang beterbangan. Mata mereka tidak berkedip melihat Qin Chen mengesekusi Tetua dari Sekte Besar Sembilan Pedang Abadi.


Para Tetua Sekte lainnya mengertak giginya, aura mereka terpancar ke langit dan menyebar di sekeliling mereka. Qin Chen melirik kesamping, bersamaan dengan Chu Qincheng.


Mereka berdua memecahkan tekanan mereka dengan aura Dominasi mereka berdua.


Bang!


Setiap beberapa menit sekali, momentum kekuatan besar menekan. Para Tetua terhentak menghantam tanah dengan keras, bahkan membentuk genangan darah yang mengalir dari kepala.


Kedua belah pihak semakin memanas, Kaisar Immortal hanya tersenyum tipis. Mengharapkan Qin Chen mati melawan mereka semua, namun kenyataannya akan berubah saat di atas pertarungan.


"Ketua Sekte? Apa anda tengah menantang kepemimpinanku? Jika iya, panggung kali ini akan menjadi pertarungan kita! Kalian semua melawanku, jika aku menang, kalian hancur! Jika kau kalah, kalian dapat memiliki ini." Qin Chen mengeluarkan 10 Seni Dewa, dan 10 Senjata Kelas Dewa yang tak terukur berapa harganya.


Mata mereka terbuka lebar melihat buku-buku kelas Dewa berada di tangan Qin Chen, dan lebih mengejutkan lagi adalah Senjata Kelas Dewa ada di tangannya.


Godaan ini tidak akan dapat menahan mereka lagi, bagaimanapun mendapatkan Senjata kelas Dewa memiliki peluang sangat kecil di Dunia ini.


Chu Qincheng menarik 10 Senjata Kelas Surga seperti menjual permen kepada anak-anak. "Ayolah ... Jika kelas Dewa tidak mengiurkan, maka Kelas Surga akan aku jual seperti peremen disini. Lalu, siapa yang akan menjadi anak kecil yang bermuka dua?!"


"Khukuku~ Istri kecil ... Apa kamu berencana menjual secara eceran di sini?"


"Tentu ... Panggil aku dengan Leluhur Kecil, maka aku akan menjualnya seperti menjual permen. Namun sekarang ... Seperti tidak, mereka harus menang melawanmu."


Qin Chen hanya menyeringai, dengan godaan sebesar itu tidak mungkin bagi pemasang wajah palsu mereka ditahan. Mereka akan menunjukkan taring mereka dan menghadapi Qin Chen merebut Senjata Kelas Surga.


Qin Chen melompat ke atas panggung, berdiri menancapkan Senjata miliknya dan Chu Qincheng di tanah.


"Naik ke atas panggung, atau aku secara pribadi menyabut nyawa kalian semua disini!" Ucap Qin Chen dengan keras di udara.


Matanya tertuju pada rombongan Sekte Sembilan Pedang Abadi.


Mereka mengertak kesal, dengan para murid-murid saling menatap satu sama lainnya. Mereka mempertahankan martabat Sekte mereka masing-masing, Chu Qincheng hanya duduk dimana di belakangnya dan sampingnya para murid melindunginya.


Menikmati pertunjukan yang akan Qin Chen berikan, Chu Qincheng tidak sabar lagi.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2