Supreme King System

Supreme King System
Chapter 205 : Ibukota Roh


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah dengan orang-orang desa, ia membantai habis orang-orang disana tanpa sisa. Setelah itu, ia menunggu Jendral bayang menangkap mata-mata yang sebelumnya mengintai mereka dari kejauhan.


Tiba-tiba Jendral muncul dengan membawa orang sebelumnya dengan kondisi babak belur setelah di hajar olehnya. Melihat pekerjaannya, ia sedikit mengapresiasi keberhasilan jendral miliknya.


"Siapa yang mengutusmu?!"


Wajahnya datar dengan mata tajam menutup rapat mulutnya. "Begitu rupanya, kau tidak ingin bilang? Baiklah, metodeku sedikit ekstrem."


Qin Chen menyentuh keningnya dan mengobrak-abrik isi kepalanya mencari tahu orang dibelakangnya. Saat melihat seluruh ingatannya, sosok hitam di kelilingi oleh gas hitam membuat Qin Chen tersenyum puas.


"Kau mulai bergerak ternyata!" Kata Qin Chen.


Ia langsung membunuhnya hingga tidak tersisa sedikitpun tubuh miliknya. "Besok pagi, kita akan pergi ke ibukota dan menyerang secara terang-terangan!"


"Baik kaisar!"


"Apa kamu mendapatkan sesuatu, suami?"


"Benar, Raja Roh Kuartet telah mengetahui kedatangan kita di wilayahnya. Karena itu, dia mengutus mata-mata ini untuk mencari tahu apa yang kita lakukan. Bahkan sekarang, aku merasakan ada puluhan orang melesat ke desa ini untuk memata-matai kita."


Chu Qincheng langsung melirik kesamping dan memberikan peringatan keras kepada langit untuk menutupi keberadaannya. Ia melihat beberapa pembudidaya hebat tengah melesat dengan kecepatan tinggi.


"Seperti yang kamu katakan, mereka benar-benar memata-matai kita. Lebih baik beristirahat, karena mereka tidaklah berbahaya dibandingkan orang-orang bodoh ini."


***


Paginya


Orang-orang itu mengejar Qin Chen yang mengarah ke ibukota dengan kecepatan standar. Karena mereka tengah naik Kereta terbang dibawa oleh Jendral untuk sampai ke Ibukota dengan selamat.


Malamnya, ia mengupgrade sistem agar lebih berguna lagi bagi Qin Chen. Karena itu, sistem dalam masa upgrade dan hanya dapat menampilkan notifikasi, tidak dapat berbicara ataupun mengobrol.


Butuh waktu 24 Jam bagi sistem untuk naik, meski sudah membakar Poin Sistem, karena peningkatannya begitu unik jadi ia membutuhkan waktu dibandingkan Poin Sistem.


"Kaisar, sebentar lagi kita akan memasuki Wilayah Raja Roh Kuartet, dan termasuk memasuki ibukota."


"Baguslah, lanjutkan perjalanan hingga tiba disana."


"Baik."


Setibanya di ibukota, orang-orang disana melihat kereta kuda Qin Chen terbang di langit menuju penginapan. Karena hal pertama yang akan dilakukan Qin Chen adalah mencari penginapan untuk berdiskusi, setelah itu menyelesaikan masala.

__ADS_1


Setelah menyewa ruangan untuk beristirahat, Chu Qincheng dan Qiyuan'er berada didalam dan dapat bermain keluar saat mereka mau. Sementara Qin Chen dan Jendral bayang melangkah ke Istana Raja Roh Kuartet yang berada di puncak gunung di atas awan yang gelap dan panas.


"Kaisar apa kita menyerang sekarang?"


"Tentunya, apa lagi yang harus ditunggu! Kita serang dari bawah hingga kepuncak, ratakan semuanya dengan darah!" Balas Qin Chen yang menarik pedangnya dari kekosongan.


Jendral bayang mengangguk, ia mengubah dirinya menjadi kegelapan, matanya kuning cerah dengan pupil seperti naga. Mereka berdua melesat dari tempat sebelumnya untuk naik ke puncak gunung sambil menyerang pasukan.


"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!" Kata Qin Chen yang tidak tahu mau menggunakan seni pedang mana lagi, karena ia menyukai seni ini dibandingkan seni pedang lainnya.


Swushh!


"Penyusup iblis datang, bersiap pertarungan melawan! Serang!"


"Naga mengamuk, roh kegelapan!" Kata pria itu dengan keras menyerang serangan Qin Chen yang melesat ke arahnya.


Tiba-tiba bayangan naga kegelapan muncul di punggungnya dengan berputar dan melesat menghantam serangan Qin Chen.


Boom! Boom! Boom!


"Pertahankan barisan!" Teriaknya sekali lagi.


Jendral bayang dari samping menyapu pasukan dengan cakarnya, Qin Chen dari depan mendobrak paksa barisan pertahanan yang disiapkan.


Qin Chen berdiri dihadapannya ratusan prajurit tangguh, mereka begitu kuat setidaknya di tahap Jendral Dewa. "Yare~ Yare~ kalian menghalangi jalanku."


"Siapa kau! Apa maksudmu menyerang wilayah kekuasaan Raja Roh!"


"Aku? Dewa Neraka, Raja Asura, Kaisar Iblis dan Kaisar Pedang. Aku kemari untuk mengambil kepala Raja Roh Kuartet! Jadi, menyingkirlah dari pandanganku!"


"Bocah keparat! Serangan dia dengan kekuatan penuh!"


Melihat sikap arogan pasukan didepannya, Qin Chen hanya tertawa terbahak-bahak membawa mereka semua kedalam domain miliknya yang merupakan kekuatan jahat.


"Mati!"


Swushh!


Slash! Slash! Slash!


Darah menyembur membasahi gunung, orang-orang dapat melihat tinta merah seperti hujan di kota. Bahkan, tidak sedikit orang yang diam, mereka berteriak putus asa melihat darah itu mengalir dari kepala hingga kaki mereka.

__ADS_1


Wujud mereka seperti manusia, hanya kekuatan mereka dapat memanggil mahkluk halus atau roh dari neraka maupun dunia lain sebagai pejuang.


"Bagaimana disana Jendral?"


"Aman kaisar!"


"Baguslah, kita lanjutkan ke atas karena sepertinya ada banyak tamu yang sedang menunggu kita di puncak gunung ini!" Balas Qin Chen melihat aura begitu padat di atas puncak gunung.


***


Puncak gunung


Gunung itu diberikan nama gunung roh agung, kenapa? Karena di puncak gunung terdapat benua yang luas dikelilingi oleh lautan yang begitu luas. Sementara di benua itu terdapat altar yang besar dimana di atas sana Raja Roh Kuartet tengah duduk di tahtanya memerintahkan pasukannya.


Qin Chen dan Jendral melayang di atas lautan biru yang abadi, tenang dan seperti cermin dapat memantulkan bayangannya dengan begitu jelas. Di hadapan mereka, ribuan bahkan puluhan ribu pasukan roh membawa roh masing-masing di belakang.


Jika satu pasukan membawa 2 roh, makan 20.000 pasukan di kali dua. Jumlahnya begitu besar dengan kekuatan Jendral Dewa perunggu sampai emas.


"Berhenti disana! Kalian di larang masuk kedalam area suci milik Raja Roh Kuartet! Wilayah ini adalah Tahta Raja Roh Kuartet, siapapun yang masuk lebih dalam akan di musnahkan!"


"Huh! Sombong sekali, turun kau!" Kata Qin Chen dengan frekuensi tinggi menghempaskan pasukan kebelakang dan ombak besar tercipta dibawah seperti Tsunami.


Bang!


Tiba-tiba dentuman besar dari depan mengembalikan hempasan gelombang Qin Chen dan saling bertabrakan membentuk distorsi ruang di sekitarnya. Langit mulai retak, dan pasukan tercengang melihat hal tersebut.


"Sekarang lebih baik, ini benar-benar menarik dibandingkan apa yang aku bayangkan! Raja Roh Kuartet, sebentar lagi aku akan menarik uratmu keluar dari tubuh!"


"Kahahaha!"


Tawa mereka berdua membuat gempa bumi dibawah dan awan disekitarnya menghilang, pasukan berlutut ketakutan dan gemteran tidak sanggup menahan rasa takut saat suaranya terdengar.


Melihat hal ini, Qin Chen melirik Jendral bayang untuk menyelesaikan keroco didepan mata dengan cepat. Karena ia akan solo melawan Raja Roh Kuartet di atas sana.


"Beberapa keroco!" Kata Qin Chen melesat membawa sayatan di setiap hempasan anginnya, ini membuat ribuan pasukan mati dalam keputusasaan.


Jendral bayang bergerak melawan mereka karena Kaisar tengah menuju puncak Pertarungan di atas altar.


"Kejar penyusup disana! Jangan biarkan dia mendekati Sang Raja!"


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2