
Didalam ruangan ...
"Kaisar, ini adalah informasi yang saya dapatkan selama kaisar memberikan tugas mengumpulkan informasi. Meski tidak banyak, namun saya yakin ini sudah cukup untuk Kaisar mengetahui cara apa selanjutnya."
"Karena kau begitu yakin, maka aku tidak akan mempermasalahkannya. Jendral, aku akan bertanya satu hal padamu, dan jawab pertanyaanku sesuai apa yang kau pikirkan dan rasakan. Jika kau berbohong, istriku pasti mengetahuinya."
Ia mengangguk dengan bingung, karena ini terlalu mendadak.
"Menurutmu, aku yang dulu dan sekarang mana yang lebih baik?"
Jendral termenung kebingungan, ia masih merangkai kata-kata di benaknya agar tidak salah mengatakannya. "Kau tidak perlu gugup, katakan saja apa yang kau pikirkan, Jendral." Kata Chu Qincheng.
"Baik Ratu." Ia mengambil nafasnya lalu membuangnya. "Menurut pendapat saya, Kaisar lebih baik seperti yang sekarang, karena ia memikirkan segalanya dalam satu tepukan tangan. Jiwa Raja, dan seorang raja yang memimpin ia memilikinya segalanya dibandingkan sebelumnya."
"Sebelumnya? Jelaskan."
"Maaf lancang kaisar, ini adalah pandangan mata saya sewaktu kaisar masih seperti dulu. Kaisar menang kuat, karena menekan musuh dengan kekuatan kaisar, pemikiran kaisar hanya dan satu, mereka menyerang, kita bantai. Meski kepemimpinan kaisar baik, namun kaisar kekurangan satu hal."
"Apa itu?"
"Ketenangan! Kaisar dapat merasakannya sendiri, bagaimana berbedanya kaisar sekarang dengan kaisar dulu. Sekarang, kaisar lebih tenang menghadapi musuh, dan hinaan diluar sana, karena kaisar memiliki Jiwa Raja yang memimpin mereka kejalan yang benar."
"Tidak seperti kaisar dulu, dulu kaisar akan menyelesaikannya dengan pembantai masal tanpa memandang sebab dan akibat. Dari semua ocehan saya, menurut saya, Kaisar lebih baik seperti sekarang ini, memimpin dengan tenang menghadapi musuh."
"Dalam arti lain, naga yang tertidur tidak boleh di ganggu. Saat naga itu terbangun, seluruh dunia merasakan kemarahannya." Jelasnya panjang lebar.
Qin Chen tertawa terbahak-bahak mendengarnya, Chu Qincheng tertawa kecil tidak ada yang salah, karena mereka tertawa mendengarnya langsung dari Jendral Bayang sekarang ini.
"Begitu rupanya, aku tidak mempermasalahkan hal tersebut karena mungkin itu adalah sisi gelapku sebagai raja. Sekarang kita kembali ke pembahasan utama, karena keberadaanku telah diketahui, maka orang-orang akan bersiap menyerang kapapun itu."
__ADS_1
"Karena itu, aku memberikan tugas untuk memantau orang-orang yang bergerak dibalik bayangan dan mengumpulkan pembelot Istana. Dengan begitu, saat perang terbuka tidak akan terjadi banyak kekacauan internal."
"Baik Kaisar."
Setelah itu, ia memberitahukan rencananya kepada mereka, mereka mengangguk setuju meski Qin Chen sebenarnya ingin menemui Dewa Raksasa secara langsung dan bertanya tentang kebenaran dunia ini.
Jendral pergi melakukan tugasnya, Qin Chen dan Chu Qincheng masih didalam ruangan karena jika mereka keluar sekarang maka akan ada pertikaian besar ataupun kecil antara mereka berdua dengan orang-orang diluar.
"Qincheng, aku akan pergi keluar sebentar, kamu tunggulah di dalam ruangan ini. Jangan pergi kemana-mana, kamu ingat."
"Baik-baik, aku bukan anak kecil yang mudah tersesat, kamu pergilah dan selesaikan apa yang ingin kamu selesaikan, aku akan menunggu disini."
"Baguslah."
Ia keluar dari ruangan tersebut membuat orang-orang di luar sana menoleh ke arahnya. Qin Chen acuh tak acuh, karena tujuannya bukanlah mereka melainkan Dewa Raksasa itu sendiri yang berada di Istana.
Ia melesat terbang dengan kecepatan tinggi kearah Istana membuat mereka melesat mengejar Qin Chen. Dibelakangnya, ada banyak orang-orang yang melesat mengejarnya, ia memberikan hempasan angin besar membuat mereka terlempar entah kemana.
Qin Chen berhenti dihadapan mereka, dan dihadapan orang-orang yang mengejarnya. Ia lalu bersuara. "Bawa aku ketempat Dewa Raksasa berada, aku ingin berbicara dengannya sebentar. Jika tidak, aku akan secara pribadi datang dengan membawa keributan besar di ibukota ini."
Mereka saling memandang satu sama lainnya, tidak mungkin bagi mereka melawan Qin Chen yang kuat sedangkan mereka seperti semut dimata para Dewa.
"Aku akan melaporkan ini, kau tidak dapat melebihi batas untuk masuk ke Wilayah Istana! Jika kau melebihi batas, maka kami tidak segan-segan menangkapmu."
"Lakukanlah, asalkan kalian mampu menahannya."
Membeku tanpa isyarat, salah satu dari mereka melesat menemui Dewa Raksasa yang berada di ruangannya. Sedangkan Qin Chen, ia tengah melayang di langit melihat orang-orang dibawah sangat berantusias.
"Berhentilah bersikap seperti orang bodoh, seberapa keras kalian ingin menggulingkanku, kalian tidak akan mampu meksi dibantu oleh para Dewa di Surga. Karena mereka tidak lebih hanya sekumpulan semut yang menggunakan kekuasaannya."
__ADS_1
"Sombong! Leluhur kami adalah Dewa Tertinggi di Surga! Kau akan mati cepat atau lambat saat leluhur kami datang melihat keadaan dunia ini kacau karena ulahmu!"
"Begitu?" Qin Chen bersikap dingin, ia yang ingin menghentikan kekacauan malah ia yang dituduh membawa kekacauan, memikirkan itu membuat Qin Chen sadar bahwa kekuatan jahat telah berhasil memanipulasi pikiran mereka semua.
Swoosh!
Tiba-tiba sebuah panah melesat disampingnya memberikan peringatan kepada Qin Chen untuk pergi dari wilayah ini. Mereka benar-benar tidak tahu diri dan berterimakasih, ini memancing Qin Chen untuk menunjukkan sifat aslinya, namun Qin Chen tidak terpancing.
Ia mengambil panah tersebut dan melemparnya kembali tepat didepan matanya hingga membentuk pusaran hitam kecil menelan apapun yang disentuhnya.
"Itu adalah mini black hole, katanya kekuatan ini dapat menghisap apapun yang disentuhnya! Sedikit demi sedikit dunia akan hancur karenanya dan mini black hole ini dapat tumbuh besar."
"Apa! Bukankah ini kekuatan mengerikannya, dengan satu kali lambaian tangannya menciptakan mini black hole, lalu bagaimana dengan ia serius melawan, bukankah menciptakan black hole Primordial sama seperti menciptakan mainan!"
Mereka mundur karena mini black hole bergerak menghisap apapun disekitarnya untuk mengembangkan diri. Sangat sulit bagi mereka untuk menghancurkan kekuatan tersebut, karena serangan mereka akan dihisap saat mendekatinya.
Para prajurit sekalian bergegas menghentikan tersebut, namun berakhir dihisap oleh black hole itu sendiri. Qin Chen hany melihatnya dengan dingin, ia tidak menghentikannya karena sebagian peringatan sebelum semuanya dimulai.
"Itu hanyalah peringatan kecil, aku tidak ingin membantai satu daratan tanpa sebab dan akibat. Sekarang, kalian hanya memiliki dua pilihan, mati dan menyerah! Jika kalian menolak menyerah, cepat atau lambat kalian semu akan mati."
"Dasar iblis kejam! Kau bermain hal licik seperti ini! Kau benar-benar iblis tidak berperasaan sedikitpun!"
"Kalian benar, aku adalah iblis tanpa perasaan sedikitpun, aku hidup dengan kegelapan dan berakhir di kegelapan. Karena itu, aku tidak akan bersikap baik pada orang yang tidak memiliki sikap baik padaku."
Satu orang memandangnya dengan serius melihat mata Qin Chen, ia menghela nafas setelah itu lalu pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa sedikitpun penyesalan setelah melihat mata Qin Chen.
"Aku ingin melihat selanjutnya."
...
__ADS_1
*Bersambung ...