
Reruntuhan Makam Kuno
Di dalam reruntuhan Makam Kuno, mereka bertiga berada di antara dua patung yang berdiri di samping Pintu. Patung tersebut seolah adalah Penjaga Pintu masuk untuk masuk lebih dalam.
Melihat hal tersebut, Qin Chen dan kedua muridnya masuk kedalam dengan mendorong Pintu Besar. Saat masuk, tiba-tiba cahaya terang menyilaukan mata mereka bertiga.
Cahaya tersebut membuat Qin Chen dan lainnya tidak dapat melihat. Qin Chen kesal dan mengibaskan tangannya, mencoba menyapu cahaya dengan tangannya.
Swoosh!
Boom!
Meledak, sesuatu yang meledak terdengar. Qin Chen bingung, namun cahaya menyilaukan tersebut perlahan menghilang dan menampilkan ruangan yang masih bagus seakan tidak tersentuh.
"Ruangan ini ... Ruangan ini seperti tidak digunakan, atau lebih tepatnya selalu dibersihkan. Jika tidak, bagaimana mungkin sebuah ruangan begitu bersih. Sedangkan diluar sana reruntuhan terbengkalai dimana-mana." Xia Jingyi penasaran sekaligus terkejut, sontak membuatnya tidak dapat menahan rasa kecurigaan.
Mendengar argumen Xia Jingyi, Qin Chen setuju dengannya. Bagaimana bisa di dalam begitu bersih, namun tidak menutup kemungkinan kalau ruangan ini memiliki sesuatu yang dapat mempertahankan kemewahannya.
"Kakak ... Coba kamu lihat bagian sana." Xia Hongyi menunjuk ke arah Guci besar dengan polesan Giok Azure di sekelilingnya. Jangan melihatnya dari luar, melainkan melihat dari dalam.
Di dalam Guci tersebut mengandung kekuatan Jahat. Kekuatan yang membuat siapapun yang melangkah lebih jauh akan masuk kedalam Ilusi Iblis.
Dimana mereka bertiga akan berhalusinasi melihat sesuatu yang ditakutkan dalam hati. Ini membuat Qin Chen terkejut, sekali lihat, Qin Chen sudah paham.
Xia Hongyi begitu hebat, dia dapat melihat kejahatan yang bersembunyi. Inilah keuntungan dari memiliki kekuatan Sembilan Putaran Bulan di dirinya.
"Guru ... Apa itu? Jingyi merasakan ditarik oleh Gravitasi untuk masuk lebih dalam." Tanya Xia Jingyi yang penasaran.
"Itu adalah Ilusi Iblis Hati. Mereka mencoba menarikmu untuk masuk kedalam ilusi dan langsung dihantam dengan sesuatu yang membuat kalian takut, sedih, rasa kehilangan, dan lain sebagainya."
"Jadi, jangan ada yang bergerak kedepan sampai Guru menghancurkan kekuatan Jahat tersebut.'
"Jadi begitu, kami paham sekarang. Kekuatan ini sangat efektif untuk membuat runtuh kepercayaan diri." Balas Xia Jingyi.
__ADS_1
Xia Hongyi yang bergerak, namun Qin Chen tarik dan menahannya. Dia ingin kedepan, karena penasaran. Mendengar hal tersebut membuat Qin Chen geleng-geleng kepala.
Qin Chen dengan cepat mengayunkan tangannya, sebuah tebasan vertikal menghancurkan Guci tersebut berkeping-keping di sana.
Setelah hancur, gas hitam kutukan tersebut menghilang. Qin Chen dapat merasakan udara yang mulai bersih dibandingkan sebelumnya dan semuanya mulai membaik.
"Sekarang lebih baik dibandingkan sebelumnya, ayo kita masuk lebih dalam mencari tahu apa yang berada di dalamnya."
"Baik Guru. Hongyi penasaran juga, karena ini pertama kalinya bagi Hongyi berpetualang menjelajahi reruntuhan dan mendapatkan pengalaman berharga." Balasnya dengan senang, dia melompat-lompat kedepan berputar seperti anak kecil.
Mendengar hal tersebut tentunya membuat Qin Chen senang. Mereka berdua tidak pernah jalan jauh dari rumah, dan tidak pernah menghadapi kematian seperti sebelumnya.
Sekarang, mereka melakukan semuanya dan mendapatkan kenangan baru dan cita-cita baru disana. Di Medan pertarungan, kekuatan adalah segalanya.
Mereka bertiga masuk lebih dalam, di sekitarnya tidak ada Monster ataupun Iblis lagi. Hanya ada pilar-pilar bangunan berjejer di kanan dan kiri.
Di ujung ruangan, Tahta kosong tanpa pemilik. Melihat hal tersebut membuat penasaran, mendekati beberapa langkah sebelum Tahta, mereka bertiga berhenti.
Qin Chen mengamati sekitarnya, ada sesuatu yang aneh di ruangan tersebut. Saat merasakan lebih dalam, Qin Chen menyadari sesuatu yang aneh terjadi.
Dentuman besar di belakang kepala Xia Hongyi, Qin Chen menahannya dengan tangan. Serangan besar sebelumnya di lakukan oleh Makhluk tak kasat mata, atau tak terlihat oleh mereka.
“Kekekek ... Sangat menarik, Manusia ... Kau dapat menahan seranganku. Kau memiliki potensi untuk hal tersebut.” suaranya diiringi dengan nada kematian.
Mereka berdua mendengarnya, namun tidak dapat melihatnya. Kekuatan mereka tidak memungkinkan mereka untuk membantu Guru mereka sekarang.
Qin Chen melihat dia pergi, sosok tersebut menembus tembok dan menghilang lalu muncul di tempat lain.
"Kekuatan Ruang?" Ucap Qin Chen sontak terkejut melihatnya.
“Ho? Hahaha ... Ternyata kau juga dapat mengetahui kekuatan Ruang? Bagaimana, apa kau tertarik untuk mempelajarinya dariku? Jika benar, kalahkan aku dalam pertarungan.” Dengan nada senang dan tidak senang, niat membunuhnya membongkar semuanya.
Dia dari awal memang berniat untuk membunuh Qin Chen, lalu mengambil alih tubuhnya untuk menjadi tubuh barunya. Dengan begitu, dia akan hidup kembali di Dunia ini dengan kekuatan baru.
__ADS_1
"Mengalahkanmu? Jangan konyol ... Sebelum kau datang, aku telah menang dalam hal apapun. Jadi, berlutut dan menyerahlah sebelum aku bertindak lebih." Balas Qin Chen mencemooh makhluk tersebut.
Mendengar hal tersebut, sosok itu menggertak kesal, dia melesat masuk kedalam diri Qin Chen. Mencoba mengambil alih tubuhnya secara paksa.
Qin Chen mendapatkan serangan dari Jiwanya, dia menutup matanya dan masuk kedalam Ruang Jiwa miliknya.
Setibanya di sana, sosok sebelumnya bertubuh besar dengan dua tanduk kanan dan kiri. Aura gelap pekat menyelimuti tubuhnya, tarik tajam menyerupai Monster.
"Hahahaha ... Apa ini Ruang Jiwamu, jika selemah ini. Aku akan mengambil alih tubuhmu mula sekarang!" Ucapnya dengan percaya diri disana.
Di atas langit, badai terjadi. Pusaran awan dan Guntur membentuk mata merah dengan pupil gari vertikal. Menatap Qin Chen dengan tajam, mata tersebut seakan memberikan penindasan pada Jiwa miliknya.
"Jangan konyol ... Di luar maupun dalam, akulah yang akan tetap menang menghadapi Jiwa lemah sepertimu." Balas Qin Chen, suaranya tidak niat bermain dengan bocah seperti sosok di depannya.
Qin Chen tersenyum tipis, pada saat itu juga. Ruang Jiwa Qin Chen bergerak. Bergerak mengikuti kehendak Qin Chen, di atas mata tersebut. Ada mata lebih besar dan lebih ganas dibandingkan miliknya.
Seluruh benda-benda dibawah tertarik ke langit, terhisap seperti lubang hitam.
"Ba– Bagaimana mungkin ... Siapa kau sebenarnya, bagaimana bisa ada kekuatan mengerikan seperti ini adalah di dalam Jiwa milikmu! Siapa kau!" Teriak sosok tersebut karena ketakutan hanya melihat mata tersebut.
Itu adalah mata Asal Muasal. Mata yang mengetahui segalanya yang ada di Dunia. Dapat melihat kedalam dan melihat seluruh Dunia.
Jika dikatakan, dia mengetahui apapun yang ada yang tidak ada di Dunia. Mata tersebut menarik kekuatan musuh kedalam Akar Asal Muasal, kembali pada tempatnya.
Wushh!
Dalam sekejap mata, serangan musuh menghilang dan Ruang Jiwa menjadi hening. Sosok tersebut masih gemetar, dia mendapatkan penindasan dari Origin Tree.
"Aku telah mengatakannya sebelumnya, hanya kau saja yang tidak percaya. Jika seperti ini, maaf karena tidak sopan." Qin Chen menceramahi sosok tersebut dengan nada yang menyesal.
Tangannya meraih dan perlahan sosok tersebut menghilang tanpa perlawanan. Jiwanya sudah hancur, melihat Origin Tree sudah membuatnya tidak ada harapan menang.
Kepingan ingatan sosok tersebut masuk kedalam pikiran Qin Chen. Qin Chen mendapatkan pengetahuan baru, jika digabungkan dengan ingatan Origin Tree, Qin Chen mungkin dapat menggunakan kekuatan Ruang.
__ADS_1
...
*Bersambung ...