
Roarrr!
Raungan monster itu begitu keras hingga menggetarkan langit dan bumi, siapapun yang mendengarnya akan runtuh ketakutan. Bahkan pasukan revolusioner dan dewa berjatuhan tidak sanggup mendengar raungannya, dimana itu menyebabkan serangan suara dengan frekuensi tinggi.
Puluhan tentakel keluar dari lubang besar di langit dan turun kebawah membuat getaran di daratan. Secara perlahan, wujudnya terlihat di langit, begitu besar dan sulit untuk di tafsirkan seperti apa bentuknya.
Ia memiliki tentakel sebagai kaki, sementara tubuhnya seperti manusia dengan tangan yang kekar memegang sebuah sabit hitam besar di tangannya. Layak menjadi seorang Raja Laut Dalam!
Sementara kepalanya, seperti naga yang memiliki dua sisi tanduk yang panjang melingkar. Dipunggungnya, sayap naga membentang luas seakan langit berada di bawah kepakan sayapnya.
Roarrr!
Dengan suaranya terdengar, ia memutarkan sabit kematian di langit membuat badai besar menarik seluruh daratan terangkat ke atas. Para Dewa tertawa terbahak-bahak sambil menyembahnya sebagai Dewa Tertinggi di Dunia!
"Hahahaha! Yang Raja Dewa Laut Dalam Yang Agung, kami menyambut kedatangan anda yang agung ini di dunia!"
Boom!
Pada saat suaranya selesai terdengar, sabitnya berhenti dan menghancurkan daratan disekitarnya hingga terbelah menjadi dua bagian. Serangan itu memotong Benua Raksasa ini menjadi dua bagian, dan dampaknya membuat benua lainya terguncang hebat.
Qin Chen melirik kesamping dimana daratan itu terbelah, kekuatan itu setidaknya berada di atas True God bahkan lebih karena keberadaannya sudah membuat dunia atas hampir pecah olehnya.
Saat Qin Chen melirik kesamping, secara tiba-tiba sabit miliknya melesat ke arah Qin Chen dengan kecepatan tinggi hingga menghantam pertahanan miliknya dan meledak sangat besar di langit.
Ledakan tersebut membuat material di sekitarnya terhambur kemana-mana, para Dewa terlempar menghantam daratan hingga mengalami luka-luka dalam lagi.
Kabut yang tebal itu menghilang dan menunjukkan sosok Qin Chen yang masih berdiri dengan tangan kirinya menahan ujung sabit tersebut dengan dua jarinya disampingnya.
Ia tersenyum kecil, lalu melihat ke arah monster itu. "Kau cukup hebat untuk membuatku menggerakkan tanganku, namun itu belum cukup hebat untuk membuatku mengeluarkan kemampuanku."
__ADS_1
Tiba-tiba, matanya mengeluarkan serangan laser seperti sebelumnya dengan kecepatan luar biasa. Namun yang mengejutkan lagi adalah, monster itu menahannya dengan sayap naganya yang menyelimuti dirinya menjadi kepompong.
Serangan Qin Chen beberapa kali berdenyut membuat warna dunia hampir pudar karena kilauan cahaya yang membutakan mata membuat dunia menjadi seperti lukisan hitam dan putih tanpa warna maupun objek lainnya.
Sesaat kemudian, ia berhenti dan tiba-tiba tentakel itu menyerang Qin Chen bertubi-tubi, ia menghindari serangannya dengan berpindah-pindah tempat secara instan hingga mendekati monster itu.
Mengayunkan tangannya seperti pedang mencoba membelah monster dihadapannya.
Swoosh!
Crack! Crack! Crack!
Ia melihat sebuah retakan seperti kaca pecah di langit, saat memperhatikan lebih jelas itu adalah pertahanan miliknya yang telah melemah akibat serangan sebelumnya.
"Haha! Aku mengira kau memiliki fisik yang dapat menahan segala serangan ternyata hanya pertahanan ilahi yang belum sepenuhnya sempurna. Namun, itu lebih baik dibandingkan beberapa Dewa omong kosong dibawah sana!"
Roarrr!
Meski namanya panjang, namun nama itu memiliki arti yang sangat hebat. Monster itu adalah Raja Para Dewa di Lautan Terdalam di Ocean Eternity, sama halnya dengan monster-monster peliharaan Qin Chen di kekosongan itu.
"Hahahaha! Lemah tetaplah lemah! Dihadapan Raja Dewa, kau bukanlah apa-apa dimatanya! Dasar manusia bodoh! Ingin melawan surga, jangan bermimpi dihadapan kami para Dewa Sejati!"
Secara tiba-tiba seluruh dunia terbakar oleh nyala api Phoenix, mereka yang sombong Qin Chen bakar meski harus membakar dunia ini hingga hancur! Namun ia menahan dirinya dan hanya membakar orang-orang dibawah sana dengan apinya.
Mereka berteriak kesakitan dimana api itu abadi sehingga air maupun hak lainnya tidak akan mampu memadamkan Api tersebut. Secara mengejutkan lagi, api hitam sebelumnya membaur dengan tangan Qin Chen dan membentuk bola kecil diatas telapak tangannya.
Mata mereka tercengang tidak berkata-kata lagi, bagaimana sosok itu harus ada di dunia. Mengendalikan api langit terdalam dengan mudahnya dan Qin Chen bahkan melenyapkannya dengan genggaman tangannya.
"Sekumpulan parasit, aku tidak akan bermain-main lagi!"
__ADS_1
Mengangkat tangannya ke langit dan tiba-tiba sebuah gerbang portal besar berputar seperti lubang hitam, didalamnya terdapat bayangan pedang yang tak terhitung jumlahnya. Ia lalu menjatuhkan tangannya kebawah.
Wushh! Wushh! Wushh!
Kecepatan pedang tersebut meledak-ledak dibawah menghancurkan daratan itu dengan ganas dan tanah-tanah yang terangkat ke atas di hisap oleh lubang hitam sebelumnya Qin Chen meledakan sebuah bintang besar.
Dewa Raksasa terdiam dengan tubuh gemeteran tidak terkendali, untuk pertama kalinya dan terakhir kalinya ia ketakutan selain menghadapi Kaisar Surga di Surga. Sekarang, Qin Chen membuatnya ketakutan dan bahkan lebih takut dibandingkan menghadapi Kaisar Surga.
Meski tanpa ekspresi yang Qin Chen berikan, namun dibawah kelopak matanya terdapat niat membunuh yang begitu besar hingga membuat jiwanya gemetaran. Sementara di sampingnya, satu-persatu True God dan Dewa dibawahnya mati dengan tubuh dipenuhi pedang yang menembus hingga tertancap di tanah.
Jeritan kematian melolong seperti roh jahat yang mencoba membawa orang-orang untuk mati bersama. Pasukan revolusioner terdiam tidak berkutik lagi, meski tanpa mereka semua Qin Chen dapat mengalahkan pasukan surga dan raksasa sendirian.
Sedangkan monster di langit, ia tidak bereaksi sedikitpun melihat pemandangan ini. Namun sebaliknya, ia tersenyum puas dengan semua ini, karena energi kematian mereka sangat bermanfaat baginya dimana dia mencoba menyerap semuanya.
Kelipatan energi berputar membentuk spiral di langit yang masuk kedalam dirinya, Qin Chen melepaskan kemampuannya dan menyerap energi kematian itu dengan kemampuannya. Kedua kekuatan saling membentur dan membuat energi kematian tidak terkendali sehingga daratan yang subur langsung kering dan mati.
Monster-monster di sekitarnya langsung mati setelah terkena sedikit saja energi kematian, seluruh kehidupan disekitarnya mulai menghitam dan mati. Orang-orang berlarian menjauh dari tempat tersebut karena dua Raja yang saling mempertahankan posisi mereka tengah bertarung secara Intens.
Dua energi saling berbagi membuat gelombang frekuensi menerjang gerbang surga dan lain sebagainya. Retakan langit terjadi dimana-mana, dan lempeng bumi bergerak membuat letusan gunung berapi di berbagai tempat.
Tsunami besar tercipta dan bergerak menenggelamkan daratan ini. Tanpa memandang tempat dan keadaan, mereka berdua saling melihat satu sama lainnya dengan tajam membuat distorsi ruang disekitar terus-menerus hancur.
Qin Chen dan Monster itu menarik senjata masing-masing di tangan, dengan memadatkan suatu energi kedalamnya membuat senjata mereka mengeluarkan aura masing-masing dimana itu mengerikan.
Tidak dapat dibayangkan apa yang terjadi jika mereka bertarung di dunia, kemungkinan besar akan terjadi kehancuran total dan seluruh ras akan mati dan yang hidup hanya kultivator hebat yang bisa terbang antar bintang untuk bertahan hidup.
Qin Chen mengambil langkah pertama, dan melesat melebihi cahaya bersamaan dengan monster itu yang mengayunkan sabit kematian miliknya ke arah Qin Chen!
...
__ADS_1
*Bersambung ...