Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 104


__ADS_3

Lucas menatapnya, "Ada apa?".


"Hahaha.. Ternyata kamu disini, aku pikir tadi kamu pergi" jawabnya berjalan mendekati sang suami. "Apa yang sedang kamu kerjakan? kamu tampak sangat serius sekali" Lucas mengernyitkan dahi. "Ah.. Tidak, lupakan saja heheheh.. Oh iya, bisakah kamu menghubungi Jose?" bukannya menjawab Marisa, Lucas malah menatapnya semakin mengerutkan keningnya. "Bukan apa-apa, aku hanya ingin memastikan kalau dia baik-baik saja".


"Emang kenapa?".


"Flora tadi tiba-tiba sangat merindukan Jose, untuk memastikan kalau Jose baik-baik saja aku meminta mu untuk menghubungi nomor ponselnya. Soalnya tadi aku sudah mencoba beberapa kali menghubungi Jose tapi dia tidak menjawabnya".


"Terus apa bedanya dengan ku?".


"Ya siapa tau kalau kamu yang menelponnya Jose akan mengangkat ponselnya. Ayo di coba dulu".


"Biarkan saja, Jose pasti sedang sibuk".


"Inikan hari minggu.. Oh iya aku melupakannya, bagi kalian kan mana ada bedanya hari biasa sama hari minggu. Kalau gitu aku keluar dul.. Aakkhhh" kaget Marisa begitu Lucas menarik tubuhnya terjatuh diatas pangkuannya. "Ke-kenapa?".


Lucas tersenyum manis, kemudian mengangkat tangan kanannya menyentuh wajah mulusnya dengan sayang sembari mencium bibirnya. "Kamu mau kemana? hhhmmm".


"Hahahhaha.. Kamu ada-ada saja, tidak mungkin aku disini menganggu pekerjaan mu" tawa Marisa memalingkan wajahnya. "Ayo lepaskan aku".


"Tidak" Tolak Lucas menarik wajahnya. Dengan tatapan mata yang menghanyutkan Lucas pun langsung mencium bibirnya dengan kedua tangan yang tidak mau tinggal diam meraba tubuh sang istri sampai ciuman tersebut semakin hot.


"OMG.. Gila, ini benar-benar sangat nikmat sekali" teriak Marisa dalam hati hingga pada akhirnya ia mengeluarkan suara ******* yang membuat Lucas semakin menjadi-jadi. Namun saat Lucas hendak menanggal pakaiannya Marisa manahan tangannya, "Apa kita akan melakukannya disini?".


"Mmmm, kita akan mencoba yang baru.. Ada apa dengan wajah mu sayang?" Lucas menyentuh kedua pipinya kembali. "Kamu tidak usah khawatir, aku tidak akan melukai bayi kita".


Marisa menggeleng, "Bukan itu, entah kenapa aku tiba-tiba merasa malu" jawabnya menundukkan wajah semakin merona mendengar suara tawa Lucas memeluknya dengan erat. "Ck, aku tau itu kalau kamu akan menertawai ku. Ais, menyebalkan sekali".


"Apanya yang menyebalkan sayang?".


"Tau ah" Marisa memalingkan wajah itu kembali dengan raut wajah kesal kepada sang suami yang masih menertawainya. Tetapi tingkat kegemasan Lucas pun membuat ia semakin ingin menerkam sang istri menggigit leher jenjangnya. "Aarkkhh.. Lucas".


"Uummcchh.. Uummcchh.." Lucas menarik wajahnya dan melanjutkan ciuman itu kembali hingga Lucas berhasil menanggalkan satu persatu pakaiannya dan memperlihatkan betapa indahnya tubuh seorang Marisa. "Sayang!".


Marisa menatapnya, "Mmmmm.. Kenapa? inikah yang kamu inginkan? aarkkhh" sandarnya di dada bidang Lucas, kemudian Lucas mengangkat tubuhnya diatas meja membuat ia membulatkan mata.

__ADS_1


"Aku mencintai mu".


"Apa?".


"Aku mencintai mu Marisa ku sayang".


Dengan senyum mengembang di wajahnya, Marisa pun langsung membalasnya, "Aku juga, aku sangat mencintaimu mu suami ku dan berharap sampai selamanya aku akan selalu bersama dengan mu sampai tua nanti".


"Pasti sayang" kedua pasangan itu pun melanjutkan apa yang seharusnya mereka lanjutkan diruangan tersebut hingga pada akhirnya rasa malu yang tadi Marisa rasakan seketika menghilang.


.


Dikediaman keluarga besar Jose, semua pelayan sedang disibukkan mempersiapkan persiapan untuk acara pernikahan Jose dengan Raniya yang akan di gelar jam 7 malam nanti. "Tuan Jose, tuan dipanggil tuan besar kedalam ruangannya" ucap salah satu pelayan mendatangi kamarnya.


"Mmmm, saya akan kesana" Jose pun keluar dari dalam kamar mendatangi ruangan sang ayah yang berada di lantai bawah.


Tok.. Tok...


"Masuk!"


"Hari ini adalah hari pernikahan mu, apapun yang terjadi jangan sampai kamu mempermalukan nama besar keluarga kita kalau kamu tidak mau wanita itu berakhir ditangan papa. Mulai hari ini juga, papa minta kamu mengakhiri hubungan mu dengan wanita itu. Kalau sampai kamu ketahuan berhubungan dengannya lagi, maka jangan salahkan papa melakukan segalanya untuk memisahkan kalian berdua. Ingat itu Jose!".


Jose pun menghela nafas berat mengusap wajahnya dengan kasar, "Pa, mau sampai kapan papa akan memperlakukan ku seperti anak kecil? aku sudah dewasa pa, anak mu ini bukan lagi anak kecil yang harus papa atur sewaktu dulu".


"Oh, sekarang kamu mau melawan papa hhhmmm?".


"Sudahlah pa, aku tidak ingin berdebat dengan papa lagi. Kalau memang itu kemauan papa, aku akan menurutinya. Permisi" ucap Jose keluar dari dalam ruangan sang ayah dengan wajah marah bercampur menahan tangis tampa ia sadari kalau saja ibunya sedang memperhatikannya dari kejauhan.


"Anak itu, pasti dia baru saja melawan papanya. Dia pikir kalau tampa papanya dia akan bisa hidup semewah ini? hhhmmsss anak jaman sekarang tidak seperti dulu lagi, lihat saja kelakukan Jose? ck benar-benar".


"Apa yang sedang kamu lakukan disini?".


"Eekkhh.. Mama" Ibunya Jose pun langsung melihat sang ibu mertua. "Itu mah, Jose baru saja keluar dari ruangan papanya. Aku yakin anak itu pasti berusaha melawan papanya lagi".


"Kemana perginya dia?".

__ADS_1


"Siapa ma? Jose?".


"Mmmmm".


"Tadi aku melihat Jose pergi ke belakang ma, sepertinya dia sedang bermain dengan peliharaannya. Mama mau kemana?".


"Kamu disini saja, biar mama yang bicara dengannya" jawab sang ibu mertua menghampiri Jose yang sedang bermain dengan anjing kesayangannya. Lalu ia tersenyum melihat sang cucu, "Jose!" panggil ya.


"Nenek!" senyumnya dengan tipis. "Ada apa nenek?".


"Tidak" geleng sang nenek mendekatinya. "Apa kamu sudah memberikan mereka makan? akhir-akhir ini mereka tampak mengurus, apa kamu tidak memperhatikannya lagi?".


"Mereka baik-baik saja nenek" jawabnya.


"Benarkah?".


"Mmmmm, meskipun terkadang perhatian ku berkurang, mereka tetap baik-baik saja".


"Syukurlah. Lalu bagaimana perasaan mu saat ini? apa kamu bahagia?".


Jose tersenyum kembali, "Tentu saja nek, hari ini adalah hari pernikahan ku dengan calon menantu pilihan papa. Bagaimana mungkin aku tidak bahagia".


"Baguslah kalau kamu bahagia. Papa kamu lakukan ini semua demi kebaikan kamu sendiri, jadi jangan pernah mencoba melawan kedua orang tua mu".


"Iya nenek. Terimakasih".


"Terima kasih untuk apa?".


"Terima kasih untuk semuanya sudah membesarkan Jose dengan baik, aku tidak akan pernah melupakan kasih sayang yang sudah nenek berikan kepada ku".


"Mmmmm" senyum sang nenek dengan bangganya. "Nenek bangga kepada mu Jose. Jadilah anak yang berbakti kepada kedua orang tua".


"Jose akan selalu mengingat ya nenek".


"Syukurlah. Nenek bahagia mendengarnya. Kalau gitu nenek pergi dulu, bersiaplah karna sebentar lagi calon istri mu akan datang kemari, bersikap baiklah kepadanya mmmm".

__ADS_1


"Iya nek" angguk Jose menahan air mata yang sedari tadi ia tahan. Kemudian dan lagi-lagi ia mengusap wajahnya dengan kasar, hari ini benar-benar sangat melelahkan sekali bagi seorang Jose.


__ADS_2