Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 90


__ADS_3

Begitu Raniya memasuki cafe tersebut, ia melihat Jose sedang menunggunya di salah satu meja yang paling sudut sambil melihat ke luar.



Kemudian Raniya menyeringai berjalan menghampiri Jose, "Apa yang ingin kamu bicarakan dengan ku? aku tidak punya banyak waktu berlama-lama disini bersama dengan mu".


Jose menghela nafas sembari menyambar daftar menu yang berada di atas meja, "Kamu sudah sarapan? akan lebih enak mengobrol sambil makan".


"Haaahhh.. Maksud kamu apa sekarang Jose? aku sudah bilang jangan membuang-buang waktu dengan hal yang tidak penting seperti ini".


Jose pun langsung menatapnya, "Kamu pikir aku juga tidak merasakan hal yang sama dengan mu? hahh.. kamu salah Raniya. Sekarang katakan apa yang ingin kamu makan? jangan melihat samping kiri kanan mu seseorang sedang memantau kita".


"Apa?" kaget Raniya memutar tubuhnya melihat sekitar mereka membuat Jose melihatnya dengan tatapan kesal.


"Harus berapa kali aku mengatakan kepada mu jangan melihat kesana Raniya?".


"Maksudnya ini apa Jose?".


"Kenapa kamu tidak tanya saja kepada orang tua mu? mungkin kamu akan mendapatkan jawaban dari sana".


"Yah..!!" bentak Raniya dengan mata melotot. Lalu ia menghela nafas, "Jose, sepertinya kamu harus tau siapa pria yang aku cintai selama ini. Pria itu adalah Lucas".


Deng..!


Jose tampak sangat terkejut, namun seketika ia berusaha untuk terlihat biasa saja. "Kenapa? kenapa harus Lucas? tidak bisakah kamu mencintai pria lain saja selain dia?".


"Apa urusan dengan mu? aku mencintai Lucas jauh sebelum yang kamu pikirkan. Jadi jangan sok mengurusi hidup ku, ingat yah, aku tidak bakalan sudih menikah dengan mu. Sekarang apa yang ingin kamu bicarakan kepada ku? aku akan memberi mu waktu 10 menit dari sekarang?".


"Ayo kita menikah".


"Haaahhh.. Hahahaha.. Apa kamu masih waras mengajak ku menikah dengan mu Jose?".


"Mmmmm, aku tidak waras lagi begitu aku mengenal mu, dan sekarang aku harus menikahi mu tampa rasa cinta. Hahaha benar, aku benar-benar sudah tidak waras Raniya. Apa kamu puas?".


"Hhhmmsss.. Aku tidak ingin mendengar mu lagi. Lalu apa yang akan kamu lakukan? aku sudah mengatakan kepada mu kalau aku tidak akan menikah dengan mu, dan sampai kapan pun aku tidak akan pernah menikahi pria yang tidak aku cintai".


"Tidak ada cara lain selain menikah untuk menghindari masalah ini karna minggu depan pernikahan kita akan di gelar. Bersiaplah meskipun tampa rasa cinta, setelah itu kamu bebas mau pergi dengan siapa pun begitu juga dengan ku".

__ADS_1


"Ini tidak masuk di akal Jose!!".


"Tidak ada cara lain lagi".


"Aaiisss.. Aku benar-benar membenci ini semua" geram Raniya pergi meninggalkannya disana. Dan di dalam mobil, dengan sangat marah ia memukul-mukul setir mobilnya dengan wajah frustasi, "Ah, apa yang harus aku lakukan? apa aku harus mengikuti perkataan Jose? tapi kalau tidak, masalah ini tidak akan kelar-kelar sampai kami berdua berhasil menikah. Ck, ini benar-benar sangat menyebalkan sekali".


.


Di dalam rumah sederhana milik kedua orang tua Marisa, ia melihat sang ibu sedang menyiapkan begitu banyak makanan diatas meja. "Ma, ini untuk apa banyak sekali?".


"Loh Marisa, kenapa kamu tidak memberitahu mama kalau kamu mau datang kemari? ekh ada Flora juga".


"Iya tante" senyum Flora menyalim tangan Saphira membuat ia mengernyitkan dahi melihat tubuh Flora yang tidak seperti biasanya. "Sebenarnya ada yang ingin Flora bicarakan dengan tante. Maaf selama ini Flora tidak berani tante".


"Ayo kalian berdua duduk dulu. Apa yang terjadi kepada mu Flora? kenapa kamu tiba-tiba seperti ini? apa seseorang menyakiti mu?".


Flora pun langsung tersenyum dengan mata berkaca-kaca, "Flora sedang hamil tante".


"Apa?" kaget Saphira melihat Marisa yang berada di sebelah Flora. "Risa, apa ini benar? apa yang barusan Flora ucapakan apa itu benar Risa?".


"Ya Tuhan" dengan kasar Saphira mengusap wajahnya melihat Flora yang kini menangis dengan kepala menunduk tampa mereka sadari Zara yang berjalan di belakang mereka.


"Ada apa ini? siapa yang hamil Risa? kamu atau Flora?".


"Kak Zara?".


"Siapa Risa? Flora?".


"Hiks.. Hiks.. Mmmmm" angguk Flora semakin menunduk menggenggam tangan kanan Marisa. "Maafkan Flora tante kak Zara, maafkan Flora tidak bisa menjaga diri Flora dengan baik hiks.. hiks..".


"Astaga Flora.. Apa yang sebenarnya kamu pikiran sampai kamu tidak bisa menjaga diri mu sendiri dengan baik dan sekarang kamu sedang hamil. Ya Tuhan, lalu siapa yang akan tanggung jawab Flora? ayo katakan siapa ayah dari bayi itu? aku dan mama akan meminta pertanggung jawaban dari pria itu".


"Kak Zara tenang dulu, kita akan menjelaskan dengan baik begitu kak Zara tenang. Duduklah dulu kak" begitu Zara duduk disamping Saphira baru Marisa memulai menjelaskannya. "Ma, kak Zara.. Aku mengenal ayah dari bayinya Flora dan dia juga yang sudah membiayai hidup Flora selama ini. Dia adalah orang baik ma kak dan sebenarnya mama sama kak Zara mengenal pria itu".


"Apa? siapa?".


"Jose dari group Cunha".

__ADS_1


"Risa, apa kamu mengatakan yang sebenarnya?" kaget kedua orang itu dengan mata membulat.


"Iya ma, tapi karna Flora berasal dari keluarga biasa, pihak keluarga laki-laki tidak merestui hubungan mereka".


"Hhhmmmsss.. Ck, lalu bagaimana dengan mu Ra. Apa keluarga mu di kampung tahu apa yang terjadi kepada mu?" tanya Zara.


"Mereka belum tau kak".


"Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan bayi itu?".


"Aku akan melahirkan bayi ini kak dan membesarkannya seorang diri".


"Kamu yakin?".


"Iya kak, apapun yang terjadi aku akan melakukan segara cara membesarkannya nanti".


"Membesarkan anak seorang diri tidak mudah Flora"


"Ya sudah kalau gitu, tante juga tidak tau harus mengatakan apa lagi karna semuanya sudah terjadi. Tante setuju dengan kamu, kamu harus membesarkan anak itu dengan baik, sebisa mungkin tante akan membantu mu".


"Benarkah tante?" dengan mata berbinar Flora menyeka air matanya.


"Mmmmm".


"Terima kasih tante terima kasih banyak sudah mau menerima Flora dengan baik" peluknya ditubuh Marisa. "Oh iya tante kak Zara, kami juga membawa kabar gembira datang kemari, Marisa telah hamil".


"Apa?" senang kedua orang itu dengan senyum mengembang. "Kamu benaran sudah hamil Risa?" tanya Zara.


"Iya kak, usia kandungan ku saat ini telah memasuki 3 minggu".


"OMG, selamat ya Risa. Kami sangat bahagia sekali mendengarnya, iyakan ma?".


"Iya sayang, akhirnya mama sebentar lagi akan memiliki cucu dari putri kedua mama. Terima kasih Tuhan, kalau gitu tunggu sebentar, mama akan menyiapkan sesuatu untuk kalian berdua".


"Terima kasih ma".


"Iya sayang".

__ADS_1


__ADS_2