Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 57


__ADS_3

Penuh dengan kekhawatiran Jose menggenggam tangan kanan Flora begitu sang dokter mengatakan kalau Flora hanya kelelahan saja. "Aku baik-baik saja, tidak usah berlebihan seperti itu" ujar Flora mencoba melepaskan genggaman tangan Jose.


"Bagaimana bisa aku percaya kalau kamu baik-baik saja di saat kamu hampir saja terjatuh dari atas tangga?".


"Itu semua karna kamu, seandainya kamu tidak mengejar ku, aku tidak akan berlari".


"Ya sudah aku minta maaf, sekarang kamu istirahatlah. Nanti aku akan memberitahu Marisa kalau kamu..


"Tidak usah beritahu dia, aku tidak mau dia mengkhawatirkan aku" potong Flora memalingkan wajahnya. "Kamu boleh pergi".


Namun bukannya pergi, Jose malah melihatnya dengan kening mengerut. "Flora, kenapa kamu begitu sensitif kepada ku? apa kesalahan yang aku lakukan begitu kamu benci sampai kamu enggan melihat ku?".


"Mmmmm, aku membenci orang seperti mu".


"Ya sudah kalau kamu sangat membenci ku. Aku akan selalu menghindar dari mu, tapi tidak dari bayi itu. Sekarang berikan nomor rekening mu, maka aku akan memberikan semua kebutuhan kamu dan bayi itu".


"Tidak perlu, aku masih bisa membiayai diri ku sendiri tampa bantuan kamu" mendengar perkataan Flora membuat Jose geleng kepala, ia tidak habis pikir dengan keras kepala Flora yang belum pernah ia temui selama dia mengenal dunia wanita. "Pergilah".


"Baiklah aku akan pergi" namun saat Jose melangkah pergi, Flora malah menangis di bawah selimut yang ia pakai membuat Jose menghentikan langkahnya begitu ia berada di ambang pintu. "Sebenarnya apa yang dia mau? wanita satu ini benar-benar" gumam Jose langsung keluar.


"Hiks.. Hiks.. Ibu ayah maafkan Flora. Aarrkkhh, rasanya sangat sakit. Sangat sakit ibu ayah hiks.. hiks.." isak Flora.


Kemudian Jose melihat Marisa seperti sedang mencari sosok seseorang dari depan pintu ruangan Elisabet. Ia pun langsung menghampirinya, "Kamu sedang mencari siapa?".


"Ah itu, dari tadi aku mencari Flora. Tapi aku tidak menemukannya, sedangkan tasnya ada di dalam, jadi aku tidak bisa menghubungi dia. Apa tua.. Apa kamu melihatnya? ini sudah hampir jam 4 sore, aku harus kerumah" jawab Marisa.


"Apa aku harus memberitahu ya?" gumam Jose.


"Kenapa?".


"Tidak. Dan sepertinya dia sudah pulang, tadi aku sempat melihatnya pergi dengan seseorang".


"Pergi dengan seseorang?".


"Mmmmm".


"Siapa yah? apa mungkin Reza datang kemari menjemputnya?".


"Reza?".


"Iya, kalau gitu aku pulang dulu. Ini sudah tepat jam 4 sore".


"Iya, kamu hati-hati dijalan".

__ADS_1


"Oh iya, siapa tau Flora nanti kembali kemari. Tolong katakan kepadanya kalau aku sudah duluan pulang kerumah orang tua ku".


"Aku akan memberitahunya".


"Terima kasih" senyum Marisa segera pergi meninggalkannya. Lalu Jose memasuki ruangannya.


.


Sedangkan Lucas yang sekarang berada di kota xx, ia sedang berada di lokasi pembangunan pabrik yang akan berlangsung mulai minggu ini. "Tuan, semua berjalan dengan baik sesuai dengan tuan perintahkan, saya benar-benar menjaganya" ucap pak Marto kepadanya.


"Bagus, terima kasih sudah menjadi kepercayaan saya selama ini".


"Iya tuan".


Lucas berjalan mendekati salah satu karyawan disana, "Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan ramah.


"Saya mau kalian bekerja dengan benar, maka saya akan memberikan upah yang jauh lebih bagus dari yang kalian pikirkan".


"Iya tuan, kami akan bekerja sesuai dengan yang tuan harapkan" jawabnya tertawa bahagia memberitahu yang lainnya. Setelah itu Lucas pergi dari sana, lalu ia melihat Agus berjalan kearahnya yang sengaja ingin bertemu dengannya.


"Tuan" panggilnya menunduk.


"Kenapa? apa kamu sudah menyadari kesalahan yang telah kamu lakukan? Dilan akan segera mengantikan posisi ku" ucap Lucas melihat Agus menahan senyuman diwajahnya.


Hingga kini mereka telah tiba dirumah Marko, putra dan putri serta istri Marko berjalan menghampirinya, "Tuan" sapa istri Marko. Lalu Tera putri pertama Marko dan istrinya tersenyum kepadanya dengan senyuman daya tarik untuk menggoda Lucas. Tetapi Lucas yang tidak pernah menganggapnya lebih dari yang namanya anak kecil, Lucas hanya membalasnya dengan senyum tipis. "Tuan dia siapa? sekretaris baru lagi?".


"Iya, namanya Tera sama seperti kamu" jawab Lucas memberitahu Tera putri Marko.


"Tera?" kaget Tera melihatnya tidak suka. "Ck, aku tidak menyukai orang mengambil nama ku".


"Sudah, ayo masuk tuan. Silahkan" ajak istri Marko membawanya masuk. Diatas meja makan seperti biasa beberapa menu makan malam tertata dengan banyak dan rapi setiap Lucas berkunjung kesana. "Oh iya tuan, kemarin Tera sudah menyelesaikan kuliahnya. Bagaimana kalau Tera ikut tuan ke ibu kota?".


"Benarkah?" tanya kepada Tera.


"Iya, kemarin aku mendapatkan IP. 3.65 tuan" jawab Tera dengan bangganya.


"Wah.. Selamat untuk kamu".


"Terima kasih tuan. Sebagai ucapan selamat, bisakah tuan memberikan saya hadiah?".


"Hadiah?".


"Mmmmm".

__ADS_1


"Iya, apa yang kamu inginkan?".


"Aku mau menjadi sekretaris tuan. Tera mohon, izinkan Tera menjadi sekretaris tuan Lucas, Tera janji akan bekerja dengan baik dari pada dia" lihatnya kepada Tera sekretaris Lucas yang sedari tadi menahan emosi melihat keluarga tersebut. "Bagaimana tuan? bisa yah?".


"Tapi kamu belum punya pengalaman, belajarlah terlebih dahulu. Dan saya akan menempatkan kamu di tempat yang sesuai dengan jurusan kamu" jawab Lucas.


"Hhhmmsss, tapi aku pengennya jadi sekretaris tuan Lucas. Kalau gitu biarkan Tera jadi asisten pribadi tuan, bagaimana? jangan ditolak lagi".


"Sebentar lagi saya akan mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai CEO".


"Apa? kenapa tuan? lalu tuan akan pergi kemana?".


"Saya akan berhenti, dan Dilan lah yang akan menggantinya".


"Jadi..


"Kamu tenang saja, saya akan membuat mu bekerja di perusahaan itu".


"Ck" kesal Tera menarik nafasnya.


.


Hari semakin malam, di keluarga Marisa satu persatu anggota keluarga telah istirahat duluan kecuali Marisa yang berada di dalam kamarnya, karna Lucas tidak berada di rumah jadi ia memutuskan tinggal dirumah kedua orang tuannya. Lalu Marisa menyambar ponselnya, ia melihat tidak ada satu pesan pun yang masuk kedalam ponselnya atau satu panggilan tak terjawab. "Sedang apa sih dia? masa iya kali dia tidak memberitahu ku dia sedang apa atau lainnya? ck" gumam Marisa kesal.


Tok... Tok...


"Iya" jawabnya dari dalam.


Ceklek!


"Risa" panggil Flora berjalan mendekati tempat tidurnya.


"Oo, kamu dari mana saja Ra? kenapa kamu pergi tidak memberitahu ku? kamu baik-baik saja?".


"Aku baik-baik saja Sa. Maaf sudah membuat mu khawatir" Jawab Flora tersenyum.


"Kalau gitu lain kali jangan di ulangi. Kemarilah, aku ingin memeluk mu" senyum Marisa merentangkan kedua tangannya. Lalu Flora memeluknya, "Aku mencintai mu uummcchhh".


Tertawa, "Hahaha. Yah...!!"senang Flora menyentuh kepalanya. "Kamu membuatku..


"Kenapa?".


"Tidak, lupakan saja" geleng Flora memeluknya kembali.

__ADS_1


__ADS_2