
Seketika Flora langsung melihat kearahnya, "Kamu sedang membicarakan apa? aku tidak ingin mendengarnya. Kata-kata ibu membuat ku ingin menangis" kesal Flora meninggalkan Jose yang sedang melihatnya dengan kening mengerut. "Ah, bisa-bisanya dia membuat ku menangis".
Kemudian Jose menyusulnya, ia melihat Flora melap air matanya, "Ada apa kamu menangis? apa aku menyinggung perasaan mu?".
"Tidak, aku juga tidak tau kenapa aku bisa tiba-tiba menangis".
"Apa karna hormon ibu hamil?" gumam Jose mencoba menyentuh tangan Flora. "Kamu baik-baik saja?".
"Mmmm, aku baik-baik saj.. Ah" kaget Flora begitu Jose memeluknya dengan sayang. "A-apa yang sedang kamu lakukan?".
"Memeluk mu" jawab Jose. Setelah itu ia melepaskannya pelukannya sambil memperhatikan pakaiannya yang Flora kenakan. "Tidak seharusnya kamu memakai pakaian ini lagi, bayi kita bisa merasa kesesakan" tersenyum.
"Ck, kamu apaan sih" kesal Marisa dengan pipi merona membuat Jose langsung menahannya. "Kenapa?".
"Kamu cantik sekali disaat seperti ini".
"Jangan menggoda ku, kamu pikir aku tidak tau? dengan kata-kata ini yang selalu kamu gunakan kepada setiap wanita yang kamu dekati. Dan semua laki-laki memang seperti itu".
"Apakah aku salah satunya?".
"Mmmmm, salah satunya adalah kamu".
"Oh. Tapi percayalah, dari sekian banyaknya wanita yang pernah aku dekati bahkan aku tiduri setiap kali aku mau. Tak satupun di antara mereka yang berhasil membuat ku memikirkan mereka setiap hari kecuali kamu".
"Bohong".
"Aku mengatakan yang sebenarnya, dan wanita itu sekarang sedang mengandung bayi ku. Terima kasih Flora sudah memberikan aku hadiah ini" senang Jose memeluknya kembali. "Sebisa mungkin aku akan berusaha untuk menikahi mu. Tapi maukah kamu bertahan untuk sementara waktu sampai aku benar-benar..
"Tidak usah sampai menikahi ku" potong Flora melepaskan pelukan Jose. "Aku ini hanyalah wanita miskin yang tidak pernah bermimpi untuk di nikahi pria tampan yang kaya raya seperti kamu. Aku hanya ingin kamu mau mengakui bayi yang ada dalam kandungan ku ini saja sebagai anak mu. Itu semua sudah jauh lebih baik dari pada harus menikahi ku".
"Aku ingin menikahi mu karna aku mencintai mu. Apa aku tidak bisa menikahi mu?".
"Sebaiknya kamu pikirkan lagi sebelum kamu menyesalinya".
"Aku tidak akan menyesalinya. Kamu lihat kesana, meskipun pernikahan mereka tersembunyi dan karna permintaan seseorang, tapi lihatlah pasangan itu. Betapa bahagianya mereka mencintai satu sama lain" ucap Jose melihat kearah Marisa dan Lucas yang sedang bermain air hingga keduanya ke jebur kedalam laut. "Haruskah kita berdua melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan?".
"Aku tidak setuju. Sebenarnya aku sangat takut kalau sampai keluarga besar tuan Lucas mengetahui kalau dia sudah menikahi Marisa. Apa yang akan terjadi kepadanya?".
"Itu tidak akan pernah terjadi. Mulai besok CEO kamu bukan Lucas lagi".
"Kenapa?".
"Lucas sudah mengundurkan diri, jadi CEO baru kamu besok adalah Dilan".
__ADS_1
"Terus bagaimana dengan tuan Lucas? dia akan kemana?".
"Kamu sangat mengkhawatirkan dirinya. Kamu pikir dia akan jatuh miskin? dia akan tetap menjadi Lucas yang kamu kenal. Mulai besok dia akan memimpin perusahaan Asian group. Kamu tau perusahaan itu?".
"Apa?" kaget Flora dengan mata membulat. "Tunggu sebentar. Bukankah Asian group perusahaan luar? dan seperti yang aku dengar kalua Asian group memiliki beberapa cabang di negara kita. Salah satu pusatnya yang ada di jalan xx. Lalu bagaimana bisa tuan Lucas bergabung disana?".
"Perusahaan itu punya nyonya Elisabet neneknya Lucas".
"Apa?" kaget Flora semakin membulatkan mata menelan ludah. "A-apa kamu mengatakan yang sebenarnya kalau Asian group adalah milik nyonya Elisabet?".
"Mmmmm, dan pewaris satu-satunya adalah Lucas. Jadi Lucas tidak akan pernah jatuh miskin bahkan ibunya pemilik salah satu rumah sakit terbesar di kota ini".
"Wah, beruntung sekali hidup tuan Lucas tidak akan pernah berkekurangan" senyum Flora melihat kedua orang itu. "Semoga mereka berdua benar-benar jodoh sampai maut memisahkan, aku jadi iri kepada Marisa".
"Iri kenapa?" tanya Jose.
"Sepertinya tuan Lucas sangat mencintainya".
Jose pun langsung tertawa mendengarnya, "Lalu bagaimana dengan ku?".
"Kenapa dengan mu?".
"Aku juga mencintai mu sama seperti Lucas mencintai Marisa".
"Kalau apa?".
"Lupakan saja".
"Kamu mau pergi kemana?".
"Aku mau naik perahu itu, bisakah kamu menyewa ya untuk ku?".
"Jangankan hanya menyewa, aku akan membelinya untuk mu".
"Tidak usah membuang-buangkan uang seperti itu".
"Ya sudah. Ayo, aku akan menyewanya untuk mu".
"Terima kasih".
Sedangkan Marisa yang sudah kelelahan, ia sedang di gendong oleh Lucas keluar dari dalam air. "Hari ini sangat menyenangkan sekali. Tapi kemana perginya Flora dan Jose? aku tidak melihat mereka disana".
"Ada disana" tunjuk Lucas kearah perahu yang sedang di tunggangi oleh Jose dan Flora.
__ADS_1
"Oh, aku pikir entah kemana" gumam Marisa menidurkan tubuhnya diatas pasir. "Langitnya indah sekali".
"Kamu enggak mau ganti pakaian dulu?".
"Tidak, aku masih ingin mandi".
"Kamu tidak lapar? sepertinya aku sangat lapar".
"Kalau gitu ayo kita cari makanan, aku juga sangat lapar".
"Ayo" bangkit Lucas menyambar tangan Marisa pergi mencari restoran pinggir laut. "Kamu yakin enggak mau ganti baju dulu? nanti kamu bisa masuk angin".
"Gimana yah. Padahal aku masih ingin mandi".
"Ganti baju dulu".
"Ya udah deh kita ganti baju dulu kesana" ajak Marisa membawanya ketempat toko pakaian yang sering ia beli bersama dengan Flora. "Bu, seperti biasa".
"Eh Marisa.. Apa kabar mu nak? sudah sangat lama sekali kamu tidak pernah datang kemari lagi. Dimana Flora?".
"Ada di air bu".
"Terus pria tampan ini siapa? apa dia pacar mu?".
"Bisa dibilang bu. Tolong ibu berikan pakaian pria yang bagus untuknya".
"Iya. Tunggu sebentar yah".
"Iya bu" senyum Marisa melihat Lucas yang berdiri disampingnya. "Dulu kami sering datang kemari bersama dengan Flora. Tapi karna aku menjual mobil ku saat pengangguran, kami jadi tidak pernah lagi datang kemari. Bagaimana dengan mu, apa kamu juga sering datang kemari bersama dengan Jose? Ah, aku baru ingat perkataan Flora kalau kalian berdua bersahabat dengan Reza. Apa itu benar?".
"Mmmm, dan aku dengar juga dari Reza kalau kalian berdua pernah berpacaran".
"Wah, apa dia benar-benar memberitahu mu?. Memang benar, kami dulu memang pernah berpacaran hampir 4 tahun lamanya. Kenapa? tapi setelah aku masuk ke perusahaan Hanju group dia kembali ke negara kita begitu Reza menyelesaikan study dia dari kanada dan saat itulah aku dengan Reza putus".
"Karna apa?".
"Sebaiknya aku tidak usah memberitahu mu. Itu ibunya sudah membawa pakaian mu, terima kasih ya bu".
"Iya Risa".
"Ayo ikut aku, ruang ganti pria ada disana. Air ada di dalam kan bu?".
"Iya".
__ADS_1