Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 6


__ADS_3

Mendengar Marisa yang sedang memohon kepadanya membuat Lucas sedikit mempertimbangkan untuk menerima dia sebagai sekretarisnya atau tidak. Setelah hampir 6 menit lamanya Lucas diam, ia pun akhirnya membiarkan Marisa menjadi sekretarisnya. "Sekarang kamu boleh keluar".


"Baik tuan, terima kasih banyak sudah mau menerima saya sebagai sekretaris tuan" ia pun segera keluar dari ruangan tersebut. Kemudian Marisa memandangi meja kerja barunya dengan tatapan sedih bercampur bahagia, "Ok, mari kita mulai Risa. Kamu pasti bisa, soal penampilan jangan ragukan seorang Marisa".


Sedangkan Lucas yang berada di dalam ruangannya, ia sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk diatas meja kerjanya.


"Permisi" panggil seseorang.


"Iya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Marisa ramah.


"Tuan Lucas ada didalam mbak?".


"Ada keperluan apa? saya akan memberitahu beliau".


"Saya mau mengantar berkas ini mbak keruangan tuan Lucas. Tapi karna saya belum pernah bertemu dengan beliau, saya sangat takut hanya untuk melihat wajahnya saja. Bisa saya minta tolong mbak?".


"Apa itu?".


"Tolong mbaknya sendiri yang membawa berkas ini kedalam?".


"Bagaimana yah, saya juga orang baru disini mbak. Saya juga takut kalau mbaknya sendiri yang tuan Lucas harapkan membawa berkas ini kedalam".


"Baiklah kalau gitu, tuan Lucas ada didalam kan?".


"Ada mbak, tunggu sebentar yah" Marisa mendekati pintu ruangan Lucas, lalu mengetuknya sambil memberitahu kalau ada karyawan mengantar bekas kedalam ruangannya. "Silahkan masuk mbak".


"Terima kasih".


"Sama-sama mbak" Marisa kembali mendudukan diri diatas kursinya. Lalu mendapatkan satu notifikasi dari Flora, "Risa, lihatlah aku. Bagaimana pendapat mu? kamu dimana? sepetinya kita tidak satu team. Makan siang nanti aku akan mentraktir mu ok".



"Kamu sangat cantik sekali Ra, sampai bertemu di kantin" balas Marisa menyimpan ponselnya kembali. Lalu melihat wanita yang tadi itu telah keluar dari dalam ruangannya, "Sudah mbak?".


"Iya, mbaknya di panggil tuan Lucas masuk kedalam".


"Terima kasih mbak" Marisa segera masuk kedalam ruangan Lucas. Disana ia melihat Lucas sedang mengotak atik komputernya dengan bekas yang tadi wanita itu bawa diatas mejanya. "Tuan, tuan Lucas memanggil saya?".


"Iya, kamu kemari" Marisa mendekatinya hingga kini dirinya telah berdiri dihadapan meja Lucas. "Kesamping ini".


"Baik tuan".


"Menunduk".

__ADS_1


Marisa mengernyitkan dahi, "Ada apa dengannya menyuruhku menunduk?".


"Kamu tidak mendengar saya?" Marisa pun langsung menuruti perintah Lucas menyuruhnya menunduk. "Kamu tau kesalahan kamu apa?".


"Maksud tuan?" tanya Marisa balik melihatnya.


"Yang menyuruh mu diri siapa?".


"Maaf tuan" tunduk Marisa kembali. "Kalau boleh saya tau tuan, kesalahan apa yang telah saya lakukan sampai saya harus dihukum seperti ini?".


Lucas memberikan selembar kertas di hadapannya. "Ini peraturan dari saya, kalau kamu masih melanggarnya. Silahkan kamu keluar dari perusahaan ini".


"Astaga, baik tuan. Saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi" angguk Marisa menerima lembaran tersebut.


"Kamu boleh keluar".


"Terima kasih tuan" Marisa segera keluar dari dalam sana dengan wajah sedih penuh penyesalan begitu ia melihat isi di dalam kertas tersebut. "Ck, aku bodoh sekali sih. Bagaimana bisa tadi aku menyuruh wanita itu langsung masuk kedalam sebelum tuan Lucas menyuruhnya masuk. Hhmmsss, kejadian ini tidak akan terulang lagi".


.


Sekarang telah tiba jam istirahat, Marisa membereskan meja kerjanya. Namun saat ia hendak pergi, Lucas keluar dari dalam ruangannya. "Tuan" tunduknya.


Lucas melihatnya, "Siapkan penerbangan hari ini, kita akan berangkat ke kota xx".


"Jam 4 sore nanti. Kamu ikut saya".


"Baik tuan" sesuai dengan apa yang tertulis di kertas tersebut, Marisa selalu mengiyakan apa yang Lucas perintahkan kepadanya. Kemudian Lucas memberikan kunci mobil ditangannya, melihat benda itu, Marisa langsung tau kalau Lucas meminta dia mengendarai mobilnya. Lalu Marisa membuka pintu mobil belakang, "Silahkan masuk tuan".


Begitu Lucas berada di dalam mobilnya, ia pun segera masuk kedalam, lalu bertanya kemana mereka akan pergi. "Ke jalan xx".


"Baik tuan" Marisa langsung menjalankan mobil mewah Lucas meninggalkan parkiran Hanju group menuju alamat yang baru saja Lucas ucapkan kepadanya dengan kecepatan normal.


Dan sesampainya mereka disana, Marisa melihat sebuah rumah mewah sangat elegan bernuansa gaya eropa.



"Ini rumah siapa tuan? cantik sekali".


"Masuk" Ucap Lucas tampa menjawab pertanyaan Marisa berjalan duluan memasuki rumahnya yang tidak diketahui oleh siapa mu kecuali Marisa yang kini datang bersama dengan dirinya. Lalu membawa Marisa kedalam kamarnya, "Kamu bawa semua keperluan yang saya butuhkan. Ruang pakaian saya ada disana".


"Baik tuan" Lucas berjalan kearah balkon kamarnya, ia melihat taman belakang rumahnya sangat bersih dan juga indah dipenuhi bunga serta kolom renang yang terawat membuat ia menyukainya.


Sedangkan Marisa yang sedang menyiapkan pakaian Lucas, ia dibuat kebingungan berapa banyak yang harus ia taruh di dalam koper tersebut selama berada disana. Lalu ia menghampiri Lucas, "Tuan, kira-kira tuan berada disana berapa hari?".

__ADS_1


"Tiga hari".


"Baik tuan" Marisa kembali masuk keruang pakaian Lucas. "Kalau cuman tiga hari saja, aku bawa ini saja dan ini terus yang ini. Ok, dan juga pakaian dalamnya. Sekarang semuanya sudah beres, tinggal pesan tiket".


"Sudah?".


"Ah" kagetnya. "Sudah tuan, saya juga sudah pesan tiketnya".


"Sekarang kamu boleh pergi, saya ingin tidur".


"Baik tuan. Mmmm, tuan. Boleh saya pinjam mobil tuan? saya juga harus membawa pakaian saya".


"Terserah".


"Terima kasih tuan" senyum Marisa keluar dari dalam kamar Lucas menuju mobilnya yang terparkir di luar. "Karna aku dan Flora tidak jadi makan siang di kantin, aku makan dirumah saja. Mama pasti masak enak" Marisa langsung menjalankan mobil Lucas meninggalkan kediamannya menuju rumahnya. Sesampainya disana, dengan sangat hati-hati ia memarkirkan mobil Lucas supaya tidak lecet.


"Risa, mobil siapa?" tanya tetangga yang melihatnya turun dari dalam mobil mewah Lucas.


"Mobil bos Risa buk".


"Enak sekali kamu Risa. Masa iya itu mobil bos kamu? lalu dimana bos mu?" tanya ibu yang satu lagi.


"Ada dirumahnya buk, saya hanya pinjam sebentar saja".


"Berarti ibu mu benar kalau kamu bergabung di perusahaan Hanju group? terus apa pekerjaan kamu disana Risa?".


"Iya buk, saya disana menjadi sekretaris".


"Wah, hebat kamu Risa bisa bekerja di perusahaan sebesar itu. Apa masih ada kesempatan untuk anak ibu? harusnya kamu memberitahu anak ibu juga supaya dia bisa bekerja di Hanju".


"Hehehehe.. Risa juga enggak tau kian bu, kalau bukan karna teman Risa yang sering datang kemari memberitahu Risa kalau Hanju membuka lowongan kerja, Risa juga enggak bakalan bisa bergabung disana".


"Terus sekarang masih ada Risa?".


"Risa kurang tau bu, tapi dicoba aja dulu, siapa tau masih buka".


"Bagaimana kalau kamu membantu anak ibu masuk kesana Risa? ibu rasa kamu sudah dekat dengan bos mu itu. Buktinya bos kamu mempercayai kamu membawa mobil semewah ini kerumah mu".


"Maaf bu, Risa enggak bisa".


"Cobalah Risa, masa iya kamu tidak mau membantu tetangga mu sendiri".


"Risa enggak bisa bu".

__ADS_1


Si ibu tersebut pun langsung mendengus kesal melihat Marisa, "Baru jadi sekretaris sudah langsung sombong. Bagaimana kalau dia jadi manager 1? atau direktur? aku tidak bisa bayangkan betapa sombongnya dia. Ayo kita pergi".


__ADS_2