
Jam 4 sore telah tiba, karna ini adalah hari sabtu Marisa diizinkan pulang cepat kerumah begitu juga dengan karyawan lainnya. "Reza udah datang apa belum yah?" gumam Marisa melirik ponselnya.
Ting..!
"Oo, baru ajah" senyum Marisa langsung meninggalkan meja kerjanya. Di depan loby Reza telah menunggunya dengan senyum mengembang di wajah Reza, "Reza" teriak Marisa melambaikan tangan.
"Risa berhenti" Reza menyuruh Marisa menunggu disana, lalu ia berjalan dengan langkah panjang tampa Marisa sadari seseorang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Namun saat Reza berada dihadapannya, "Kamu kenapa Sa? kenapa wajah mu seperti ini?".
"Tidak apa-apa Za, tadi aku jatuh sampai wajah ku seperti ini".
Reza terlihat sedih menyentuh wajah Marisa dengan sayang, "Marisa, aku sangat merindukan mu".
"Aku juga" balas Marisa.
"Boleh aku memeluk mu?".
"Disini?".
"Mmmmmm".
"Baiklah".
"Terima kasih" Reza langsung memeluknya dengan sayang dan juga kening Marisa Reza tidak akan pernah lupa melakukan hal tersebut. "Flora dimana?".
"Flora?".
"Iya, katanya dia juga kerja disini".
"Oh, sepertinya Flora belum pulang deh. Tunggu sebentar" Marisa mengeluarkan ponselnya menghubungi nomor Flora.
DDDRRRTTTTT... DDDRRRTTTTTT...
"Diangkat Za. Hallo Ra, kamu dimana? aku sedang bersama dengan Reza di loby".
"Kenapa dia datang kemari Sa?" kaget Flora yang sedang berada di kamar mandi.
"Dia datang menjemput ku Ra".
"Oh".
"Iya, cepatlah datang kemari kami menunggu mu di loby".
"Iya" angguk Flora.
"Sebentar lagi dia kemari. Ayo duduk dulu Za atau kamu mau minum sesuatu, aku akan membelinya?".
"Tidak usah Sa. Duduklah" jawab Reza menarik tangan Marisa duduk disampingnya. "Kalau boleh tau, bagaimana bisa kalian berdua masuk di perusahaan ini? aku tau Hanju group adalah perusahaan raksasa yang sudah terkenal sampai keluar negeri sana. Bahkan Hanju juga memilik beberapa cabang di berbagai negara, dan aku juga tau kalau karyawan disini kebanyakan orang asing".
"Mmmmm, kami juga tidak yakin saat itu kalau aku dan Flora bakalan di terima di perusahaan ini Za. Sampai sekarang aku belum percaya itu setelah melihat betapa megahnya perusahaan ini, tapi aku percaya semua itu karna atas izin Tuhan. Bukankah begitu Za?"..
__ADS_1
Reza tersenyum, "Iya. Kamu salah satu karyawan paling beruntung dari banyaknya mereka diluar sana ingin bekerja disini. Selamat Risa".
"Terima kasih Reza. Terus, apa kamu akan tinggal disini?".
"Iya, kemarin aku sudah diterima di universitas xx. Senin aku sudah mulai bekerja".
"Wah, selamat Reza. Maaf aku tidak bisa memberikan apa-apa, kamu datangnya sih tiba-tiba sekali tampa memberitahu ku dulu".
"Tidak apa-apa, melihat mu baik-baik saja itu sudah lebih dari cukup".
"Heheheh, kamu bisa ajah Za" senang Marisa.
"Itu Flora sudah datang" ucap Reza melihat Flora berjalan kearah mereka. "Cantik".
"Hhhmmm?".
"Tidak" geleng Reza semakin tersenyum lebar kepada Flora.
Kemudian Flora memeluk Reza seperti seorang sahabat, "Hey, apa kabar mu Za. kangen tau sama kamu setelah 3 tahun lamanya kita tidak bertemu".
"Aku juga sangat merindukan kalian berdua. Ayo" ajak Reza membawa Marisa dan Flora dari sana. Sedangkan Lucas yang sedari tadi memperhatikan mereka, kembali fokus dengan orang yang berada di hadapannya itu.
"Tuan Lucas, sampai bertemu kembali".
"Iya. Terima kasih".
"Bro, aku baru pulang. Aku menyempatkan diri untuk singgah di depan kantor mu, kamu dimana? aku sudah di loby".
"Diruang tamu".
"Aku kesana" Jose mematikan ponselnya menghampiri Lucas yang berada di ruang tamu, ia pun langsung melihatnya seorang diri disana dengan beberapa gelas teh diatas meja. "Kamu kedatangan tamu?".
"Mmmmm" angguk Lucas. "Sedang apa kamu kemari?".
"Menemui sekretaris mu. Dimana dia? aku penasaran secantik apa sekretaris baru mu itu".
"Dia sudah pergi, sebaiknya kamu tidak usah mendekatinya".
"Kenapa? jangan bilang kamu malah menyukainya".
Lucas tersenyum, "Tidak, kamu mau melihat orangnya seperti apa?" Lucas mengeluarkan ponselnya, lalu memberinya kepada Jose. "Aku tau tipe wanita yang kamu sukai".
"Kamu serius dia sekretaris mu? hahahahha, sejak kapan selera kamu berubah Lucas?".
"Aku suka cara dia bekerja".
"Hey, banyak diluar sana yang cantik dan seksi juga bagus cara kerjanya. Masa wanita kaya dia sih?".
__ADS_1
"Aku tidak perduli" jawab Lucas menyimpan ponselnya kembali. "Apa kamu masih ingin mendekatinya?".
"Mmmmm, tapi kalau dipikir-pikir juga tidak apa-apa Lucas untuk bersenang-senang saja dengan wanita sepertinya. Berikan nomornya".
"Hentikan, sebaiknya kamu pulang saja. Pekerjaan ku sangat banyak" Lucas bangkit berdiri hendak meninggalkan Jose, namun saat itu juga ia melihat Dilan dan Kirana keluar dari loby.
"Kenapa? mmmm, itu bukannya Dilan? siapa wanita itu Lucas?".
"Putri tuan Malik" jawab Lucas. "Dia wanita yang kemarin aku bicarakan".
"Maksud kamu dia adalah putri tuan Malik yang sedang di jodohkan sama kalian berdua?".
"Mmmmm".
"Terus, apa yang akan kamu lakukan jika nantinya wanita itu jatuh ditangan Dilan? kamu tau sendiri kalau kakek kamu bukanlah orang yang akan berpihak satu orang saja. Itu artinya, Dilan lah orang yang akan mendapatkan semua harta warisan keluarga Davison".
"Itu tidak akan pernah terjadi Jos, kamu lihat saja nanti".
"Buktinya itu apa?".
"Aku memang tidak sedang berencana menikahinya, aku hanya ingin masuk kedalam dunia tuan Malik".
"Maksud kamu?".
"Kamu tau hotel Abez saat ini sedang meroket?".
"Iya, terus?".
"Aku akan membangunkannya sampai aku menjadi penguasa terkemuka di indonesia. Jangan lupakan Jos, Lucas bisa segalanya".
"Kamu sudah gila ya Cas? bagaimana bisa kamu masuk kesana kalau bukan melalui jalur putrinya? ada-ada saja".
"Pasti ada cara Jos".
"Tidak" tegas Jose. Lucas mengernyitkan dahi, "Tidak usah jauh-jauh, kebahagian orang tua adalah anak mereka sendiri. Kalau kamu bisa membahagiakan putrinya, maka kamu akan memiliki segalanya. Tapi kalau kamu bilang tampa menikahi putrinya, tidak akan pernah terjadi. Jadi kamu tidak usah bermimpi".
Lucas mendengus, "Jangan terlalu fokus dengan pekerjaan Lucas. Kamu juga harus segera menikah dan memiliki keluarga kecil, aku rasa kamu akan mencintainya begitu kamu terus bersamanya".
"Lalu bagaimana dengan mu? kenapa kamu belum menikah juga".
Jose tertawa, "Hey, kenapa jadi kepada ku? tapi sebenarnya aku sedang mencari calon istri, cuman aku belum menemukan yang tepat saja atau kamu berencana mencarikan wanita untuk ku?".
"Tidak, aku tidak punya waktu mengurus hal seperti itu. Ini sudah jam 5, sebaiknya kamu pergi saja".
"Aku kemarin ingin memberitahu mu..
"Aku sedang tidak ingin Jose" potong Lucas melihatnya. "Lebih baik kamu cari calon istri dari pada kamu harus menghambur-hambur uang mu untuk wanita enggak jelas seperti mereka".
"Asalkan mereka bisa membuat ku puas maka aku akan memberikan apa yang mereka minta kepada ku. Kamu-nya saja yang sudah berubah sejak kamu menduduki posisi menjadi seorang CEO. Kalau gitu aku pergi dulu, jangan lupa carikan aku wanita yang bisa menjadi calon ibu untuk anak ku nanti" senyum Jose langsung pergi.
__ADS_1