
Marisa pun langsung berlari memeluknya dari belakang, "Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu sakit hati. Maaf" namun bukannya menjawab Marisa, Lucas malah melepaskan kedua tangannya memasuki kamar mandi. Tetapi Marisa yang mengetahui letak dari kesalahannya, ia pun berlari mengejar Lucas memasuki kamar mandi, namun saat itu juga ia malah terpeleset mengakibatkan ia terjatuh diatas lantai.
"Marisa!!" kaget Lucas langsung menolongnya.
"Aarrkkhh.. Hiks.. Sakit hiks.. hiks.." tangis Marisa menyentuh pantatnya yang kesakitan akibat terbentur diatas lantai cukup kuat, tetapi tidak terpengaruh dengan janinnya.
"Sakit?"
"Mmmm, sakit sekali hiks.. hiks.."
"Kalau gitu kita kerumah sakit!".
"Tidak usah, Janin ku baik-baik saja. Ini semua karna kamu hiks, kalau saja kamu tidak merajuk seperti itu aku tidak akan mungkin terpeleset disini".
"Terus kamu mau nyalahin aku?".
"Ya iyalah kamu yang salah".
"Oh, ya sudah kalau memang aku yang salah. Aku minta maaf".
"Enggak tulus".
"Terus aku harus bagaimana?".
"Aku tidak tau" Marisa malah cemberut membuat Lucas tertawa gemas langsung membawanya pergi dari sana. "Ekh kamu mau membawa ku kemana?".
"Mandi".
"Aku enggak mau mandi, ayo turuni aku Lucas".
"Apa? Lucas?".
"Mmmmm, emang kenapa kalau aku memanggil nama mu? ada yang salah? aku rasa tidak ada yang salah. Ayo sekarang turunin aku, aku belum berniat mau mandi aku masih ingin tidur, lagian inikan hari weekend".
"Oh, sekarang kamu sudah mulai berani yah..!!".
"Ikh, lihatnya jangan gitu ah. Kamu membuat ku takut. Ayo turunin aku".
"Aku tidak akan menurunkan mu sebelum kamu memanggil ku suami tersayang dan meminta maaf tidak akan memanggil ku lagi dengan sebutan nama".
Marisa pun langsung menatapnya dengan mata memicing, "Ada apa dengan mu? tidak seperti biasanya?".
"Kamu tidak mau?".
"Tidak mau".
"Kalau gitu..
"Ekh tunggu dulu, kamu mau ngapain sih? aku mencintai mu suami ku uummcchh.. ummcchhh.. ummcahh..".
__ADS_1
"Dan jangan salah aku.. Karna kamu sudah berhasil membangunkan junior ku" Lucas membawanya keatas ranjang, dengan senyum menghanyutkan Lucas mencium leher jenjang Marisa yang sangat menggoda di kedua matanya sampai Marisa tidak bisa lagi menolaknya. Kemudian Lucas menanggal satu persatu pakaian Marisa, namun saat itu juga ponselnya tiba-tiba berdering membuat ia menghentikan tangannya. "Kakek? ada apa dia menghubungi ku?".
"Siapa? Jose? sepertinya Reza sudah siuman. Ayo, kita harus kerumah sakit".
"Tidak, ini kakek".
"Kakek?".
"Mmmmm, tunggu sebentar" Lucas keluar dari dalam kamar, lalu menggeser tombol hijau di ponselnya. "Ada apa kakek?".
"Kamu dimana? apa kamu tidak berencana melihat kakek mu yang sudah tua ini?".
"Maaf kakek, aku tidak punya waktu datang kerumah".
"Tidak apa-apa. Kakek hanya ingin kamu malam ini datang kerumah, malam ini kita kedatangan tamu spesial".
"Siapa?".
"Nanti kamu akan tau sendiri, jam 7 nanti kakek menunggu mu".
"Baiklah kek" angguk Lucas mematikan ponselnya, kemudian memasuki kamar itu kembali, ia melihat Marisa keluar dari dalam kamar mandi membuat ia tersenyum. "Kamu sudah mandi saja, kenapa kamu tidak menunggu ku sayang?".
"Aku pikir kamu akan lama, jadi aku mandi duluan. Ada apa tuan Mateo menelpon mu? apa beliau menyuruh mu pulang ke rumah?".
"Mmmmm, malam ini ada tamu penting yang akan datang kerumah".
"Tidak, kamu disini saja bersama dengan Flora, aku tidak mau terjadi apa-apa kepada mu kalau kamu sampai ikut kesana bersama dengan ku".
"Tidak apa-apa, aku bisa menjaga diriku dan juga rahasia kita berdua. Ayolah, izinkan aku ikut bersama dengan mu, aku ingin sekali melihat sebesar apa sih istana keluarga Davison. Pasti besar sekali, iyakan?".
"Tidak seperti yang kamu pikirkan".
"Ayolah bawa aku.. Please!!".
"Kalau kamu ikut, aku tidak bisa jamin kamu akan baik-baik saja? kamu mengerti maksud aku kan? Dilan juga akan ada disana bersama dengan istrinya".
"Tidak apa-apa asalkan kamu membawa ku kesana hehehe.. Yah bawa aku, kali ini saja mmmm.. Suami ku".
"Ya sudah terserah kamu saja, aku mau mandi dulu".
"Ok, aku juga mau pakai baju dulu. Terima kasih suami ku sayang hehehe" senang Marisa memasuki ruang ganti.
.
Dirumah sakit, "Flora!" panggil Reza tersenyum begitu Flora membuka mata.
"Oo.. Kamu sudah sadar?" Flora mengucek kedua matanya melihat Reza berjongkok dihadapannya. Kemudian Reza dengan sayang langsung mengusap wajahnya, "Ah maaf Za. Jose bisa melihatnya".
"Jose sedang tidak disini. Apa tidur mu nyenyak?".
__ADS_1
"Dia kemana? wanita itu juga tidak ada disini?" Flora mengalihkan seluruh pandangan matanya mencari keberadaan Jose dan Salsa. "Mereka Kemana Za? kenapa Jose meninggalkan ku?".
"Hey.. Baru saja kamu ditinggal sebentar tapi kamu sudah berlebihan sekali. Kamu pikir aku tidak sakit hati mendengarnya?" Reza pun langsung berdiri dari hadapannya. "Ayo bangun, sarapan mu sudah ada disini".
Flora membenarkan pakaiannya, lalu mengikuti Reza dari belakang. Diatas meja makan, ia melihat beberapa menu sarapan pagi telah terhidang disana. "Makanlah" ucap Reza.
"Kamu?".
"Sepetinya aku tidak bernafsu untuk makan lagi".
"Kenapa? apa aku melakukan kesalahan sampai kamu tidak lapar lagi? kalau perkataan ku tadi menyinggung mu, aku minta maaf Reza. Aku juga kadang tidak sadar kalau kata-kata ku terkadang bisa menyinggung perasaan mu dan orang lain, sekali lagi aku minta maaf Za".
"Hahh.. Lupakan saja, aku tau itu, mood seorang wanita tengah mengandung sering berubah-ubah. Ayo dimakan, kalau sudah dingin rasanya akan berkurang".
"Aku tidak akan makan kalau kamu tidak makan".
"Apa kamu tidak memikirkan bayi mu?".
"Terus bagaimana dengan mu? apa kamu juga tidak memikirkan kesehatan mu sendiri? Ck, taunya bilang orang lain saj...
"Hahahahahaha".
"Ada apa kamu tertawa?".
"Hahahaha.. Kamu tau enggak Ra? disaat kamu sedang seperti ini kamu berhasil mengingatkan aku dengan kenangan masa lalu kita. Ah, aku sangat merindukan masa-masa itu" Flora mentapnya dengan serius, ia tau kalau Reza sebenarnya masih belum bisa melupakannya dengan seutuhnya. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa atau melarang Reza untuk melupakan semua kenangan indah itu yang pernah mereka berdua lalui.
"Reza!" panggilnya.
"Kenapa?".
"Boleh aku bertanya?".
"Apa itu?".
"Apa kamu tidak berencana segera menikah dengan wanita lain?".
"Kenapa kamu bertanya itu Ra? apa kamu sedang merasa kasihan kepada ku?".
"Bukan seperti itu?".
"Apa kamu pikir aku masih mencintaimu dan berharap bisa kembali lagi bersama dengan mu?".
"Tidak seperti itu juga Za meskipun aku tau kalau yang sebenarnya kamu belum bisa melupakan aku. Tapi aku sangat berharap sekali kalau kamu segera menemukan wanita pujaan hati mu dan benar-benar melupakan semua kenangan masa lalu kita, aku ingin sekali melihat mu bahagia bersama dengan wanita pilihan mu. Bisakah kamu melakukan itu Za?".
"Lalu bagaimana dengan mu?".
"Kenapa dengan ku?".
"Tidak, lupakan saja. Ayo dimakan itu, aku keluar sebentar" Jawab Reza meninggalkannya seorang diri di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1