
Begitu Lucas dan Jose tiba disebuah rumah sederhana penjual makanan mereka langsung turun dari dalam mobil sesuai dengan GPS ponsel Lucas. "Dari yang kita lewati baru ini rumah ke tiga" ujar Jose menutup pintu mobil melihat kerumah tersebut.
"Mmmmm, dan titik keberadaan Reza ada di rumah ini. Ayo masuk" ajak Lucas membuka pintu tersebut langsung di sambut oleh si penjual dengan senyum ramah.
"Selamat datang tuan, ingin memesan apa?" Lucas mengalihkan seluruh pandangan matanya kesemua arah tempat itu dengan nafas berat. "Ada apa tuan? kenapa kalian berdua tampak sedang mencari sesuatu".
"Tidak, tolong berikan kami semua hidangan yang ada disini".
"Baik tuan, silahkan duduk" Lucas dan Jose pun langsung mendudukan diri disalah satu meja yang berada di tengah. Kemudian Jose memperhatikan wanita itu dengan perasaan sedikit mencurigakan.
"Lucas, jika titik keberadaan Reza ada disini, kemungkinan besar rumah inilah yang kita cari. Kamu lihat sendiri, mereka sama sekali tidak memiliki tamu yang singgah disini".
"Aku juga merasakan hal yang sama dan mereka juga memiliki CCTV, jangan lihat kebelakang. Mereka akan merasa curiga".
"Itu artinya Reza ada disini".
"Mmmmm".
"Lalu kemana perginya Dilan?".
"Hhhmmsss.. Aku juga tidak tau, jangan sampai Hanju jatuh bangkrut oleh orang seperti Dilan".
Kemudian sepasang suami istri membawakan makanan yang tadi Lucas pesan menaruh diatas meja dan makanan itu terlihat sangat enak sekali membuat Jose seketika tergiur ingin menikmatinya kalau saja Lucas tidak menatapnya. "Silahkan dinikmati tuan, semoga tuan menyukainya".
"Terima kasih" angguk Lucas. Seperginya mereka Lucas berdiri diatas kursinya, "Tunggu, bisakah saya ke toilet?".
Wanita itu langsung melirik suaminya, "Ayo ikut saya".
"Mmmmmm" gumam Lucas menganggukkan kepala kepada Jose membuat si pria itu mengetahui apa yang ingin kedua orang itu lakukan. "Ada apa?".
"Kalian siapa?" tanyanya dengan tatapan menantang. Lucas mengernyitkan dahi pura-pura tidak tau maksud dari perkataan pria itu, "Saya bertanya siapa kalian berdua".
"Ah.." Lucas pun akhirnya tertawa kecil mendudukkan diri diatas meja menatap sepasang suami istri dengan ejekan. "Kalian berdua tidak perlu tau siapa kami, sekarang jawab pertanyaan saya dimana kalian menyembunyikannya".
__ADS_1
"Maksud kamu apa sekarang?" bentaknya marah.
"Saya bertanya dimana kalian menyembunyikan dia sebelum kami menghancurkan tempat ini".
"Apa kalian sudah gila?" Lucas pun kembali tertawa menendang kursi yang berada di hadapannya itu kearah istri si pria tersebut. "Apa kamu sudah gila?" ia mencoba memberi pukulan di wajah Lucas, namun dengan cepat Jose mengulurkan sebuah pisau sendok tepat di lehernya.
"Jangan berani menyentuhkan kalau kamu tidak ingin terluka. Sekarang jawab dimana kalian menyembunyikan Reza? atau kami akan membakar tempat..
PPLLAAAKK... PPPLLLAAKKK...
Suara sebuah tepukan tangan dari samping membuat Jose menghentikan ucapannya melihat ke beberapa pria bertubuh besar itu mendekati mereka dengan suara tawa lantang. "Siapa kalian?".
Lucas menghela nafas melonggarkan kemejanya, "Kami kemari tidak ingin membuang-buang waktu menghabisi kalian satu persatu, dimana kalian menyembunyikannya?".
"Hahahaha.. Apa kamu mengenal pria itu?" tanya salah satu orang tersebut.
"Dimana dia? sekarang lepaskan dia".
"Hhhmmsss... Saya sudah katakan kalau saya tidak punya banyak waktu berlama-lama disini. Apa yang kalian inginkan?".
"Bagus, sekarang kami minta uang sebanyak 10 M bagaimana? kalian setuju?" mereka semua pun langsung tertawa sambil mengiyakan dengan kepala mengangguk. "Kamu dengar itu?".
"Baiklah" Lucas menanggalkan jasnya dan juga jam tangan yang ia pakai diatas meja. "10 M bukanlah jumlah uang yang besar bagi saya. Kamu lihat jas ini? harganya bahkan lebih dari nilai yang baru saja kamu minta" seringai Lucas mengejeknya. "Tapi sebelum saya memberikan jas ini kepada mu, ada baiknya kita melakukan pertarungan dulu supaya kamu bisa memilikinya. Kamu kemari".
"Haahhhh... Dia berani menantang ku. Baiklah, mari kita lihat siapa yang akan memenangkan pertarungan ini" ia pun mengeluarkan sebuah benda tajam dari dalam jaketnya. Kemudian mendekati Lucas hingga pertarungan diantara keduanya terjadi dengan cara cukup mengenaskan membuat Jose khawatir kalau sampai Lucas terluka kerena ia sama sekali tidak menggunakan apa-apa. Namun malah sebaliknya, si pria bertubuh besar itu malah tercampak diatas lantai begitu Lucas menendangnya..
"Bosss...!!" teriak mereka segera membantunya bangkit berdiri. Lalu melihat Lucas yang tertawa membersihkan pakaiannya. "Kurang ajar, ayo hajar mereka.. Hhhiiaaarrrkkhhh".
BBUUNNGGHHHH.. BBUUNNGGHHHHH...
BBUUNNGGHHHH.. BBUUNNGGHHHHH...
Lucas melap sudut bibirnya, "Ais, aku tidak bisa pulang kondisi seperti ini. Kamu baik-baik saja?" tanyanya melihat Jose tertimpah oleh salah satu dari mereka dengan kepala berdarah. Lalu Lucas membantunya bangkit berdiri, "Kamu baik-baik saja?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan mu?".
"Aku baik-baik saja" kemudian Lucas melihat wanita itu dengan tangan bergetar menggenggam sebuah pisau. "Jangan khawatir, kami tidak akan menyakiti mu. Sekarang dimana kalian menyembunyikan?".
"Tidak" jawabnya gelang kepala. "Aku tidak akan memberitahu kalian, sebaiknya kalian pergi dari sini, tolong tinggalkan tempat ini".
"Kami tidak akan pergi dari sini sebelum kamu melepaskannya" balas Lucas menyentuh kepalanya yang sedikit terasa pusing. Lalu Jose mendekati wanita itu membuat Lucas langsung menahan, "Jangan sakiti dia Jose".
"Yah..!!" bentak Jose marah kepadanya. "Aku tidak perduli Lucas kalau aku harus membunuh wanita sialan ini. Apa kamu masih tidak ingin memberitahu dimana kalian menyembunyikannya?".
"Maaf, lebih baik saya mati ditangan kalian dari pada..
"Dari pada apa?".
"Tunggu Jose? sepertinya ini ada kaitannya dengan Dilan" ucap Lucas melihat si wanita itu langsung berlari pergi meninggalkan mereka dari sana. "Jose" teriak Lucas, mereka berdua pun mengejarnya, dan pada akhirnya si wanita itu tertangkap oleh Jose yang tingkat kemarahannya sudah di ubun-ubun.
PPPLLLAAAKKK... PPPLLLAAAKKK...
"Ah" ringisnya kesakitan menatap Jose dengan mata berkaca-kaca. "Kenapa harus saya yang kalian sakiti hiks.. saya tidak mengenal kalian hiks.. hiks.." tangisnya melihat mereka berdua yang tidak perduli kepadanya. "Tolong jangan sakiti saya, saya belum siap meninggalkan ibu saya yang sedang sakit parah hiks.. Tolong ampuni saya tuan".
Dengan kesal Lucas mengusap wajahnya dengan kasar, "Apa kamu mengenal Dilan?".
Ia terdiam.
"Kenapa kamu tidak menjawabnya?" bentak Jose.
"Lalu bagaimana dengan tuan? apa tuan mengenal beliau?".
"Dia sepupu saya" jawab Lucas. "Apa dia yang menyuruh kalian?".
"Saya tidak tau apa-apa tuan, saya hanya mengikuti perintah suami saya saja, tapi saya sedikit mengenal beliau dan kalau sampai saya memberitahu tuan.. Saya dan ibu saya yang akan menjadi taruhannya".
"Kalau gitu saya sendiri yang akan membunuh ibu mu berserta keluarga mu semuanya sekarang ini juga" ucap Jose menarik dagunya dengan kasar, lalu Jose tertawa di wajahnya. "Kenapa? kamu pikir saya tidak bisa melakukannya? hahahaha.. Membunuh orang yang tidak berguna seperti kalian ini adalah hal yang paling mudah untuk saya lakukan. Apa sekarang kamu masih tidak ingin memberitahunya?".
__ADS_1