
"Tuan" panggil Marisa.
"Ada apa lagi?" tanya Lucas tetap asik dengan gamenya.
"Tuan tidak bosan dirumah terus?".
"Lalu?".
"Tuan mau jalan-jalan bersama ku? itu pun kalau mau sih hehehe".
Lucas tersenyum, kemudian melihat Marisa yang berada di belakangnya, "Kenapa kamu tidak pulang saja? atau kamu pergi bersama dengan pria itu, sepertinya dia sedang menunggu mu".
"Pria siapa?".
"Pura-pura bodoh lagi".
"Maksud tuan? aku tidak tau atau.. Reza maksud tuan?".
"Aku tidak tau siapa dia, kenapa kamu malah balik tanya?".
Marisa pun langsung tertawa kecil, "Hey, dia itu mantan aku. Iya sih dari kemarin dia minta ku balikan, tapi aku ya enggak mau".
"Karna apa?".
"Karna aku enggak suka lagi, dan alasannya bukan itu saja, aku punya alasan yang tidak bisa aku ceritakan. Ayolah tuan, aku punya tempat liburan yang sangat bagus, aku yakin tuan akan menyukainya".
"Aku tidak suka, pergi saja kalau kamu ingin pergi" ucap Lucas menjalankan game ya kembali.
"Hhmmsss, ya sudah kalau enggak mau" Marisa melirik ponselnya. Ia melihat jam telah menunjukkan pukul 1 siang. "Flora udah pulang belum yah?".
DDDRRRRTTTTT... DDDRRRTTTTTT...
"Kenapa Flora tidak mengangkatnya?".
DDDRRRRTTTTT... DDDRRRTTTTTT...
"Sedang apa dia? tidak biasa ya Flora seperti ini? apa sesuatu terjadi kepadanya? aku rasa seperti it..
"Kamu mau jalan bersama ku?" potong Lucas mematikan ponselnya.
__ADS_1
"Apa?".
Lucas bangkit berdiri, "Ayo" jalannya meninggalkan Marisa.
Marisa mengernyitkan dahi, "Ada dengan apa dengannya? kenapa tiba-tiba sekali dia mengajak ku setelah.. Tapi ya sudahlah, ini kesempatan emas ku juga bisa jalan-jalan bersama dengan my boss" senyum Marisa menyusul Lucas. "Tunggu dulu, apa iya aku pergi dengannya dengan pakaian seperti ini? dan juga, astaga.. Aku baru ingat kalau aku belum mandi. OMG, ini memalukan sekali, bagaimana bisa aku belum mandi sedari tadi pagi?".
Marisa pun langsung berlari menyusul Lukas kedalam kamarnya. "Tuan, aku baru ingat".
"Apa?".
"Tas, tas ku dimana?".
Lucas mengernyitkan dahi, "Tas apa?".
"Astaga, berarti tas ku tinggal disana? lalu mobil bagaimana tuan? apa mobil ku juga tinggal disana?".
"Mobil?".
"Iya, nyonya Elisabet kemarin memberiku mobil baru. Ah, aku tidak bisa jamin kalau mobil itu akan baik-baik saja, bagaimana ini?" gumam Marisa.
"Terus mau mu sekarang apa?".
"Jalan-jalannya lain kali saja tuan, aku harus pergi menjemput mobil itu".
"Astaga, terima kasih tuan sudah membawanya" senyum Marisa memeluk tas itu seperti kedapatan harta karun. "Aku pikir tas ini sudah berada di tangan orang lain, ternyata ada disini, sekali lagi terima kasih tuan sudah membawanya".
"Mmmmm" gumam Lucas memasuki kamar mandi.
Kemudian Marisa membuka ponselnya, selagi Lucas mandi, ia mencari toko pakaian terdekat di aplikasi ponselnya. "Pakaian yang cocok untuk aku pakaian seperti apa yah?".
Tidak ingin berlama-lama di kamar mandi, Lucas keluar tampa sepengetahuan Marisa, lalu ia melihat Marisa sedang asik mengotak-atik ponselnya. "Sedang apa dia?" lalu Lucas mendengar suara Marisa menyebut harga pakaian yang ingin dia pesan membuat Lucas langsung tau. "Marisa kamu kemari" panggilnya.
"Iya tuan, aarrrkkhhh" kagetnya menutup mata melihat tubuh Lucas hanya di baluti handuk putih yang melilit diatas pinggangnya. "What? apa yang barusan aku lihat? tidak-tidak, kesempatan seperti ini tidak boleh di lewatkan, aku harus melihatnya. Enak sekali dia sudah melihat tubuh ku sedang aku tidak bisa melihat tubuhnya" Marisa segera membuka kedua matanya, namun Lucas tidak berada disana lagi.
"Kemana dia pergi?".
"Cepat kemari".
"Ooo, suara itu terdengar dari sana" Marisa berjalan mendekati ruang pakaian Lucas, ia pun langsung melihatnya disana. Namun sialnya, Lucas telah berpakaian membuat Marisa menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
"Kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Hhhmm? ah tidak tuan. Aku tidak melihat apa-apa. Lalu kenapa tuan mengajak ku kemari?".
"Kamu bukan lemari itu, disana ada pakaian wanita. Kamu bisa memakainya".
"Pakaian wanita? dari mana tuan mendapatkannya? atau pakaian itu mili..
"Jangan banyak bertanya" potong Lucas keluar dari dalam.
Kemudian Marisa membuka lemari tersebut, seperti yang Lucas beritahu, di dalam lemari itu ia melihat pakaian wanita tersusun sangat rapi di dalamnya. "Milik siapa ini? kenapa tuan Lucas menyimpan pakaian wanita sebanyak ini? apa ini semua milik kekasihnya? kalau tuan Lucas memiliki wanita, kenapa dia.. Hey, kok aku malah cemburu sih? lagian aku siapa bertanya-tanya seperti ini".
Begitu Marisa selesai membersihkan tubuhnya, ia segera memilih pakaian yang cocok ditubuhnya. "Aku rasa ini bagus, kan sangat elegan. Terus, apa aku harus berdandan supaya aku terlihat cantik? mmmmm, aku rasa itu ide yang bagus" ia keluar dari dalam sana, lalu Marisa mengeluarkan lipstik dari dalam tas yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi.
"Ini cukup cantik, semoga tuan Lucas tidak malu membawa ku jalan berdua layaknya seperti pasangan pada umumnya hehehe. Ok, semua sudah selesai, ayo kita pergi" dengan senyum mengembang di wajah Marisa ia menuruni anak tangga, namun saat itu juga ia melihat seorang wanita mendatangi rumah Lucas membuat Marisa menghentikan langkahnya. Tapi sayangnya, ia tidak bisa mengetahui siapa wanita tersebut.
Setelah hampir 1 jam lamanya Marisa menunggu di dalam kamar, ia malah tertidur pulas. Lucas pun tersenyum melihatnya, lalu ia berjalan mendekati Marisa. "Ayo bangun" ucapnya. "Marisa ayo bangun" ucapnya lagi mendengar suara ponsel Marisa berdering.
DDDRRRRTTTTT... DDDRRRTTTTTT...
Lucas mencoba mengeluarkannya dari dalam tas, tetapi suara itu tidak terdengar lagi. Lalu Lucas memandangi wajah Marisa, ia menyentuhnya dengan lembut sembari memperbaiki anak rambut yang mengenai wajahnya. "Marisa ayo bangun, kamu tidak ingin perg.."gantung Lucas begitu Marisa membuka kedua matanya.
"Ck, aku pasti ketiduran. Maaf".
"Tidak apa-apa. Ayo" ajak Lucas menarik tangannya membuat Marisa mengulum senyuman bahagia.
"Ada apa ini? kenapa aku suka sekali di perlakukan seperti ini?" batin Marisa sampai ia lupa membawa tasnya.
"Masuk".
"Tidak, tidak, bahkan dia membukakan pintu mobil untuk ku. Mimpi apa aku semalam?".
"Kamu tidak masuk?".
"Ah maaf" senang Marisa langsung masuk kedalam mobil begitu juga dengan Lucas.
"Kamu mau pergi kemana?".
"Terserah tuan saja mau pergi kemana, aku akan mengikuti".
__ADS_1
"Kamu sendiri yang berkata kalau kamu ingin pergi ke suatu tempat. Kenapa sekarang kamu mengikut saja?".
"Hehehe, tadinya aku hanya ingin jalan-jalan saja di sekitaran jalan. Bagaimana dengan tuan, apa tuan tidak pernah jalan-jalan ke suatu tempat yang indah gitu?" tampa menjawab Marisa, Lucas pun langsung menjalankan mobilnya meninggalkan rumah.