Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 82


__ADS_3

Di dalam gedung Asian group, sekretaris lama Lucas sedang tersenyum kepadanya begitu Lucas memberinya cuti istirahat selama 2 bulan kedepannya. "Terima kasih tuan, terima kasih banyak sudah mengizinkan saya cuti selama ini " ucapnya tersenyum hangat kepada Marisa yang berada di sebelahnya.


"Mmmmm, kamu boleh pergi".


"Baik tuan" begitu ia keluar dari dalam sana, Marisa segera membereskan semua barang-barangnya yang berada di atas meja sofa membuat Lucas langsung menahannya.


"Kamu mau kemana?".


"Tentu saja bekerja sebagai sekretaris mu mulai hari in.. Mmpphhmm.. Mmmpphhhmmm..".


"Ada apa? kamu baik-baik saja?" Lucas berjalan menghampirinya dengan wajah sedikit khawatir. "Apa kamu merasa pusing?".


"Tidak apa-apa. Sepertinya aku masuk angin karna semal.. Mmpphhmm.. Mmmpphhhmmmm".


"Kamu tunggu disini, aku akan mengambil air hangat" ucap Lucas mengambil segelas air hangat untuk ya, lalu memberinya ditangan Marisa. "Minumlah, kalau kamu merasa tidak enak badan, kita kerumah sakit".


"Tidak usah kerumah sakit, aku hanya.. Hhuueeaaakk.. OMG" Marisa membulatkan mata melihat pakaian Lucas terkena muntahannya. "Mmpphhmmm.. Mmpphhmmm.. Hhuueeaakhhh" muntahnya kembali semakin membuat ia merasa sangat bersalah melihat pakaian Lucas yang di penuhi air muntahannya. Tetapi Lucas bukannya marah, ia malah menunggu Marisa sampai selesai mengeluarkan isi dalam perutnya.


Setelah ia mulai merasa baikkan ia melihat Lucas menggenggam kedua tangannya dengan erat. "Sudah?".


"Mmmmm, maafkan aku" jawab Marisa menunduk penuh dengan rasa bersalah.


"Kita kerumah sakit sekarang. Ayo".


"Tidak usah, aku sangat tidak menyukai rumah sakit".


"Kalau terjadi sesuatu kepada mu. Jawaban apa yang akan aku berikan kepada keluarga mu?".


"Tidak usah kerumah sakit, cukup istirahat disini saja. Nanti semua akan baik- baik saj.." gantung Marisa begitu Lucas mengangkat tubuhnya membawa pergi dari sana. "Aku tidak ingin kerumah sakit Lucas".


"Diam" balas Lucas. Hingga kini mereka telah tiba dirumah sakit terdekat, beberapa suster langsung menghampiri begitu ia menaruh tubuh Marisa di atas bed rumah sakit. "Tolong lakukan yang terbaik kepadanya" ucapnya.


"Iya tuan" angguk mereka. Kemudian dokter yang bertanggung jawab diruang IGD tersebut mendatangi mereka. "Apa yang terjadi?" tanyanya memeriksa Marisa.


"Istri saya tiba-tiba muntah. Apa dia baik-baik saja dok?" Si dokter pun langsung tersenyum melihatnya. "Ada apa dok?".


"Selamat. Istri anda sedang mengandung, dan kehamilannya saat ini telah memasuki 3 minggu. Kalau gitu kami tinggal dulu".


Marisa terkejut, ia tidak percaya kalau dirinya saat ini sedang hamil dan usia kandungannya saat ini telah memasuki minggu ketiga. "Tidak mungkin, aku tidak mungkin hamil. Jelas-jelas aku mengkomsumsi pil kb jadi ini tidak mungkin, dokter itu pasti salah" gumam Marisa menggigit jarinya.


Sedangkan Lucas yang kini sedang tersenyum, ia merasa sangat bahagia mendengar kalau Marisa sedang mengandung buah cinta mereka berdua tampa perduli dengan pakaiannya yang bau dan kotor. "Sayang!".


"Hhhmmm?".

__ADS_1


"Terima kasih sudah memberikan ku hadiah bayi ini" dengan lembut Lucas menyentuh perut rata Marisa sambil menciumnya. "Selamat datang bayi ku, kamu jangan nakal disana yah. Ibu mu bisa memarahi mu".


"Lucas hentikan" tahan Marisa ditangannya. "Ini tidak benar, aku yakin dokter itu pasti salah ucap. Kamu ingat semalam kan kalau kita berdua tidur tampa busana, jadi aku pikir ini hanya masuk angin dan bukan hamil".


"Kenapa? kamu tidak menginginkan bayi ini?".


Deng..!


Marisa terdiam, ia melihat wajah Lucas yang sedang melihatnya dengan tatapan sangat kecewa begitu ia berkata sedemikian. "Maafkan aku, aku tidak bermaksud..


"Istirahatlah, aku mau menganti pakaian dulu".


"Kamu mau kemana?" namun Lucas bukannya menjawab, ia tetap melangkah pergi meninggalkan ruang IGD. "Ah, apa yang harus aku lakukan? sebenarnya aku juga sangat menginginkan seorang bayi, tapi bagaimana kalau nantinya bayi ini harus terpisah dengan ayahnya kalau hubungan kami sampai ke telinga tuan Mateo? ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar belum siap".


Sedangkan Lucas yang berada di taman rumah sakit, ia mengeluarkan sebatang rokok dari dalam jasnya, lalu menghisapnya seperti pria yang sedang memiliki banyak masalah dan benar, Lucas sedang merasakannya saat ini. "Permisi" panggil seseorang dari sampingnya.


Lucas pun segera melihat orang itu, dan orang yang baru saja memanggil namanya itu adalah seorang wanita yang sedang hamil tua bersama dengan suaminya. "Ada apa?" tanyanya.


"Boleh saya minta tolong?".


"Apa itu?".


"Tolong fotokan saya dan suami saya disana" tunjuk wanita itu memberikan ponselnya ditangan Lucas. "Bolehkan?".


"Mmmmm" angguk Lucas. Ia pun segera mengambil beberapa gambar dari pasangan tersebut. Setelah itu ia memberikan ponsel itu kembali, "Boleh saya bertanya?".


"Apa ini anak pertama kalian?".


Mereka berdua pun langsung tersenyum bahagia, "Iya, ini anak pertama kami. Terima kasih banyak sudah mau mengambil gambar kami berdua tuan" jawab sang suami wanita itu.


"Mmmmm, sama-sama" angguk Lucas tersenyum tipis menatap punggung sepasang suami istri itu dengan tatapan sedih bercampur rasa bahagia. "Aku juga ingin seperti mereka" gumamnya.


.


DDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT...


DDDRRRRTTTT.. DDDRRRTTTTT...


"Flora, ponsel kamu berdering" ujar rekannya.


"Astaga.. Maaf" Flora menyambar ponselnya, ia melihat nomor ponsel Marisa sedang menghubunginya. "Iya Sa. Ada apa?" tanyanya.


"Kamu di kantor?".

__ADS_1


"Iya. Ada apa? suara mu terdengar berat sekali".


"Hhhmmsss, aku membutuhkan mu saat ini Ra. Tidak bisakah kamu menemui ku kerumah sakit xx?".


"Apa?" kaget Flora. "Sedang apa kamu disana? kamu sakit?".


"Makanya kamu kemari, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mu. Aku akan menunggu mu 20 menit di mulai dari sekarang".


"Baiklah, aku akan segera datang kesana".


"Mmmmm".


Flora melihat sekitarnya, ia melihat rekan-rekan kerjanya yang lain sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Lalu ia melihat kedalam ruangan ketua team juga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, "Tidak apa-apa kalau hanya 20 menit saja. Iya, 20 menit saja".


Tok... Tok...


"Masuk!".


Ceklek!


"Bu" senyum Flora masuk kedalam ruangan tersebut. "Maaf bu, bisa saya permisi sebentar saja kerumah sakit? teman saya saat ini sedang di rawat disana".


"Mmmm, pergilah".


"Benarkah bu?" tanya Flora kurang percaya.


"Iya pergilah".


"Terima kasih bu, terima kasih, saya akan segera kembali".


"Mmmmmm" begitu Flora keluar dari sana, ia langsung pergi menghampiri Marisa yang sedang di rawat di rumah sakit xx yang cukup terbilang jauh dari perusahaan Hanju group.


"Pak, tolong antar saya ke rumah xx".


"Baik nona".


"Marisa mau sesuatu enggak yah?" Flora mengeluarkan ponselnya menghubungi nomor sang sahabat. "Hallo Sa, kamu mau di bawa apa?".


"Tidak usah Ra. Aku sedang tidak ingin makan apa-apa, kamu sudah dimana? kenapa kamu lama sekali?".


"Aku sudah menuju kesana, 10 menit lagi aku akan tiba".


"Mmmmm.. Cepatlah kemari, aku sangat membutuhkan kamu Ra".

__ADS_1


"Iya aku akan tiba. Udah dulu yah".


"Iya".


__ADS_2