Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 111


__ADS_3

Di apertemen Jose mendudukkan diri diatas balkon dengan sebotol anggur dan sebatang rokok ditangan kanannya. Kemudian Raniya yang baru pulang menyeringai melihat Jose yang merasa terpuruk, "Kenapa?" tanyanya.


"Kamu sudah pulang?" Jose meneguk anggur ya.


"Ada apa?".


"Kamu bertanya karna rasa kasihan atau kamu ingin mengejek ku?" Jose menatapnya dengan tatapan sinis. "Sebaiknya kamu pergi, jangan menganggu ku, aku ingin sendiri" ucapnya membuat Raniya tertawa mengejek. "Kamu tertawa? hahahaha.. Sekarang kamu tertawa, silahkan tertawa Raniya. Tapi kamu tidak tau kalau pria yang kamu cintai juga telah bersama dengan orang lain yang tidak kamu ketahui selama ini hahahha".


"Apa?" Raniya seketika terlihat serius sedikit meninggikan suaranya. "Maksud kamu apa Jose hhmmm? apa sekarang kamu membalas ku?".


"Bisa dibilang" Jose semakin mengejeknya sambil meneguk anggur tersebut tampa ia sadari kalau ia telah dalam keadaan mabuk. "Kamu mau tau siapa wanita itu? tapi ada baiknya kamu tidak usah tau siapa wanita pujaan hati Luca..


BBBRRAAKK..


Dengan marah Raniya pun melemparkan botol anggur tersebut dihadapannya, "Siapa wanita itu Jose? ayo beritahu aku".


"Kenapa? kamu marah? haahhhh.. Yah, sampai kapan pun kamu tidak akan pernah berhasil mendapatkan cintanya Lucas. Jadi sebaiknya kamu berhenti juga mengharapkan cintanya".


"Aku tidak perduli dengan apa yang mulut mu ini bicarakan, aku hanya ingin tau siapa wanita yang selama ini merebut Lucas dari ku. Cepat katakan Jose!!" Raniya menarik kerah bajunya mata tajam.


"Hhhmmsss.. Lepaskan" Jose menghempaskan tangannya dari kerah bajunya. "Aku sangat ngantuk, Minggir" namun Raniya yang tidak terima sebelum Jose memberitahu siapa wanita yang telah merebut Lucas darinya, ia pun langsung menahannya. "Apa lagi?".


"Katakan, siapa wanita itu? jawab aku Jose!!".


"Aaiisss.. Tidak bisakah kamu diam? kamu hampir saja memecahkan gendang telinga ku. Minggir!!" Jose mendorong tubuh Raniya pergi meninggalkannya.


"Kurang ajar kamu Jose, awas saja begitu aku tau siapa wanita itu, apapun akan aku lakukan untuk memisahkan mereka berdua. Lihat saja nanti, bagaimana bisa wanita sialan itu mendapatkan hati seorang Lucas. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus bertindak".


Sedangkan Reza yang berada di club, ia sedang bercumbu mesra diatas ranjang bersama dengan wanita yang tadi siang ia jumpai di dalam Club. "Honey, kenapa kamu begitu menggoda ku?" Tanya Reza tersenyum menggoda.


"Apa aku terlihat begitu menggoda mu sayang?".


"Mmmm, kamu sangat menggoda ku sampai aku tidak bisa berhenti memikirkan mu" jawab Reza membuat ia tertawa kecil semakin memeluknya dengan erat. Kemudian Reza mendengar suara ponselnya berdering, "Tunggu sebentar honey".


"Siapa?".


Begitu Reza menyambar ponselnya, ia mengernyitkan dahi melihat nomor yang baru saja menghubungi dia, "Flora? ada apa dia menghubungi ku di tengah malah seperti ini?" Reza melirik jam telah menunjukkan pukul 1 malam.


"Siapa sayang?" tanyanya lagi.


"Tidak" jawabnya meletakkan ponselnya itu kembali.

__ADS_1


DDDRRRTTTT... DDDRRRTTTTT...


Namun bukan sampai disana, Reza Mendengar ponselnya berdering kembali membuat ia akhirnya mengangkatnya. "Ada apa Flora?".


"Kamu dimana Reza?" tanyanya


"Kenapa?" Tanyanya balik melihat wanita yang berada disebelahnya, lalu Reza memilih keluar dari dalam sana. "Ini sudah tengah malam, ada apa kamu menghubungi ku. Apa kamu tidak bisa tidur?".


"Mmmmm, malam ini aku tidak bisa tidur Reza".


"Karna apa? kamu membutuhkan sesuatu?".


"Tidak, aku hanya ingin memberitahu mu kalau besok aku akan kembali pulang ke kampung halaman kedua orang tua ku".


"Apa?".


"Mmmmm" ia tersenyum. "Terima kasih sudah pernah yang terbaik untuk aku Reza, maaf aku belum bisa membalas kebaikan mu selama ini".


"Ada apa Flora? kenapa tiba-tiba sekali kamu ingin pergi meninggalkan tempat ini. Apa kamu sudah membicarakan ini dengan Jose?".


"Mmmm, aku sudah memberitahu ya. Kalau gitu aku tutup dulu, maaf sudah menganggu waktu mu..


"Iya?".


Reza menghela nafas, "Apa kamu mengatakan yang sebenarnya? tolong pikirkan sebelum kamu bertindak Flora. Apa kamu akan meninggalkan Jose? lalu bagaimana dengan bayi mu dan juga keluarga mu?".


"Aku sudah memberitahu mereka kalau aku tengah mengandung dan kedua orang tua tidak bisa berkata apapun untuk membenci ku Reza".


"Sebelum kamu pergi, kita berdua harus bicara".


"Tidak Reza, tidak ada hal penting lagi yang perlu kita bicarakan".


"Besok pagi aku akan kerumah Lucas atau kamu yang menemui ku....


Tut.. Tut.. Tut...


"Aaiisss" dengan kesal Reza meremas ponselnya begitu Flora mematikan secara sepihak. Kemudian wanita itu berjalan mendekatinya, "Maaf, malam ini aku harus kembali".


"Kenapa?" ia terlihat kesal menyentuh dada bidang Reza. "Apa dia seorang wanita?".


"Mmmmm" jawab Reza bergumam masuk kedalam memakai pakaiannya. Setelah itu ia pergi begitu saja tampa perduli dengan wanita itu lagi.

__ADS_1


.


Pagi harinya di rumah istana milik Lucas ia masih terlelap dalam tidurnya bersama dengan sang istri. Kemudian Marisa menguap terbangun sembari melihat sang suami yang masih terlelap, "Sayang, setiap kali aku melihat tertidur kamu begitu menggemaskan sekali. Tapi hati ku saat ini sedang sedih, Flora akan pergi meninggalkan aku" ucapnya membuat Lucas langsung memeluk dengan sayang. "Ternyata kamu mendengar ku".


Lucas tersenyum, lalu mencium keningnya memeluk dengan erat, "Kenapa sayang?".


"Flora pergi" Marisa menunjukkan wajahnya dengan wajah sedih. "Itu artinya aku akan tinggal sendiri dirumah ini. Padahal aku..


"Kenapa?".


"Ck, entahlah".


"Terus mau kamu apa sayang kalau Flora benar-benar akan pergi?".


"Ah.. Aku juga bingung, tapi bisakah kamu membiarkan aku bepergian sendiri tampa harus di supirin oleh Rehan? aku mohon suami ku".


"Tidak boleh Risa. Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bepergian sendiri tampa pemantau ku".


"Ck, terus apa aku akan selalu dirumah sampai aku.. Aakkhhh menyebalkan sekali" ucapnya membuat Lucas tertawa kembali dengan gemas melihat sang istri cemberut seperti ini.


"Kamu tidak akan kesepian sayang, kalau kamu merasa bosan kamu bisa berpergian kemana pun kamu mau asalkan kamu masih tetap tahap pemantau ku".


"Tapi aku ingin membawa mobil sendiri" Marisa merengek seperti anak kecil. "Ayolah suami ku, jangan terlalu mengekang ku seperti ini".


"Tidak bisa sayang".


"Ck, kamu benar-benar tidak asik. Sekarang lepaskan aku, aku ingin mandi, Flora pasti sedang menunggu ku di dalam kamarnya" namun Lucas malah memeluknya semakin erat. "Kenapa? aku mau mandi Lucas".


"Apa? kamu barusan bilang apa?".


Marisa pun langsung memalingkan wajahnya tersenyum, "Emang aku barusan bilang apa? perasaan deh".


"Oh, kamu enggak mau ngaku yah? baiklah hari ini aku akan..


"Hentikan!" tahan Marisa menahan tubuh Lucas saat ia hendak menjatuhkan tubuhnya kembali. "Aku mau mandi, aku merasa tubuh ku terasa lengket dan bau kering...


"Hahahaha.. Kamu ada-ada saja sayan..


"Hhhmmm... Apa kamu barusan tertawa?" Marisa terlihat sedang meledeknya dengan senyuman sinis membuat Lucas langsung menarik tubuh itu kedalam pelukannya. Kemudian Lucas mendekatkan wajahnya di telinga Marisa.


"Sayang, aku ingin bercinta dengan mu!!".

__ADS_1


__ADS_2