
Sesampainya Lucas dikediaman keluarga Davison, ia langsung melihat semua anggota keluarga telah berada dan juga Kirana. "Maaf saya terlambat" ucapnya kepada mereka.
"Tidak apa-apa. Duduklah" ucap Mateo. Begitu Lucas duduk diatas sofa, ia melirik kearah Dilan yang sedang tersenyum kepadanya membuat Lucas sedikit menebak tentang pengunduran dirinya yang akan di gantikan oleh Dilan. Kemudian Mateo memulai pembicaraan mereka, "Lucas, minggu ini Dilan akan menikah dengan Kirana. Dan sesuai dengan janji kakek kemarin salah satu diantara kalian harus menikah secepat mungkin, maka perusahaan akan jatuh ditangan salah satu diantara kalian. Kamu masih mengingatnya?".
Lucas menghela nafas sembari mengusap wajahnya dengan perasaan bercampur marah. "Iya, aku mengingatnya" jawab Lucas.
"Bagus, karna Dilan orang yang telah berhasil akan segera menikahi Kirana. Maka jabatan kamu yang sekarang akan jatuh ditangan Dilan, bisakah kamu memberikan itu kepada Dilan?".
Lucas melihat mereka semua, kedua orang tua Dilan pun langsung terlihat sangat bahagia mendengar jabatan Lucas yang sekarang ini akan berada di tangan Dilan putra satu-satunya ia dan Carlos. Sedangkan Isabella yang berada disampingnya tampak terlihat sedih seperti apa yang dia rasakan saat ini, bahkan kedua bola mata Isabella kini tengah berkaca-kaca membuat Lucas semakin merasa sedih bercampur merasa bersalah, "Ma, maaf. Maaf aku belum bisa membuat mama bangga dan bahagia seperti yang mama harapkan selama ini, tapi terima kasih banyak sudah mendukung Lucas selama ini. Aku mencintai mama".
Mendengar Lucas yang sangat tulus membuat ia juga merasa bersalah, selama ini dia hanya memikirkan rasa egoisnya supaya Lucas menjadi memimpin semua yang menyangkut Hanju group. Tapi kini ia tidak akan memaksakannya lagi, meskipun selama ini Harry mendiang suaminya yang telah mati-matian membesarkan perusahaan Hanju, ia akan menyerah, ia tidak akan memaksakan Lucas untuk mempertahankan posisinya sebagai CEO.
"Tidak apa-apa Ma, Lucas akan memulai dari bawah, percaya pada Lucas".
"Mmmm, mama akan selalu mendukung mu. Apapun yang kamu lakukan, mama akan selalu mendukung mu dan maafkan mama selama ini sudah bersikap egois memaksakan kehendak mama sayang".
"Terima kasih ma" senyum Lucas melap air mata Isabella sampai membuat Vina yang berada di hadapan mereka tersenyum tidak suka melihat kedekatannya dengan Isabella.
"Sudah, ini sudah menjadi keputusan ku. Aku tidak ingin pilih kasih sayang" ucap Mateo memalingkan wajahnya yang juga ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Lucas dan Isabella. "Kalian bisa pulang, begitu pernikahan Dilan selesai, aku akan mengadakan rapat".
"Iya pa, terima kasih sudah mempercayai Dilan. Kalau gitu kami pulang dulu. Ayo".
"Mmmmm" angguknya. Seperginya mereka, Lucas melihat Mateo. "Maaf".
Lucas tersenyum, "Untuk apa kakek minta maaf?".
"Kakek percaya kamulah orang yang seharusnya membawa perusahaan ini di masa depan, tapi kakek tidak akan bisa mengingkari janji kakek, karna itu kakek minta maaf".
"Tidak apa-apa, Lucas akan memulai dari nol".
"Terima kasih, berjuanglah sampai kamu memang pantas mendapatkan perusahaan ini".
"Mmmmm" angguknya.
.
Begitu Marisa menyalakan api kompor, ia terlebih dahulu memanaskan air panas sampai mendidih. Kemudian Marisa bertanya kepada Flora dia suka telor dicampur mie atau tidak.
"Tidak, aku tidak suka".
__ADS_1
"Benarkah?".
"Mmmmm, kalau gitu aku taruh daun bawah saja" tidak lama kemudian mie tersebut sudah matang, Marisa langsung membawanya dihadapan Flora. "Bagaimana? aromanya sangat enak bukan?".
Flora tersenyum, "Aku belum mencobanya Sa. Tunggu sebentar".
"Pelan-pelan saja Ra, mienya sangat panas".
"Mmmmm".
"Kamu mau minuman kaleng alkohol? rasanya akan sangat nikmat saat makan mie".
"Boleh" angguk Flora meniup mienya. Lalu Marisa memberikan minuman tersebut dihadapannya. "Terima kasih".
"Iya. Aarrkkhh, rasanya sangat nikmat, ada pahit manisnya. Kamu tau siapa yang membeli ini Ra?".
"Siapa?".
"Mama, minuman ini adalah minuman kesukaannya hahahaha, besok mama pasti merepet melihat minuman ini habis".
"Yah.. Kenapa kamu tidak memintanya dulu kalau gitu?".
"Aku baik-baik saja Sa. Dari tadi kamu nanya itu mulu deh, emang biasanya aku seperti apa?".
"Mmmm, ya aku melihat kamu tidak seperti biasanya. Gimana yah, aku melihat kamu itu sepeti.. Oh iya Ra, aku ingin memberitahu mu sesuatu yang sangat rahasia, tapi rahasia ini antara aku dan kamu".
"Apa itu?".
"Tapi kamu jangan sampai mengeluarkan suara yah?".
"Mmmm".
"Ra, tuan Lucas melamar ku..
"Apa?" kaget Flora meninggalkan suaranya.
"Aaiiss, aku sudah mengatakan kepada mu untuk tidak meninggikan suara mu, tapi kamu malah teriak seperti di hutan".
"Yah, siapa pun yang mendengarnya pasti sangat terkejut. Jadi benaran tuan Lucas melamar mu? kamu enggak lagi halu kan?".
__ADS_1
"Ck, kamu pikir aku akan menghalui dia sampai kesana? ya enggak lah. Aku mengatakan yang sebenarnya kalau tuan Lucas melamar ku, besok malam dia akan datang kerumah ini. Bagaimana menurut mu?".
"Aku bingung harus mengatakan apa Risa. Lagian apa alasannya tuan Lucas mengajak mu menikah? emang selama ini kalian berdua berkencan? kalau kalian berdua selama ini berkencan, masa iya aku enggak tau. Dan kalau dilihat-lihat juga, aku merasa tuan Lucas sama sekali tidak ada rasa ketertarikan kepada mu".
"Kamu merasakan itu?".
"Mmmmm, terus apa alasannya?".
"Aku juga tidak tau alasannya apa. Tapi karna itu tuan Lucas, dengan senang hati aku akan menikah dengannya hehehehe. Tapi kamu jangan kasih tau siapa-siapa yah".
"Kenapa? harusnya orang lain tau kalau kalian berdua akan segera menikah. Itu adalah kabar bahagia".
"Hhmmsss, iya kabar bahagia, tapi bisa dibilang juga itu tidak kabar bahagia. Kami menikah secara tertutup tampa ada orang lain tau, termasuk keluarganya dan orang terdekatnya".
"Apa? kamu serius?".
"Mmmmm, san sebenarnya itu atas permintaan seseorang".
"Permintaan siapa Sa?".
"Nyonya Elisabet, wanita yang kamu temui kemarin".
"Emang dia siapa sebenarnya sampai tuan Lucas tunduk kepadanya Sa? bahkan dia bisa memberikan mobil mewah kepada mu? wah luar biasa".
"Tapi kamu benar-benar harus menjaga rahasia ini Ra, jangan sampai orang lain tau. Wanita itu adalah istri dari pimpinan".
"Maksud kamu istri tuan Mateo kakek tuan Lucas?".
"Mmmmm, dan detail ceritanya aku kurang tau, jadi jangan bertanya kepada ku".
"Wah, aku tidak bisa bayangkan sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya Lucas. OMG, aku enggak sedang mimpi kan Risa?".
"Mmmm, kamu tidak sedang bermimpi, ini kenyataan".
"Hhmmsss, kamu beruntung sekali Sa".
"Bisa dibilang dan bisa tidak. Aku sudah memberitahu mu kalau pernikahan ini.. Ah sudahlah, aku tidak ingin membahasnya lagi, ayo habiskan mie itu aku sudah mulai mengantuk".
"Mmmmm".
__ADS_1