Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 50


__ADS_3

Begitu kedua orang Marisa dan Zara berada diruang tamu, tidak lama kemudian ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk datang kedalam ponselnya. "Dia pasti sudah datang, tunggu sebentar" Marisa bergegas keluar dari dalam rumah, dan benar sekali, mobil Lucas telah tiba disana, ia pun langsung melihat Lucas keluar dari dalam mobil. "OMG, kenapa dia tampan sekali?" lalu Marisa berlari menghampirinya, "Tuan".


"Aku tidak membawa apa-apa. Apa kedua orang tuan ada di dalam?".


"Mmmm, tidak apa-apa. Ayo, keluarga ku sudah menunggu tuan didalam" ajak Marisa membawanya masuk kedalam rumah. Dengan senyum mengambang diwajahnya, ia melihat kedua orang tuannya bersama dengan Zara melihatnya dengan mata membulat. "Ma, pa, kak Za.. Ini calon suami Marisa. Tuan, ayo beri mereka salam".


"Tidak, seharusnya kami yang memberi salam tuan" potong ayah Marisa menunduk sopan di hadapan Lucas. "Selamat datang, silahkan duduk tuan. Ma, tolong buatkan teh".


"Iya pa" angguk Saphira berjalan menarik tangan Marisa ke dapur. Lalu melihat Marisa dari atas sampai bawah, "Ini tidak bisa, kamu harus dandan cantik Sa..


"Hey, tidak apa-apa ma. Biar seperti ini saja".


"Tidak bisa, cepat ganti pakaian mu Risa, kamu enggak malu dilihat seperti ini?".


"Tidak, dan sepertinya mama menyukainya. Ayo" ejek Marisa tersenyum menggoda sang mama.


"Lagian kenapa kamu tidak bilang kalau calon suami kamu itu adalah cucu dari pimpinan Hanju Group. Ya mama enggak tau lah, tapi bagaimana bisa dia melamar kamu Risa? dia itu adalah cucu dari penerus Hanju, dan dia juga kan CEO ditempat kamu bekerja?".


"Iya ma, ceritanya panjang. Tapi bisakah mama tidak usah membahasnya, aku tidak bisa menjelaskannya sama mama".


"Ya sudah, kamu bantu mama membawa ini".


"Berikan ma".


"Inih".


Marisa dan Saphira langsung membawa keruang tamu, ia melihat Lucas tampak sedikit tegang berhadapan dengan sang ayahnya membuat ia tersenyum. "Pa, maaf sebelumnya Risa tidak memberitahu akan ini".


"Mmmmm, tidak apa-apa. Jadi apa tujuan tuan Lucas datang kerumah kami yang sederhana ini?".


Lucas tersenyum tulus layaknya seperti orang biasa, "Sebelumnya terima kasih banyak sudah menerima saya dirumah ini. Saya kemari ingin melamar putri anda Marisa untuk menjadi calon istri saya. Tolong izinkan saya menikahi Putri anda".


"Sebelumnya maaf" ucap Zara melihatnya. "Sebagai keluarga, kami ingin tau alasan anda menikahi adik saya. Anda tau sendiri kalau kami ini hanyalah keluarga biasa yang sangat jauh beda di level dibawah anda. Tolong berikan kami alasan".


"Saya menikahinya karna saya mencintai dia".


"Apa?" kaget mereka.

__ADS_1


"Mmmmm, karna saya mencintai dia. Dan kalau saya mendapatkan restu dari pihak keluarga, saya akan menikahi dia sabtu nanti".


"Sabtu?".


"Iya".


"Wah.. Kak Za, calon suami Risa keran kan? aku sangat menyukainya" senang Marisa membisikkan ditelinga Zara.


"Kamu yakin Risa menikah dengannya? aku enggak bisa jamin kalau kamu akan hidup bahagia bersama dengannya. Kamu tau sendiri keluarga kita dengan keluarganya bagaikan langit dan bumi, jadi kakak minta tolong kamu pertimbangkan pernikahan ini".


"Kakak enggak dengar tadi kalau di mencintai ku? itu artinya kami menikah di dasari cinta. Jadi kak Zara enggak usah khawatir ok".


"Hhhmmsss, lalu bagaimana dengan keluarganya? kenapa hanya dia sendiri yang datang kemari?".


"Sebenarnya kami menikah tampa sepengetahuan keluargany...


"Apa?" kaget Zara meninggikan suaranya melihat Marisa membuat mereka ikut melihat kearah Marisa dan Zara. "Ah, aku minta maaf, Marisa baru saja membuat ku terkejut. Tuan, apa benar pernikahan ini tampa sepengetahuan keluarga tuan sendiri?".


"Kak" bisik Marisa menghentikan Zara.


"Kamu diam Risa, kakak perlu tau tujuan dia menikahi kamu karna apa, menikah itu cukup sekali sampai kamu mati nanti..


"Ya sudah kalau memang menikah atas dasar cinta. Kami tidak akan melarangnya, jadi kapan tuan akan menikahi putri kami?" tanya sang ayah Marisa.


"Sabtu, kami akan menikah hari sabtu ini".


"Baiklah, kami akan mempersiapkan diri".


"Terima kasih, kalau gitu saya pamit pulang dulu".


"Iya tuan" angguk mereka.


"Ayo, aku akan mengantar mu" senyum Marisa menyambar tangannya membuat ketiga orang itu kembali terkejut melihat kedekatan Marisa dan Lucas yang benar-benar diluar dugaan mereka. "Tuan sudah makan malam?".


"Mmmmm, aku pulang dulu".


"Tunggu".

__ADS_1


"Apa?" Marisa melihatnya semakin menunjukkan senyumannya. "Ada apa?".


"Tidak, aku hanya bahagia saja bisa menikahi bos aku sendiri. Bukankah itu menyenangkan sekali? aku mencintai mu tuan Lucas" Marisa menutup kedua matanya, lalu mencium bibir Lucas cukup lama, kemudian ia menarik bibirnya. Namun Lucas yang menyukai ciuman tersebut, ia pun langsung menarik tubuh Marisa kedalam pelukannya, lalu menciumnya tampa perduli orang yang baru saja lewat dari samping melihat mereka. Marisa tersenyum bahagia, ia sangat bahagia ia benar-benar sangat bahagia.


Kemudian Lucas melepasnya, melap bibir Marisa dengan lembut, lalu mencium keningnya dengan sayang. "Masuklah, aku pulang dulu".


"Mmmmm, hati-hati dijalan" begitu Lucas menjalankan mobilnya, Marisa pun langsung masuk kedalam rumah. "Dia sudah pulang, aku masuk kamar".


"Tunggu, kamu duduk dulu Risa" ucap Zara menyuruhnya duduk.


"Ada apa kakak?".


"Duduk".


"Baiklah" angguk Marisa mendudukkan diri diatas sofa. "Kenapa?".


"Aku tanya sekali lagi Risa, apa kamu benar-benar akan menikah dengannya? aku sebagai kakak kamu tidak rela jika suatu saat nanti terdengar kalau kamu menderita".


"Jangan khawatir kak Zara. Kakak tinggal doakan saja yang terbaik untuk pernikahan kami, bukankah begitu pa ma?".


"Terserah kamu saja, asalkan kamu bahagia kami akan selalu mendukung mu".


"Kakak dengar itu, terima kasih banyak pa ma atas dukungannya. Marisa akan menjadi istri yang baik untuk dia hehehehe".


"Hhhmmsss, ya sudah. Hari ini papa sangat lelah sekali, papa tinggal dulu" ucapnya memasuki kamar begitu juga dengan Saphira.


"Aku juga kak, hari ini aku sangat lelah sekali. Selamat malam" begitu Marisa memasuki kamarnya, ia membaringkan tubuh diatas tempat tidur, dan dengan senyum yang masih menempel di wajahnya. "OMG, nikah? aku benar-benar akan segara menikah hahahhaha.. OMG, OMG. Bdw dia sudah nyampe belum enggak yah? apa aku perlu menghubungi dia? tapi ada baiknya juga aku menghubungi dia untuk memastikan kalau dia baik-baik saja sampai dirumah".


DDDRRRTTTT... DDDRRRTTTTT...


"Mmmmm?".


"Tuan sudah nyampe dirumah? aku hanya ingin memastikan kalau tuan baik-baik saja".


Lucas tersenyum, "Kamu cuman nanya itu saja?".


"Mmmmm, aku cuman nanya itu saja sekalian aku merindukan mu" jawab Marisa sedikit mengecilkan suaranya.

__ADS_1


"Kamu barusan bilang apa?".


"Tidak, aku tidak bilang apa-apa, aku hanya bilang... Tidak, kalau gitu aku tutup dulu. Selamat malam tuan".


__ADS_2