
Ceklek!
Lucas dan Reza langsung melihat ke ambang pintu, dimana Jose yang baru saja masuk membawakan sesuatu di tangan kanannya. "Hallo bro" senyum Reza melambaikan tangan.
Jose berjalan mendudukan diri di hadapan Reza, "Dia siapa Lucas? aku tidak pernah melihatnya?" tanya Jose pura-pura tidak mengenalnya membuat Lucas tersenyum geleng kepala. "Kamu siapa?".
"Hahaha.. Kamu jahat sekali tidak mengenal ku lagi. Tidak apa-apa, karna aku sedang lapar, lebih enak kalau kita memakan cemilan ini. Terima kasih sudah membawanya, kamu tau saja makanan kesukaan ku".
"Hhhmmsss.. Kemana saja kamu selama ini? sudah 10 tahun lamanya kamu menghilang, dan sekarang kamu datang secara tiba-tiba".
"Maafkan aku. Selama ini aku tidak bermaksud menghilang dari kalian, hanya saja waktu tidak berpihak kepada ku. Apa kamu sudah menikah?".
"Belum. Lalu bagaimana dengan mu?".
"Kenapa kamu belum menikah? apa kamu masih merasa muda?".
"Saat ini aku sedang pusing, kedua orang tua ku menjodohkan aku dengan putri rekan bisnisnya. Tapi sayangnya putrinya tidak menginginkan aku".
"Bagaimana dengan mu?".
Jose menghela nafas, "Untuk saat ini aku tidak tau, kemarin pertama kali aku bertemu dengannya. Aku jatuh cinta pada padangan pertama kepadanya, tapi sekarang hati ku berkata lain".
"Maksud kamu?".
"Sepertinya aku menyukai wanita lain yang tak mungkin juga bisa aku miliki".
"Siapa?" tanya Lucas.
"Aku ingin memberitahu mu Lucas. Aku menghamili anak orang, dan wanita itu adalah Flora sahabat Maris..
"Apa?" kaget Reza mengepal tangan menatap tajam Jose. "Flora siapa yang kamu maksud Jose?".
"Kamu mengenalnya? kenapa kamu melihat ku seperti itu?".
"Aarrkkhh" teriak Reza menarik kerah baju Jose melayangkan dua pukul tepat di wajah Jose tampa perduli kepada Lucas yang sedang melerai mereka berdua. "Bajingan! bagaimana bisa kamu melakukan itu kepada dia. Bajingan!".
Kemudian Lucas menariknya sekuat tenaga sampai Reza terjatuh diatas lantai. "Ada apa dengan mu?" bentaknya. Lalu Jose menyentuh sudut bibirnya yang berdarah dan juga wajahnya yang memar akibat mendapatkan beberapa pukulan dari Reza. "Kalau ada sesuatu yang menggangu mu, harusnya kamu bicara dengan baik-baik".
Dengan rasa amarah yang masih bergejolak dalam tubuh Reza, ia bangkit berdiri menatap tajam Jose. "Kamu tau siapa Flora itu Lucas?".
"Ada apa dengannya sampai kamu begitu sangat marah kepada Jose?".
"Dia wanita yang sangat aku cintai. Dan sekarang dia sedang mengandung anak dari bajingan itu".
"Hentikan. Mari kita bicarakan ini dengan baik-baik. Lalu kenapa kamu tidak bersama dengannya kalau kamu mencintai dia? kamu kemana saja?".
__ADS_1
"Aaiisss" kesal Reza mengusap wajahnya dengan kasar. "Kedua orang tua ku tidak merestui kami bersama".
"Apa karna dia berasa dari keluarga biasa?".
"Mmmmm".
"Terus, apa sampai sekarang kamu masih mencintai dia setelah kamu tau kalau dia sedang mengandung anaknya Jose?".
"Ah, pertanyaan mu membuat kepala ku pusing" jawab Reza melihat Jose yang sedari tadi hanya diam saja. "Apa kamu akan menikahi dia?".
"Aku juga tidak tau. Kalau sampai aku meminta kepada mereka untuk menikahi dia, aku tidak yakin kalau kedua orang tua ku merestui".
Lucas tersenyum tipis menyadari mereka bertiga sama halnya, "Kamu harus bertanggung jawab Jos, lakukan sebisa mungkin kamu lakukan".
"Aku selalu berkata kepada dia untuk melahirkan bayi itu ke dunia. Tapi dia selalu menolak dan berencana melakukan aborsi".
"Apa kamu sudah gila?" bentak Reza.
"Maaf. Aku tidak tau cara untuk membujuk dia supaya dia tidak membuang bayi itu. Apa yang harus aku lakukan?".
.
Kini jam telah menunjukkan pukul 4 sore, Zara dan Marisa sedang bersiap-siap berangkat ke mall terdekat yang tidak jauh dari rumah. "Oh iya kk, ada berapa banyak tamu undangan besok malam?".
"Mmmm, kalau enggak salah sekitar 300 orang saja".
"Kenapa?".
"Tanya saja kk, dan besok malam sepertinya tuan Lucas tidak bisa datang. Tuan Dilan juga menikah di waktu yang tepat dengan pernikahan kk Zara".
"Tidak apa-apa, yang penting adik kk yang satu ini ada" senyum Zara mengusap kepala Marisa dengan sayang. "Ayo, kita sudah sampai".
"Ooo" angguk Marisa keluar.
Sedangkan Flora yang saat ini sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ia melihat Reza berdiri di hadapannya, "Ada apa kamu kemari? pekerjaan ku sangat banyak Za. Sebaiknya kamu pergi saja".
"Kamu mau minum kopi sebentar?".
"Tidak".
"Sebentar saja".
"Kenapa? kalau kamu masih membahas..
"Ayo" potong Reza langsung keluar. Dengan rasa malas Flora pun terpaksa harus mengikutinya dari belakang, lalu ia melihat Reza membuka pintu ruangannya. "Masuklah".
__ADS_1
"Apa yang ingin kamu bicarakan? aku tidak punya banyak waktu".
"Duduklah, aku akan membuatkan kopi untuk mu".
"Tidak usah" tolak Flora melihat Reza tetap membuatkan kopi untuknya. Lalu Reza memberikan ditangannya, "Terima kasih".
"Mmmm" senyum Reza menyeruput kopi panas miliknya. "Aku sudah tau siapa ayah dari bayi itu. Sekarang aku ingin mendengar kejujuran kamu, siapa ayah dari bayi itu?".
"Apa?" kaget Flora meletakkan gelas kopi yang belum sempat ia minum. "Ke-kenapa kamu menanyakan itu Za?".
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin meminta kejujuran kamu, apa kamu masih enggan memberitahu ku?".
"Maafkan aku Reza. Tapi aku tidak bisa memberitahu mu, aku takut kamu akan membunuhnya" jawab Flora membuat Reza tertawa. "Kenapa kamu tertawa? kamu membuat ku takut".
"Aku tidak akan bisa membunuhnya. Sekarang ayo beritahu aku".
"Aku tidak yakin kalau kamu tidak akan melakukan hal itu. Jadi tolong jangan membahasnya lagi, aku mohon Reza".
"Kamu mencintainya?".
Deng..!
Flora langsung terdiam mendengar pertanyaan Reza yang begitu membuatnya kebingungan. "Apa itu benar Flora? apa kamu benar-benar mencintai pria itu?".
"Maaf Reza".
"Maaf untuk apa?".
"Maaf untuk semuanya. Aku tidak bermaksud menyakiti perasaan kamu, tapi..
"Tapi apa?".
"Aku harus berhenti membuat kamu berhenti memikirkan aku. Dan benar, aku mencintai pria itu lebih dari pada kamu. Jantung ku berdetak kencang saat dia mengatakan aku cantik, saat aku berada di dekatnya dan saat aku menatap wajahnya. Tapi bodohnya aku, kenapa aku harus mencintai dua pria yang benar-benar tidak akan bisa bersama dengan ku sampai kapan pun".
"Jadi Kamu benar-benar begitu mencintai Jose?".
"Haahh.. Ba-bagaimana bisa kamu mengenal dia Reza?" semakin kaget Marisa melihatnya dengan mata membulat. "A-apa kamu akan membunuhnya Za?".
"Aku sudah mengatakan kepada mu kalau aku tidak akan bisa membunuhnya" jawab Reza memberinya tissue. "Reza adalah teman lama ku setelah 10 tahun lamanya kami tidak pernah bertemu. Dan sekarang pria itu berhasil merebut wanita yang aku cintai dari ku".
"Kamu marah?".
"Mmmmm, aku sangat marah begitu aku tau siapa ayah dari bayi itu".
"Maaf".
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kini saatnya aku benar-benar harus melupakan mu. Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan bayi itu?".