
Begitu Flora dan Jose keluar dari dalam kamar, Marisa dan Lucas langsung melihat kearah mereka berdua dengan kening mengerut. "Tuan.. Risa.. Terima kasih banyak yah sudah mengizinkan saya tinggal disini dalam waktu cukup lama. Sekarang saya harus berangkat, pesawat saya akan berangkat dalam 45 menit lagi".
"Terus?" tanyanya melihat Jose yang berada di belakangnya. "Apa semuanya baik-baik saja?".
"Mmmm, semuanya baik-baik saja Risa kamu tidak usah khawatir dia akan mengantar ku sampai ke bandara".
"Oh.. Ya sudah kalau gitu, kamu hati-hati di jalan ya Flora".
"Mmmm, kalau gitu kami berangkat dulu ya Sa.. Tuan" setelah mereka berdua meninggalkan rumah tersebut. Marisa langsung menatap Lucas dengan tatapan mata berkaca-kaca.
"Jangan menangis sayang, itu sudah yang terbaik untuk dia" Lucas memeluknya dengan sayang, lalu membawanya duduk diatas sofa sembari meminta ibunya Rehan membawakan segelas air putih. Kemudian memberinya ditangan Marisa, "Minum dulu sayang".
"Terima kasih" Marisa meminumnya sambil menyeka air mata yang baru saja menetes dari kedua pelupuk matanya. "Aku menangis bukan karna apa, tapi aku menangis karna rumah ini tiba-tiba serasa sepi sekali setelah Flora pergi hiks.. hiks..".
"Sudah, jangan dipikirkan lagi atau kamu ingin ...
DDDRRRTTTT... DDDRRRTTTT...
"Siapa?".
"Kakek. Tunggu sebentar" Lucas sedikit menjauh darinya. "Hallo kakek. Ada apa?".
"Kamu kerumah sekarang juga" jawab Mateo sang kakek dengan suara tegas. "Kakek tunggu 20 menit lagi kamu harus sudah berada disini" Lalu Mateo mematikan ponselnya secara sepihak membuat Lucas hanya bisa pasrah jika sikap kakeknya itu terlihat sangat kekanak-kanakan sekali bagi seorang Lucas.
"Sayang, aku harus kerumah kake..
"Pergilah, sepertinya itu urusan yang sangat penting. Aku tidak apa-apa jika tinggal dirumah, lagian ada Rehan dan ibunya Rehan kok disini bersama ku. Jadi kamu boleh pergi".
"Kamu marah? aku melihat mu seperti sedang marah".
"Tidak, lagian aku tidak punya hak untuk marah kepada mu. Aku hanya ingin supaya kakek kamu tidak marah kalau sampai kamu tidak kesana. Pergilah".
"Mmmmm" Lucas langsung pergi meninggalkannya begitu saja tampa mengeluarkan sepatah dua kata lagi membuat ia kembali mengeluarkan air mata.
__ADS_1
"Kurang ajar, tega-teganya dia pergi begitu saja tampa basa basi mencium ku" kesal Marisa.
.
Sesampainya Lucas di kediaman istana milik keluarga Davison. Ia langsung berjalan menuju ruangan Mateo, namun saat itu juga Dilan tersenyum menghalang jalannya, "Lama sudah kamu tidak kemari? bagaimana? apa kamu sudah siap untuk..
"Minggir, aku tidak punya urusan dengan mu".
Dilan tersenyum kembali mengejeknya dengan senyuman sinis "Kamu mau tau alasan kakek memanggil mu kemari? dia ingin menjodohkan kamu dengan seseorang, kalau enggak salah cucu dari teman semasa kuliahnya" tetapi Lucas bukannya perduli, ia malah pergi begitu saja memasuki ruangan Mateo yang ditungguin bersama seorang yang tidak ia kenal dengan seorang wanita yang bisa dibilang usianya hampir sama dengan ibunya.
"Duduk" ucap Mateo. Lucas pun segera duduk di atas sofa sembari melirik kearah pria yang berada di hadapannya itu. "Dia teman kuliah kakek dulu waktu di L.A, beri salam kepadanya Lucas".
Dengan senyum tipis Lucas langsung memperkenalkan dirinya kepada teman lamanya sang kakek. Kemudian melihat wanita yang berada disebelahnya, "Hallo!" sapanya dengan tatapan datar membuat wanita tersebut tersenyum manis. "Ada apa dengannya?" batin.
"Nama ku Adelia, senang berkenalan dengan mu Lucas".
"Ooo" balas Lucas.
Kemudian kedua orang tua itu tersenyum-senyum melihat Lucas membalas sapaan Adelia sedikit cukup ramah, "Lucas, apa kamu menyukai Adelia?".
"Kakek sama kakeknya Adelia tengah berencana menjodohkan kalian berdua. Bukankah begitu Burhan?".
"Hahahah.. Kalau Lucas tidak keberatan berteman dekat dengan cucu ku, lebih cepat lebih baik hahahah" jawabnya tertawa kesenangan bersama dengan Adelia yang tiada hentinya memperhatikan ketampanan Lucas yang sangat menggodanya.
"Adelia sangat sangat menyukainya kek. Sudah sejak lama Adelia menyukai tipe pria seperti Lucas yang sangat berwibawa dan kesatria. Jadi Lucas tipe pria idaman aku banget".
Lucas menghela nafas tak habis pikir dengan sang kakek yang tiada hentinya mencampuri urusan pribadinya, "Kakek..
"Kamu menyukai cucu ku Adelia?" potong Mateo langsung mengajukan pertanyaan kepada cucunya Burhan.
"Mmmm.. Adelia sangat menyukainya kek" angguknya tersenyum lebar. "Oh iya kek, mulai dari sekarang Adelia mau tinggal di Indonesia".
"Kamu yakin tidak mau ikut kakek pulang ke Prancis?".
__ADS_1
"Iya kek, aku mau disini tinggal bersama dengann..
"Tidak. Maaf, saya harus pergi" Lucas bangkit berdiri dari atas kursinya, lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Ada apa dengannya kek?" tanya Adelia kebingungan. "Kenapa Lucas tiba-tiba pergi? apa dia baik-baik saja?".
"Untuk memastikan dia baik-baik saja, pergilah kejar dia".
"Bisa kek?".
"Tentu saja bisa, pergilah" dengan senyum mengembang diwajah Adelia, ia segera keluar dari dalam sana menyusul Lucas yang kini sedang berbicara dengan Isabella.
"Siapa wanita itu?" ucapnya dalam hati tampa ia sadari Kirana tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka.
"Kamu siapa?".
"Aarrkkhhh.. Setan!" Adelia berlari kearah Lucas dan Isabella. "Lucas tolong aku, aku sangat takut sekali, disana ada setan".
Lalu Kirana menghampiri mereka sambil berkata kepada Adelia, "Apa kamu sudah gila? sembarangan bilang orang setan. Kamu yang setan masuk sembarangan kerumah orang. Kamu siapa? Tante, apa tante mengenal wanita gila ini?".
"Tante tidak mengenalnya. Kamu yang membawanya Lucas?".
"Tidak ma, dia cucu rekan bisnisnya kakek..
"Oh, dia ibu kamu Lucas? wah.. Kebetulan sekali tante aku bertemu dengan Tante. Kenalin tante, nama ku Adelia calon istrinya Lucas".
"Apa?" Isabella terkejut melihat sang anak yang biasa saja tampa mengeluarkan sepatah dua kata. "Apa benar yang baru saja wanita ini katakan Lucas kalau dia calon istri kamu? kenapa selama ini kamu tidak memberitahu mama?".
"Hhhmmmsss.. Aku tidak mengenalnya siapa ma..
"Maksud kamu Lucas?" potong Adelia tidak terima begitu Lucas enggan mengakuinya sebagai calon istrinya. "Bukannya kakek kita sudah menjodohkan kita berdua? harusnya kamu mengakui aku sebagai calon istri mu di depan ibu mu Lucas?".
"Maaf, aku tidak mengenal mu dan aku tidak akan pernah mau menjadi calon suami mu, katakan itu kepada kakek mu" jawab Lucas membuat Kirana seketika tertawa senang mengejek Adelia yang kini menatap Lucas dan menatap Kirana dengan tatapan benci. "Lagian..
__ADS_1
"Cukup, aku tidak ingin mendengar mu lagi Lucas. Apapun yang terjadi kamu tetap harus menjadi calon suami ku, dan aku tidak akan perduli apa tanggapan orang tua mu dan juga wanita ini" setelah itu ia pergi dari sana tampa perduli dengan Kirana yang asik menertawainya dari kejauhan.