
Sesampainya Lucas dirumah sakit, ia melihat Marisa telah terlelap dalam tidurnya membuat Lucas tidak berniat untuk membangunkannya. Lalu ia memasuki kamar mandi, ia membasuh wajahnya sambil menatap pantulan wajahnya di depan cermin sembari menghela nafas berat. Setelah itu ia keluar, namun saat itu juga ia dibuat terkejut oleh Marisa yang tepat berdiri di hadapannya dengan kedua tangan melipat di depan dada.
"Astaga Marisa..!" kaget Lucas menyentuh dadanya. "Apa yang sedang kamu lakukan disini?".
"Ck, kenapa baru pulang? ini sudah jam 2 malam".
"Hhhmmsss.. Maaf, tadi aku harus menyelesaikan sesuatu yang harus aku kerjakan. Lalu bagaimana dengan mu? kenapa kamu tiba-tiba terbangun?".
"Aku tidak bisa tidur sedari tadi. Kamu membawa apa untuk ku?" Marisa mengikuti langkah kaki Lucas berjalan kearah sofa.
"Aku tidak membawa apa-apa karna aku pikir kamu sudah tidur. Duduklah" Lucas menarik tangannya mendudukkan Marisa diatas pangkuannya. "Kenapa? kamu ingin memakan sesuatu? aku akan membelinya".
"Tidak usah, lupakan saja. Aku hanya merindukan mu" jawabnya membuat Lucas tersenyum mencium bibirnya. "Oh iya, tadi aku dan Flora mencek kandungannya. Bayinya berjenis kelamin laki-laki, dan kata dokter bayinya sangat aktif sekali bahkan begitu ia lahir ke dunia bayi itu akan terlahir menjadi pria yang sempurna dan perkasa seperti ayahnya hehehe.. Dan semoga nantinya juga bayi kita berjenis kelamin perempuan, supaya anak kita dan anak Flora bisa berjodoh. Wah, bayi kita ajah belum lahir tapi aku sudah berpikir sejauh ini".
Lucas pun tertawa kecil, "Tidak apa-apa kalau nantinya mereka saling suka, sebagai orang tua kita hanya bisa mengikuti keinginan hati mereka".
"Itu benar, aku juga suatu saat nanti enggak mau jadi orang tua egois yang menginginkan keinginan hati sendiri. Iya kan suami ku?".
"Mmmmm, sekarang kamu istirahatlah. Tidak baik untuk kamu dan bayi kita belum tidur di jam segini".
"Tidak bisa, sedari tadi aku sudah mencobanya tapi enggak bisa-bisa juga. Tapi kalau kamu memeluk ku, mungkin saja aku akan terlela.. Ah" kaget Marisa begitu Lucas mengangkat tubuhnya diatas tempat tidur.
"Sekarang kamu tidurlah, aku akan memeluk mu".
"Mmmmm, terima kasih" senyum Marisa segera menutup kedua matanya. Kemudian Lucas mencium keningnya dengan lembut, lalu ia mengusap punggungnya sampai Marisa benar-benar terlelap dalam tidurnya, hingga ia juga ikutan terlelap.
Sedangkan Raniya yang berada di apartemennya, ia tak kunjung berhenti menangis begitu Lucas mengantarnya pulang kesana. "Ya Tuhan, kesalahan apa yang telah aku lakukan hingga kamu tidak bisa mengizinkan aku hidup bahagia bersama dengan pria yang aku cintai hiks.. Tuhan rasanya sakit, rasanya sangat sakit sekali Tuhan sampai aku tidak sanggup menahan ya aarrrkkhhh.." dengan sangat marah Raniya melemparkan semua barangnya yang berada di atas meja rias.
"Aarrkkhhh.. Jika rasa sakit ini tak kunjung berhenti, maka aku akan mengakhiri ini semua, siapa pun wanita yang akan hidup bersama dengannya nanti aku akan membunuhnya. Aku tidak akan perduli jika nantinya aku juga akan mati, aku menantikan itu Lucas".
__ADS_1
.
Kini pagi telah kembali, Flora membuka kedua matanya dengan senyum mengembang diwajahnya melihat selembar foto yang berada ditangannya. "Anak ku, terima kasih sudah membuat ibu mu ini berjuang mempertahankan mu sampai sekarang. Ibu berjanji sayang, ibu akan lebih berusaha lagi melindungi mu dari mereka yang akan mencoba menyakiti mu".
DDDRRRRTTTT... DDDRRRTTTTTT...
"Iya jose?" senyum Flora.
"Ini foto apa Ra? bayi kita".
"Mmmmm, itu foto bayi kita. Apa kamu menyukainya?".
"Kamu dimana sekarang?".
"Dirumah".
"Aku akan kesana sekarang juga" begitu Jose mematikan ponselnya. Flora melihat sekitarnya rumahnya yang sedikit berantakan membuat ia segera membersihkan agar Jose tidak melihatnya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Jose pun telah tiba di basement apertemen Flora, dengan langkah panjang ia memilih menggunakan tangga exit untuk mempercepat waktunya.
"Flora ini aku" teriaknya dari luar.
Flora pun tersenyum saat ia mendengar suara Jose dari luar, lalu ia melihat rumahnya yang sudah bersih, ia pun segera membukakan pintu untuk Jose. "Kamu sudah datan...
"Flora!" peluk Jose sebelum Flora menyudahi perkataannya. "Aku sangat merindukan mu".
"Kamu ada-ada saja" Flora melepaskan pelukan Jose. "Ayo masuk, apa kamu sudah melihat gambar itu? kata dokter dia berjenis kelamin laki-laki dan bayinya sangat aktif sekali".
"Benarkah?" kedua mata Jose berkaca-kaca membuat Flora ikutan sedih. Lalu memeluknya kembali, "Terima kasih Flora sudah berjuang untuk bayi itu, terima kasih banyak".
"Mmmmm" angguk Flora.
__ADS_1
Kemudian Jose membawanya duduk, menggenggam kedua tangannya sambil menatapnya. "Flora aku ingin memberitahu mu kalau orang tua ku sudah tau kalau kamu saat ini sedang mengandung anak ku".
"Apa? kok bisa?".
"Ceritanya panjang. Jadi aku mau mulai hari ini kamu akan tinggal bersama dengan Lucas dirumahnya. Semalam aku sudah meminta izin kepadanya, kamu mau kan tinggal disana untuk sementara waktu, dan Lucas juga sangat tidak keberatan kalau kamu tinggal disana, dia jadi punya alasan untuk menahan Marisa untuk dirumah bersama dengan mu. Kamu mau kan sayang?".
Flora terdiam selama 2 menit lamanya, "Kalau memang seperti ini aku tidak akan keberatan tinggal disana kalau tuan Lucas mau menerima ku tinggal di rumah ya".
"Terima kasih sayang. Kalau aku punya waktu aku akan menyempatkan diri mendatangi mu kesana".
"Tidak apa-apa, jangan terlalu mengkhawatirkan aku, aku bisa menjaga diri ku sendiri".
"Mmmmm, kamu bisa menyusun pakaian yang harus kamu bawa, aku akan mengantar mu kesana sekarang juga".
"Tapi Marisa masih dirumah sakit".
"Mereka pasti sudah pulang".
"Kalau gitu aku beres-beres dulu".
"Ayo, aku akan membantu mu".
.
Dirumah sakit Marisa tersenyum begitu dokter yang menanganinya berkata untuk kedepannya ia tidak akan mengalami mual yang parah lagi begitu si dokter memberi resep obat yang harus ia minum setiap hari. "Terima kasih banyak dok" ucap Lucas.
"Sama-sama tuan. Kalau gitu kami permisi dulu".
"Mmmmmm" lalu Lucas membantu Marisa turun dari atas tempat tidur, setelah itu mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut kembali pulang kerumah. Dan di dalam mobil Lucas baru menceritakan kalau Flora akan tinggal bersama dengan mereka, Marisa sempat terkejut, namun begitu Lucas menceritakan apa yang terjadi Marisa langsung merasa kasihan kepada sang sahabat. "Kamu kenapa sedih seperti itu? kamu tidak senang kalau Flora tinggal bersama dengan kita?".
__ADS_1
Marisa menyeka air matanya, "Bukan seperti itu. Aku hanya merasa kasihan saja kepada Flora yang hidupnya tidak bisa tenang dengan orang yang tidak menyukainya. Kenapa sih harus dia? kenapa Flora harus hidup menderita hiks".