
Sekarang Marisa dan Flora telah tiba di club, suara alunan musik DJ langsung terdengar di kedua telinga mereka membuat Marisa tertawa kegirangan. "Sudah lama saja kita tidak kemari Ra hahahaha".
"Mmmmm, ayo" tarik Flora membawa Marisa kedalam keramaian.
Dengan tawa riang, mereka berdua menari sana kemari tampa ada beban sampai Marisa dan Flora kelelahan. "Ah, aku udah cape Risa. Kita duduk dulu yok".
"Mmmmm" angguk Marisa juga ikut kelelahan mencari tempat di depan si bartender. "Mas, alkoholnya dua gelas" ucap Marisa menerima dari si bartender. Kemudian mereka berdua meneguknya dengan sekali tegukan saja. "Aaarrr, rasanya sangat nikmat. Mas, dua gelas lagi".
"Risa, sudah jam berapa?" tanya Flora melap keringat di lehernya.
"Sudah jam 12 saja, tidak terasa waktu begitu cepat berlalu".
"Kalau gitu aku ke toilet sebentar Sa".
"Mmmmmm" angguk Marisa meneguk alkoholnya kembali melihat seorang pria dewasa menduduki tempat kursi Flora. "Maaf mas, tempat itu punya teman saya".
Dia melihat Marisa dengan kesal, "Sejak kapan kursi ini milik kalian?".
"Teman saya lagi ke kemar mandi. Masnya duduk disebelah sana saja".
"Yah..! kamu pikir kamu siapa melarang saya duduk hahhh? kenapa tidak kamu saja yang pindah kesana dari pada saya. Aiiasss".
"Hhhmmsss, baiklah. Aku akan mengalah sama orang kaya kamu".
"Kamu barusan bilang apa?".
"Emang saya bilang apa? itu kuping jangan asal dengar. Minggir, jangan menghalangi jalan ku".
"Wah.. Kamu tidak takut kepada ku? orang disini saja tidak berani mengusikku. Dan sekarang wanita seperti mu berani mengusikku, kamu sudah bosan hidup?".
"Ckckck, jaman sekarang sudah semakin aneh. Minggir, saya tidak ingin berurusan dengan orang seperti anda".
"Kamu barusan bilang apa?".
"Minggir, saya tidak ingin berurusan dengan orang seperti anda. Puas?".
PPLLAAKKK..
"Risa..." kaget Flora yang baru kembali dari toilet melihat si pria tersebut menamparnya. "Apa yang barusan kamu lakukan kepadanya?" bentak Flora marah.
"Kamu siapa?".
"Kurang aj*r" umpat Flora langsung membalas tamparan si pria itu. "Rasakan itu, berani-berani ya kamu menamparnya".
__ADS_1
"Flora sudah, kamu tidak ada urusan dengannya. Biar aku saja" Si pria itu mengepal tangan berteriak mengatai Marisa dan Flora wanita jal*ng. "Terus kamu pria apa? banci gitu?".
"Kamu" cekiknya di leher Marisa.
"Lepaskan".
"Tidak, aku akan membunuh mu dengan cara mencekik mu sampai mat..
BBAARRR..
"Ah" ringis si pria itu menyentuh kepalanya melihat Flora tersenyum. "Kamu".
"Kenapa? sakit? Oo, kepala kamu berdarah. Apa yang harus aku lakukan? haruskah aku memukul botol gelas ini lagi di kepalanya Sa?".
"Hahahaha" tawa Marisa melihat kegemasan di wajah Flora. "Haruskah? bagaimana kalau dengan ini saja Ra?" Marisa menyambar gelas alkoholnya tadi, lalu menyiramnya tepat diwajah si pria tersebut membuat ia dan Flora semakin tertawa kegirangan.
"Aarrkkhhh, wanita jal*ng, aku akan membunuh kalian berdua" teriak dia merampas pisau dari tangan si bartender. "Hari ini juga aku akan membunuh mu".
BBUUNNGGHHH....
"Tuan?" kaget Marisa melihat Lucas menendang si pria tersebut dari belakang. "Kenapa tuan bisa berada disini?".
Tampa menjawabnya, Lucas menendang tubuh si pria itu kembali. Kemudian menarik wajahnya, "Kamu ingin mati?" si pria itu langsung membulatkan mata melihat Lucas. "Sekarang kamu pergi, aku tidak ingin melihat wajah ini berada disini" dengan ketakutan yang ia rasakan, ia pun segera pergi dari sana. Lalu Lucas melihat kedua wanita yang berdiri dihadapannya itu membuat Marisa dan Flora merasa tidak nyaman begitu mereka menyadari pakaian yang mereka gunakan sangat terbuka.
"Hahahah tuan, ini tidak seperti yang tuan pikirkan hahaha iya. Kami kemari hanya ingin bersenang-senang saja dengan diri kami sendiri. Iyakan Ra?" tetapi Flora tidak menjawabnya membuat Marisa mengulangi perkataannya. "Ra, kamu sedang melihat apa?" Marisa mengikuti arah pandangan mata Flora. "Oo, itu bukannya tuan Jose tua.." gantung Marisa begitu Lucas pergi meninggalkan mereka.
"Kenapa Ra? apa karna mereka? hey, tidak usah pedulikan mereka. Kita kemari ingin bersenang-senang, untuk apa kamu memikirkannya. Mas, dua gelas lagi. Ayo duduk Ra" tarik Marisa membawa Flora di atas kursinya. "Ada apa lagi? kamu kok jadi bengong sendiri sih? enggak asih tau".
"Tidak" senyum Flora meneguk alkoholnya.
"Tapi syukur juga ada tuan Lucas yang menyelamatkan kita" ucap Marisa melihat kearah Lucas bersama dengan teman-temannya. "Aku jadi penasaran apa yang sedang mereka bicarakan. Teman-teman tuan Lucas tempak sedang asik tertawa kecuali tuan Lucas dan tuan Jose yang tersenyum biasa saja".
"Jangan lihat kepada mereka Sa, nanti mereka pikir..
"Kenapa? kok aku semakin curiga kepada mu Ra, apa jangan-jangan kamu benar suka lagi sama dia?" ledek Marisa tertawa.
"Hentikan" kesal Flora.
"Ayo ngaku kamu Ra. Aku tau dari gerak-gerik kamu saat melihat dia, itu pasti perasaan ketertarikan".
"Tidak Risa".
"Yakin?".
"Mmmmm".
__ADS_1
"Tapi aku yakin kamu tertarik kepadanya, cuman kamu gengsi saja mengakuinya. Iya kan?".
"Terserah kamu saja" jawab Flora meneguk alkoholnya. Kemudian meminta cemilan kepada si bartender, "Dari pada kamu banyak bicara, lebih baik kamu memakan ini".
"Baiklah" angguk Marisa memakannya. Hingga kini jam menunjukkan pukul 1 malam, Marisa dan Flora sudah mulai mabuk membuat kedua orang itu tertawa sendiri entah apa yang lucu.
"Risa".
"Mmmmmm?".
"Aku mencintai mu.. Benar-benar mencintai mu".
"Aku juga mencintai mu Ra hahaha".
"Kenapa kamu tertawa?".
"Karna aku mencintai mu".
"Apa kamu sudah gila?".
"Tidak, aku masih waras, dan karna itu aku mengatakan aku mencintai mu Flora, sangat-sangat mencintai mu".
"Kalau gitu, bisakah kamu memelukku?".
"Mmmmm, aku akan memeluk mu" angguk Marisa menarik tangan Flora kedalam pelukannya, namun karna jarak mereka yang sedikit jauh membuat kedua orang itu malah terjatuh diatas lantai sampai orang yang berada disekitar mereka tertawa.
"Ini sakit sekali" rengek Flora menyentuh bokongnya.
"Kenapa kita malah terjatuh sih?" kesal Marisa membantu Flora berdiri. Tetapi karna alkohol yang sudah banyak masuk kedalam tubuh Marisa membuat ia merasa pusing dan juga penglihatannya yang mulai kabur. "Ra, kamu dimana? kenapa aku tidak bisa melihat mu dengan jelas?".
"Kepala ku juga pusing Sa. Tidak bisakah kamu membantu ku bangkit berdiri?".
Sedangkan Jose yang sedang melihat mereka berdua di buat tersenyum, "Ada apa?" tanya Lucas.
"Mereka" jawab Jose menunjuk kearah Marisa dan Flora diatas lantai.
"Sedang apa mereka?".
"Mereka terjatuh, sepertinya kedua wanita itu sudah mabuk berat. Haruskah kita membawanya kemari?".
"Biarkan saja".
"Kamu tidak kasihan melihat mereka? lihatlah kedua wanita malah asik tertawa hahahha. Mereka sangat menggemaskan sekali Lucas".
Lucas mengernyitkan dahi melihat Jose malah tertawa, "Biarkan saja, selagi tidak ada orang yang menganggu mereka".
__ADS_1
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku sangat menyukai mereka berdua. Kamu tunggu disini" Jose pun langsung menghampiri Marisa dan Flora.