Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 123


__ADS_3

"Hallo bibi".


"Ekh Argana sudah pulang" si pelayan tersebut langsung tersenyum senang. "Bagaimana hari ini? apa semuanya berjalan dengan baik? seperti yang bibi tebak Argana pasti sudah punya teman baru, iya kan?".


"Iya bi, Argana sudah punya teman baru namanya Reysa dan orangnya cantik sekali seperti mama heheheh".


Marisa pun ikutan tersenyum, "Kamu ada-ada saja sayang. Ada yang bisa aku bantu bi?".


"Tinggal nyuci piring Risa. Argana duduk disini, bibi akan membuat makan siang spesial untuk Arga".


"Wah.. Terima kasih bibi" dengan senang hati Argana pun langsung mendudukan diri diatas kursi tersebut. Sambil menunggu, tiba-tiba ia melihat Stela tengah berjalan diujung sana membuat ia segera turun dari atas kursi. "Bibi, tante Stela menuju kemari".


"Mana?".


"Disana bi".


"Astaga, kalau gitu nanti saja ya Arga. Bibi takut kalau nyonya Stela marah".


"Iya bi tidak apa-apa, aku ke mama dulu ya bi".


"Iya Arga" lalu si pelayan itu tersenyum kepadanya. "Ada yang bisa saya bantu nyonya?".


"Mmmmm" balas Stela seperti biasa. "Kamu buatkan buah yang segar pakai susu. Ingat, jangan pakai lama".


"Iya nyonya saya akan membawanya".


"Bagus, buruan".


Seperginya Stela dari sana, Argana kembali menghampiri. "Bibi baik-baik saja? apa tante Stela marah sama bibi?".


"Tidak Argana, nyonya Stela hanya menyuruh bibi membawakan buah segar yang ada di dalam kulkas keruang tamu. Sekarang Argana makan yah, bibi kupas buah itu dulu. Ayo duduk".


"Iya bi, terima kasih banyak".


Melihat Argana yang begitu lahap, si pelayan itu tak henti-hentinya tersenyum bahagia melihat Argana begitu pintar baik dan juga tampan, namun Argana yang tidak memiliki sosok seorang ayah, ia merasa semakin kasihan harus setiap hari mendapatkan hinaan dari Stela.


Tidak menunggu lama, Argana selesai melahap makan siangnya, ia pun membawa bekas piring kotornya kebelakang tempat Marisa tengah mencuci piring. "Ma, mama enggak lapar? selesai cuci piring mama makan yah, nanti mama jatuh sakit".


"Tadi mama sudah makan diluar sayang".


"Memang mama punya uang makan diluar? kan mahal-mahal ma".


"Iya sayang, tapi tadinya ada orang yang berbaik hati memberi mama makan di tempat ia bekerja karna mama telah membantunya membawa barang belanjaannya yang lumayan banyak".


"Oh gitu ma".


"Iya sayang. Kamu duduk ajah disitu, sebentar lagi mama selesai".

__ADS_1


"Iya ma".


Sambil menunggu Marisa selesai, Argana mulai mengantuk, "Hhooaammm.. Arga ngantuk ma. Boleh Arga tidur disini?".


"Jangan tidur dilantai sayang, kalau gitu Argana masuk kamar ajah sana".


"Argana takut ma kalau nanti tante Stela masuk, Argana tunggu mama sampai selesai saja deh" meskipun merasa sangat mengantuk, demi untuk tidak bertemu dengan Stela Argana memaksakan diri agar tetap disana menunggu sampai Marisa selesai mencuci piringnya. Namun begitu ia selesai Marisa malah melihat putra itu tergeletak diatas lantai dengan posisi tidur.


"Astaga Argana! sayang, sayang ayo bangun sayang. Kenapa harus tidur di lantai sih sayang?".


"Ma Argana ngantuk, mama sudah selesai?" dengan kedua mata tertutup Argana memeluk Marisa.


"Iya sayang mama sudah selesai, kita ke kamar yok" Marisa langsung membawanya pergi dari sana. "Bi, aku sudah selesai mencucinya".


"Loh, Argana tidur?".


"Iya bi".


"Ya sudah, bawalah dia masuk".


Lalu Marisa menaruh tubuh putranya itu diatas tempat tidur, kemudian menyambar ponselnya yang tiba-tiba bergetar. "Hallo!".


"Hallo, apa benar ini dengan saudara Marisa?".


"Iya dengan saya sendiri".


"Iya saya sangat membutuhkan pekerjaan itu pak".


"Ketepatan perusahaan kami sedang membutuhkan seorang karyawan di sebuah club yang berada di jalan xx. Apa saudara Marisa bersedia bekerja sama dengan kami?".


"Iya saya bersedia pak, hari ini juga saya mau langsung bekerja kalau bapak mengizinkan saya".


"Baiklah kalau gitu, saya akan menunggu disana. Saudara Marisa bisa langsung naik ke lantai 3 nantinya".


"Baik pak, kira-kira jam berapa saya kesana pak?".


"Jam 5 sore".


"Baiklah pak, terima kasih banyak sebelumnya".


"Iya".


Kemudian Marisa melihat wajah Argana yang begitu pulas dalam tidurnya, "Sayang mama harus pergi bekerja, doakan mama ya sayang agar semua berjalan dengan baik" Marisa melihat jam telah menunjukkan pukul 3 sore, ia pun keluar dari dalam kamar menghampiri si pelayan tadi. "Bibi, Aku boleh minta tolong jagakan Argana untuk ku?".


"Loh, kamu mau kemana Risa?".


"Aku baru saja mendapatkan pekerjaan bi, jadi malam ini aku harus pergi. Tolong ya bi".

__ADS_1


"Apa kamu sudah memberitahu Argana? bibi takut dia khawatir nantinya".


"Argana sudah tau bi kalau aku mendapatkan pekerjaan, tapi Argana tidak tahu kalau hari ini juga aku masuk kerja".


"Ya sudah kalau gitu, jam berapa kamu pergi?".


"Karna ini hari pertama aku bekerja bi, aku mau bersiap-siap mulai dari sekarang".


"Mmmm bersiap-siaplah, jangan khawatirkan Argana, bibi akan menjaganya".


"Terima kasih ya bi".


.


Sesampainya ia disana, Marisa melihat tempat tersebut begitu sangat mewah sehingga ia tidak percaya kalau tempat yang ingin ia datangi bukanlah itu. Tapi mengingat alamat yang pria itu berikan sangatlah valid membuat ia pada akhirnya bertanya kepada salah satu petugas disana. "Permisi, apa anda mengenal pria yang bernama ini?".


Si pria itu langsung melihat Marisa dari atas sampai bawah, "Ada keperluan apa anda mencari beliau?".


"Ternyata benar" senyum Marisa. "Itu, saya mau melakukan interview dengan beliau, bisakah anda membantu saya menuju ruangan beliau? kalau enggak salah ruangannya berada di lantai 3".


"Apa sebelumnya kalian sudah melakukan komunikasi?".


"Iya, tadi beliau sendiri yang datang menghubungi saya".


"Kalau gitu ayo ikut saya" ia pun membawa Marisa menuju ruangan tersebut.


Tok.. Tok...


"Masuk!".


Ceklek!!


Begitu suara pria itu mempersilahkan masuk, ia langsung menyuruh Marisa masuk kedalam sana. "Terima kasih" lalu Marisa melihat ke dalam ruangan tersebut begitu luas bersih dan wangi. "Permisi, saya dengan Marisa pak".


"Mmmm, silahkan duduk" Marisa pun segera mendudukkan diri dihadapannya. Lalu si pria itu melihat dengan tatapan yang tidak bisa Marisa artikan, "Ternyata kamu cantik juga. Sebelumnya kamu sudah pernah kerja di club?".


"Maaf pak, saya belum pernah bekerja ditempat seperti ini, tapi saya janji akan melakukan yang terbaik dan saya benar-benar tidak akan pernah mengecewakan bapak telah menerima saya bekerja disini".


"Kamu berjanji?".


"Iya pak saya berjanji".


"Baiklah, ayo ikut saya" ia bangkit berdiri dari atas kursinya berjalan keluar dari dalam ruangannya menuju ruangan para karyawan disana. "Disini, kamu akan menemukan rekan kerja mu. Ini belum semuanya, sebagai dari mereka belum tiba, untuk sementara waktu kamu bisa istirahat sebelum bekerja atau kamu bisa bertanya kepada mereka apa yang harus kamu pelajari" Kemudian ia memanggil salah satu karyawannya itu. "Mawar, dia karyawan baru disini, tolong kamu bimbing dia sampai dia paham".


"Baik pak" jawabnya mengangguk.


"Bagus, kalau gitu saya tinggal dulu".

__ADS_1


"Iya pak".


__ADS_2