Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 93


__ADS_3

Wanita itu membulatkan mata begitu Jose mengatakan kalau ia akan membunuh semua anggota keluarga yang berhubungan dengannya. "Ba-baiklah tuan, saya akan memberitahu kalian dengan satu syarat".


"Apa itu?".


"Tolong sembunyikan saya dan ibu saya yang berada dijalan xx, saya tidak mau begitu suami saya sadar dia mengetahui kalau saya telah memberitahu keberadaan orang itu kepada tuan".


"Baiklah, sekarang katakan dimana kalian menyembunyikannya" Jose langsung melepaskan tangannya melihat Lucas mengangguk, kemudian mereka berdua mengikuti si wanita tersebut dari belakang hingga kini mereka menuruni sebuah anak tangga menuju lantai bawah tanah. "Tempat apa ini.." gantung Jose saat Lucas menahan tangannya. "Ada apa?".


"Disana" jawab Lucas menunjuk kearah Reza yang tergeletak diatas lantai kotor dengan tubuh lemas. Lalu mereka berdua berlari mendekatinya, "Reza" panggilnya. "Reza" panggilnya lagi.


Dengan tubuh tidak berdaya Reza menatap kedua orang itu samar-samar. "Lucas?".


"Mmmmm, ini aku datang bersama dengan Jose Za".


Reza menghela nafas lelah, "Terima kasih sudah datang menyelamatkan ak..


"Kalian tidak bisa berlama-lama disini, ayo buruan bawa dia sebelum mereka semua datang kemari. Cepat!!".


Reza melihat wanita itu, "Siapa dia Lucas?"


"Kita akan pergi dari sini. Ayo" ajak Lucas menyuruh Jose menaikkan tubuh Reza diatas punggungnya. "Kamu harus memeluk ku, kamu bisa cerita begitu kita berada di rumah sakit".


"Mmmmmm".


Namun saat mereka menaruh tubuh Reza di dalam mobil, si wanita tersebut malah pergi meninggalkan mereka tampa berniat untuk ikut, tetapi Jose yang telah berjanji akan menyelamatkan dia bersama dengan ibunya, ia pun mengajar menahan tangannya. "Kamu mau kemana? kamu tidak ingin ikut bersama dengan kami?".


"Maaf tuan, saya tidak akan ikut bersama dengan kalian" jawabnya tersenyum tipis.


"Tidak, sesuatu akan terjadi kepada mu kalau kamu tidak ikut bersama dengan kami. Ayo, saya telah berjanji kepada mu" Jose memaksa menarik tangannya memasuki mobil Lucas. Setelah itu mereka pergi dari sana menuju rumah sakit tempat Marisa dirawat saat itu. "Kamu baik-baik saja?".


"Hhhmmm?".


"Siapa nama mu?".


"Salsa tuan" Lucas lalu meliriknya dengan sekilas membuat Salsa merasa malu memalingkan wajahnya.


"Jadi kamu sudah menikah?" tanya Jose kembali dari belakang. Namun Salsa bukannya menjawab, ia malah terdiam saat Jose mengajukan pertanyaan itu, "Kenapa? apa kamu benar-benar sudah menikah".


"Mmmmm, saya sudah menikah tuan dengan pria itu, tapi pernikahan kami hanyalah pernikahan secara terpaksa karna biaya untuk pengobatan ibuku" Salsa menyeka air matanya yang baru saja menetes.


"Kamu tidak memiliki pekerjaan lain selain disitu?".

__ADS_1


"Tidak tuan".


"Kalau gitu kamu bisa bekerja dirumah sakit tempat saya bekerja, besok kamu bawa ibu mu kesana".


"Maksudnya tuan ?" kaget Salsa melihatnya.


"Mmmmm, sebagai upah biaya rumah sakit ibu mu, kamu harus bekerja disana" namun Salsa malah dibuat semakin kebingungan sambil melirik Lucas yang tetap fokus menyetir mobilnya. "Saya ulangi, mulai besok kamu bisa bekerja dirumah sakit tempat saya bekerja sebagai upah tempat ibu mu dirawat disana. Apa kamu masih belum mengerti?" kedua mata Salsa pun langsung berbinar-binar dengan senang hati begitu Jose mengatakan kalau ibunya bisa di rawat di rumah sakit.


"Terima kasih tuan, terima kasih banyak sudah mau membantu saya dan ibu saya tuan".


.


Sesampainya mereka dirumah sakit, Reza pun langsung mendapatkan pertolongan pertama dari sang dokter, kemudian suara ponsel Lucas berdering mendapatkan sebuah panggilan dari sang istri yang tak lain adalah Marisa. "Kamu lagi dimana?".


"Dirumah sakit, ada apa?".


"Dirumah sakit? sedang apa kamu disana? kamu sakit?".


"Tidak, tapi Reza".


"Apa? Reza? Reza kenapa bisa sampai masuk rumah sakit?".


"Dia hanya terluka sedikit saja".


"Kalian tidak usah kemari, Reza baik-baik saja..


"Tidak, cepat beritahu aku" potong Marisa mendesaknya. "Ayo katakan".


Lucas menghela nafas, "Baiklah, kalian hati-hati dijalan atau aku akan menjemput kesan..


"Tidak usah, kami yang kesana sekarang juga".


Tut.. Tut.. Tut...


"Ada apa Lucas?" tanya Jose.


"Marisa dan Flora sedang perjalan kemari".


"Kenapa? apa kamu memberitahunya?".


"Mmmm, mereka berdua tampak sangat mengkhawatirkan Reza".

__ADS_1


"Apa?" seketika perubahan wajah Jose langsung terlihat kesal. "Ck, kenapa kamu harus memberitahunya. Aku tidak menyukainya" Lucas tersenyum tipis, lalu melihat Salsa yang berada di samping Jose yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum membuat Lucas mengernyitkan dahi. "Ada apa?".


"Tidak".


Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Reza segera keluar dari ruangan tersebut, ia melihat Lucas dan Jose berdiri dihadapannya. "Pasien telah kami selamatkan, dia akan baik-baik saja setelah dia siuman. Tapi sebaiknya kalian juga perlu di obati" ucapnya melihat luka di wajah Lucas dan Jose yang masih berdarah.


"Ah iya, terima kasih banyak dok" angguk Jose.


"Kalau gitu saya permisi dulu, pasien akan segera di pindahkan ke ruang rawat".


"Iya dok".


Kemudian Lucas mendatangi salah satu perawat disana, ia meminta kepada si perawat tersebut untuk mengobati luka di wajahnya dan juga luka di lengannya akibat goresan pisau. "Rasanya akan sangat sakit, apa perlu kita bius?".


"Yang cepatnya saja sus, saya tidak mau istrinya saya nanti melihat luka ini" jawab Lucas tampa ia sadari Jose yang tersenyum di belakangnya. Lalu Jose mendengar suara gumaman Salsa yang terdengar sangat jelas di kedua telinganya begitu Salsa berkata ternyata dia sudah menikah. "Apa yang baru saja kamu katakan?".


"Hhmm? ah saya tidak berkata apa-apa tuan" Salsa tersenyum. Tidak menunggu lama Lucas selesai mengobati lukanya, ia pun ikutan mengobati lukanya juga.


"Oo.." kaget si perawat seperti mengenali wajah Jose bahkan bisa di bilang ia sangat mengenalnya. "Kamu Jose? iyakan kamu Jose?".


Jose mengernyitkan dahi, "Kamu mengenal saya?".


"Mmmmm, aku sangat mengenal mu. Tapi aku yakin kamu tidak mengenal ku" ia tertawa senang bisa melihat Jose kembali. "Kita satu angkatan di universitas xx bahkan kita satu gedung dan dulu kamu dan aku sering satu praktek tapi sejak kamu berhenti di semester 4 aku dan yang lainnya sangat kehilangan kamu. Apa kabar kamu Jose?".


"Baik seperti yang kamu lihat. Maaf aku tidak bisa mengenal mu".


"Tidak apa-apa, wajar saja kalau kamu tidak mengenal ku lagi dan yang lainnya".


"Kenapa?".


Ia tertawa lagi, "Wah kamu sudah lupa yah kalau sejak dari dulu itu kamu sangat digilai oleh wanita dan setiap wanita yang pernah dekat bersama dengan mu pastinya kamu tidak mengingatnya lagi. Apa kamu sudah menikah?".


"Belum, lalu kamu?".


"Aku juga belum menikah" seketika kedua pipih si perawat itu langsung merona begitu Jose berkata kalau ia juga belum menikah tampa mereka sadari kalau Marisa dan Flora telah tiba disana.


"Flora kamu baik-baik saja?".


Deng..!!


Sontak suara itu pun berhasil membuat Jose dan Lucas langsung melihat kearah sumber suara tersebut, "Kalian sudah datang?" ucap Lucas.

__ADS_1


"Flora kamu baik-baik saja?" Marisa pun mengulangi pertanyaannya lagi semakin membuat Jose merasa bersalah kepada Flora yang sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


__ADS_2