Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 98


__ADS_3

Lalu Marisa dan Lucas yang berjalan di lorong koridor melihat Reza berdiri di balik tembok dengan tatapan mata kosong. "Itu bukannya Reza? sedang apa dia diluar dengan keadaan seperti ini?".


"Tidak tau" jawab Lucas melihat Marisa mempercepat langkah kakinya menghampiri Reza sambil menyebut namanya.


"Risa?" kaget Reza.


"Sedang apa kamu diluar sini Za? kamu baik-baik saja?" tanyanya penuh dengan khawatir membuat Reza tersenyum bahagia kepadanya.


"Aku baik-baik saja Sa. Apa kamu sedang mengkhawatirkan aku?".


"Tentu saja aku mengkhawatirkan kamu Reza. Kamu ada-ada saja deh, ayo masuk, diluar dingin dan aku membawakan sesuatu untuk mu. Apa Flora sudah bangun?".


"Mmmmm" gumamnya.


Ceklek!


"Ekh Risa..!!" Flora tersenyum begitu ia melihat sang sahabat masuk kedalam ruangan itu bersama dengan Lucas dan Reza. "Kamu membawa apa itu Sa?".


"Cemilan seperti biasa kita makan Ra. Duduklah kemari" jawab Marisa membantu Reza mendudukan diri diatas sofa di susul oleh Lucas.


"Kalau gitu aku akan membuatkan teh manis" ucap Flora.


"Iya Ra, terimakasih" Marisa segera membuka kotak cemilan tersebut yang ia beli tadi di pinggir jalan. Kemudian memberinya di mulut Reza tampa ia sadari kalau saja eskpresi Lucas sedang menatap kedua orang itu dengan wajah memerah, "Bagaimana Za? apa rasanya masih seperti biasa? enak kan?".


"Mmmmm, enak sekali Sa. Terima kasih sudah membawakan ini untuk ku".


"Sama-sama Za" angguk Marisa tersenyum kepada Flora yang baru saja membuatkan teh manis untuk mereka. "Oh iya Ra, Jose kemana sama wanita itu? kok aku tidak melihat mereka berdua?".


"Jose tadi pagi buta sudah pergi kerumah sakit bersama dengan wanita itu" jawab Reza menyambar kue itu kembali dengan tangannya melihat Lucas yang masih melihatnya dengan tatapan tidak suka, namun Reza malah tidak perduli dengan tatapan itu dan semakin memanjakan diri kepada Marisa yang menuruti apa yang ia minta.


Kemudian Lucas memanggilnya, "Iya?" Marisa melihatnya. "Kenapa?".


"Sudah saatnya Reza tau mengenai hubungan kita berdua".


"Maksud kamu?".


"Reza!" panggil Lucas menatapnya dengan tatapan serius. "Aku ingin mengatakan yang sebenarnya kepada mu mengenai hubungan ku dengan Marisa kalau kami berdua sudah menikah. Maaf tidak memberitahu mu selama ini".


"Mmmmm, tidak apa-apa" Reza bukannya terkejut atau marah atau yang lainnya, ia malah tersenyum kepada Marisa yang sedang menatapnya dengan kening mengerut. "Kenapa kamu menatap ku seperti itu Risa?".

__ADS_1


"Za, apa sebenarnya kamu sudah tau kalau selama ini aku dan dia sudah menikah?".


Reza tersenyum kembali, "Tidak terlalu, aku hanya bisa menebak saja".


"Sejak kapan Za?".


"Apanya sejak kapan?".


"Sejak kapan kamu tau kalau aku dan dia sudah menikah?".


"Aku tidak mengingatnya lagi Sa. Mmmmm, kue ini sangat enak sekali di campur teh manis buatan kamu Ra".


"Apa aku harus menambahnya lagi?" tanya Flora.


"Tidak usah" tolak Reza menyudahi makanannya. Lalu melihat Lucas yang kini malah menatapnya dengan tatapan sendu seperti merasa bersalah. "Hahahah.. Yah, apa kamu merasa bersalah kepada ku? atau malah merasa kasihan?" tanyanya membuat Lucas mengernyitkan dahi. "Ck, menyebalkan sekali. Tidak, lupakan saja. Aku mengucapkan selama atas pernikahan kalian berdua".


"Terima kasih" balas Lucas.


"Sama-sama" angguknya tersenyum lagi kepada Marisa yang berada disebelahnya. Namun Marisa malah menatapnya, "Ada apa dengan wajah mu Risa? kenapa kamu jadi cemberut seperti ini? jelek tau. Sebaiknya kalian semua pulang saja, hari ini aku ingin sendiri, aku sedang butuh istirahat yang panjang".


"Maafkan aku Reza tidak memberitahu mu selama ini".


"Tidak apa-apa, kalian boleh pergi".


"Mmmmm".


"Lalu bagaimana dengan ku?" tanya Flora menahan tangannya saat Reza hendak berjalan keatas tempat tidurnya. "Apa kamu juga menyuruh ku pergi dari sini?".


"Iya pergilah, aku sangat mengantuk sekali, jadi biarkan aku sendiri diruangan ini".


"Tapi..


"Sudah Ra, ayo kita pulang. Biarkan Reza istirahat dulu, dia pasti lelah sekali".


"Tapi Sa, siapa yang akan menemani dia disini kalau sesuatu terjadi kepadanya?".


"Jangan khawatir, kamu tidak melihat dirumah sakit ini begitu banyaknya perawat dan dokter? jadi kita pulang yok, Reza terlihat lelah sekali".


"Ya sudah kalau gitu kami pulang dulu Za, kalau sesuatu terjadi kepada mu jangan sungkan memberitahu kami mmmm".

__ADS_1


"Mmmm, aku akan menghubungi kalian semua" angguk Reza tersenyum. Setelah ketiga orang itu pergi, baru Reza membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur meskipun rasa sakit yang ia rasakan saat ini begitu mencabik-cabik jantungnya. "Ah.. Aku lelah sekali dengan ini semua".


Tok.. Tok...


"Siapa?" tanyanya.


Ceklek!


"Kamu?" kaget Reza saat Dilan memasuki ruangannya membawakan sebuah bingkisan bunga. "Apa yang sedang kamu lakukan disini?".


Dilan pun tersenyum menaruh bunganya diatas meja, "Kenapa? apa aku tidak bisa datang kemari melihat keadaan mu? apa kamu baik-baik saja?".


Reza langsung menyeringai menatapnya dengan tatapan tidak suka, "Sebaiknya kamu pergi saja dari sini, aku tidak ingin melihat mu karna aku ingin istirahat".


"Baiklah kalau kamu tidak menyukai kedatangan ku kemari. Semoga kamu lekas sembuh dan kembali bekerja dengan baik. Aku pergi dulu" senyum Dilan kembali meninggalkan ruangannya membuat Reza mengepal tangan dengan sangat marah membuat ia semakin yakin kalau Dilan telah merencanakan ini.


"Kurang ajar kamu Dilan, lihat saja nanti aku akan membalas mu".


Sedangkan diluar ruangan Reza, anak buahnya bertanya. "Apa wanita itu tidak ada didalam sana tuan?".


"Wanita itu tidak ada disana, cepat temukan wanita kalau dia berani melawan kalian bisa langsung membunuhnya".


"Baik tuan".


.


Dirumah sakit Jose dan Salsa berada di ruang inap tempat ibunya Salsa dirawat, dengan senyum mengambang di wajah Salsa ia tak henti-hentinya menggenggam tangan sang ibu sambil mengucapkan terima kasih kepada Jose yang sudah membantunya bersama dengan ibunya.


"Salsa, siapa pria ini? kenapa dia baik sekali mau membantu kita?".


"Salsa juga tidak terlalu mengenal dia siapa bu, tapi syukurlah karna dia orang baik dia mau membantu kita bu melarikan diri dari..


"Maafkan ibu ya Salsa, ibu benar-benar sangat jahat sekali telah mengorbankan kebahagian kamu selama ini demi ibu".


"Sudah bu, Salsa tidak ingin mendengarkan itu lagi, yang penting sekarang ibu baik-baik saja itu semua sudah lebih dari cukup, jadi berhenti mengungkit itu semua bu karna Salsa berjanji akan selalu membahagiakan ibu sampai Salsa tua nanti".


"Terima kasih Salsa anak ibu".


"Iya bu" angguk Salsa melirik Jose yang masih berdiri disebelahnya. "Tuan, terima kasih banyak sudah membawa ibu saya kemari. Entah kenapa kata-kata itu tidak bisa berhenti saya ucapakan kepada tuan. Begitu ibu saya selesai menjalankan operasinya saya berjanji tuan kalau saya akan membayar semua hutang saya sampai lunas".

__ADS_1


"Mmmmm, bekerjalah dengan baik selama kamu berada disini. Saya keluar dulu".


"Iya tuan" senyum Salsa dengan manis membuat ibunya tiba-tiba merasakan sesuatu sedang tidak beres dengan putrinya itu kepada Jose.


__ADS_2