Terjerat Cinta Sekretaris Marisa

Terjerat Cinta Sekretaris Marisa
Bab 36


__ADS_3

"Dia ada dimana? kenapa Flora tidak menjawab panggilan ku" gumam Marisa menghentikan salah satu pelayan. "Permisi mas, kamu melihat orang ini?" tanyanya menunjukkan gambar Flora yang berada di layar ponselnya.


"Iya, dia ada disana, di depan si bartender. Mari saya antar" jawabnya membawa Marisa. "Itu dia nona".


"Astaga Flora. Terima kasih ya mas" ucap Marisa kepada si pelayan itu melihat Flora menggoda si bartender.



Marisa langsung mendekati, "Flora" panggilnya.


"Oo, kamu sudah datang Sa?" senyum Flora menyeka air matanya.


Lalu Marisa tersenyum kepada si bartender, "Maaf kalau teman saya menganggu pekerjaan anda".


"Tidak apa-apa" jawabnya kembali bekerja.


Kemudian Marisa meneguk alkohol Flora dari tangannya, "Ada apa kamu menangis ditempat seperti ini Ra?".


"Maaf" jawab Flora menunduk.


Marisa mengernyitkan dahi, "Minta maaf untuk apa Ra?".


Flora menatapnya, "Maaf sudah membuat hubungan mu dengan Reza hancur Sa hiks.. hiks.. Aarrkkhhh".


"Hey" Marisa langsung menutup mulut Flora dengan tangannya. "Jangan menganggu mereka, suara mu sangat menyebalkan sekali".


Flora kembali menangis, "Aku yakin kamu pasti sangat membenci ku Sa karna sudah merusak hubungan mu dengan Reza".


"Kenapa baru sekarang kamu membicarakan itu kepada ku?".


"Maafkan aku Sa. Saat itu aku benar-benar sangat mabuk sekali sampai aku tidak sadar apa yang telah aku lakukan dengan Reza".


Marisa menghela nafas, "Tidak apa-apa, lagian aku tidak mencintai Reza lagi. Kamu mencintainya?".


"Maksud kamu Sa? bukankah selama ini kamu sangat mencintai Reza sampai 3 tahun lamanya kamu masih menuggu kepulangan dia".


"Mmmm, itu dulu. Sekarang tidak lagi, aku ingin fokus ke karir dulu. Kalau kamu mencintai Reza, berkencanlah dengan dia, jangan pikirkan aku. Kamu berhak bahagia dengan pria yang kamu cintai".


"Tidak Sa, aku sama sekali tidak punya perasaan dengannya. Aku berani bersumpah kalau aku tidak mencintai Reza, aku serius Sa mengatakan ini".


"Hey, tidak usah membohongi ku Ra" senyum Marisa meminta kepada si bartender satu gelas alkohol. "Tidak usah menjaga perasaan ku Ra karna kita sahabatan, aku mengatakan yang sebenarnya kalau aku tidak memiliki perasaan lagi kepadanya".

__ADS_1


"Hhmmsss, aku juga mengatakan yang sebenarnya Sa kalau aku tidak memiliki perasaan kepadanya. Bahkan aku sudah memberitahu Reza".


"Apa?".


"Mmmmm, ia pun langsung memberitahuku kalau saat itu kamu melihat kita berdua berciuman di depan toilet. Karna itu aku meminta mu datang kemari, aku ingin minta maaf dengan perbuatan ku".


"Sudahlah, itu semua sudah berlalu. Terus, kamu masih tidak ingin berkencan dengannya?".


"Iya, aku hanya menganggap Reza sebagai sahabat ku saja, tidak lebih seperti yang kamu pikirkan Sa".


"Kamu yakin tidak menyesalinya? aku pikir kamu mencintai Reza, karna aku yakin Reza juga memiliki perasaan dengan mu. Cobalah untuk membuka hati kepadanya".


"Tidak mau".


"Kenapa kamu tidak ingin membuka hati kepadanya? apa karna aku?".


"Tidak, karna aku memang tidak memiliki perasaan kepadanya. Jangan memaksa ku, apalagi membuka hati kepadanya, itu tidak akan pernah terjadi".


Marisa menatapnya, "Sekarang kamu jujur kepada ku Ra. Aku yakin bukan itu alasan kamu tidak bisa menerima Reza, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku".


Flora tersenyum, "Aku tidak menyembunyikan apa-apa dari mu Sa. Kenapa kamu tidak bisa mempercayai ku?".


"Kamu tidak bisa membohongi ku Ra, ayo jawab aku dengan jujur" Flora terdiam, kedua matanya kembali berkaca-kaca membuat Marisa ikut merasa sedih. "Cerita saja, siapa tau aku bisa membantu mu Ra".


"Terus?".


"Reza pernah membawa ku kerumahnya, ia memperkenalkan aku kesemua anggota keluarganya. Tapi tidak satupun diantara mereka menyukai ku karna aku terlahir dari keluarga berkecukupan, hingga pada akhirnya ibu Reza meminta ku bertemu empat mata di sebuah cafe, dia berkata kalau aku harus menjauhi anaknya karna status kami hahahhaha" tawa Flora semakin menumpahkan air matanya.


"Jadi kalian berdua sudah lama saling mengenal satu sama lain sebelum kita berteman?".


"Mmmmm, maaf".


"Tidak, untuk apa kamu meminta maaf kepada ku? harusnya aku yang minta maaf sudah pernah merebut Reza dari mu".


Flora menyeka air matanya, "Karna itu, tolong jangan menyuruhku membuka hati untuknya lagi. Karna kenangan pahit itu akan kembali lagi menghantui ku".


"Mmmmm, aku tidak akan membahas itu lagi Ra" angguk Marisa membawa Flora kedalam pelukannya.


"Terima kasih Sa" balas Flora memeluknya. Namun saat Flora menyeka air matanya kembali, ia melihat bayangan seseorang yang mungkin bisa ia bilang sangat mengenalnya. "Sa" panggil Flora melepaskan pelukan Marisa.


"Ada apa?".

__ADS_1


"Kamu lihat kesana Sa, itu bukannya tuan Lucas? sedang apa dia kemari?" ucapnya menunjuk kearah Lucas yang sedang bersama dengan Jose.


"Tuan Lucas?" kaget Marisa. "Dia sedang bersama siapa.. Oo, itu bukannya tuan Jose?" gumam Marisa turun dari atas kursinya melihat Lucas dan Jose sudah mabuk berat.


"Tunggu Sa. Kamu mau kemana?".


"Menghampiri mereka, sepertinya tuan Lucas dan tuan Jose sudah mabuk".


"Aku ikut Sa".


"Mmmmm" Marisa dan Flora mendekati mereka, dan benar seperti yang Marisa lihat tadi kalau kedua orang itu sudah keadaan mabuk. Kemudian Marisa mendekati Lucas, "Tuan" panggilnya.


Lucas meliriknya, "Kamu siapa?".


"Marisa tuan".


Lucas mengernyitkan dahi mempertajam penglihatannya, "Marisa?".


"Iya tuan".


"Apa yang sedang kamu lakukan disini? sebaiknya kamu pergi saja. Jangan menganggu ku".


"Ini sudah malam tuan, sebaiknya tuan pulang, aku akan membantu tuan".


"Tidak usah" tolak Lucas menyambar gelas alkoholnya, ia meneguknya kembali melihat Jose yang berada dihadapannya sudah tepar. "Yah, ayo bangun. Kamu sendiri yang mengajak ku kemari, kenapa kamu malah tidur?" ujar Lucas kepada Jose.


"Dia tidak akan bangun lagi, sepertinya dia sudah tidur tuan".


Lucas mendengus melirik Marisa, "Kamu menganggu saja" lalu ia bangkit berdiri, namun ia malah terjatuh didalam pelukan Marisa. "Ah, aku lelah sekali".


Marisa langsung memeluknya, lalu melihat Flora yang berdiri disamping Jose. "Ra, bisakah kamu membantu dia bangun? aku mengantar tuan Lucas dulu kedalam mobil".


"Mmmmm, aku akan mencoba membangunkan dia. Pergilah".


"Terima kasih Ra" Marisa segera membawa Lucas keluar dari dalam bar tersebut.


Lalu Flora mendekati Jose, tetapi ia yang tidak mengenal Jose membuat ia sedikit tidak enak membangunkannya. Kemudian Flora memperhatikan wajahnya, "Wah, dia tampan sekali?" senyum Flora menyentuh wajah Jose dengan lembut sampai ia tidak sadar kalau Jose membuka mata. "Astaga, maaf".


Jose menahan tangan Flora, "Apa yang barusan kamu lakukan?".


"Ah, tolong maafkan saya tuan. Saya tidak ada maksud lain menyentuh wajah tuan. Saya hanya ingin membantu tuan saj.." gantung Flora dengan mata membulat begitu Jose mencium bibirnya.

__ADS_1


Lalu Jose tersenyum menyentuh wajah mulus Flora dengan tatapan nafsu, "Kamu mau menghabiskan malam yang panjang bersama ku nona cantik?".


__ADS_2